
Road Valley Ruins
Saat ini situasi Helias dan Isabella sangat tidak diuntungkan. Mereka telah berpisah dan sudah berada diambang batas sebelum kematian menghampiri mereka.
Saya harus berbuat sesuatu!
Helias yang tertahan dengan Selestical berpikir bagaimana dia bisa pergi menyelamatkan Isabella. Kalau Isabella mati, maka tidak ada lagi orang yang akan menjadi pewaris kerajaan dan itu adalah awal dari keruntuhan kerajaan Heaven.
"Hoho, apakah kamu sedang memikirkan sesuatu? Biar aku tebak, kamu pasti berpikir bagaimana caranya kamu menyelamatkan gadis itu, benar kan?"
Selestical berbicara kepadanya dan mencoba menebak apa isi kepala Helias. Ketika mendengar ucapan itu, raut wajah Helias menjadi pucat, isi pikirannya telah dibaca. Hal itu membuat Selestical menjadi lebih senang. Dia membuat senyum yang melengkung tajam dengan ekspresi wajah yang begitu bahagia.
"Hehe, rupanya saya benar. Di saat kamu ingin mati, kamu malah masih memikirkan keselamatan orang lain, kamu sungguh pria yang menarik, dan ekspresi wajah itu ...."
Tiba-tiba ada bayangan hitam yang melesat ke Helias. Dia pun langsung Terhempas ke sisi lain hingga terseret-seret. Itu adalah hempasan yang berasal dari tangan Selestical.
"Melihat wajahmu itu, saya langsung tidak berniat untuk membunuhmu, tapi ingin menyiksamu. Ya! Aku ingin melihat sampai dimana wajah itu akan bertahan."
Selestical kembali berjalan untuk menghampiri Helias yang masih terbaring di sana. Akibat dari serangan itu, pandangan Helias menjadi kabur. Dia kesusahan untuk berdiri.
Saya harus segera berdiri! Setidaknya, setidaknya saya bisa menyelamatkan tuan putri!
Helias berusaha dengan keras hingga akhirnya pandangan kembali. Dia mulai mengatur pijakan kakinya dan berdiri. Di saat bersamaan dia kembali mengambil sepasang kapaknya dan memasang gaya bertarung.
Tidak ada cara lain, saya harus menghadapinya.
Sementara itu di tempat Isabella berada. Saat ini dia tengah terduduk. Dia masih belum mengerti apa yang baru saja terjadi. Tiba-tiba saja tubuhnya melayang kemudian terlempar begitu jauh.
Pada saat dia mencoba untuk berdiri, pandangan matanya tertuju ke depan dan secara tidak sengaja melihat Emertas yang sudah berdiri di hadapannya. Isabella tidak menyadari keberadaan Emerson dan seketika terkejut. Dia pun kembali terduduk dan terus menggeser badannya ke belakang seraya menjauh dari Emertas.
"Tidak ada gunanya, kamu tidak dapat kabur ataupun melawan lagi," ucap Emertas.
Emertas kembali melangkah maju menghampiri Isabella. Isabella pun langsung menodongkan ujung tombaknya untuk menghentikan langkah Emertas.
"Jangan mendekat!!" bentaknya yang memberikan ancaman.
"Hoho, jangan mendekat yah." Emertas sedikit menunduk hingga kepalanya sejajar dengan ujung tombak itu lalu menggerakkan tangan dan menyentuh mata tombak. Lalu dia bertanya, "Apakah ini dapat menghentikanku?"
Dalam waktu singkat Emertas sudah berada tepat di depan Isabella, tombak yang awalnya digunakan untuk menghadangnya, langsung terlempar begitu saja. Tidak ada lagi pertahanan yang Isabella punya.
Bagaimana dia bisa secepat ini?! Isabella terkejut akan hal ini dan tidak bisa berkata-kata lagi. Dia langsung terdiam tidak berdaya.
"Baiklah, sudah cukup membuang-buang waktunya, sekarang saya akan mengakhiri hidupmu, tapi sebelum itu ada yang ingin ku beritahu."
