
-Spesial 100 Vote + Chapter Ke-400 \= 3k word
Chapter 400 (Berikan Judul)
Bottlomless Gap.
Elicpcatus terus merayap maju menggerakkan ribuan kaki tulang belulang yang tiada henti untuk berjalan. Kecepatan langkah kakinya terus bertambah dan semakin cepat. Ya, dia terus bergerak hingga pada akhirnya dia pun menabrak Lyon. Tekanan kuat seketika dapat dirasakan sekujur tubuhnya dan membuat Lyon terseret-seret. Bar kesehatannya seketika anjlok dengan begitu hebatnya. Tidak sampai 5 detik setelah tabrakan itu terjadi, bar kesehatan Lyon telah habis sepenuhnya.
...[Anda telah mati]...
Pemberitahuan sistem telah muncul sesaat setelah angka di bar-nya telah mencapai angka nol. Lyon akhirnya telah menghembuskan nafas terakhirnya dengan menunjukkan senyuman bahagianya.
Dan sesudah itu, Elicpcatus menabrakkan dirinya ke dinding es, dan menerobos masuk ke dalamnya hingga melewati beberapa lapis es, kemudian memutar arah ke tempat lain. Seketika tempat itu telah ditutupi oleh kabut yang baru tercipta.
Sementara itu di sisi lain. Saat melihat secara langsung kalau Lyon sudah terkena serangan telak dari salah satu bawahannya, Gluch, sang Lich merasa sangat bahagia. Senyuman yang melengkung begitu tajam, terlihat dari balik mudahnya. Dan lagi, ketika dia memastikan kalau Lyon telah mati sepenuhnya, dia tidak bisa membendung rasa kebahagiaannya lagi.
“Hahaha...!” Gluch tertawa dengan suara yang begitu lantang. Sebuah tawaan dari rasa kepuasan. Rasa senang akan sesuatu yang akhirnya telah terwujud. Kali ini dia berhasil mengalahkan sasaran balas dendamnya.
“Akhirnya ... Ya! Akhirnya, setelah sekian lama saya menyimpan semua rasa sakit ini, pada hari ini juga, saya akhirnya telah membunuh orang dari pewaris itu! Hahahaha! Balas dendam yang selama ini saya pendam berpuluh-puluh tahun, dendam yang orang itu buat, akhirnya pada hari ini, telah terbalaskan.” Perlahan dia menatap langit yang masih tertutup awan. “Dan sekarang, tidak akan ada lagi orang yang dapat menghentikanku. Saya pasti akan membuat benua ini menjadi benua kegelapan yang akan diisi oleh seluruh pengikutku. Ya! Kerajaan yang akan saya pimpin di masa depan nanti.”
Dan kemudian, dia menatap balik ke tempat yang saat ini di tutupi oleh kabut, yaitu tempat yang sudah menjadi kuburan bagi Lyon. Itu hanyalah tatapan sekilas. Setelahnya, Gluch berbalik dan mengangkat tangannya, berniat memberikan perintah kepada dua makhluk ciptaannya.
“Baiklah, Elicpcatus, Kaisel, sekarang tug-!”
Namun, belum selesai Gluch mengeluarkan perintahnya, secara tiba-tiba dia merasakan sebuah hawa keberadaan yang sebelumnya telah tiada, kini telah kembali. Sekilas, ekspresi wajahnya berubah drastis saat merasakannya. Dia menjadi sangat kesal.
Hawa keberadaan ini, kan?!
Kedua matanya terbelalak begitu lebar ketika dia merasakan adanya sesuatu yang janggal. Aura merah yang terpancar di bola matanya semakin terang. Gluch segera memutar badannya dan berbalik, pergi melihat ke tempat yang dia lihat tadi, yaitu tempat sebelumnya, tempat yang telah diselimuti oleh kabut. Tepat di antara tebalnya kabut yang menghalang, muncul sebuah aura hijau yang menerangi area sekitarnya. Sesudah itu, siluet seorang manusia juga mulai terlihat hingga pada akhirnya siluet itu telah menghilang. Orang itu telah menunjukkan dirinya sepenuhnya. Ya, dia tidak lain adalah Lyon.
Saat ini dia berdiri, membawa pedangnya sembari melangkah pelan melihat Gluch sembari memasang ekspresi senangnya. Sesaat dia pun berhenti, kemudian menghunuskan pedangnya ke depan dan berkata,
“Oi Lich, apakah kamu berpikir kalau saya sudah ini sudah mati? Oh sayangnya, pemikiranmu salah. Lihatlah, saya masih hidup. Sekarang, lebih baik kamu mempersiapkan kuburan untukmu karena saya pasti akan segera mengalahkanmu!”
