
Chapter 411 Bertemu dan Bertarung lagi.
Bottlomless Gap.
Sementara itu di panasnya medan pertempuran yang sedang berlangsung, terdapat dua orang yang nampaknya tidak asing. Satu dari mereka adalah orang tua, dan yang satunya lagi adalah seorang pemuda. Mereka bekerjasama untuk mengalahkan para Undead yang menghalangi jalan, dan sedikit bertengkar mengenai sesuatu. Kedua orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Winster dan Daniar. Merekalah kedua orang asing, yang baru saja ikut memasuki medan pertempuran, dan saat ini mereka tidak terasa sudah dibarisan terdepan.
"Daniar, cepat bantu saya! Saya tidak dapat menahan Undead di sini!"
"Bertahanlah sebentar! Saya akan segera ke sana!"
Setelah serangkaian pertarungan itu, mereka berdua akhirnya dapat mengalahkan Undead tersebut. Lalu, mereka kembali mengedarkan pandangan mereka ke sekitar, mengamati perkembangan yang terjadi saat ini.
"Masih belum ada tanda-tanda kalau kita akan memenangkan perang ini ..." gumam Winster.
Daniar yang berada di sebelah, berbicara, "Heh, padahal sudah hampir lima hari berlalu, dan masih belum ada perkembangan. Lihatlah ini, bahkan persediaan kita juga hampir habis."
Mendengar ucapannya, Winster hanya bisa memberikan tatapan heran. "Sudah saya katakan agar jangan mengeluh. Kan kamu sendiri yang mau ikut denganku. Seharusnya kamu bersabar sedikit. Lagi pula ini adalah hal biasa dalam suatu pertempuran."
"Iya, iya, iyalah ...." Daniar hanya bisa mengiyakan perkataan Winster, namun dengan nada paksaan, setelah mengingat perkataan yang pernah dia ucapkan sebelumnya.
Tidak berapa lama, ada sesuatu hal yang menarik dirinya. Dia pun segera melihat ke sumber itu dan mendapati adanya aura hitam yang luar biasa. Aura itu jelas adalah sesuatu yang janggal. Beberepa detik kemudian, di tempat tersebut bermunculan ledakan-ledakan yang terjadi secara terus menerus. Merasa kalau dia harus pergi melihat apa yang terjadi di sana.
"Daniar, sekarang kita akan bergerak ke sana. Ada sesuatu yang ingin saya lihat." Sambil menunjukkan ke depan sana.
Daniar yang melihat arah tempat telunjuknya mengarah, merasa heran. Dia berbalik dan bertanya, "Tuan Winster, apakah Anda bercanda? Kita akan pergi ke depan sana. Bukannya di sana itu tempat pertempuran yang paling merepotkan."
"Ah, sudahlah. Kamu dengarkan saja apa yang saya katakan. Ayo, kita pergi sekarang."
Winster pun segera berjalan, pergi meninggalkan Daniar sendirian di sana. Daniar hanya bisa menatap keperluan Winster dengan ekspresi wajah datarnya. Dengan terpaksa Daniar berjalan mengikuti Winster pergi.
(hayo, tebak sejak kapan Winster tiba di Bottlomless Gap.)
**
Sementara itu di tempat Lyon berada.
Sudah sekitar 10 menit sejak transformasi yang tejadi pada Lyon, dia terus bergerak dan mendapati setiap Undead yang dia jumpai. Tidak ada ampun bagi mereka. Seperti layaknya orang yang tidak berdaya, mereka harus menerima kematian mereka untuk ke dua kalinya lagi.
Untuk sesaat, Lyon berhenti di tempat yang memiliki ruang kosong. Lyon pun segera melihat ke sekitarnya. Kali ini dia ingin mencari keberadaan dari si Lich atau bisa disebut Gluch. Hanya dalam beberapa detik saja, dia akhirnya dapat menemukan keberadaannya. Jaraknya agak jauh darinya, jauh di depan tempat dia berpijak sekarang.
Namun, itu tidak masalah baginya. Jarak sejauh apapun, dengan poin Kelincahan yang dia miliki, jarak segitu sudah bisa dilampaui. Jadi dengan cepat Lyon mulai membentuk sikap kuda-kuda. Pada saat bersamaan pada saat Lyon mulai membentuk sikap kuda-kuda, para Undead yang berada di sekitarnya, secara serentak bergerak, mencoba untuk menyerangnya dari segala sisi. Akan tetapi hal itu tidak dipedulikan oleh Lyon. Dia memperkuat tumpuan kakinya sehingga tanah yang dia pijak retak, lalu melepaskannya. Tumpuan itu menjadi dorongan yang kuat baginya. Lyon langsung melesat cepat dan membuat para Undead yang sudah berada di sekitarnya terlempar.
