World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 407 Tibanya Lyon di Bottlomless Gap


__ADS_3

Chapter 407 Tibanya Lyon di Bottlomless Gap.


Bottlomless Gap.



Lyon segera beranjak setelah selesai mempersiapkan segalanya di markas Guild. Dia pun berencana akan langsung pergi ke Bottlomless Gap untuk mengikuti pertempuran. Rencana untuk pergi menaikkan levelnya tidak terindahkan, sebab dia memiliki rencana lain yang baru saja dia dapat, tanpa harus mengorbankan levelnya.



Tapi, dia juga kembali berpikir tentang rencana baru ini. Walaupun ini terbilang cukup efektif dan memberikan dampak yang besar pada pertarungannya, ada risiko dibaliknya. Risiko itu tidak pernah dia dapat sehingga dia tidak tahu bagaimana dampak buruknya. Dan sekarang, dia lagi membutuhkannya sehingga pada akhirnya dia mencoba menghilangkan pemikiran itu dan tetap pada rencana.



Tibalah Lyon di tanah tandus, tempat pertempuran saat ini sedang berlangsung, yaitu Bottlomless Gap. Sejauh mata memandang, yang dia lihat hanyalah keramaian dari orang-orang dan Undead, yang saling berbentrokan. Dia sudah tidak melihat adanya dataran es yang sewaktu itu terlihat akibat ulah dari Lich. Berarti dataran terebut telah menghilang. Tapi, sebuah aura hitam mencekam dapat terlihat jelas di ujung sana. Aura itu terus memancakan pancaran hitamnya. Lyon yang melihatnya menduga jika aura itu berasal dari Lich.


"Baiklah, sekarang aku akan menghubungi Sinon,"



Lyon akan menghubungi Sinon, mencari tahu di mana letak lokasinya. Sejauh mana ke terbuka di hadapannya. Lyon mulai memilah panel demi panel hingga akhirnya dia menemukan Sinon. Lyon pun menghubunginya. Sesaat, panggilannya di angkat.


"Halo, Sinon?"



Tidak ada balasan, semuanya terasa sunyi. Akan tetapi kesunyian itu berlangsung hanya tidak sampai 2 detik. Lalu, sebuah gelombang suara dalam jumlah besar keluar dari nada panggilan itu.



""Pemimpin!!""



Itu adalah suara teriakan dari sekumpulan orang-orang yang dikumpulkan menjadi satu. Mereka semua secara bersamanya berteriak, memanggil dirinya. Lyon terkejut bukan main. Dia bahkan sampai melompat karena keterkejutannya itu.


Kenapa mereka malah berteriak tiba-tiba seperti itu. Membuatku terkejut saja.


Tidak berselang lama, suara Sinon terdengar. "Pemimpin, pemimpin, bagaimana kabar Anda?" panggilnya.



Lyon pun segera membalasnya. "Oh halo Sinon. Yah, kabarmu baik-baik saja." Dan mulai bertanya, "Ee, saat ini kirimkan titik koordinatmu. Aku akan pergi ke tempat mu."



"Oh, baik!"



Setelah itu, mereka menutup panggilan. Sinon mengirimkan titik koordinat letak keberadaannya. Ternyata saat ini dia berada di bagian depan barisan, terlihat dari jarak yang diberikan oleh titik koordinat itu. Lyon pun segera menandai Koordinat itu, lalu beranjak dari sana.



Selama Lyon berjalan, dua juga tidak sadar jika kabar mengenai kembalinya dirinya telah tersebar dengan begitu cepat. Para pemain yang mengetahui hal itu, terutama dari Soul Wings sangat senang. Setiap dari yang yang membaca pesan pengumuman, merasa begitu senang karena mengetahui kalau Pemimpin mereka telah kembali. Ini adalah hal yang bagus untuk meningkatkan moral mereka.



pada akhirnya, Lyon telah sampai di tempat Sinon berada. Dia disambut dengan penuh suka cita oleh para pemain yang ada di sana. Kelihatannya mereka semua sengaja berkumpul hanya untuk menyambutnya.



"Pemimpin!"


"Pemimpin!!"


"Pemimpin, Selamat datang."

__ADS_1


"Selamat datang, Pemimpin!!"


...



Lyon merasa senang melihat selamanya yang ditunjukkan oleh anggotanya. Dia hanya memberikan sebatas lambaian tangan serta senyuman untuk membalas hal itu. Walaupun itu terlihat tidak berarti, tapi setidaknya dia sudah cukup membalasnya.