**
Beberapa saat sebelumnya.
Ketika Lyon telah menerima pemberitahuan jika dirinya telah mati, dia juga mendapatkan pemberitahuan lainnya.
...[Efek dari Necklace of Life diaktifkan. Secara otomatis Anda akan kembali dihidupkan dengan seluruh waktu pendinginan keterampilan tereset dari awal dan pengembalian kesehatan sebesar 50% dari seluruh kesehatan dalam waktu 5 detik.]...
...[Anda telah kembali dihidupkan.]...
Itu adalah sesuatu yang paling ingin Lyon inginkan. Sebuah berkah menerima kehidupan kedua setelah kematian. Dia mempunyai suatu benda berupa aksesoris yang bisa membuatnya hidup kembali dan bisa menciptakan serangan balik yang hebat. Benda ini bisa menghidupkan dia kembali dengan 50% pengendalian kesehatannya. Dan yang lebih baik lagi, semua pendinginan yang ada pada keterampilannya tereset kembali.
Ketika dia ingin mengakhiri hidupnya, hal itu tiba-tiba saja terbesit di kepalanya. Jadi Lyon sesegera mungkin berharap untuk mati. Ya, kematian ini sudah ada maksudnya. Jadi keputusannya sudah sangat tepat.
Lyon melihat lagi dirinya yang kembali hidup dan bergumam pelan, “Huf ... untung saja aku memiliki barang sehebat ini. Dengan semua bonus yang diberikan, aku bisa kembali menggunakan semua keterampilan yang masih terjeda. Ini bagus... dengan ini aku pasti bisa mengalahkannya. Tunggu saja ya kau Lich sialan ...!"
Sesudah Lyon menerima kehidupan barunya, dia pun langsung mengaktifkan keterampilan seperti semula. Secara otomatis aura hijau terang seketika menyelimuti tubuhnya. Seluruh atributnya juga meningkat. Dia rasa ini sudah cukup untuk kembali untuk menyerang. Lyon melangkah maju dengan begitu santai, berjalan keluar dari semua kabut ini. Dia ingin melihat bagaimana reaksi Gluch ketika melihat dirinya yang masih hidup.
Aku sudah tidak sabar lagi melihat bagaimana ekspresi wajahnya ketika melihatku. Pasti dia sangat kesal.
Hanya dalam beberapa detik saja, akhirnya Lyon telah keluar dari balik kabut. Di saat bersamaan, kedua pasang mata dari mereka berdua bertemu. Sesuai dengan apa yang Lyon gumamkan tadi, sekarang terlihat jelas kalau si Lich itu sangat kesal akan kehadiran dirinya, lagi. Itu merupakan kepuasan tersendiri baginya.
Hehe, sudah kuduga, dia pasti sangat kesal.
Lyon tetap mempertahankan senyumannya, berhenti melangkah maju, dan menghunuskan pedangnya kepada Gluch.
“Oi Lich, apakah kamu berpikir kalau saya sudah ini sudah mati? Oh sayangnya pemikiranmu salah. Lihatlah, saya masih hidup. Sekarang, lebih baik kamu mempersiapkan kuburan untukmu karena saya pasti akan segera mengalahkanmu!” ucapnya dengan penuh percaya diri.
Ya, yang benar saja. Gluch sangat kesal akan hal itu. Padahal dia sudah melihat kalau Lyon telah sepenuhnya mati, tetapi saat ini, tepat di hadapannya, sosok Lyon masih berdiri dengan prima, tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun.
Kenapa dia masih bisa hidup setelah menerima semua serangan itu?! Padahal seharusnya sekarang ini dia tidak bisa selamat. Arghhh, ada yang aneh...? Ini mengingatkanku ketika kami pertama bertemu, seharusnya waktu itu dia harusnya mati, tetapi dia malah bisa selamat dari seranganku dan bahkan sampai memberikan ku luka serius.