Lyon melesat dengan kecepatan yang tinggi, melewati mereka semua, yang menciptakan garis hitam di sepanjang jalan. Dia hanya sebatas melesat, menghindari mereka. Tujuannya saat ini adalah Lich itu.
Beberapa saat kemudian. Setelah melewati dengan begitu cepat, akhirnya Lyon sudah bisa melihat tempat Lich itu berada, tentunya dengan si Lich yang berdiri di sana. Akan tetapi, ketika dia sampai di sana, rupanya si Lich sudah mempersiapkan sesuatu untuknya.
__ADS_1
"Kau ... siapa sebenarnya kamu!!"
Dia bertanya tentang identitas Lyon dengan penuh rasa marah. Dia tahu kalau orang yang datang ini adalah Lyon. Namun saat ini dia terlihat berbeda, apalagi dengan aura yang dia tunjukkan selama perubahan ini. Alasan mengapa dia begitu marah sebab kekuatan yang dia rasakan seharusnya berpihak kepada dirinya yang bisa dibilang hampir mirip. Tetapi, malah dia berpijak kepada manusia.
Jadi, sembari Gluch itu bertanya, dia juga ikut melemparkan beberapa bola sihir berukuran besar, tepat ke arah Lyon. Untuk saja refleksnya yang baik itu serta status yang memumpuni, Lyon dapat menghindari semua serangan itu. Bola-bola itu pun mengenai para Undead di bagian belakang sana dan menciptakan ledakan besar. Itu adalah ledakan yang bisa dikatakan besar. Bahkan sampai efek tekanan dari ledakan itu membuat. Hempasan angin yang begitu kuat seketika menghantam tubuh Lyon dengan kuat. Semua debu maupun kabut yang melayang di sekitar area tersebut, hilang.
Saat ini mereka dapat melihat satu sama lain dengan begitu jelas. Lyon memberikan pandangan penuh kesombongan, menaikkan dagunya, menatap si Gluch seakan terlihat seperti merendahkannya. Di sisi lain, Gluch juga ikut memandangi Lyon, tapi tidak sepertinya. Dia memberikan pandangan wajah yang penuh akan amarah, kedua matanya menyala-laya, terlihat kobaran api merah di sekitar matanya.
Lyon pun akhirnya mulai berbicara, "Hai tengkorak sialan, Apakah Kamu lupa denganku. Padahal kamu sudah mempermalukan ku kemarin-kemarin, dan langsung dilupakan begitu saja. Ish, ish, ish, sungguh sikap yang buruk. Yah, tapi aku tidak masalah akan hal itu, sebab hari ini adalah hari terakhirmu."
"Kamu manusia sialan! Hanya karena kamu sudah berbeda sedikit sekarang, kamu dapat menyombongkan dirimu setinggi itu. Inilah sebabnya manusia itu harus binasa."
"Hahaha, itu sungguh lucu." Lyon tertawa ketika mendengar ocehan dari Gluch. "Apakah kamu berpikir jika perubahanku ini tidak sebanding dengan kesombonganku." Lalu, Lyon mulai membentuk sikap kuda-kuda kembali serta mempersiapkan kedua pedangnya yang dipegang dengan begitu erat. Tidak berselang lama dia pun berkata, "Dan juga kamu harus membayar atas apa yang kamu lakukan, terutama akan hilangnya barang ku yang berharga."
Secara tiba-tiba Lyon menghilang dari tempatnya. Kedua mata Gluch terbelalak dengan lebar ketika mengetahui jika Lyon telah menghilang dari pandangannya. Dengan segera dia mulai mengaktifkan radarnya, mencari aura keberadaan Lyon.
...-90.829...
...-199.372 Kritis!!...
Serangannya berhasil. Gluch seketika menerima kerusakan darinya. Awalan dari dua serangan yang cukup mematikan dengan keberuntungan status 'kritis' di serangan kedua. Tapi rasanya itu tidak berlaku bagi monster ini.
Gluch langsung berbalik ke arah Lyon. Pada saat itu juga, Lyon telah menjauh darinya. Gluch pun segera kemunculan akar berduri dari tanah.
"Black Grave Root!!"
Akar hitam berduri dengan ukuran besar, muncul dari balik tanah dan membeludak. Jumlahnya sangat banyak. Lyon yang melihat semua akar-akar itu seakan melihat sebuah ombak besar yang akan segera menenggelamkannya. Tapi dia tidak gentar dan dengan penuh kesiapan, Lyon segera mengangkat tangannya dan mengaktifkan keterampilannya.
