World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 425 Di penjara


__ADS_3

Chapter 425 Di Penjara


Kerajaan Heaven, Istana kerajaan



Setelah Lyon menyerahkan dirinya, para prajurit itu mulai memborgol tangannya dan membawanya pergi dari sana, tentunya dengan penjagaan erat dari tiga Jendral. Lyon telah ditetapkan sebagai penjahat perang, yang merupakan salah satu reputasi berbahaya di suatu kerajaan. Sudah sewajarnya jika pengawalannya untuk ke penjara sebegitu ketatnya, dan itu juga merupakan perintah langsung dari raja.



Sementara itu yang lain. Mereka hanya bisa pasrah melihat Lyon yang sudah dibawa pergi oleh para prajurit. Mereka tidak boleh memberontak untuk membantu Lyon secara langsung karena nanti mereka bisa di cap sebagai penghianat. Sebelum itu Lyon juga sudah mempercayakan kepada Ruby dan Snowly untuk membantunya dari luar, salah satunya untuk berbicara dengan Isabella mengenai kejadian hari ini. Kemungkinan dia bisa membantu Lyon bebas.



**



Kembali ke Lyon.


Saat ini dia tengah berada di tengah perjalanan menuju ke istana kerajaan. Dari belakang, ribuan pemain hanya berdiri menyaksikan kepergiannya. Lyon sekilas melihat, lalu kembali menghadap ke depan.


Heh, ini merepotkan. Kenapa juga Quest ini malah terus berlanjut. Seharusnya bisakah mereka memberikan jeda antara satu Quest dan Quest lainnya? Mentalku terkuras sehabis melawan Lich, dan sekarang aku akan dijebloskan ke penjara. Memang mereka sudah tidak waras.



Lyon hanya bisa mencaci maki, mengeluarkan kekesalannya di dalam batinnya. Ini sangat merepotkan baginya. Quest ini ternyata saling berhubungan dan lagi mereka langsung tersambung, tanpa memberikan jeda bagi dia untuk beristirahat. Padahal dia sudah kelelahan sehabis memenangkan perang. Bukannya mendapatkan hadiah atas kemenangan perang yang dia raih, tapi malah hukuman.



Tidak berapa lama, akhirnya Lyon dan rombongan prajurit telah tiba di depan istana. Mereka pun masuk ke dalam, dan terus berjalan menuju ke ruang bawah tanah. Gordon, Liseas, dan Heraces, hanya mengantarkan Lyon hingga ke pintu masuk ruang bawah tanah setelah itu, para prajurit yang akan membawanya langsung ke penjara.



Di bawah sana suasananya sungguh gelap. Hanya ada beberapa pelita api yang terpancar di pinggir jalan, itupun masih belum cukup untuk menyinari seluruh tempat. Buktinya masih ada tempat gelap yang tidak bisa dia lihat. Mereka tetap terus berjalan, menuruni anak tangga. Lama kelamaan suasana di sana semakin dingin. Penerangan ada ada juga semakin sedikit.



Pada akhirnya mereka telah berdiri di sebuah pintu sel. Itu adalah sel penjara. Terlihat bawah itu adalah sel yang kecil dengan jeruji baja tebal berlubang kotak-kotak yang menjadi dinding, sama di belakang sel itu, namun itu adalah dinding yang seluruhnya adalah baja. Dia tempat itu juga hampir tidak ada cahayanya. Lyon yang berada di sana juga merinding.



Eeee?! Tempat apa-apaan ini? Kok penjara ini terasa mengerikan. Apakah aku akan tinggal di sini?



Lalu, salah satu prajurit yang membawanya pergi membuka pintu sel. Suara berisik yang dihasilkan oleh gesekan pintu sel Terdengar dengan begitu keras sehingga memekakan telinga. Hal itu pun membuat suasana yang ditimbulkan semakin mencengangkan. Lyon pun sampai meneguk ludahnya karena merasakan kengerian itu. Itu adalah suara akibat pintu yang sudah lama tidak dibuka sehingga mereka berkarat dan menimbulkan suara gesekan yang nyaring.Para prajurit lainnya kemudian membawa Lyon masuk ke dalam dan langsung melemparkan dia ke dalam sel. Lyon pun seketika tertidur di tanah. Tanpa sepatah kata, para prajurit itu mengunci sel dan pergi dari sana. Dia pun sendirian di sana.