Gluch merasa ada yang aneh dengan kejadian ini. Dia sudah memperkirakan kalau seharusnya Lyon sudah mati, akan tetapi saat ini dia malah masih hidup. Ini juga mengingatkan dirinya akan kejadian beberapa waktu yang lalu ketika mereka pertama kali bertemu. Sewaktu itu juga dia telah memberikan serangan telak, namun dia masih selamat dan malah bisa menyerang balik, kemudian kabur. Dia merasa ada yang aneh dengan hal ini
__ADS_1
Apakah dia ini abadi atau apa? Tapi, bisa saja itu benar, namun rasanya tidak mungkin kalau dia ini abadi. Pasti ada sesuatu yang bisa membuatnya selamat atau mungkin saja dia menggunakan barang sihir? Aku tidak bisa memastikannya ....
Gluch mulai berspekulasi kalau Lyon ini sebenarnya abadi. Akan tetapi hal itu tidak dapat dia percayai. Lyon adalah seorang manusia. Tidak ada manusia yang memiliki keabadian, kalau pun itu ada, pasti itu tidaklah murni dari kekuatannya sendiri, dan itu pun harus melalui serangkaian perjalanan yang panjang. Dia mulai memikirkan sesuatu yang agak logis, yaitu “Barang sihir”. Ada beberapa barang sihir yang bisa memberikan beberapa kemampuan hebat seperti halnya pengembalian kehidupan, akan tetapi itu juga tidak bisa dibenarkan karena dia tidak tahu apa-apa, mengenai barang yang digunakan oleh Lyon.
Sebenarnya ada juga cara lain agar seseorang bisa kembali dihidupkan, yaitu dengan kemampuan “Raise”, kemampuan yang ada pada seorang Cleric, Priset, maupun lainnya serta dari beberapa ramuan sihir tertentu. Akan tetapi itu tidak meyakinkan karena hal itu harus dilakukan oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri.
Dan di sisi lain dia juga tidak tahu kalau Lyon itu merupakan pemain yang abadi, tetapi harus menghilang dari permainan selama 3 hari penuh sebelum kembali bermain. Setidaknya mereka akan menganggap ketika mereka bertemu musuh yang sama, dia telah kalah, bukan mati benaran. Agak sulit untuk dijelaskan, namun memang beginian pengaturan program bagi setiap NPC yang ada di World Online.
“Dasar manusia sialan, ternyata kamu bisa bertahan dari serangan yang dilakukan oleh bawahanku. Ya, mungkin ini wajar karena kamu adalah si pewaris. Kamu tidak akan mati semudah itu... tetapi kamu hanya memperlambat proses kematianmu saja. Kamu tidak akan bisa memang melawan kami bertiga.”
Lyon hanya tertawa kecil ketika mendengar perkataannya, “Hehe...” kemudian dilanjutkan dengan membalas perkataannya, “kita tidak akan tahu jika kita tidak mencobanya.” Dan dengan cepat Lyon membentuk sikap kuda-kuda, setelah itu pergi melesat menghampirinya.
“Tetapi tetap saja itu adalah usaha yang sia-sia.” Gluch segera mengangkat tangannya dan memberikan perintah kepada kedua makhluk ciptaannya untuk menyerang Lyon,
“Elicpcatus, Kaisel, kembali! Serang manusia ini!”
Elicpcatus dan Kaisel kembali bergerak ketika mendapatkan perintah dari Gluch. Kaisel terbang di atas langit, kemudian melesat turun ke bawah, sementara itu Elicpcatus secara tiba-tiba muncul dari bongkahan es, dan melesat menghampiri Lyon. Sekarang terlihat seperti pesawat dan kereta api yang akan menabrak Lyon.
Lyon tidak merasa kesal ketika melihat kedatangan mereka berdua, malahan dia berharap memang kalau mereka datang menghampirinya.
Baiklah, datang lah ke sini.
Beberapa saat ketika jarak antara mereka dan Lyon sudah cukup dekat, Lyon segera mengaktifkan keterampilannya, yaitu Unlimited Freedom, salah satu keterampilan andalannya yang merupakan keterampilan untuk menyerang lebih intens dengan pergerakan yang anggun dan indah, layaknya sedang menari serta memberi beberapa bonus yang bisa menyelamatkan hidupnya.
Lyon pun langsung mulai menunjukkan tarian lengannya pada saat Elicpcatus sudah berada di belakangnya. Dengan tarian yang Lyon kakukan, dia dapat menghindari tubrukannya, dan memberikan tebasan di sepanjang tubuhnya yang melewati dirinya tanpa menerima kerusakan. Setelah itu, Kaisel pun datang dari langit berniat untuk menangkap Lyon. Akan tetapi dia gagal karena Lyon lebih dulu pergi ke tempat lain. Alhasil, dia harus memutar balik dan kembali mencoba untuk menangkapnya.
