
Chapter 406 Kembali Memasuki Permainan.
Keesokan harinya — di rumah Ganta.
Satu hari telah berlalu. Kini hari baru telah dimulai. Saat ini Ganta yang tengah menunggu masa penaltinya berakhir, tengah terbaring di dalam kapsul game. Dia hanya sekedar berbaring di sana, tidak mengaktifkan kapsul gamenya. Yah, masih ada waktu sekitar 30 menit lagi sebelum dia bisa memasuki permainan. Jadi sembari menunggu, dia juga sekalian berbaring di sana. Bisa dibilang ini adalah hal yang praktis yang bisa dilakukan oleh semua orang, anggap saja ini sebagai persiapan bagi mereka sebelum memulai sesuatu. Tapi, rasanya berbeda dengan Ganta. Dia malah sangat ingin segera bermain game dan menunggu-nunggu di sana.
Sementara itu, dua kapsul lainnya telah aktif. Desi dan Aisley telah duluan memasuki permainan. Yah, mereka tadi pagi memasuki permainan, dan Ganta yang menyuruhnya. Dia berkata kalau mereka harus membantu di dalam pertempuran di sana sana menyadari jika dirinya sebentar lagi akan datang.
"Ee ... sisa 25 menit lagi yah."
Masih ada 25 menit lagi sebelum dia memasuki permainan. Jadi, dia pun mencoba untuk mengevaluasi apa yang sudah dia rencanakan sebelum dia kembali menghadapi Lich yang telah mengalahkannya.
"Baiklah, setelah aku masuk ke dalam permainan nanti, aku akan memulainya dengan perburuan. Setidaknya aku harus bisa mendapatkan 3-5 level sebelum pergi ke medan pertempuran supaya aku dapat menggunaan kemampuan Soul Aura Master tanpa harus takut levelku berkurang lebih banyak."
"Dan juga ... untuk kedua monster raksasa yang dia bangkitkan, kurasa mereka berdua harus dialihkan. Walaupun aku menggunakan kemampuan Soul Aura Master untuk bertarung melawan si Lich, kalau dua monster panggilannya ikut campur, ujung-ujungnya aku kembali kalah. Yah, nanti aku akan bicarakan ini dengan DeathNight dan Sinon."
"Hm, sepertinya semuanya sudah cukup baik. Kalau semuanya berjalan dengan lancar, maka kemenangan akan kami raih kembali."
Lyon akan menggunakan senjata rahasia dan berisiko, yaitu menggunakan keterampilan Soul Aura Master, Keterampilan yang meningkatkan statusnya dan memberikan efek special secara acak, akan tetapi dia harus membayarnya dengan poin pengalamannya. Jadi dia harus meningkatkan beberapa level sebelum berhadapan dengan Lich agar tidak berdampak lebih.
Setelah beberapa saat berlalu, tidak terasa jika 25 menit sudah terlewati. Pemberitahuan di kapsul game telah memberitahunya. Ganta pun dengan semangat mulai mengaktifkan kapsul game, lalu memulai permaian.
**
Di dalam Game
Kerajaan Heaven — Kota Madrian
Akhirnya Lyon telah memasuki permainan. Saat ini dia telah dihadapkan kepada patung seorang dewi. Tempat dia dihidupkan di sebuah kuil yang terletak di kota Madrian. Tanpa berbasa basi lagi, Lyon segera berjalan keluar dari sana. Ketika dia sudah berada di luar, suasana yang diberikan oleh kota ini terasa berbeda. Angin yang cukup kencang menyepoi-nyepoi seluruh tempat sehingga tubuhnya dapat merespon rasa dingin yang disebabkan oleh angin tersebut. Awan juga terlihat mendung. Ini berbeda ketika terkahir kali dia melihat tempat ini yang dimana sinar matahari masih membanjiri seluruh tempat.
"Hari ini cuacanya sedang tidak baik," gumamnya sembari menatapi langit.
