World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
418 Tawaran Lyon


__ADS_3

Chapter 418 Tawaran Lyon.


Bottlomless Gap.


Langkah kaki yang begitu bergerumuh terdengar di seluruh penjuru tanah tandus itu. Ratusan ribu orang tengah berjalan di sana, pergi membawa sebuah tugas yang harus diselesaikan. Tugas itu ialah sebuah pencarian, pencairan Monumen batu misterius yang terletak di suatu tempat di tanah ini.



Dengan rencana yang telah ditentukan. Mereka mengatur perjalan para pemain dan NPC ke empat arah, mengikuti arah mata angin yang meliputi timur, barat utara selatan. Dan di setiap sisi, mereka akan kembali membagi pasukan dan berpencar lagi guna memperluas area pencarian mereka.



Lyon, orang yang mempunyai Quest itu sekaligus pemimpin dari pencarian ini, masih berada di tempat. Dia tidak bergerak dari sana. Dia berada di atas Ardes, sibuk dengan panel layarnya yang sudah terpampang dihadapan dirinya, menunggu sebuah kabar baik yang datang dari mereka. Sesaat, Lyon menghela nafasnya, berpaling dari panel layarnya dan menatap ke depan. Batinnya pun berbicara, Hah ... ku harap mereka dapat segera menemukannya.



Dia ingin segera mengakhiri pencarian ini secepatnya karena hari sudah melewati siang. Hanya dalam beberapa jam saja malam akan menyambut mereka. Dia sangat malas jika harus melakukan pencarian di malam hari, apalagi dengan suasana tempat yang semenyeramkan ini. Rasa malas dan takut mendorong niatnya masuk jauh ke dalam dirinya.



Tidak berapa lama, Ardes mulai berbicara kepadanya, "Tuan Lyon, mereka semua sudah semakin menjauh. Apakah kita juga tidak ikut bergerak??"


Lyon menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, kita di sini saja dulu. Saya belum menentukan kemana kita harus pergi. Sekalian saya juga ingin beristirahat dulu setelah melewati pertarungan denga Lich itu. Jadi lebih baik kita mempercayai saja mereka agar cepat menemukan Monumen itu."


"Oh, begitu yah ... Kurasa ada benarnya. Setelah melewati pertarungan dengan Lich, Anda harus beristirahat dulu dan memulihkan stamina Anda."



Ardes awalnya bertanya kenapa hanya mereka saja yang tidak pergi dari sini. Tapi, setelah mendengarkan penjelasan Lyon, dia pun mengerti. Lyon membutuhkan istirahat setelah melewati pertarungan hebat dengan Lich. Oleh sebab itu dia hanya diam di sana. Akan tetapi itu berbanding terbalik dengan Lyon. Dia hanya ingin bersantai saja. Ada ratusan ribu orang yang bergerak mencari Monumen itu. Dia tidak perlu berusaha payah untuk pergi mencari juga. Yah, walaupun begitu dia masih berharap agar monumen itu segera ditemukan. Antara malas dan hasrat yang tinggi, bercampur aduk di dalam dirinya.



Pada saat mereka sedang sibuk bercerita, ada dua orang manusia yang saat ini sedang berjalan ke arah mereka. Mereka pun akhirnya telah tiba di sana. Salah seorang dari mereka mulai berbicara, "Permisi ... e ... Tuan Monster." Suara yang terdengar berat terdengar seperti orang tua.


Ardes menyadari jika orang itu berbicara kepadanya. Dia segera berbalik dan membalasnya, "Yah, ada perlu apa kalian berdua berada di sini, Manusia??"


Sementara itu, Lyon menyadari juga jika Ardes tengah berbicara dengan seseorang. Dia pun merasa penasaran segera berjalan ke depan, menuju ke kepala Ardes untuk melihat dengan siapa dia berbicara.


"Maaf kalau kami menggangu waktu Anda. Saya ingin bertanya, tadi kalau tidak salah saya tadi melihat kalau tuan Lyon naik ke atas punggung Anda. Apakah boleh, kalau kami ingin bertemu dengannya?"