"Aduh, aduh, aduh ... dasar penjaga sialan. Bisakah mereka memasukkan ku dengan lebih sopan lagi??"


Lyon mulai berdiri dari tempatnya dan mulai membersihkan pakaiannya dari debu. Pada saat dia membersihkan diri, sebuah pemberitahuan masuk.



...[Anda telah di penjara. Anda menerima beberapa pinalti.]...


...[Investaris Anda terkunci.]...


...[Tidak bisa mengunakan senjata atau peralatan apapun. ]...


...[Pesan dan Panggilan untuk pemain dan Guild ditutup.]...


...[Beberapa fungsi sistem akan dinonaktifkan untuk sementara. ]...

__ADS_1


...[Batas waktu pinalti hingga Anda telah bebas dari penjara.]...



Wajah Lyon berubah drastis ketika melihat panel-panel yang muncul di hadapannya. Dengan segera dia memegang panel tersebut dan melihatnya lebih lanjut. Matanya melotot dengan begitu lebar karena dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat ini. "Heh, apa ini?!" Lyon pun segera membuka investaris miliknya. Namun, tidak muncul panel yang merupakan investaris itu, tapi yang muncul adalah pemberitahuan jika panel tersebut tidak bisa dibuka. Lyon pun mengambil Pedangnya. Akan tetapi, pedangnya tidak mau terlepas sarungnya. Lyon semakin panik. Dia mulai membuka panel pesan dan panggilan. Panel tersebut muncul. Lyon mencoba untuk memanggil seseorang menggunakan mode panggilan. Tetapi, hal itu sia-sia. Malah muncul pemberitahuan serupa. "Aku bahkan tidak bisa membuka mereka … apakah memang begini rasanya ketika kita masuk ke penjara?"



Lyon baru tahu soal hal ini. Ketika seorang pemain melakukan tindakan kejahatan dan kemudian masuk ke dalam penjara, maka fungsi dari panel layar sistem akan terkunci hingga mereka bebas. Jadi mereka seperti orang biasa yang masuk ke penjara, tidak bisa ke mana-mana. Dia tidak bisa lolos dari sini. Penjara ini bersifat mutlak, hanya menunggu keputusan nanti apakah dia bebas atau tidak. Dia hanya bisa menunggu hingga saatnya tiba.


"Heh, kalau begitu aku tidak dapat menghubungi mereka yang berada di luar sana .... Ini menyebalkan."



Lyon mencoba untuk mereda amarahnya dan mulai melirik ke sekitar Sel. Memang benar itu adalah sel yang gelap, kecil dan juga lembab. Rasanya dia diletakkan di lantai paling bawah dari ruang tanah. Lyon berjalan mengitari Sel tersebut hingga akhirnya dia terhentikan oleh sesuatu. Dia melihat ada kerangka manusia yang sedang terikat di sana. Dia mulai menghayalkan kalau dirinya yang diposisi tengkorak itu.


Apakah aku akan bernasib sama dengannya ...?



**



Setelah cukup berjalan mengitari Sel penjaranya, Lyon pergi duduk di tempatnya secara bersila, kemudian bergumam sendiri.


"Baiklah, mari kita analisis dulu apa yang terjadi. Pertama, raja dan ratu tiba-tiba saja menuduhku yang tidak-tidak, terlebih si raja tahu betul tentang segala sesuatu yang berhubungan denganku. Lalu, keberadaan mereka juga berhubungan dengan Quest kelasku yang mencurigai kalau ada yang janggal pada mereka berdua."



"Oh yah! Aku ingat. Bukanlah dulu Isabella pernah mengatakan kalau sifat mereka mulai berubah beberapa tahun yang lalu. Apakah mungkin ada sesuatu dibalik perubahan sikap itu ...?"



Lyon mulai menganalisis semua potongan kejadian yang menimpanya pada hari ini, dimulai dari raja yang menuduhnya sebagai penjahat perang, hubungan Quest yang ternyata berhubungan dengan kejadian ini, dan juga kembali mengingat soal perubahan sikap mereka dari Isabella. Setelah beberapa saat Lyon mendapatkan beberapa kesimpulan.




