
Chapter 386 : Keputusan Yang Salah.
Bottlomless Gap.
Sesuai dengan perintah yang sudah Lyon berikan, Ardes segera bergegas pergi menuju ke tempat yang dimaksud olehnya. Tidak sampai beberapa menit, mereka pun sudah semakin dekat dengan tempat tersebut.
"Saya merasakan sesuatu yang berbahaya. Aura aneh ini semakin didekati semakin padat... Ah, sial! Saya sangat tidak menyukainya...!"
Ardes mulai merasa risi dengan aura yang menyelimuti tempat ini. Sebelumnya, dia sudah mulai beradaptasi dengan tempat buruk ini, akan tetapi kali ini berbeda. Rasanya aura yang melayang di sekitar mereka, terutama di depan sana, malah semakin padat dan kuat.
Mendengar hal itu, membuat Lyon juga ikut kepikiran, Hm, bahkan Ardes pun sampai merasa risi. Berarti ada sesuatu yang janggal.... Sesaat, Lyon teringat dengan kejadian sebelumnya ketika mereka bertemu dengan salah satu bos, yaitu Giant Skull of Doom, Ardes tidak menunjukkan sikap risi ketika bertemu dengannya, malahan dia unggul dan hampir menghabisinya.
Pada saat itu Ardes tidak terganggu dengan kehadiran si Tengkorak Raksasa itu... berarti, yang ada di depan sana, pasti monster yang lebih kuat lagi....
Lyon semakin yakin jika monster kali ini lebih kuat daripada si Giant Skull tadi. Di sisi lain, Lyon merasa penasaran siapa yang akan dia hadapi dan di sisi lainnya dia merasa gugup. Ya, karena tingkatannya berbeda, apalagi sampai membuat Ardes kesal, berarti lawan kali ini tidak bisa diremehkan.
Tidak terasa jika mereka sudah sampai di wilayah yang di tempat itu terus-terusan ditimpa oleh petir hitam. Tepat di depan mereka terdapat rombongan pasukan Undead dengan berbagai jenis, berbaris dengan rapi. Terlihat, mereka semua bukanlah Undead tingkat biasa, yang sudah mereka temui selama perjalanan ini. Contohnya saja, ada ratusan Giant Skeleton yang sudah berbaris di bagian depan, Death Knight dan Dullahan yang jika dilihat mereka berperingkat Grand Lord, serta beberapa monster baru, seperti Witch, Wraith Dead, Evil Druid, Khalitzburg, dan lainnya. Bisa dibilang, mereka bukanlah monster Undead sembarangan.
Mengapa monster asing sepeti mereka bisa ada di sini...? batinnya yang semakin penasaran.
Kemunculan monster seperti mereka sudah semakin membuatnya penasaran sebab monster seperti ini jarang terlihat.
Dan tiba-tiba saja, Ardes mendapatkan suatu firasat. Langkah kakinya pun terhenti karenanya. Hal tersebut juga sedikit mengejutkan Lyon yang tengah sibuk berpikir. Lyon pun segera mengalihkan pandangannya ke bawah, menatap Ardes dan bertanya,
"Tuan Ardes, mengapa Anda malah berhenti?? Apa ada sesuatu yang terjadi."
Untuk sesaat, Ardes tidak memberikan respons. Terlihat jika dia terus menatap ke arah depan dengan tatapan yang begitu tajam, seakan sedang berfokus terhadap apa yang dia lihat. Lyon hanya tetap dia dan menunggu dia berbicara.
Untung saja kesunyian itu tidaklah lama. Ardes telah selesai dengan apa yang dia lakukan, kemudian menjawab,
"Tuan Lyon, saya merasa sangat yakin jika aura kuat ini berasal dari si Lich...." ucapnya dengan wajah yang serius disertai nada suara yang berat.
"Heh! Tuan Ardes, apa yang kamu katakan?! Si Lich itu, ada di sana?!" Lyon terkejut bukan main pada saat Ardes mengonfirmasi jika aura kuat yang dia rasakan berasal dari Lich.