"Baiklah, semuanya, tenang. Nanti setelah perang ini berkahir, baru akan kita rayakan," ucapnya yang mencoba menenangkan semua orang. Lalu, Lyon berjalan menghampiri Sinon, Dan bertanya, "Sinon, coba jelaskan situasi yang terjadi selama aku tidak ada di sini." Untuk pertama, dia akan melihat situasi perang. Ketidakhadirannya selama perang berlangsung, pasti membuat sebuah perubahan yang tidak dia ketahui. Tidak ada hal yang monoton ketika perang sedang terjadi. Online sebab itu dia harus menanyakan soal ini kepada Sinon agar dia bisa mencocokkan dengan rencananya.



Sinon pun menjelaskan, "Baiklah, selama Anda tidak ikut perang, ada banyak perubahan yang terjadi. Para Undead sekarang jadi semakin agrefis, munculnya para Undead baru dari dataran es yang beberapa hari yang lalu muncul di tengah-tengah pertempuran sehingga membuat kami kewalahan. Para NPC yang sedang ikut bertarung, sekarang malah berubah menjadi Undead, dan menyerang balik. Mungkin sekarang ada sekitar 20% dari mereka semua yang telah diubah menjadi Undead.



Untuk Monster-monster legendaris panggilan Lich, hampir semuanya sudah kami kalahkan. Hanya tersisa si penyihir tua, yang saat ini masih tidak diketahui keberadaannya.



Dan juga, aku mendapatkan laporan kalau ada monster baru yang setiap kali melibas para pemain dan NPC. Katanya mereka adalah monster tingkat atas yang berlevel 400. Satu di antaranya adalah naga bertualang, dan satunya lagi adalah kelabang tulang raksasa. Sejak kemunculan mereka, ada banyak dari kita yang mati karena mereka. Serangan merusak mereka sungguh berbahaya dan berdampak luas, apalagi level yang mereka miliki yang sangat berbahaya."



"Oh, jadi begitu, rupanya situasi saat ini sedang tidak baik."



Situasi yang bisa Lyon simpulkan dari penjelasan Sinon adalah 'tidak baik'. Yah, semenjak dia pergi pasukan Undead malah semakin menjadi-jadi. Dataran Es yang tercipta ternyata adalah tempat untuk memunculkan para Undead. Padahal dia kira sewaktu dulu hanya sebuah tumpukan es yang digunakan oleh Lich agar dia bisa melarikan diri. Di tambah lagi dengan dua monster yang sedang sibuk membantai pasukan mereka, ini akan menambah keburukan.



Lyon mulai bergumam, "Yah, kalau begini terus, mereka akan semakin menjadi-jadi dan malah menekan balik kita. Kita harus segera mengakhirinya."



"Baiklah, Sinon, segera berikan beritahukan ini kepada semua orang. Kita akan melakukan serangan secara serentak," ucapnya yang memberikan perintah.


"Serangan serentak? Pemimpin, apa yang Anda pikirkan. Bukannya itu terlalu berisiko?"



"Yah, aku tahu itu ... Tapi ini adalah satu-satunya rencana untuk mengakhiri perang ini. Kita akan memainkan taruhan siapa di sini yang akan menang. Sejak awal perang ini kita tidak memberikan serangan yang sangat agresif. Jadi, hari ini kita akan mencobanya."



"Kalau untuk kita, kayaknya tidak apa-apa. Tapi, untuk Guild lain dan juga pihak NPC, mereka pasti akan menolak hal seberbahaya ini."



Melakukan serangan serentak. Menyerbu musuh secara bersamanya dan terus maju membantai apapun hingga mereka mencapai target. Itu adalah hal yang sangat berisiko, dan ada kemudian malah mereka yang akan dibantai balik. Dan pasti tidak ada dukungan dari Guild lain maupun dari para NPC karena hal itu.



"Hm, kamu benar juga. Sinon, coba kamu berunding dengan Chaitlyn dan Viergo, mengenai hal ini. Untuk para NPC dan Armegon, biar aku saja yang urus."


"Ee ... kalau begitu baiklah, aku akan mencoba berunding dengan mereka."


Lyon pun segera berbalik dan mulai bergumam, "Baiklah, waktunya mencari salah satu dari mereka." Kali ini tujuannya berunding dengan pasukan kerjaan. Dia pun mencari salah satu dari ketiga Jenderal besar kerajaan Heaven dan menanyakan hal ini.



Tapi, pada saat dia tengah berjalan, dia merasakan ada getaran. Tidak jauh dari pandangannya, ada seekor monster yang telah berlari dengan kepulan asap yang mengelilinginya. Pada saat Lyon melihatnya, dia tahu siapa monster itu, dan memberikan senyuman. Dan pada akhirnya monster itu telah tiba. Dia tidak lain adalah Ardes, si penjaga hutan. Dia langsung merendahkan badannya dan bertanya. Dan di saat itu juga beberepa orang keluar dari belakang punggungnya. Itu adalah Snowly, Ruby, Salsa, dan juga Liseas.