Sesaat, Lyon agak ragu atas ucapannya itu. "Tidak mungkin. Mana mungkin mereka sampai melakukan hal semacam itu. Ingin mengorbankan rakyatnya hanya tujuan pribadi mereka. Yah, walaupun sifat mereka juga yang cuek begitu, tetap saja mereka adalah pemimpin dari Kerajaan ini."



Lyon menarik kata-katanya soal yang tadi karena itu jelas tidak mungkin dilakukan. Pikirannya saja yang terlalu liar. Lyon pun kembali bergumam soal pendapatnya yang selanjutnya.


"Mungkin saja ada orang ketiga dibalik semua ini. Dia mengendalikan raja dan ratu sehingga membuat sikap mereka berubah drastis. Kalau itu benar, berarti dia jugalah yang membuat Lich itu kembali bangkit dan berencana untuk menyerang kerajaan ini."



Orang ketiga. Biasanya di suatu adegan semacam ini, pasti ada saja orang ketiga yang tidak diketahui siapa dan dia lah yang mengendalikan permainan ini. Entah itu secara individu, terorganisir, atau apalah. Akan tetapi Lyon mempunyai firasat kalau pasti raja dan ratu dikendalikan oleh ini orang.



"Aku mempunyai keyakinan tinggi akan pendapat ku soal orang ketiga. Pasti sekarang dia berada di dalam istana ini sedang menertawakan diriku. Lihat saja nanti, kalau aku keluar dari penjara ini aku pasti akan segera mencarinya." Dia menjadi geram dan ingin segera menghajar orang itu secepat mungkin karena dia lah penyebab Lyon mendekam di dalam sel ini.



Beberapa saat kemudian, Lyon tertidur di tanah. Dia melihat ke samping dan melihat tengkorak manusia itu lagi. Lyon kembali melihat ke langit-langit penjara sembari bergumam, "Percuma saja aku mendapatkan kesimpulan atas Quest ini kalah aku tidak bisa melakukan apapun di sini. Coba saja setidaknya aku bisa mengirimkan pesan, mungkin aku akan menyuruh mereka menyelidiki tentang orang itu. Yah, semoga saja mereka mendapatkan ilham mengenai hal ini."



Lyon tidak bisa melakukan apa-apa di dalam penjara ini. Dengan segala sesuatu dari sistem yang dikunci membuatnya tidak bisa memberikan informasi ini kepada mereka yang berada di luar sana. Lyon hanya bisa pasrah dan berharap jika saja mereka memiliki pemikiran yang sama dengannya.


__ADS_1


Akan tetapi, ketika Lyon menutup matanya, dia mendapatkan ide yang cemerlang. Secara otomatis dia berdiri dari tempatnya. "Aku kan bisa memberi tahu Ruby dan Snowly soal ini di luar sana. Kenapa aku gak kepikiran yah." Lyon bisa memberitahukan informasi ini kepada Ruby dan Snowly yang berada di luar game. Dia tinggal loh out saja dari game dan memberitahukan soal pendapatnya.



"Baiklah, waktunya kita akan keluar. Dengan perasaan riang Lyon mencari tanda keluar dari game ini. Sesaat, dia pun menemukannya. Tanpa berasa basi Lyon segera menekan tombol itu.



...[Anda tidak bisa log out dari permainan.]...



"Eh, apa ini?" Lyon kebingungan dengan maksud dari pemberitahuan itu. Dia pun kembali menekan tombol itu dan berulang kali. Namun, sebanyak apapun dia lakukan, hasilnya tetap sama. Dia tidak bisa keluar dari permainan. Perlahan, keringat muncul di dahinya. Lyon mulai gelisah. "Sialan! Apa-apaan ini? Kenapa aku tidak bisa keluar dari sini. Oi Sistem! Jangan bercanda. Ayolah ... berhasil lah ...." Lyon masih tidak menyerah. Dia tetap terus menekan tombol itu. Semakin banyak panel bermunculan mengenai dirinya yang tidak bisa keluar. Pada akhirnya Lyon pun menyerah. Dia kembali duduk di sana.



"Ah, Sial! Aku tidak bisa keluar dari game ini. Pasti ini ulah dari para Pengembang sialan itu. Mereka ingin menyiksaku lagi dengan hal semacam ini."



