
Chapter 413 Serangan Yang mengerikan.
Bottlomless Gap.
...Hell Orb : The Destroyer Lv 1...
...Mengumpulkan berbagai energi kegelapan dan menciptakan kekuatan yang amat besar. Energi yang dihasilkan bisa membuat ledakan penghancur yang berskala besar dengan kerusakan yang dihasilkan sebesar 9.000.000-12.000.000 poin...
...Cost Mana : 6.500.500...
...Cooldown : 1 Hari...
...[Salah satu serangan mematikan yang berasal dari energi kehidupan sang Iblis penjaga neraka, Creazer. Serangan penghancur yang bila menyentuh apapun, mereka akan musnah.]...
Sesaat, sebuah titik hitam kecil berwarna hitam muncul di tengah tengah Lyon. Titik tersebut melayang lebih tinggi lalu mulai membesar. Semakin dia melayang ke atas, maka dia semakin membesar. Hingga pada akhirnya, titik itu telah berubah menjadi sebuah bola raksasa. Ukurannya hampir 5 kali lebih besar dari pada Lyon.
Kumpulan energi gelap yang padat, bersatu padu menjadi sebuah bola raksasa. Petir-petir berwarna ungu kegelapan terpancar keluar dari bola tersebut. Itu adalah reaksi yang di timbulkan oleh energi itu.
Lyon yang melihat bentuk serta ukuran dari bola itu merasa takjub. Tapi, selain kesan takjub, dia juga mengalami kelelahan yang amat berat. Yah, keterampilan ini telah menguras hampir semua Mana-nya sehingga hal itu juga mempengaruhi tubuhnya.
Ah, ini memang kekuatan yang amat menakjubkan, tetapi bayarannya juga sangat besar. Sekarang aku kelelahan karena Mana ku terkuras habis.
Lyon harus menunggu beberapa saat agar Mana-nya kembali pulih dan dia bisa kembali prima. Namun, itu hanya sebuah rencana cadangan bila keterampilan ini masih tidak berguna. Dia berharap banyak hal pada keterampilan ini. Pasti kerusakan yang dihasilkan akan berbanding lurus dengan bayaran yang Dia terima. Ini juga akan menjadi mengakhiri dari serangannya karena hanya tersisa kurang dari 11 menit sebelum durasi tranformasinya habis.
Sementara itu ...
Badai pedang yang terjadi di bawah sana sudah berakhir. Perlahan sosok Lich sudah memperlihatkan dirinya. Lima sosok Lich masih berdiri, tidak berpindah tempat, tapi ada banyak akar berduri yang menutupi mereka. Rupanya sebelumnya, tepat pada saat anda pedang terjadi, Lich dan para tiruannya membuat akar berduri guna dijadikan sebagai pertahanan mereka.
Kemudian, salah satu dari mereka menatap ke atas dan berkata, "Hah, apa kamu lihat, manusia, Seranganmu itu tidak akan berguna bagi ka-!" Kata-kata Lich tiba-tiba berhenti. Mulutnya terbuka dengan begitu lebar, tidak bergerak sedikitpun. Saat ini dia begitu terkejut setelah apa yang dia lihat di atas sana. Sebuah bola yang penuh akan energi sihir tercipta di atas Lyon. Dia pun bertanya tanya di dalam batinnya dengan begitu panik. Hei, sejak kapan dia menciptakan energi sebesar itu?! Lich kembali mengingat sesuatu. Sewaktu badai pedang itu terjadi, aku merasakan ada suatu energi yang amat besar berkumpul. Ku kira itu hanyalah firasatku semata, tapi ternyata itu memang benar. Apa, jangan-jangan, badai ini!
Lich yang masih panik, kemudian menutup rahang mulutnya dengan cepat, laku membukanya kembali dan bertanya kepada Lyon yang ada di atas sana, " Hei, kamu, manusia. Apakah badai pedang itu bukannya serangan aslimu, namun hanya mencoba mengelabui ku agar kamu bisa mendapatkan waktu untuk mengumpulkan semua energi itu?
Suaranya terdengar hingga ke telinga Lyon. Dia pun juga pergi membalasnya, "Hah, apakah kamu sudah sadar? Yah, walaupun kamu sadar, tapi semuanya sudah terlambat. Sekarang kalian semua akan merasakan akibatnya jika berurusan dengan ku." Sembari menunjukkan wajah yang penuh akan kesombongan. Tidak lama, Lyon pun segera mengarahkan tangannya ke depan secara serentak. Bola energi besar mulai bergerak menuju ke depannya.
"Baiklah, sekarang nikmati seranganku dan nikmati kematian keduamu."
Lyon memberikan respon untuk melesatkan kumpulan energi itu. Bola itu pun melesat dengan cepat menuju ke tempat Lich berada. Melihat ukuran bola itu yang semakin membesar, semakin menambah kepanikan Lich. Dia segera memerintahkan kepada keempat tiruannya agar melakukan berbagai cara supaya bola itu tidak mengenai mereka secara telak dalam sepersekian detik ini.
