
Haloo lama tidak berjumpa, huff saya baru keluar dari goa dan seperti biasanya level novel ini kembali turun. Jadi pengen skip ke arc terakhir aja. Untung saja sifat malas ini tidak mengindahkannya. Jadi silakan dinikmati saja.
Ada sedikit revisi di bab sebelumnya jadi silakan dibaca ulang.
Chapter 439 Penyelamatan.
Lyon bergerak dengan begitu cepat melewati tanah tandus bebatuan dengan aura hitam yang begitu pekat mengelilingi dirinya bagaikan sebuah pelindung transparan. Di sisi lain, ratusan bola sihir terbang tidak jauh dari dirinya. Semua itu terbang menuju ke tempat kedua vampir itu berada.
Sementara itu, Emertas dan Selestical yang melihat ratusan meteor itu terdiam sejenak. Awalnya mereka merasakan adanya kekuatan asing nan besar, yang muncul tidak jauh dari sini. Setelah itu, pemandangan ratusan meteor pun muncul di hadapan mereka.
Selectical pun segera berteriak kepada Emertas. "Sayang, kekuatan ini berasal dari manusia itu. Aku rasa dia telah lolos dari penjara kutukanku."
Emertas agak terkejut. "Hah, dia?! Bagaimana dia bisa lolos dari penjara itu?! Itukan penjara yang biasanya untuk menyegel monster tingkat tinggi."
Selestical pun membalas. "Saya tidak tahu. Tapi, yang kurasakan, dia tidak menghancurkan penjaraku."
Selestical tahu jika penjara itu tidak hancur karena itu adalah penjara yang dia ciptakan. Jadi dia dapat terhubung dengan penjara itu.
"Kalau begitu, apakah dia menggunakan kemampuan teleportasi. Tetapi ... seharusnya kemampuan teleportasi tidak akan berguna di dalam penjara itu."
Emertas kembali bergumam dan membuat pendapat kalau Lyon menggunakan kemampuan teleportasi. Akan tetapi dia tahu kalau kemampuan itu tidak akan berkerja pada penjara ciptaan Selestical. Itu berarti dia memiliki kemampuan yang tidak biasa.
"Hehe, Menarik .... mungkin sedikit hiburan akan menenangkan kepalaku yang sakit ini."
Emertas tertawa pelan kemudian melangkah maju. Sebuah pertanda jika dia ingin menghadapi Lyon. Setelah beberapa langkah, dia kembali berbicara kepada Selestical.
"Sayang, buatlah pelindung."
Selestical yang mendengarnya segera menurutinya. Dia segera merapalkan mantra kemudian mengeluarkan kemampuannya.
"Eternal Air!!"
Kemudian muncul barrier transparan yang membentuk sebuah kubah membentang di atas langit, yang melindungi mereka. Emertas pun memberhentikan langkahnya bersamaan dengan barrier yang telah sepenuhnya tercipta. Dia menunjukkan wajah yang penuh kesombongan dan menunjuk ke tempat Lyon.
"Baiklah, kali ini saya akan meladenimu, manusia rendahan."
**
__ADS_1
Ratusan bola sihir yang berterbangan di atas langit akhrinya sudah sampai di lokasi mereka. Akan tetapi semua itu sia-sia sebab barrier transparan muncul dan menghentikan serangan itu. Ratusan ledakan tercipta di atas sana. Namun, ada juga sebagian bola sihir yang tidak melewati barrier alias dipinggir sehingga menabrak dataran yang ada di sana. Kepulan asap pun tercipta. Kepulan itu menghalangi pandangan.
Lyon yang dengan kecepatan yang tinggi akhirnya sudah tiba. Kini dia sudah berada di hadapan Emertas. Akan tetapi dengan cepat, Emertas melancarkan serangannya. Dia menyerang dengan tangan kosong, lebih tepatnya menggunakan tangannya sebagai pedang dengan kuku-kukunya yang menjadi bilahnya.