Di saat dia sudah berbalik, terlihat kalau Lyon pergi berlari menyusul Elicpcatus. Kaisel langsung mempercepat terbangnya. Di sisi lain, Elicpcatus juga sudah berbalik dan pergi menghampiri Lyon. Sekarang, dari sisi depan dan belakang, mereka ingin menyerang Lyon.
jarak antara mereka sudah sangat dekat. Lyon yang melihat hal itu dengan santainya pergi menghindar pada saat wajah mereka sudah sangat dekat. Dia pergi melewati celah kecil yang ada, dan mampu lolos. Akibatnya, Elicpcatus dan Kaisel tidak mampu membendung kecepatan mereka dan pada akhirnya saling menabrakkan dirinya. Itu adalah tabrakan antar kereta dan pesawat terbang. Kaisel langsung menabrak tanah, kemudian terseret-seret hingga puluhan meter, dan menabrakkan dinding es, sementara itu Elicpcatus keluar dari jalurnya dengan keadaan saat ini yang mengalami pusing. Dia setengah tidak sadarkan diri.
Ini adalah kesempatan ku!
Itu menjadi kesempatan baginya. Lyon sesegera mungkin mendekati bagian belakang dari tubuh Elicpcatus dan memberikan tebasan. Dia terus melakukan tebasan sembari melihat angka persentase yang terus meningkat di setiap tebasan yang dia berikan. Sebenarnya dia sedang mengumpulkan persentase dari keterampilan Revenge of Aurora, yang pada nantinya akan dia gunakan. Setelah melakukan tebasan ke sekian kalinya, akhirnya semuanya telah selesai. Tumpukan persentase kerusakan sebesar 1.200 persen telah didapatkan. “Akhirnya semuanya telah terkumpul juga.” Lyon pun segera pergi meninggalkan Elicpcatus yang sebentar lagi akan sadar, pergi menghadap Gluch yang merupakan target utamanya.
Lyon mulai membentuk kembali sikap kuda-kudanya dan kembali fokus. Secara otomatis hal itu juga telah menonaktifkan keterampilan Unlimited Freedom karena dia berhenti, tapi itu tidak apa-apa, itu memanglah rencananya.
Seluruh tubuh Lyon seketika mengeluarkan cahaya. Dia mengaktifkan kembali keterampilan lainnya, yaitu Straight of Judgement, keterampilan tipe serangan berbasis teleportasi, dan dia menargetkan secara langsung ke arah Gluch.
Itu ....
Saat ini kedua matanya Gluch sedang melihat Lyon yang membuat suatu gaya tertentu. Dia tengah melalukan sesuatu dan itu mengarah kepada dirinya. Itu adalah hal yang sama ketika sebelumnya. Dia sadar apa maksud dari gaya itu.
“Wushh!”
Dan dalam waktu yang amat singkat, Lyon pun telah menghilang dari sana, hanya meninggalkan beberapa bekas cahaya. Di sisi lain, secara tiba-tiba cahaya dalam jumlah lumayan besar muncul di hadapan Gluch, cahaya itu muncul sembari mengeluarkan sebuah pedang yang penuh akan cahaya dan menusuk tubuh Gluch. Ya, berkat keterampilan dari Straight of Judgement, saat ini Lyon sudah kembali berhadapan dengan Gluch. Ini adalah awal dari pola serangan dari kombinasi mematikan yang akan dia lancarkan.
Eh, ini-kan ...!?
Ketika Lyon ingin melancarkan serangan selanjutnya, dia merasa ada yang aneh dengan tubuh Gluch. Dia melihat seakan Gluch terbagi menjadi dua bagian, namun salah satunya masih menunjukkan mata yang merah menyala, sementara yang saat ini dia tusuk, kedua matanya tidak menyala.
“Shadow Clone.”
Gluch menunjukkan senyum yang begitu lebar ketika melihat ekspresi yang Lyon tunjukkan. “Hahaha, saya sudah dapat menebak apa yang akan kamu lakukan setelah melihat gaya yang telah kamu tunjukkan sebelumnya. Apa kamu kira kalau menggunakan pola serangan yang sama, dapat mengalahkanku? Saya tidak akan tertipu dengan hal itu lagi.”
Sambil memisahkan dirinya dari bayarannya, Gluch, mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangan yang sudah terbuka lebar ke arah Lyon.
“Bridle of Darkness!”