__ADS_1
"Semuanya, segera membentuk pertahanan penuh!!"
Para Lich mulai membentuk sebuah pertahanan yang akan dijadikan tameng. Mulai dari es yang ada di sekitar, yang merupakan material ketiga yang paling banyak di sini, (pertama angin, kedua tanah) menutup mereka, lalu diikuti dengan tanah yang dilayangkan tepat di atas mereka ditambah dengan akar berduri, menjadikan mereka kombinasi. Setelah itu Lich lainnya membuat pertahanan transparan. Ini adalah pertahanan kompleks. Tapi, apakah ini akan menghalau bola energi itu ataukah tidak?
Bola itu terus melesat dan melesat hingga dia sudah tiba di sana. Ujung dari dinding energi itu menyentuh pertahanan transparan dan semakin merapat. Setelahnya tekanan yang sangat hebat terasa. Selain kecepatan, ternyata kekuatannya juga sangat kuat. Bola itu tidak langsung meledak, namun memberikan tekanan lebih hingga dua pertahanan transparan itu saling merapat. Hal itu pun membuat pengaruh bagi pertahanan yang ada di belakangnya. Lich pun menyadari jika kekuatan dari bola energi itu begitu kuat. Mereka pun terseret hingga menabrak dinding es di seberang sana.
Dan satu detik berlalu sejak bola itu memberikan tekanan. Perlahan titik gelap yang menjadi tempurung di seluruh lapisan bola, mulai retak dan mengeluarkan cahaya ungu yang amat besar, diriku dengan gerakan kilat yang keluar dari retakan itu. Kilat-kilat keluar dari seluruh tempat dan cahaya itu juga semakin melebar. Dalam waktu yang amat singkat perubahan besar, yang awalnya bola hitam, kini menjadi bercahaya sepenuhnya. Setelah cahaya itu telah penuh sepenuhnya, dia mulai tapi melebar dan ...
..."Bam!!"...
Ledakan yang amat luar biasa besar tercipta. Ledakan yang seketika menghilangkan segala hal yang dilihat karena besarnya cahaya serta tekanan yang diberikan. Ledakan itu menghancurkan berbagai tebing dan pegunungan es yang berdiri kokoh sebelumnya. Lyon yang awalnya masih melayang di udara, langsung terlempar menjauh ketika tekanan dari ledakan itu menyentuh kulit tubuhnya. Dia pun terlempar jauh hingga ke sisi lain es dan terseret-seret di antara bongkahan es yang dingin.
Lyon perlahan mulai bangkit dari tempatnya. Dia menerima kerusakan karena hempasan itu, walaupun itu tidak terlalu banyak. Aduh, aduh aduh ... sakitnya. Tidak kusangka jika ledakannya bisa sebesar itu, bahkan aku juga terkena dampaknya. Lain kali aku harus menjaga jarak kalau ingin menggunakan serangan seperti itu.
Kekuatan ledakan itu di luar ekspektasi Lyon. Itu sangat besar. Dia juga terkena dampaknya kareja saking besarnya ledakan yang dihasilkan. Wajar sih Lyon baru tahu tentang hal itu. Tapi, dia juga telah belajar dari kesalahannya. Hell Orb : The destroyer lebih cocok jika digunakan sebagai serangan jarak jauh. Ini akan menjadi pembelajaran baginya jika di lain waktu ingin menggunakannya.
Jadi, Lyon segera membetuk sikap kuda-kuda, lalu mengeluarkan Spectblood Corrupted Sword dari dalam sarungnya. Sementera itu, The Forgotten Aura Sword yang masih dalam bentuk Flying Star Sword masih tetap dia pertahankan. Setelah semuanya sudah siap, Lyon melepaskan tumpuan kakinya dan melesat dengan cepat.
**
Sementera itu, di tempat Lich berada.
Saat ini tanah lapang yang tadinya hanyalah tanah kosong yang dikelilingi oleh dinding es, sekarang telah menjadi sebuah kawah besar yang dihiasi layar panas. Yah, itu adalah kawah yang dihasilkan oleh ledakan biola energi yang sebelumnya dibuat oleh Lyon. Pastinya dengan Paa ledakan dan kedalam kawah ini, tidak ada satu mahluk pun yang akan selamat. Namun, itu salah. Tepatnya di tengah-tengah kawah, terdapat sesosok hitam yang terduduk. Bajunya telah hampir terbakar habis. Tulang-belulang terlihat jelas di sekujur tubuhnya. Di sekitarnya ada sedikit akar berduri yang sudah setengah terbakar, sisanya sudah habis menjadi abu.
Sosok hitam itu ternyata adalah Lich. Saat ini hanya dia sendirian yang tersisa di sana. Keempat tiruannya telah menghilang. Semua itu karena serangan memberikan dari Lyon. Mereka mengorbankan diri untuk diri mereka yang asli dan memberi waktu agar si Lich asli dapat bertahan dari ledakan itu. Seharusnya jika dia tidak mempunyai tiruan, maka dia sudah mati total. Batas minimal serangan itu adalah 9 juta poin, dan dia hanya mempunyai 5 juta saja. Ini adalah bentuk kecurangan yang bukan kecurangan
Perlahan, si Lich mulai bangkit secara terengah-engah. Dia sudah sekarat. Seluruh tubuhnya telah mengalami luka parah. Efek dari ledakan itu masih membekas. Regenerasinya juga sedang buruk. Akan sangat sulit meregenerasi tubuhnya.