"Ya, itu benar. Karena hanya aura ini saja yang bisa sampai membuatku segelisah ini. Berarti di antara rombongan pasukan itu, terdapat si Lich yang memimpin mereka di sana. Sepertinya mereka memang berencana mendatangi kita," ucapnya yang membenarkan pernyataannya tadi.
Ekspresi wajah Lyon seketika bercampur aduk antara panik dan juga kesal seakan mengalami sebuah badai besar di laut. "Sial, mengapa kita malah harus bertemu dengan si dia. Seharusnya si Lich itu adalah hidangan penutup nanti."
__ADS_1
Rencana Lyon adalah menghabisi para monster tingkat tinggi panggilan Lich, dan diakhiri oleh si Lich itu sendiri, akan tetapi semua itu telah sirna karena mereka saat ini malah bertemu dengan Si Lich, yang seharusnya menjadi hidangan penutup di perang ini. Semua yang dia khayalkan perlahan menghilang dari hadapannya.
"Jadi bagaimana Tuan Lyon, apakah kita akan mundur atau menyerangnya??" Sekali lagi Ardes berbahaya kepada Lyon dan membuat pikirannya ter buyarkan.
"Cih, sial .... Karena sudah begini, apa boleh buat. Saya harus mengubah rencana sepenuhnya. Kita akan melawannya. Jangan sampai ada orang lain yang mendapatkannya. Dia adalah target utama."
Mau tidak mau rencana harus diubah. Kini target utamanya ada di depan mata, dan itu berarti pertarungan harus dilakukan.
"Kalau begitu kita akan bergerak maju."
"Tunggu sebentar!" ucapnya yang menghentikan langkah Ardes. "Pertama, kita akan mundur dahulu. Saya harus membawa beberapa orang guna membantu kita."
Tidak mungkin mereka hanya membawa tubuh mereka untuk melawan puluhan ribu pasukan Undead berserta dengan Lich. Itu adalah rencana bunuh diri. Setidaknya dia akan membawa bantuan agar membuat pertarungan ini seimbang. Jadi Lyon berniat untuk mundur terlebih dahulu mencari beberapa bantuan.
Ardes mengerti dengan maksud Lyon. Itu berarti saat ini tujuan mereka berubah lagi. Ardes segera bertanya soal tujuan mereka, "Jadi, ke mana kita harus pergi??"
"Hm... Ah! Kita ke sana dahulu." Menunjuk ke belakang, tempat semula mereka berada.
"Baiklah."
Akhirnya mereka pun mundur dari tempatnya, menuju ke tempat yang Lyon maksud.
Di sisi lain, tepatnya di tempat Lich berada. Saat ini dia sudah berada di tengah-tengah medan pertempuran. Dia membawa semua pasukannya yang berada di garis belakang. Ini semua adalah perintahnya untuk memulai pergerakan. Dia sudah menemukan lokasi dari keberadaan mangsa yang sudah ditunggu-tunggu.
Ketika rombongan besar tersebut sudah sampai pada tempat tertentu, si Gluch yang merupakan Lich, pimpinan dari seluruh Undead mulai memberikan perintahnya.
"Semua makhluk ciptaanku, segera berpencar! Dikelilingi seluruh tempat ini!"
Secara serentak, semua jenis Undead yang ada di sana, mulai bergerak. Yang pada awalnya berkumpulnya pada satu rombongan, kini telah terbelah menjadi dua bagian dan berjalan secara memutar sehingga membentuk sebuah lingkaran dengan bagian tengah yang kosong.
Ketika semua pasukan mulai bergerak, Gluch malah melangkah maju dan memasuki area kosong yang berada di tengah-tengah. Dengan menunjukkan ekspresi wajah yang tersenyum tajam ditutupi oleh tulang-tulang, dia berkata,
"Hehehehe, kali ini... Saya tidak akan membiarkanmu kabur. Saya pasti akan membalaskan dendam pada masa laluku kepadamu."
__ADS_1
15 menit kemudian.
Setelah begitu banyak waktu yang kembali terbuang, kini Ardes bersama dengan Lyon telah kembali tetapi kali ini dia membawa beberapa orang.
Lyon yang berada di punggung Ardes, mulai mengumpulkan orang yang dia bawa.