Karena saking kesalnya akan kejadian yang menimpanya hari ini dia sampai kembali membawa para Pengembang Game ke permasalahannya. Yah memang ini juga adalah ulah mereka karena masukkan hal semacam ini kepada dia. Lyon terus berbicara buruk tentang mereka. Semua itu terus berlangsung hingga dia pun lelah sendiri. Amarahnya sudah mulai mereda.



"Ah, sudahlah. Tidak ada gunanya untuk mencaci mereka. Lagian ini semua sudah terjadi. Ada baiknya kalau aku pergi tidur saja. Aku berharap ada keajaiban pas aku terbangun."


Lyon segera tidur di sana. Dengan alas yang hanyalah tanah, itu sudah cukup bagi dirinya yang kelelahan. Dia tidak peduli bagaimana tempat yang dia tiduri.



**



"Tok! Tok! Tok!"


Terdengar suara ketukan besi yang membuat Lyon terganggu dari tidurnya. Dia berusaha untuk kembali tidur, namun suara tersebut tidak berhentinya mengganggu telinganya. Dengan perasaan kesal dia pun terbangun dan menatap keluar sel. "Siapa sih yang mengganggu tidurku? Menyebalkan sekali." Lyon melihat seseorang yang sudah berdiri di sana. Wajah dari orang itu tidak asing baginya. Mulutnya pun berbicara menyebutnya identitas orang tersebut.



"Tuan Gordon ...."



Rupanya itu adalah Gordon salah satu jendral besar kerajaan Heaven. Dia datang ke sini mengunjungi Lyon. Tentunya ini adalah kabar baik bagi Lyon. Dia pun segerea bergegas ke pinggir sel dan menatap Gordon dengan mata berbinar. "Tuan Gordon, apakah saya sudah dapat keluar dari tempat ini??" ucapnya dengan penuh harap.



Namun, ekspresi Gordon tidak mengatakan hal yang serupa. "Maaf, Tuan Lyon. Saya tidak bisa mengeluarkan Anda. Saya hanya datang untuk melihat keadaan Anda dari atas perintah Isabella."



Jawaban yang tidak sesuai dengan harapannya. Lyon kembali terduduk di sana. "Begitu yah," ucapnya singkat. Tapi tidak lama setelah itu Lyon kembali berbicara. "Tuan Gordon, saya merasa jika semua ini sangat aneh. Raja tiba-tiba saja menuduhku sebagai penjahat dari perang ini, dan itu secara tiba-tiba. Padahal saya sudah berjuang hingga hampir mengorbankan nyawa dan sampai menggunakan kekuatan iblis, tapi malah ini yang saya dapat."



"Saya mengerti akan kesedihan Anda, tapi kita tidak dapat berbuat banyak. Raja telah membuat perintah untuk menangkap Anda dan tidak ada yang bisa dilakukan," ucap Gordon.


"Tuan Gordon, saya merasa curiga jika ada seseorang yang sedang mengendalikan raja dari balik layar dan sampai menggunakan saya sebagai korbannya. Saya juga mencurigai jika dialah yang telah membangkitkan Lich itu."


Wajah Gordon berubah menjadi serius. "Apa yang Anda bilang, Tuan Lyon? Raja sedang dikendalikan?"


Lyon hanya mengangguk, kemudian melanjutkan perkataannya, "Ini hanya spekulasi kudapatkan setelah mengamati mereka. Tingkah mereka sungguh aneh. Jadi, bisa saja ada seseorang di istana ini yang mengendalikan mereka. Anda harus membicarakan ini dengan Isabella dan juga dengan rekan saya yang nanti datang ke istana ini. Dan jangan lupa cari keanehan di istana ini. Siapa tahu itu bisa menjadi petunjuk dari orang itu."


__ADS_1


Gordon berpikir sejenak setelah itu kembali menatap Lyon. "Kurasa Anda benar. Memang ada yang aneh pada Raja. Baiklah, saya akan membicarakan ini kepada mereka." Gordon pun segera beranjak dari tempatnya, pergi dari sana. Tapi, tiba-tiba Lyon memanggilnya lagi. Gordon pun berbalik.


"Dan hati-hati, jangan sampai raja tahu soal hal ini," ucapnya yang memperingatkannya. Gordon mengangguk paham akan maksudnya lalu pergi dari sana.


__ADS_2