Untung dengan cepat Lyon dapat menghindari serangan itu sehingga terhindar dari kerusakan. Lyon mencoba untuk melawan balik. Dia mengayunkan kedua bilah pedangnya dan melakukan serangan cepat.
Tebasan demi tebasan tercipta dan jumlahnha sangat banyak. Namun, jika dilihat satu pun dari serangannya tidak mengenai Emertas. Dia dapat menghindari semua serangan itu dan bahkan menangkisnya hanya dengan tangannya. Lyon agak berkeringat. Musuh yang ada dihadapannya tidak boleh diremehkan.
Apa-apaan dengan dia?! Menghindari semua serangan ku dan juga menangkisnya dengan tangan kosong. Dia lawan yang sangat berbahaya.
Sementara itu, Emertas yang sedari tadi menghindar dan menangkis semua tebasan yang datang, sempat-sempatnya berbicara dengan santai dan sedikit tawaan. "Hahaha, untuk seorang seperti dirimu, cukup lumayan dapat menghindari serangan ku. Tapi, itu masih kurang." Dia menunjukkan wajah sombongnya seakan meremehkan Lyon.
Sesaat Lyon berbicara, "Cih, aku tidak ingin membuang banyak waktu."
Lyon langsung banting stir. Dia menancapkan kedua pedangnya ke tanah dan membuat sebuah ledakan. Yah, dia menggunakan keterampilan Dark Explosion sehingga menimbulkan ledakan hitam pekat disekitarnya. Pandangan semua orang yang ada di sana pun tertutupi.
Emertas pun begitu. Akibat dari ledakan itu dia tidak bisa melihat keberadaan Lyon dengan pasti. Selain itu, dia juga mengalami luka lecet yang diakibatkan ledakan tersebut, tapi itu tidak mempengaruhi nyawanya.
"Ledakan ini ... mengganggu penglihatan ku dan juga membuat pakaian ku kotor."
Tepat sesaat setelah dia selesai bergumam, tiba-tiba saja ada sesuatu yang melesat. Sesuatu yang tajam dengan jumlah yang tidak sedikit, berwarna hitam pekat yang mengkilap dan kelihatannya itu keras. Benda itu langsung menghantam keras Emertas. Tanah disekitarnya menjadi retak dan semakin membesar. Kekuatan yang datang begitu mendadak dan besar. Emertas yang tidak siap seketika dibuat terbang dan melesat jauh dari tempatnya.
Kemudian wujud Lyon pun mulai terlihat. Rupanya benda hitam, tajam dan mengkilap itu adalah sepasang cakar raksasa yang berasal dari salah satu keterampilannya, yaitu Demon Claw's. Ledakan yang dia buat tadi adalah sebuah pengalihan agar dia dapat memberikan serangan kejutan. Serangan itu pun bekerja.
Melihat Emertas yang sudah terlempar jauh, Lyon segera berbalik. Sepertinya Lyon tidak terlalu memedulikan pertarungannya dengan Emertas. Dia segera melesat ke tempat Seletical berada.
"Hah, apa saya tidak salah lihat, Itu kan, Sayang?! Bagaiamana dia bisa terlempar begitu jauh?!" Selestical terkejut ketika melihat Emertas yang keluar dari kabut ledakan dan terlempar begitu jauh.
Pada saat Selestical sedang fokus kepada Emertas, Lyon sudah semakin dekat. Jalur yang Lyon lewati seketika menjadi berdebu. Pergerakan yang cepat membuat Selestical terkejut. Yah, dia tadi masih terkejut setelah melihat Emertas yang terlempar secara tiba-tiba, sehingga tidak terfokus kepada Lyon yang datang.
Ini menjadi kesempatan Lyon untuk menyerang. Dia memberikan dua serangan dengan kedua cakarnya. Serangan pertama adalah pengalihan dan serangan yang kedua serangan utama yang membuat Selestical terpental jauh layaknya Emertas. Kini mereka berdua telah menjauh dari lokasi sekitarnya.
