World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 434 Kabar Buruk Mengenai Ganta


__ADS_3


Kabar baik, cover baru telah rilis, kabar buruknya, covernya tidak bisa dijadiin cover novel ini alias tidak bisa diubah. Entah apa lagi yang mereka lakukan (MT/NT) hingga saya tidak bisa mengganti cover Lyon Shota itu. Jadi, saya cuman menampilkan didalam bab saja dan akan menjadi cover di buku selanjutnya. Itu aja pemberitahuannya dan sekarang lanjut membaca. Maaf kalau lambat up gara gara ngurus cover yang tersia-siakan oleh kebijakan mereka.





Chapter 434 Kabar Buruk Mengenai Ganta.


Dunia nyata, di kediaman Ganta.


"Jadi begini Bu ..." Pegawai tersebut mulai memberikan penjelasan kepada ibunya Ganta. Untuk pertama, perkenalkan, kami berasal dari Meta Corporation, perusaan game yang menjalan permainan Word Online, game Virtual Reality. Jadi, anak Anda yang bernama Ganta, salah satu permainan yang kami buat, yaitu World Online. Anda pasti sudah sering mendengar nama permainan itu 'kan? Yah ..." Terlihat pegawai itu agak ragu untuk mengucapkan kata selanjutnya. Hal tersebut membuat Ibu Ganta semakin penasaran. Namun, pada akhirnya kata itu terucapkan juga. "Sebenarnya anak Anda saat ini sedang menjalankan sebuah tantangan yang diberikan oleh perusahaan kami di dalam permainan itu, dengan salah satu persyaratannya ialah dia tidak bisa keluar dari permainan hingga Tantangan itu selesai dia kerjakan."


Dia pun melanjutkan perkataannya, "Jadi, kami langsung datang ke sini setelah mendapatkan informasi bahwa dia sudah tiga hari tidak kunjung keluar dari permainan."


"Eh, sudah tiga hari?!" Ibu Ganta shok ketika mendengar pernyataan yang diberikan oleh pegawai itu.


Untung saja pegawai itu dengan cepat menenangkan dia. "Tenang ibu, tenang, tenang ... saya tahu kalau ibu terkejut mendengarnya. Tujuan kami datang ke sini adalah untuk mengecek keadaannya agar sesuatu yang tidak diinginkan terjadi." Kemudian dia melihat ke mobil barang yang berada di belakangnya, memberikan tanda kepada pegawai lainnya untuk segera bergerak. Mereka mulai turun dari mobil, membuka bagasi belakang mobil, mengambil beberapa barang.


Namun, tiba-tiba saja ibu Ganta menarik kerah kemeja pegawai itu dan setelah itu berbicara dengan histeris. "Pak, Pak! Apalah anakku dapat bebas dari sana? Jawab aku, Pak!"


Pegawai itu pun menjawab, "Tenang, tenang, Bu ... anak Anda pasti bisa keluar dari sana kalau dia sudah menyelesaikan tantangannya."


Namun Ibu Ganta masih tetap bertanya, "Apakah tantangan itu tidak dapat dibatalkan kah? Kalian pembuatan permainan itu, pasti kalian bisa membatalkannya." Dia nampaknya ingin mencari cara agar Ganta dapat keluar dari World Online, salah satunya dengan menyuruh mereka untuk membatalkan tantangan yang dimaksud. Tapi, hal itu tidak direspon positif oleh pegawai itu.


Pegawai itu memberikan jawaban yang tidak dia harapkan. "Maaf, kami tidak bisa melakukan itu. Membatalkan suatu tantangan tidaklah sesederhana yang ibu pikirkan. Ada banyak hal rumit untuk membatalkan, dan kalau itu kami lakukan, maka dampaknya akan berpengaruh kepada anak Anda." Pegawai itu lanjut berbicara, "Kalau begitu, antar kami masuk ke tempat anak Anda berada. Kami akan segera memeriksanya."


"B-baiklah..."


Kepanikan yang ada pada Ibu Ganta sudah mulai mereda, akan tetapi dia masih tetap khawatir dan mencoba berharap kepada mereka. Mereka pun masuk ke dalam, menuju ke tempat Ganta berada. Mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan yang berisi tiga kapsul Game, dua dari tiga kapsul sedang digunakan. Ibunya Ganta menunjukkan kapsul di bagian tengah, yang merupakan kapsul game milik Ganta. Para pegawai itu segera beranjak mendekati Kapsul Game itu dan mulai memasangkan sesuatu. Beberapa kabel terpasang ke laptop, sebagian kabel lainnya mengarah ke tangki ukuran manusia, transparan yang berisi cairan biru.