__ADS_1


"Tuan Lyon, akhirnya Anda telah kembali. Bagaimana keadaan Anda saat ini?"


"Halo Ardes, aku kembali. Yah, tenang saja, aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu di khawatirkan."


Kemudian Snowly, Ruby, Liseas, dan Salsa menghampirinya.


"Akhirnya kakak, kamu muncul juga. Ku kira kita harus menunggu sampai besok baru kamu muncul," ucap Ruby.


Lyon kemudian bertanya balik kepada mereka ber-lima, "Dan bagaimana kabar kalian selama di perempuan ini. Apakah kalian baik-baik saja."


Sekali lagi Ruby menjawab, "Heh, sama saja. Di mana-mana sangat kacau. Para Undead terus saja mengacau." Setelah itu diikuti dengan Snowly, Salsa, dan Liseas.



"Yah, kami dapat bertahan di sini, walaupun para Undead ini tidak ada habis-habisnya."


"Hah, Pemimpin, aku sangat menderita di atas. Aku tidak behenti-berhentinya menyembuhkan Tuan Ardes Dan juga mereka."


"Kami baik-baik saja, perang seperti ini sudah biasa bagiku."



Jawaban yang mereka berikan berbeda-beda, tapi dari yang dia lihat mereka terlihat baik-baik saja. Namun, tiba-tiba dia menyadari sesuatu. Ada salah satu dari tiga Jendral besar Heaven, yang berada di sini, yaitu Liseas. Ini adalah keberuntungan Lyon. Dia tidak perlu bersusah payah untuk mencari-cari mereka.



Lyon pun segera berjalan menuju ke Liseas dan bertanya, "Nona Liseas, ada yang ingin saya bicarakan kepadamu. Ini mengenai rencana perang selanjutnya."


"Rencana perang?"



Setelah itu, Lyon mulai menjelaskan tentang rencananya kali ini. Liseas pun mendengarnya secara seksama hingga pembicaraan itu berakhir.


"Jadi, kamu ingin kami mengerahkan pasukan kami secara serentak dan masuk ke dalam pertempuran sana?" ucapnya yang menyimpulkan pembicaraan mereka.


"Yah, begitulah," jawabnya singkat.


Lalu, Liseas berkata lagi, "Apakah kamu tidak tahu risiko yang ditumbulkan dari rencanamu itu? Kalau rencana ini gagal, ada banyak korban yang tercipta dan itu akan sangat merugikan kita."


Dia mempertanyakan tentang risiko yang ditimbulkan dari rencana itu. Pasti ada banyak korban yang berjatuhan selama rencana itu berlangsung, apalagi kalau mereka kalah. Bisa-bisa keadaan akan berbalik.


"Kamu memang benar. Tapi tujuan dari rencana ini adalah membuat Lich sendirian. Kalian dapat melakukan penyerbuan dan membuat para Undead berpisah dari Lich itu supaya aku dapat melawannya."


"Hah? melawannya?" ucap Liseas dengan heran. "Tuan Lyon, Apakah Kamu serius ingin melawan dia lagi, sendirian? Bukannya kamu sudah pernah kalah olehnya. Tidak mungkin kalau kamu akan menang lagi setelah kekalahan itu. Saya harus menolak rencana ini."



Ternyata maksud dari rencana ini adalah supaya mereka dapat membuat ruang untuk Lyon agar dia bisa melawan Lich satu lawan satu tanpa gangguan dari para Undead. Tentu saja dia merasa heran. Apakah Lyon ingin menggunakan rencana yang sama lagi dan malah mendapatkan kekalahan yang sama dengan sebelumya. Dia harus menolaknya.



Melihat keheranan yang diperlihatkan oleh Liseas, hanya membuat Lyon terasa kecil. Dia mulai memberikan senyuman kecil, lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya. "Nona Liseas, Apakah Kamu berpikir jika saya akan melawannya tanpa persiapan? Anda salah besar. Kalau saya sudah membuat rencana ini, berarti saya sudah memiliki persiapan untuk mengalahkannya." Dan menatap benda yang saat ini dia pegang sembari melengkungkan senyumannya.


Liseas yang melihat benda yang saat ini Lyon pegang, merasa aneh. Dia merasa kekuatan yang amat besar keluar dari benda itu.


"Tuan Lyon, benda yang Anda pegang ... benda apa itu??"






- Apakah kalian tahu benda yang saat ini Lyon pegang? Sepertinya ini akan menjadi lebih menarik lagi. Puncak perang sudah mulai terlihat.

__ADS_1


__ADS_2