Lalu, orang satunya dengan cepat berlindung di kepalanya dan memegang lengan baju dari orang itu. "Bos, lebih baik kita pergi saja dari sini. Saya merasa takut dengan monster ini. Dia terlihat berbahaya." Orang itu ketakutan. Kedua kakinya bergetar ketika melihat sosok rupa Ardes yang menjulang tinggi.


Melihat tingkah dia yang cukup mengganggu, si orang tua itu mulai merasa kesal dan mencoba melepaskan diri darinya. "Argh, kamu ini ...! Apa yang kamu takutkan? Dia adalah monster baik, jadi tidak perlu takut."


Mereka pun saling adu mulut dan memulai keributan. Ardes nampak bingung pada saat melihat tingkah mereka berdua. Dia tidak tahu harus mengucapkan apa kepada mereka. Tapi, sebelum dia mencoba berbicara, ternyata Lyon sudah lebih dulu memulainya.


Pada saat Lyon sudah berada di atas kepala Ardes, dia pun mulai mengintip siapa orang-orang itu. Ketika dia melihatnya, kedua orang itu tidak terlihat asing baginya. Eh, mereka kan .... Dia pun dengan cepat menyebutkan nama dari kedua orang tersebut.


"Tuan Winster, Daniar!"



**



Beberapa saat berlalu, kini Lyon, Winster, dan Daniar berada di punggung Ardes. Pad sesaat sebelumnya, Lyon memanggil mereka berdua. Tentu saja Winster dan Daniar menoleh ke atas dan melihat Lyon yang tengah berada di sana. Mereka sangat senang ketika melihat jika Lyon benar-benar ada. Lyon pun segera mengajak mereka untuk naik ke atas dan membicarakan tentang keperluan mereka mencarinya. Jadi, saat ini mereka sudah berada di sana dan duduk bertiga. Daniar tengah sibuk memperhatikan sekitarnya, memasang wajah kagum akan tempat yang mereka tempati sekarang. Sementera itu, Lyon dan Winster memulai perbincangan.



"Jadi Tuan Winster, sejak kapan Anda berada di sini?" tanyanya.


Winster menjawabnya dengan santai, "Yah, sepertinya sejak perang berlangsung saya sudah berada di sini." Lalu kemudian dia melanjutkan pembicaraannya, "Sewaktu itu saya mendengar kabar kalau terjadi peperangan di tempat ini, apalagi dengan kabar pengunduran pasukan kerajaan yang awalnya akan dikirim ke kerajaan lain. Jadi disitu saya sudah semakin yakin dengan perang yang tergabung berhubungan dengan kebangkitan Lich. Jadinya saya datang ke sini dan untuk ikut berperang bersama dengan dengan mereka untuk membalaskan denganku beserta bawahanku di masa lalu."



Winster pun segera menatap ke arah Lyon dan memasang wajah berbinar. "Tetapi ... Pada saat saya mendengar kabar kalau Lich itu berhasil dikalahkan, dan orang yang mengalahkan orang itu adalah Anda, saya sangat senang. Secara tidak langsung orang itu, berserta Anda, sang pewaris telah melindungi sesuatu yang sama. Entah ini takdir yang telah di tentukan atau apa, saya sangat berterimakasih kepada Anda, sekali lagi saya sangat berterimakasih."


__ADS_1


Lalu, Winster langsung menundukkan kepadanya ke depan, memberikan tanda rasa terkasih setulus tulusnya kepada Lyon. Sebuah rasa terimakasih yang amat besar. Mungkin karena dendamnya di masa lalu telah terbayarkan. Semua perjuangan dari dia dan bawahannya pada saat itu telah berbuah hasil yang baik dengan tamatnya kisah Lich.



Pada saat melihat Winster yang sebegitu memberikan rasa terimakasihnya kepada Lyon, membuat Lyon agak merasa tidak enak. Dia pun segera mencoba membangunkan lagi Winster. "Tuan Winster, tenang ... Anda tidak perlu berterimakasih sebegitunya. Sekarang, berdirilah dulu." Perlahan, Winster pun kembali ke posisi semula.