__ADS_1
Lalu, Lyon mulai membuka panel layarnya dan melihat isi di dalamnya. Pada saat dia membukanya terlihat sebuah tanda yang berada di notifikasi sistem yang berarti pesan itu belum dia baca. Ada banyak pesan yang kayaknya masuk ketika dia mati. Dan pas dia baca ternyata itu adalah pesan dari anggota-anggota. Mereka mengirimkan pesan tentang kabar kematiannya. Lyon hanya sebatas melihat pesan itu tanpa membukanya. Dia tahu kalau semua isinya pasti sama, jadi tidak perlu dibaca lagi.
Lalu, Lyon pun beralih ke pemberitahuan karena ada satu pemberitahuan yang tidak terbaca. Setelah di buka, dan isi pesan itu dibaca, ternyata isinya adalah pemberitahuan tentang kematiannya dan barang jarahan yang jatuh karena kematiannya itu.
Oh yah, hampir saja aku kelupaan. Aku juga harus melihat barang ala saja yang terjatuh sewaktu aku mati? Heh, semoga saja itu bukanlah barang yang penting ...
Jadi, Lyon langsung membuka lagi bagian 'lihat barang yang terjatuh' pada panel layarnya. Sesaat, ada sekitar 15 jenis barang yang berbeda beda terpampang di list 'lihat barang yang terjatuh'. Lyon mulai membaca setiap barang, mulai dari yang pertama dan terus turun. Sepanjang yang dia baca, barang yang jatuh, tidak terlalu berharga, jadi perasaannya masih cukup tenang. Hingga sampai pada list terbawah, dia melihat tulisan berwarna emas menyala. Itu adalah tulisan yang menyatakan kalau itu adalah barang peringkat legendaris. Dan pada saat dia membaca tulisan itu, betapa terkejutnya dia.
Eh, ini tidak mungkin, kan?!
Lyon mendekatkan wajahnya dengan panel layar dan membaca tulisan itu baik-baik untuk mengecek apakah yang dia lihat itu benar atau tidak. Tapi, dari mana pun dia membacanya, tidak ada yang berubah pada tulisan itu.
Eh, tidak mungkin!
Lyon segera membuka list Inventarisnya, mulai memilah barang sesuai tingkatannya. Pandangannya berpindah ke bagian barang berperingkat legendaris. Di situ hanya ada beberepa barang saja yang tersedia. Pada saat dia mengeceknya, memang benar ada satu barang yang tidak ada, yang berarti memang barang itu telah terjatuh.
Kakinya seketika menjadi lemas. Lyon terduduk di sana. Wajahnya mulai menghitam. Sesaat, dia mulai bergumam dengan kesal, "Kenapa, kenapa harus dia yang terjatuh ...." Dan sesudah itu dia mengangkat kepalanya, dan membuka mulutnya lebar-lebar, berteriak,
"Kenapa harus Armor berhargaku yang terjatuh!!!"
"Padahal ... padahal dia adalah satu-satunya armor yang paling aku butuhkan dalam pertarungan ini. Tapi ... kenapa dia malah yang terjatuh." Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu. "Kalian ... dasar Pengembang sialan. Semua ini pasti karena ulah kalian supaya aku bisa kalah kan? Dasar licik!"
Amor yang telah menjadi melindungi dirinya pada saat melawan bos-bos besar, armor yang telah dia dapatkan dari Quest aneh kelasnya, armor dari perjuangannya mengalahkan Death Angel, armor yang memiliki efek hebat, yang dapat membantu dirinya di segala situasi. Itulah Lighter Armor Angel, armor legendaris yang telah hilang dari penyimpanannya.
Pasti semua ini adalah ulah dari para Pengembang Game yang dengan sengaja menjatuhkan armor karena efeknya yang luar biasa pada saat menghadapi musuh, setidaknya itulah yang Lyon pikirkan saat melihat barang berharganya hilang. Memang benar, pada saat pertarungan melawan Lich, l armor itu sangat menolong dirinya, bahkan dia masih bisa bertahan hidup lebih lama berkatnya. Adanya efek menyerap serangan tipe kegelapan sangat menguntungkannya. Akan tetapi semua itu telah hilang.