Tanpa membuang waktu, Lyon segera bergerak dengan cepat dan menghampiri Helias dan Isabella. Dia pun membawa mereka berdua dan segera pergi menjauh sejauh-jauhnya.
Rupanya tujuan awal Lyon adalah menyelamatkan mereka berdua. Tidak mungkin bagi dirinya bertarung secara serius jika ada mereka berdua. Bisa-bisa mereka akan terkena dampaknya nanti. Jadi setelah mereka ditempatkan di tempat yang aman, Lyon dapat melanjutkan pertarungan untuk mengulur waktu sampai bala bantuan tiba.
Beberapa saat, mereka pun sudah berada di balik bebatuan raksasa, bersembunyi. Lokasinya agak jauh dari lokasi sebelumnya.
__ADS_1
"Ah, akhirnya kita sudah aman," ucap Lyon dengan lega. "Lalu dia pun segera melihat kearah mereka berdua dan bertanya, " Hei, kalian. Apakah kalian baik-baik saja?"
Terlihat kalau keadaan Helias tidak baik-baik saja. Ada beberapa luka di sekujur tubuhnya. Lyon tahu kalau dia sebelumnya sudah bertarung melawan mereka, mungkin untuk melindungi Isabella.
Sementara itu Isabella, ketika Lyon melihatnya, luka yang dia derita tidak sebanyak Helias, akan tetapi ada yang aneh darinya. Pandangan dari kedua matanya menjadi hampa. Dia terlihat seperti orang mati. Tidak berapa lama air mata muncul dengan sendirinya di pelipis mata Isabella.
"Eh, ada apa Isabella, kenapa kamu menangis?!"
Lyon pun langsung bertanya setelah melihat air mata itu. Dia merasa jika Isabella telah melalui suatu hal yang membuatnya trauma berat. Tapi, Isabella tidak menjawab. Dia masih betingkah sama seperti sebelumnya, memberikan pandangan hampa tidak berdaya.
Karena dia tidak menemukan jawaban, di pun segera beralih kepada Helias.
"Helias, Helias, Helias ...! Apa yang sebenarnya terjadi dengan Isabella?"
Yah, pertanyaan itu pun dijawab olehnya walaupun itu agak terbata-bata, "I-itu ... Kedua orang tuanya ... telah mati."
"Mati ...." gumam Lyon.
Jawaban yang tidak terduga. Kedua orang tuanya telah mati. Padahal tidak berapa lama dia melihat mereka. Ini membuatnya bingung.
"Apakah kamu dapat menjelaskannya lebih rinci? Aku masih belum paham."
Helias perlahan mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sering cerita yang terus dia dengar, ekspresi wajah Lyon berubah. Dia terbelalak mendengar sebuah fakta yang mencengangkan. Kesadaran yang lemah malah menimbulkan emosi yang tidak terkendali.
"Sialan mereka ... berbuat sampai sejauh ini ...!!" Jelas Lyon terlarut di dalam emosinya.
..."Bamm!! Bam!!"...
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang ternyata itu disebabkan oleh Emertas dan Selestical.
"Oi, Manusia! Keluarlah. Jangan bersembunyi seperti seorang pengecut."
"Sialan, itu serangan yang menyakitkan, kamu tahu! Kali ini aku akan membalasmu berkali-kali lipat, lihat saja ya!"
Mereka berdua sedang mengamuk di luar, sedang mencari-cari keberadaan Lyon. Hal itu terdengar sampai ke telinganya. Wajahnya mulai menghitam. Lyon pun berdiri dari tempatnya. Helias yang melihat hal itu, tersadar apa yang akan dia lakukan.
"Tuan Lyon, apa jangan-jangan Anda ....".
__ADS_1
Lyon membalas, "Tidak usah khawatir. Anda di sini saja dan jaga Isabella. Saya akan segera kembali." Dan segera pergi meninggalkannya. Helias tidak bisa berkata apa-apa lagi selain bergumam di dalam hati sembari melihat kepergiannya.
Tuan Lyon, kumohon ... kembalilah dengan selamat atau kalau tidak, tuan Putri akan semakin sedih.