Lyon Kembali melanjutkan perkataannya, "Saya tidak memerlukan begitu banyak rasa terimakasih sebab ini sudah menjadi tugas kita untuk melindungi apa yang ingin kita lindungi. Saya melindungi kerajaan Heaven karena kerjaan itu sudah menjadi rumah bagi saya, dan para bawahan saya. Tentunya melindungi kerajaan ini adalah prioritas utama kami."



Tiba-tiba ekspresi wajah Lyon berubah drastis. Senyumnya melebar. Dia pun kembali berkata sembari menepuk pundak Winster. "Tapi, jika Anda memang bersikeras ingin berterimakasih, Anda dapat memberikan saya sedikit bonus."


Winster kebingungan. "Bonus?"


"Iya. Kan sekarang Anda masih menjalankan toko Blackmisth itu, Anda dapat lenberika bonus berupa diskon hanya untuk saya. Yah, pasti ada waktu ketika saya membutuhkan perbaikan peralatan, saya bisa mempercayakan kepada Anda."



Ada niat terselubung dibalik permintaannya. Entah kenapa otak Lyon ini selalu saja mengeluarkan sebuah ide yang menginspirasi banyak orang licik. Ide untuk mencari sebuah keuntungan dibalik suatu hal, termasuk drama ini. Memang ini telah menarik hatinya, akan tetapi itu belum cukup. Dia harus mengetik keuntungan sebab disaat seperti ini dia bisa memicu sesuatu yang menarik.



"Eh, Tuan Lyon, apakah hanya itu yang Anda minta?" tanya Winster dengan nada heran.


Lyon terkejut. Dia mulai merasa curiga jika Winster sudah tahu niat buruknya. Akan tetapi, dia tidak bisa lari lagi. Dia harus berjalan maju dan menyelesaikannya.


"Hm, maaf Tuan Winster. Apakah itu berlebihan buat Anda??" tanyanya yang mencoba memastikan.


Winster hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari memperlihatkan senyuman, lalu setelahnya berkata, "Tidak, tidak, tidak. Itu bukan berlebihan, akan tetapi sangat kurang. Setelah jasa yang telah Anda berikan untuk menyelematkan kerajaan ini dan membalaskan dendamku, Saya rasa Anda harus diberi hadiah lebih."



"Hadiah lebih?"




Hm, apakah aku harus merekrutnya untuk menjadi bagian dari pekerja gratisku? Kurasa itu ide yang bagus. Dia bisa meningkatkan kemampuan para pemain Blackmisth di Guild ku, dan mungkin dia juga bisa mengajari para budakku agar nanti mereka bisa berguna memproduksi senjata untuk Guild.



Lyon berniat untuk merekrut Winster ke Guild-nya, menambah pengajar secara dia pasti memilki kemampuan menempa yang bagus. Ini akan menjadi kesempatan baginya untuk meningkatkan kualitas Guild-nya sehinga bisa menghasilkan peralatan berkualitas tinggi.



Jadi, Lyon segera bertanya kepadanya, "Hm, sebenarnya saya membutuhkan beberapa orang dibidang Blackmisth seperti Anda untuk mengembangkan Guild saya. Mungki saja Anda dapat bergabung dan membantu saya untuk meningkatkan kualitas anggota saya serta budak-budak saya."



Winster terdiam sejenak, mencoba memikirkan perkataan Lyon. Sesaat dia pun kembali berbicara. "Bergabung dengan Guild Anda yah ... Saya merasa terhormat bisa mendapatkan undangan dari Anda, akan tetapi sepertinya saya harus menolaknya, maaf ...."



Lyon agak terkejut dengan perkataan Winster. "Eh, kenapa, Tuan Winster. Apakah ada sesuatu sehingga Anda menolaknya?"


Winster pun menjawab, "Begini ... kemungkinan jika saya bergabung dengan Guild Anda, Toko yang sudah saya buat dengan susah payah, terpaksa harus saya tutup. Saya tidak ingin menutup toko itu kareja hanya di sanalah banyak kenangan saya yang tersimpan."