Laptop yang terhubung di kapsul game digunakan oleh para pegawai tersebut untuk masuk masuk ke dalam kapsul game itu guna memeriksa keadaan orang di dalam sana. Sementara itu, Ibu Ganta segera pergi menelpon ayah Ganta dan memberitahukan soal hal ini. Sama seperti dia, ayah Ganta juga terkejut karenanya. Jadi, ayah Ganta segera pulang ke rumah.


Setelah mereka mengecek dan mengecek, mereka pun telah menemukan hasilnya. Pegawai tadi kembali berbicara kepada ibunya Ganta. "Sepertinya keadaan anak Anda masih stabil. Kami telah memeriksa keadaan fisik dan mental anak Anda melalui laptop ini dan memastikan kalau dia masih di zona aman. Tapi, kami tidak tahu sampai kapan dia akan menyelesaikan tantangannya.Jadi, kami menyediakan ini." Menunjuk ke sebuah tangki transparan yang sudah terpasang ke kapsul game. "Ini adalah Heteprotein, cairan yang dapat mengisi energi yang dapat memenuhi asupan tubuh anak Anda. Misal dia merasa lapar, kekurangan cairan, dan lain sebagainya, cairan ini yang akan mengisinya. Mungkin singkatan cairan ini akan menjadi energi tambahan baginya."

__ADS_1


Ibu Ganta melangkah maju mendekati tangki itu dan mulai melihat-lihatnya. Setelah itu, dia mengajukan pertanyaan, "Anu ... bagaimana cara kerja dari tangki ini? Aku bingung bagaimana bisa tangki ini mengisi kekurangan anakku?"


Pegawai itu kembali berbicara, "Yah, cairan yang berada di dalam tangki ini akan dikonversi menjadi udara yang akan diantar melalui sambungan ini ke dalam kapsul game dan akan mengisi udara di sana. Nah, anak Anda akan menghirup udara yang telah menjadi konversi cairan tadi dan mengubahnya menjadi energi yang mengembalikan metabolisme tubuhnya yang hilang."


Sepertinya setelah pegawai itu selesai menjelaskan, Ibu Ganta masih bingung dan hanya terdiam sembari mengangguk secara refleks seakan mengerti apa yang pegawai itu ucapkan.


"Untuk sementara, kami akan berada di sini. Kami akan memeriksanya lebih lanjut, siapa tahu ada sesuatu yang kami lewatkan. Dan nantinya, kami akan mengirim orang-orang kami untuk mengecek terus keadaan anak Anda hingga dia keluar."


"Y-yah, baiklah ...."


Para pegawai untuk sementara akan tetap tinggal di rumah Ganta. Mereka akan terus memantau perkembangan Ganta, hingga sampai waktu yang ditentukan. Nanti setelah itu mereka akan pergi, dan membawa beberapa pegawai untuk datang ke rumah Ganta, guna mengecek keadaannya. Mereka akan melakukannya rutin jika Ganta tidak kunjung keluar dari permainan.


Ketika mereka sedang berbicara, ada seseorang yang masuk lewat pintu depan. Dia terus berjalan dengan langkah kaki yang tergesa-gesa, terus melangkah hingga akhirnya tiba di ruangan bermain. Dia melihat ada beberapa orang yang merupakan para pegawai dari Met Corporation. Dia langsung mempercepat langkahnya ketika melihat kapsul game yang ditempati oleh Ganta, diberi beberapa tambahan benda asing di sana.


"Sayang, Bagaimana dengan keadaan anak kita!? Apakah dia baik-baik saja?" Lalu melihat lagi kapsul game Ganta. Orang itu adalah ayah Ganta. Setelah dia mendengar kabar dari istrinya bahwa terjadi sesuatu pada anaknya, dia terkejut dan seketika panik. Dengan cepat dia meninggalkan tokonya dan pulang ke rumah. Sesampainya di sana, dia melihat beberapa orang yang berkumpul di ruangan bermain, termasuk istrinya. Dia langsung bergegas menghampiri istrinya dan bertanya mengenai keadaan Ganta.


"Iyah, kata mereka, Ganta baik-baik saja. Tapi dia masih belum bisa keluar."


Ayah Ganta lalu berpaling ke arah pegawai yang berada di dekat mereka dan segera melontarkan pertanyaan kepadanya. "Kenapa anakku masih tidak bisa keluar. Jelaskan semuanya! Kenapa?"