Tiba-tiba beberapa aura hitam menyelimuti tubuh Lyon. Tubuhnya terasa menjadi kaku hingga pada akhirnya dia tidak bisa bergerak.
Kenapa tubuh ku tidak bisa bergerak?! Dan dia segera melihat ke arah Gluch. Cih, dia menggunakan kemampuan pengekangnya. Sial! Aku tidak bisa kabur dari sini.
Di saat bersamaan suasana berubah secara drastis. Awalnya Lyon merasa cukup yakin akan kehidupan keduanya yang akan membawa kemenangan pada dirinya, namun saat ini dia tidak merasakan hal itu. Gluch telah mengunci dirinya dengan pengekang. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aura mencekam yang sangat kuat dapat dia rasakan saat ini sehingga rasa percaya diri tadi kembali menciut.
Aku harus melakukan sesuatu!
Lyon mulai menemukan sebuah ide. Dia mencoba untuk menggerakkan bebereoa jarinya sedikit sembari mengaktifkan keterampilan lainnya,
__ADS_1
“Flying Star Sword!”
Pedangnya mulai mengeluarkan butiran bercahaya dan bersinar terang. Sekumpulan pedang kecil kembali berterangan di sekitarnya. Lyon berusaha menggerakkan semua pedangnya agar mereka menyerang Gluch yang saat ini sudah berada agak jauh darinya. Semua pedangnya bergerak menuju ke Gluch.
Akan tetapi sebelum pedang-pedangnya tiba di sana, Gluch mengeluarkan kemampuan lainnya. Sekumpulam Akar hitam berduri raksasa muncul di sekitarnya dan dengan cepat menutupi dirinya.
“Storm of Sword!”
Semua pedang milik Lyon berputar dengan cepat dan menciptakan angin topan di tempat Gluch berada, namun sepertinya serangannya tidak berguna.
Gara-gara akar hitam itu, semua serangan ku tidak ada yang berhasil melukainya. Kurasa aku harus membuat serangan yang lain.
Ternyata serangannya sia-sia. Semua itu disebabkan oleh akar yang telah melindungi Gluch. Kulit dari akar itu cukup kuat sehingga tidak mampu untuk ditembus oleh pedangnya. Lebih baik dia menggunakan cara lain untuk menyerang.
“Batalkan!”
Semua pedang yang saat ini masih berputar, kini terbang kembali ke arah Lyon, kembali ke keadaan semula. Tidak berselang lama, Lyon kembali mengaktifkan keterampilannya. Tapi, pada saat dia mencoba untuk menggunakan keterampilannya, Lyon merasakan sebuah getaran yang perlahan semakin membesar. Lyon sekilas memutar kepalanya ke samping.
Sial, kelabang itu?!
Asal dari getaran itu berasal dari Elicpcatus yang sebelumnya tidak bisa bertarung, namun sepertinya dia sudah sadar dan sangat marah. Ini adalah hal yang buruk. Lyon pun berniat untuk pergi dari sana, namun sesaat dia sadar jika dirinya masih dalam pengekangan Gluch.
“Ehg! Susahnya ... ayolah ... lepaslah pengekang sialan!”
Lyon tidak bisa lepas dari pengekangan Gluch. Dia sudah berusaha sebusa mungkin untuk melepaskan dirinya, namun nyatanya sia-sia. Pengekang ini sangat kuat. Bahkan dia hanya mampu untuk menggerakkan jarinya beberapa milimeter dari tempatnya, dan sekarang Elicpcatus sudah semakin mendekati dirinya. Tidak ada harapan baginya untuk lolos dari semua ini.
Ah, aku mati ....
Dan akhirnya Elicpcatus memberikan hantaman keras berupa sundulan kepala ke tubuhnya. Lyon dengan bereaksi,membuka mulutnya karena tekanan yang hebat menghantam perutnya. Dia pun terseret-seret hingga pada akhirnya mereka menabrak sisi lain dari dinding es. Sebesar 200 ribu poin kesehatan seketika hilang karena semua itu. Tubuh Lyon terasa sangat sakit.
Rasanya hampir semua sisi dari badannya terasa remuk karena tekanan yang diberikan oleh Elicpcatus. Akibat kerusakan drastis yang dia rasakan, sekarang kesadarannya sudah mulai meredup. Mungkin bisa dibilang setengah pingsan. Ya, jika seseorang menerima kerusakan yang tidak wajar, misalnya tiba-tiba poin kesehatannya anjlok dalam satu waktu, kesadaran mereka akan berkurang. Namun itu terjadi secara acak. Tidak setiap waktu bisa terjadi, apalagi jika seseorang memilki sesuatu yang bisa menahan hal itu, misal barang, keterampilan guna/pasif, judul, dan lain-lain.