"Black Star!"
Di saat Gluch mengeluarkan begitu banyak Akar berduri, Lyon juga tidak mau kalah. Dia mengeluarkan salah satu serangan yang dia sukai, yaitu Black Star. Sesaat, puluhan, yang terus bertambah hingga ratusan bola energi sihir terbentuk di udara. Lyon langsung mengerahkan mereka semua ke arah Gluch. Bola-bola itu pun pergi melesat melewati semua akar berduri, menghampiri Gluch.
__ADS_1
Pada saat itu juga, Lyon segera melesat dengan cepat. Hanya dalam waktu singkat dia sudah berdiri berhadapan dengan semua akar beduri itu. Lyon pergi menancapkan pedang hitamnya di atas tanah sembari mengaktifkan keterampilan lainnya.
"Dark Explosion!!"
...-Dark Explosion...
...Memberikan ledakan kegelapan yang muncul dari tanah dengan cara menancapkan ujung pedang ke tanah dari jarak 7 meter dari target yang dituju....
...Kerusakan yang dihasilkan : 200.550-350.800 (Akan bertambah sesuai dengan statistik Pengguna.)...
...Jumlah ledakan : 3-5...
...Cost Mana : 300.000...
...Cooldown : 315 detik...
...[Sebuah pedang besar yang selalu digunakan oleh Death Coach yang dimana ada kekuatan kegelapan yang ada di dalam dengan kemampuan mengerikan.]...
Setelah keterampilan itu berhasil diaktifkan, tepatnya di bawah gerombolan akar yang akan menerjangnya, muncul beberapa titik cahaya yang kemudian berubah menjadi ledakan besar. Total ada sekitar lima ledakan yang tercipta dengan ukuran masing-masing, besar. Semua ledakan itu seketika melibas semua akar tersebut menjadi abu di area ledakannya. Sebuah jalan pun terbuka. Lyon kembali mengambil pedangnya, lalu menyimpannya di dalam sarungnya, kemudian mengambil sebuah kalung dari dalam tasnya, dan mengarahkan kalung terebut ke arah Gluch.
"Death of Glory!!"
Kartu As lain, yaitu Death of Glory. Barang yang memiliki fungsi hebat dalam penentuan kemenangan dalam pertarungan. Lyon sesegera mungkin mengaktifannya agar dapat membuat Gluch melemah.
Setelah itu, dia melempar pedangnya ke atas langit (The Forgotten Aura Sword), lalu mengaktifkan keterampilan lain.
"Great Flying Sword!"
Seketika pedangnya berubah menjadi sebuah Greatsword yang melayang-layang di udara. Dan sesaat, Lyon melihat bar keterampilannya dan kepikiran akan sesuatu. Dia melihat sesuatu yang menarik. Kurasa aku akan menggunakan keterampilan ini.
**
Sementara itu ...
Gluch yang saat ini tengah melihat semua akar berdirinya akan menenggelamkan Lyon, secara tiba-tiba teralihkan oleh ratusan bola sihir yang tengah di arahkan kepada dirinya. Namun dia tidak panik pada saat melihat semua bola-bola itu. Dia mengangkat tangannya, lalu mengarahkan telapaknya ke arah mereka. Dia telah membuat sebuah barrier transparan.
Kamu kira serangan seperti itu dapat mengalahkanku? Tidak, sadar amatiran.
Bola-bola itu semakin dekat dengan dirinya. Tiba-tiba laksana besar terjadi di tempat Akar-akarnya tumbuh. Seketika sebagian besar akarnya terbakar. Tidak lama setelah itu, secara mendadak dia menjadi lemah. Gluch secara otomatis terduduk di atas tanah.
"Kenapa tiba-tiba tubuhku merasa lemas ...."
Ini sama dengan kejadian beberapa saat yang lalu, ketika mereka saling bertarung yang di mana momen ini kembali terulang. Ini adalah ulah Lyon yang menyebabkan dia melemah. Hampir setengah kekuatannya hilang tanpa jejak.
Ini pasti udah dari dia!
Akibat hal itu, barrier yang dia ciptakan, hilang dan menyebabkan semua bola energi itu menghantam dirinya tanpa ada penghalang apapun. Dia tidak sempat untuk menghindar atau melakukan apapun. Tempat itu pun telah berubah menjadi sebuah lautan api yang di penuhi oleh ledakan ungu yang bersinar terang.
__ADS_1