Mendengar alasan yang diucapkan Winster membuat Lyon tertawa. "Hahaha, ku kira ada sesuatu yang penting sehiingga Anda menolaknya, rupanya itu tentang toko Anda." Lyon kembali berbicara, "Tenang saja, Tuan Winster. Mana mungkin saya akan menyuruh Anda untuk menutup toko itu setelah bergabung dengan Guild saya. Anda dapat menjalankan tugas Anda sembari menjalankan toko Anda nanti. Jadi tidak usah mengkhawitrkan sesuatu yang tidak mungkin seperti itu." Itu adalah Alasan yang lucu di dengar oleh Lyon. Mana mungkin dia akan menutup toko yang bisa berkesempatan memberikan manfaat baginya. Toko itu malahan bisa menjadi sumber penghasilannya.



Winster meletakan tangannya di dagu, kemudian berkata, "Itu berarti kalau saya bergabung ke dalam Guild Anda, saya masih bisa tetap menjalakan toko saya?"


"Iyalah, tentu saja, Tuan Winster,"

__ADS_1


Winster sudah memastikan jika perkataan Lyon itu sungguhan. Kepercayaannya meningkat. Dia merasa senang ketika mendengarnya.


...[Hubungan dengan Winster Meningkat sampai Maksimal.]...


...[Anda mendapatkan pelayan spesial di toko penempa milik Winster. Nikmati berbagai bonus serta diskon di setiap pembelian atau yang lainnya.]...



Pemberitahuan sistem kembali muncul dan kali ini cukup memanjakan mata. Lyon telah berhasil menarik hati Winster dan membuat hubungan mereka berada di batas maksimal. Itu berarti ada banyak keindahan yang bisa dia dapatkan nanti, apalagi dengan pemberitahuan tambahan tentang pelayanan spesial dari toko, sudah jelas tujuannya telah tuntas. Dia tidak bisa menyeringai kegirangan.



"Tuan Lyon, kalau begitu saya akan menerima tawaran Anda dengan senang hati. Mulai dari sekarang hingga yang akan mendatang, mohon kerjasamanya," ucap Winster yang kemudian memberikan jabatan tangan kepada Lyon.



Lyon pun kembali tersadar dan secara cepat mengembalikan ekspresi wajahnya ke alasan semula. Dia segera mengulurkan tangannya membalas jabatan tangannya.


"Kalau begitu kita sepakat."



...[Winster telah bergabung dengan Guild Anda.]...



Pada akhirnya Lyon telah berhasil menarik Winster masuk ke dalam Guild-nya. Daniar yang berada di sana juga ikut mendengar pembicaraan mereka. Ketika Winster mengatakan kalau dia menerima tawaran itu, kedua matanya menjadi sangat lebar. Dia pun segera menghampiri tempat Winster.



"Eh, Bos?! Apa Anda benar-benar menerima tawaran itu. Kita akan bergabung bersama Guild Tuan Lyon," tanyanya dengan spontan.



Winster terkejut dengan munculnya Daniar di sampingnya dan bertanya dengan nada tinggi seperti itu. "Kamu ini ... jangan mengagetkan ku. Itu benar, kita akan bergabung dengan Guild-nya. Ini sebagai tanda balas budi atas kebaikan yang telah dia berikan kepada saya. Jadi, kamu Deniar, persiapkan dirimu. mulai dari sekarang kita tidak hanya mengurus toko saja. Ada banyak hal yang harus kita lakukan nanti."



Daniar mulai bersemangat. Dia pun kembali berkata, "Hm, baiklah! Selama saya masih bisa berkerja di sisi Anda, saya akan melakukan apa saja dan menerima semua keputusan Anda. Saya akan bekerja lebih keras lagi!!"



Winster sangat senang melihat semangat yang diperlihatkan oleh anak buahnya. "Bagus ... ini semangat yang saya harapkan dari anak buah ku."














__ADS_1



**


__ADS_2