Pertama, ada Gordon dan Liseas, dua NPC Jenderal kerajaan Heaven. Setelah itu, ada Armegon, Ruby, Snolwy dan juga Salsa. Mereka adalah orang yang dia temui tadi. Mereka pun dipanggil lagi ke sini.
Lyon pun mulai berbicara, "Jadi, seperti yang kukatakan tadi, kita akan mengakhiri perang ini. Lich sudah berada di depan sana. Tugas kalian adalah menghentikan apapun yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya Undead lain yang datang membantu si Lich ataukah serangan Lich yang berbahaya, serta lain sebagainya. Sementara itu, saya yang akan mengalahkannya." Sambil membusungkan dadanya dan menunjuk dirinya sendiri.
Tiba-tiba Armegon angkat bicara, "Hei Lyon, bukannya itu tidak adil. Kami hanya disuruh untuk melakukan hal seperti itu. Ah, tidak mungkin! Saya juga ingin bertarung secara langsung dan mengalahkannya."
Armegon merasa rencana Lyon sangat menguntungkan dirinya. Mereka seakan dijadikan pembantu baginya yang bertugas menghalau apapun yang mengganggu pertarungan mereka.
"Heee..." Lyon memberikan tatapan datar kepadanya. "Armegon, saya yang sudah menemukan monster itu duluan, bahkan sampai membawa kalian semua ke sini. Seharusnya kamu bersyukur bisa terlibat di sini. Dan lagi, saya yang menemukannya pertama kali, jadi jangan banyak mengeluh. Saya hanya membutuhkan kekuatanmu untuk bisa bertahan di sini."
Mendengar ocehan Lyon, malah membuatnya semakin kesal. "Apakah kami berpikir kami ini hanyalah alat bagimu? Kalau memang begitu, saya menolaknya! Saya akan bertarung melawannya tanpa menuruti perkataanmu itu."
Mereka seakan dijadikan alat kemenangan bagi Lyon untuk memenangkan perang ini. Armegon jelas menolaknya. Dia selama ini tidak pernah diperalat oleh orang lain, apalagi oleh si Lyon ini. Dia pun langsung menolaknya secara mentah-mentah.
"Ah, kamu ini....!"
Lyon pun menjadi kesal melihat sifat keras kepala dari Armegon. Mereka pun mulai saling bertatap pandang dengan tatapan yang penuh akan persaingan. Tidak terasa aliran petir muncul dari kedua mata mereka dan saling bertabrakan.
Namun tiba-tiba, Gordon berdiri di tengah mereka dan segera melerai mereka. Lyon dan Armegon pun segera menjauh.
"Kalian ini... tidak perlu berkelahi-kelahi segala. Lihatlah situasi kita, ini situasi yang tidak tepat untuk melakukan hal yang tidak berguna seperti ini."
Kemudian, dia menatap ke arah Lyon. "Dan Tuan Lyon, apa yang Anda katakan itu tidak hanya akan membawa kita kepada kekalahan. Saat ini kita membutuhkan kerja sama serta kepercayaan antara satu sama lain. Bukan saatnya mementingkan diri sendiri.
"Itu benar, Tuan Lyon..." lanjut Liseas. "Mungkin saya tidak tahu apakah Sekuat apa Anda sebenarnya. Apakah mungkin Anda bisa menghadapi Lich itu atau tidak, akan tetapi bisa kan kita saling bekerja sama, ini demi untuk mengalahkannya dan mengakhiri perang ini."
"Eh, tetapi kan..."
Lyon kembali mencoba untuk membuat alasan lain, akan tetapi dia tidak bisa sebab Gordon sudah menutup pembicaraannya.
"Sudahlah, tidak usah berdebat lagi. Sekarang, mari fokus dengan musuh yang saat ini kita lawan...." Kemudian dia mulai mengambil alih kepemimpinan, " Semuanya! Persiapkan diri kalian. Kita akan segera bertempur!" Kemudian pergi menuju ke kepala Ardes.
__ADS_1
Perlahan mereka pun pergi dari sana. Lyon hanya bisa kesal dan memendamnya di dalam hatinya, Ah, sial... sepertinya aku telah membuat keputusan yang salah....