Pegawai itu sontak terkejut. Dia pun mencoba menenangkan dirinya dan menenangkan dia. "Tenang, pak, tenang ... untuk sekarang mari kita bicarakan ini di luar saja. Biarkan para pegawai ku bekerja dengan baik."


Ayah Ganta tidak mendapatkan informasi apapun mengenai kejadian yang menimpa anaknya, cuman Istrinya saja yang menerimanya. Jadi, sekali lagi pegawai itu harus menjelaskan kembali soal hal ini kepada mereka. Ayah Ganta menyetujui hal itu dan mencoba mendinginkan kepala. Mereka pun bersama-sama pergi ke ruang tamu dan duduk bersama, lalu pegawai tersebut menjelaskan semua yang terjadi kepada Ayah Ganta. Di mulai dari penyebab Ganta terjebak di dalam kalsul game hingga langkah antisipasi yang telah mereka berikan guna menghindari hal yang tidak diinginkan.


"Jadi, anakku harus menyelesaikan tantangan yang menyebabkan dia terjebak di sana supaya dia bisa keluar dari kapsul game," ucapnya yang mencoba menyimpulkan.


Pegawai itu merespon secara positif. "Iya, itu benar. Harapan hanya ada pada dia saja. Kita saat ini hanya bisa menunggu."


Ekspresi ayah Ganta agak sedikit kesal. Mungkin karena kabar yang tidak mengenakkan ini. Dia jelas masih khawatir dengan keadaan anaknya. Namun, ada satu yang terpikirkan olehnya.


"Aku ingin menanyakan satu hal," ucapnya yang ingin bertanya. "Apa yang kalian pikirkan ketika memutuskan untuk membuat Tantangan semacam itu. Bukannya permainan tempat bagi mereka untuk bersenang-senang? Bukannya menjadi tempat untuk mengancam nyawa, apalagi ini adalah salah satu game terpopuler di dunia."


Pertanyaan itu membuat pegawai tersebut terdiam. Dia mencoba untuk mencari jawaban yang tepat, juga mengumpulkan keberanian untuk berbicara. Sesaat, dia pun berkata, "Sebenarnya saya masih belum bisa mengatakan mengapa ada tantangan semacam ini, dan khususnya untuk Anak Anda, dia adalah hal yang berbeda."


"Berbeda? Apa maksudmu?" Sekali lagi dia bertanya.


"Iya, dia berbeda. Tantangan yang dia buat itu 'khusus'. Tapi maaf, sekali lagi saya tidak mempunyai otoritas memberitahu soal hal ini kepada Anda. Kami hanya sebatas menjalankan tugas saja."

__ADS_1


Ayah Ganta tidak menemukan jawaban atas pertanyaan Karena keterbatasan pegawai tersebut dalam menjawab pertanyaan. Mungkin saja pertanyaan itu tidak boleh disebarkan. Berarti itu adalah hal yang penting.


Lalu pembicaraan pun berganti. Kali ini Pegawai tersebut yang berbicara, "Ngomong-ngomong soal anak Anda, apakah dia memiliki fisik dan mental yang kuat?"


Ayah Ganta berpikir sejenak kemudian menjawab, "Hm, kuat? Kurasa dia tidak seperti itu? Memangnya ada apa hingga kamu menanyakan itu?"


Pegawai tersebut mulai menjelaskan lawan dibalik pertanyaannya. "Yah, awal tadi ketika saya memeriksa keadaan anak Anda, dia masih di zona aman, padahal dia sudah tiga hari setengah berada di dalam game."


"Aku kurang paham dengan maksud dari perkataanmu itu, coba jelaskan lebih lanjut." Dia meminta penjelasan lebih lanjut.


"Jadi begini, kami mengkategorikan keadaan suatu pemain menjadi tiga bagian, yaitu zona aman, waspada, dan bahaya. Saat ini anak Anda berada di zona hijau yang berarti dia masih bisa lanjut bermain di dalam permainan kami. Nah, yang jadi pertanyaan di sini adalah sudah tiga hari anak Anda tidak keluar dari permainan. Seharusnya dia menerima kategori zona waspada atau bisa saja bahaya karena durasi waktu yang dia habiskan di dalam permainan. Hal itu membuat saya terkesan. Dia mempunyai semacam kemampuan tubuh yang istimewa untuk bertahan."