"Lihat saja kalian yah! Suatu saat nanti aku kuberi balasan atas perbuatan kalian itu."
Lyon Kembali berisi secara perlahan, lalu berjalan ke markas guild-nya secara sempoyongan. Sembari berjalan, dia juga kembali bergumam dengan nada penuh penyesalan, "Ah, tanpa armor itu aku tidak bisa menghadapi Lich itu .... Aku harus merombak rencana lagi. Aahh, sialan! Semoga saja di penyimpanan ku di sana masih ada armor kuat yang dapat kugunakan."
Sekarang dia akan kembali ke markas Guild dan mencari armor yang kuat, yang dia simpan di gudang Guild pribadinya. Yah, dia hanya berharap semoga ada armor kuat yang setidaknya bisa mendekati kekuatan Lighter Armor Angel.
__ADS_1
Tidak terasa jika Lyon sudah berada di depan Markas Guild. Tempat itu kelihatan sepi, hanya sedikit orang yang terlihat berlalu lalang, dan dari mereka adalah NPC. Hari ini perang masih berlangsung. Pasti para anggota Guild tengah berfokus ke sana. Lyon meneruskan perjalanannya, masuk ke dalam bangunan, lalu berjalan menuju ke ruangannya. Setibanya dia di sana, Lyon segera mengarah ke lemari yang merupakan penyimpanan barangnya, lalu memeriksanya.
"Ayolah, armor bagus ... Di mana kamu ...."
Lyon terus mencari dan memilah satu persatu armor yang dia simpan di dalam sana. Ada begitu banyak armor dengan berbagai jenis level dan tingkatan yang tersedia di sana. Tapi, selama dia melakukan pengecekan, tidak satupun dari mereka yang membuatnya tertarik. Stat mereka masih dikata jauh dari yang dia harapkan.
"Arghhh tidak berguna, tidak ada yang cocok!"
Lyon langsung membanting tangannya ke atas panel layar dan seketika membuat layar tersebut bergerak secara acak. Semua barang yang ada di dalam panel itu beregak secara acak, dan cepat. Lyon hanya memperhatikan hal itu hingga pada akhirnya mereka kembali diam. Dan pada akhirnya mereka semua telah berhenti. Lyon hanya menatapi semua barang-barang itu dengan tatapan penuh kehampaan.
"!"
Tiba-tiba ada satu barang yang membuat dirinya tersadar. Itu adalah barang dengan peringkat legendaris. Lyon segera mengambil barang tersebut, lalu memegangnya. Aura yang dikeluarkan oleh barang tersebut, menyebar luas di sekitarnya. Aura hitam mencekam yang penuh akan kegelapan.
"Kalau tidak salah Benda ini ...."
Lyon ingat dengan barang ini dan juga deskripsi yang ada padanya. Secara mendadak suasan hatinya berubah. Dia menjadi sangat senang. Sekarang di dalam kepalanya sudah tersimpan sebuah rencana yang amat menarik.
"Hahaha ..." Lyon mulai tertawa pelan, lalu semakin keras "hahaha!!!" Suara tawanya menyebar ke dalam satu ruangan itu. Setelah itu, dia pun berkata sembari memegang erat barang itu. "Dengan benda ini, pasti! Pasti aku dapat mengalahkannya, bahkan melawan mereka bertiga, aku akan meladeninya dan mengalahkan mereka!"
Sepertinya dia sudah menemukan sesuatu yang dapat menaikkan kekuatannya seimbang dengan Lich atau mungkin saja melewatinya. Sebenarnya apa barang yang Lyon pegang sehingga membuat dia sebahagianya itu? Kita tidak tahu sebelum kita membaca bab selanjutnya, jadi tetap nantikan perjalanan Lyon ini.
__ADS_1
Tetapi, tetap saja membuat Lyon sial adalah yang terbaik.