Begini yah ... rasanya di tabrak kereta api ....
Di sisi lain, ada juga keuntungan yang bisa dia dapatkan. Lyon saat ini sudah tahu bagaimana rasanya ketika orang di tabrak oleh kereta api. Itu sangat menyakitkan. Namun Lyon juga tidak sadar kalau rasa sakit yang dia terima adalah setengah dari rasa sakit sesungguhnya. Jadi tidak bisa digambarkan lagi bagaimana rasa sakit yang sebenarnya.
Setelah melalui beberapa dinding es, Elicpcatus akhirnya menunjukkan dirinya. Bagian dinding es bagian atas hancur dan kepala Elicpcatus muncul ke atas. Dan disitu, Lyon terlempar ke atas langit. Terlihat tubuhnya sudah dalam keadaan sudah tidak berdaya.
Dan Kaisel pun muncul di atas langit ketika Lyon berada di titik tertinggi dari tubuhnya melayang. Kaisel menangkap tubuhnya dan membawanya terbang lebih tinggi ke atas langit. Ketika Kaisel merasa terbang cukup tinggi, dia melepaskan Lyon dari cengkeramannya. Lyon pun terjatuh ke bawah.
Sesudah, Lyon terjatuh, Kaisel segera berbalik ke arah Lyon. Dia mulai membuka mulutnya lebar-lebar. Cahaya ungu terang muncul di mulutnya dan semakin membesar. Lyon hanya bisa melihatnya tanpa berbuat apapun. Pandangannya kabur.
Ah ... dia akan mengeluarkan apinya. Kurasa aku memang mati. Ah, sudahlah, aku sudah tidak peduli lagi. Lebih baik jika aku relakan saja.
Lyon sudah tidak memiliki pilihan apa-apa lagi selain menyerah. Dia sudah mencoba untuk menggerakkan tubuhnya, namun dia tidak mampu. Ya, melihat bar kesehatannya juga yang berada di angka sekarat, membuatnya tidak memiliki pilihan apa lagi selain menerimanya. Walaupun dia mencoba untuk membalas, karena ketidakberdayaan dirinya.
Kaisel pun langsung menembakkan apinya, tapi itu bukanlah semburan seperti sebelumnya, namun sebuah bola api berwarna ungu terang yang terbentuk dengan padat. Bola api tersebut memiliki ukuran 5 kali lebih besar dari pada bola sepak, dan melesat ke bawah. Hanya dalam hitungan detik, Lyon terkena serangan itu.
“Bukk!!”
Tekanan yang begitu dapat dirasakan di seluruh tubuhnya. Kedua pandangannya menjadi silau karena banyaknya cahaya yang datang ke matanya. Dia memilih untuk menutup matanya.
Setelah terkena serangan yang dilesatkan oleh Kaisel, bola tersebut turun ke bawah dan akhirnya menabrak permukaan tanah.
“BAM!!!”
Ledakan besar berwarna ungu cerah tercipta di tengah-tengah dataran. Tidak lama setelah itu, pemberitahuan juga ikut muncul di hadapannya.
...[Anda telah mati.]...
...[Anda menerima penalti kematian. Level Anda dikurangi -1 dan semua Stat Anda berkurang 4 poin.]...
...[Anda akan langsung dihidupkan di Kota Madrian, kerajaan Heaven.]...
...[Anda tidak dapat bermain untuk 24 jam kedepan nya.]...
Itulah pemberitahuan yang dia dengar, pemberitahuan yang baru pertama kali dia dengar selama kelas miliknya diubah, yaitu “Mati". Lyon yang tidak pernah kalah (katanya) akhirnya telah kalah oleh musuh yang kuat atau bisa dibilang, main borong.
Dan di sisi lain, akibat dari suara dari dentuman ledakan tersebut dapat di rasakan oleh orang-orang yang terjebak di dalam dataran es. Seluruh pandangan mereka secara bersamaan, menoleh ke ledakan yang barusan tercipta.
"Kalau mau duel, jangan sok-sok main dikandang lawan. Nanti berderai air darah, baru tahu." — Author terhormat.
-Jangan lupa baca komentar di bawah, Author ada menyisipkan pesan kepada kalian, para readers. Bye~
__ADS_1