"Dasar manusia sialan ... berani-beraninya dia melakukan hal seperti itu kepadaku. Argh! Aku dibuat sekarat olehnya. Untung saja berkat tiruanku, aku tidak mati konyol seperti itu ...."
__ADS_1
Kawah panas yang berisi api membara menghalau jalan Lich. Dia pun segera mengubah lingkungan sekitarnya menjadi es dengan sihirnya. Perlahan, sekitar kawah mulai menjadi dingin. Dia lanjut berjalan secara sempoyongan, mencoba keluar dari kawah. Beberapa saat dia pun sudah berada di luar sana.
Di saat bersamaan, di seberang kawah, sudah ada Lyon. Dia baru saja tiba di sana melihat Lich yang itu berada di sisi lain kawah. Tapi, dia melihat jika hanya ada satu Lich. Padahal tadi sebelum ledakan tercipta ada lima Lich yang berkumpul, namun sekarang hanya ada satu. Kemana mereka yang lain. Heh, hanya satu? Kemana mereka lainnya?? ucapnya dalam batin yang melihat ke sana dan kemari mencari Lich lainnya.
Lich menyadari kehadiran Lyon. Manusia ini, dia ada dibelakang ku. Jadi Lich berbalik. Benar saja, dia melihat Lyon yang berdiri di sana. Lich langsung berbicara kepadanya dengan mengeluarkan semua kekesalannya, "Kamu manusia sialan! Lihat apa yang kamu lakukan padaku? Kali ini aku akan membuatmu menderita, jauh menderita ...!" Lalu, dia segera mengangkat tingkatnya ke atas langit.
Ah, dia akan melakukan sesuatu!
Lyon seketika membetuk sikap waspada, melihat kalau Lich akan melakukan suatu pergerakan.
Lich yang sudah mengangkat tongkatnya, kini membuka mulutnya dan berkata, "Kembalilah ke sini kalian wahai mahluk Ciptaanku, Elicpcatus, Kaisel. Tuanmu telah memanggil kalian!"
Ternyata Lich berencana memanggil kedua mahluk panggilannya, yaitu Si Elicpcatus, kelabang tulang raksasa dan si Kaisel, naga tengkorak. Mereka adalah Monster yang mengakhiri kehidupannya sebelumnya. Ini sangat buruk. Jika mengingatnya kembali, maka hari itu adalah hari yang kelam.
Cih, dia ingin memanggil kedua monster itu?! Aku harus secepatnya mengalahkannya.
Lyon berencana ingin mengalahkan Lich itu sebelum mereka tiba. Dia segera membetuk sikap kuda-kuda dan segera melesat ke sana. Namun, belum dia melangkahkan kakinya, dia kembali terdiam.
Mungkin saja mereka sudah ada di sini dan menunggu ku tepat di hadapan Lich.
Lyon merasakan firasat yang aneh. Jadi dia pun kembali terdiam dan menunggu kepastian. Tidak enak rasanya jika mereka memasang kebaikan seperti ketika dia sudah berada di sana, secara mendadak mereka muncul. Yah, emang dia bisa membaca kemunculan mereka dari kemampuan Prediksinya, tapi ini masalah kemampuan, mereka mempunyai kelebihan. Lyon harus mencari kesempatan yang pas untuk menyerang selagi masih tersisanya waktu tranformasinya.
Dan Beberapa detik berlalu. Tidak ada tanda-tanda dari kedua monster itu muncul. Baik itu Lyon dan Lich, mereka sama-sama bingung.
Apa yang terjadi? kenapa mereka tidak datang? ucap batin Lich dengan bingung. Lalu, dia kembali mencoba mengangkat tongkatnya dan memanggil mereka lagi, "Mahluk Ciptaanku, Elicpcatus, Kaisel, tuanmu telah memanggil!!" Dan beberpa kali dia mencoba memanggil, namun tetap saja tidak ada yang merespon. Lyon yang berada di seberang sana, juga ikut heran, saling herannya, dia bagaikan sampai melemahkan pertahanannya dan berpikir,
Heh, apa yang sebenarnya terjadi??
**
__ADS_1
Ada kabar baik lagi ini, terutama untuk saya. Entah kenapa pihak Mangatoon telah melantik saya menjadi Dewa Game terbaru yang sebelumnya dipegang oleh Master Raraey (kalian bisa cek sendiri). Untung saja saya menerimanya dengan lapang dada dan penuh rasa terimakasih, walaupun saya merasakan ada hal yang buruk, tapi semoga saja itu tidak akan terjadi. Sekian untuk bab kali ini dan sampai jumpa di bab yang akan datang.