"Jadi begitu ... aku tidak tahu harus mengatakan apa. Kami baru saja datang ke rumah ini dan berada di satu rumah bersama dengan mereka. Sejak 10 tahun yang lalu, kami meninggalkan mereka untuk bekerja di luar kota dan membiarkan mereka untuk mandiri. Jadi, selama sepuluh tahun itu kami tidak dapat mengetahui dengan jelas bagaimana perkembangan dia. Tapi, mendengar Anda yang mengatakan hal itu, membuat saya agak tenang. Setidaknya saya memiliki seorang anak yang kuat."


Setidaknya jika ada kejadian semacam ini, pihak dari Meta Corporation telah menyiapkan beberapa langkah untuk menentukan seberapa parah seorang pemain itu alami, salah satunya adalah pengkategorian. Yah, ada tiga jenis pengkategorian untuk mereka yang terbentuk dalam zona. Di mulai dari zona aman, waspada, dan bahaya.


Ganta sekarang berada di zona aman yang berarti dia masih aman, tidak ada hal yang serius terjadi kepadanya sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Akan tetapi, tetap saja harus dipantau karena bisa sewaktu-waktu zonanya mulai berubah.Ketika Aya Ganta mendengar hal itu dia menjadi sedikit tenang. Anak yang dia tinggalkan selama sepuluh tahun lebih telah tumbuh menjadi anak yang hebat.


**


Di suatu tempat di jalan


Sebuah mobil taksi tengah melaju di tengah jalan, melaju menuju ke suatu tempat. Di dalam taksi tersebut terdapat seorang penumpang wanita yang dimana dia adalah Desi. Dia telah menyelesaikan kelas kuliahnya. Akan tetapi, wajahnya kelihatan mengenakkan. Terlihat jelas dari pantulan kaca mobil, wajah yang penuh kekesalan tergambar.


"Cih! Dasar Dosen sialan! Kenapa dia suka memberikan tugas yang begitu banyaknya. Aku pasti tidak dapat meluangkan waktu untuk bermain game dalam beberapa hari kedepannya. Argh sial!"


Dia menggerutu, melampiaskan kekesalannya dengan suara yang pelan. Tapi suara decikan mulutnya terdengar begitu besar, Sang sopir yang tengah mengendarsi mobil juga sekali-kali menatapnya dari balik spionnya dengan wajah kasian.


Tidak berapa lama, mereka pun telah tiba di depan rumah Desi. Namun ada pemandangan baru yang sempat mengejutkan Desi. Ada beberapa mobil yang tidak ia kenali, terparkir di depan rumahnya.


"Eh, apakah ada tamu sedang berkunjung ke rumah ...." gumamnya sembari terus melihat mobil-mobil itu.


Ketika Desi sibuk memperhatikan kendaraan itu, si sopir taksi itu memberikan tanda dan beberapa kata. "Ehem! Nona, kita sudah sampai." Dia memberitahu Desi bahwa mereka sudah tiba.


Desi pun tersadar. "Eh, hampir saja aku lupa." Dia bergegas keluar dari taksi itu dan memberikan bayaran kepada sang supir taksi. Mobil taksi itu pun meninggalkannya.


Desi menatap sejenak ke kendaraan tersebut, kemudian berjalan menuju ke pintu rumahnya. "Yah, palingan mereka hanya tamu dari ayah. Lebih baik aku masuk dan segera menemui Aisley." Dan Desi kepikiran sesuatu. "Oh yah, semoga saja kakak sudah keluar dari permainan. Takutnya kalau dia tidak Keluar-keluar, ayah dan ibu akan khawatir soalnya sudah tiga hari dia tidak keluar. Pasti cepat atau lambat mereka akan menyadarinya, dan pastinya aku yang harus menjawab semua pertanyaan yang seharusnya dia yang jawab. Semoga saat aku masuk, aku dapat melihat wajah lusuhnya itu."

__ADS_1


Desi berharap jika kakaknya segera keluar dari permainan sebelum ayah dan ibunya khawatir. Akan sangat merepotkan jika dia tidak kunjung keluar. Nanti ketika mereka sadar akan hal ini, malah dia yang akan jadi korban pertanyaan mereka. Itu akan sangat merepotkan baginya. Sudah tugas kuliah yang menumpuk, ditambah lagi dengan pertanyaan mereka. Otaknya serasa ingin terbang. Desi terus berharap semuanya tidak terjadi dan dia dapat melihat wajah kakaknya yang familiar itu. Melambangkan kehampaan dan ketidakadaan gairah hidup.Akan tetapi, dia tahu kalau ....


__ADS_2