Dia pun mendekatkan kepalanya ke telinga Isabella, kemudian memberikan sebuah bisikan.
"Ayah dan ibu yang kamu cari-cari itu sudah lama mati."
Kedua mata Isabella langsung terbelakak lebar diiringi pupil mata yang langsung mengecil. Pertanyaan yang sedari tadi dia lontarkan akhirnya terjawab juga, namun itu bukanlah jawaban yang dia inginkan.
__ADS_1
"Ayah, ibu, mereka ... mereka sudah mati ...?"
Isabella bergumam dengan pandangan yang hampa. Tidak ada cahaya yang terpantul dari bola matanya. Ucapan itu telah membuat lubang yang besar dihatinya. Sekarang dia hanyalah sebuah tubuh yang berjiwa hampa. Pandangan hampa itu sudah dianggap puas oleh Emertas. Ucapannya efektif membuatnya diam.
"Iya, mereka sudah mati, dan dengan tangan ini saya membunuhnya, dan tangan ini jugalah yang membunuhmu."
Emertas meluruskan tangannya dan membuatnya seperti sebuah pedang yang siap untuk menusuk korbannya.
..."Jledek! Bam!!!"...
Suara ledakan terdengar dari kejauhan. Sejauh energi hitam yang berbalut petir dan meledak kemudian merambat ke atas langit. Ledakan itu menghentikan gerakan Emertas dan Selestical. Mereka berdua menyadari sesuatu dibalik ledakan ini. Mereka berdua segera melihat ke sumber ledakan itu.
Aku merasakan ada kekuatan besar yang muncul disekitar sini, tapi kekuatan siapa ini? batin Emertas.
Kekuatan ini, darimana asalnya? lanjut batin Selestical.
Sesaat, Selestical telah menyadari sesuatu. Dia merasa jika da yang janggal dan itu mengarah ke penjara yang dia buat tadi. Tidak ada orang di dalamnya.
Eh, penjara ku kosong, sejak kapan dia kabur dari sana tanpa menghancurkannya?! Apa jangan-jangan kekuatan ini adalah ...!
Kemudian dari arah ledakan itu muncul ratusan bola energi kegelapan yang membumbung tinggi ke atas langit. Setelah itu secara serentak semua bola sihir itu melesat dengan kecepatan yang tinggi, mengarah ke mereka berdua.
Sementara bola-bola sihir itu melesat, di bagian darat, ada sesuatu yang sedang bergerak cepat dengan aura hitam berlapiskan petir hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Pergerakannya sangat cepat hingga menyeimbangkan kecepatan bola-bola sihir yang melesat di atas sana.
"Baiklah, kalian Vampir sialan, aku akan menghadapi kalian!!"
Ternyata sesuatu yang melesat itu tidak lain dan tidak bukan adalah Lyon. Saat ini dia sudah berada di mode Half Demon dan akan segera berbentrokan langsung dengan Emertas dan Selestical.
**
Beberapa menit yang lalu.
Setelah selesai mengirimkan pesan kepada Guild-nya, Lyon pun segera bersiap-siap.
Aku harap ini akan berhasil ....
Dia mempunyai satu rencana untuk keluar dari penjara ini dan itu cukup tidak masuk akal. Namun dia harus mencobanya dulu dan memastikan. Jika memang tidak bisa, maka dia harus menghancurkannya penjara ini secara manual.
Lyon mengeluarkan pedangnya dan mulai bersiap, membentuk sikap kuda-kuda. Dia menarik nafasnya pelan dan meningkatkan kefokusaannya, kemudian mengarah pedangnya sejajar dengan bahunya.
Baiklah, mari kita mulai.
Lyon mengaktifkan salah satu keterampilannya.
"Straight of Judgement!!"
Seluruh tubuhnya seketika bersinar terang. Tapi itu hanya sesaat. Cahaya yang terang itu seketika menghilang, begitu juga dengan Lyon. Dia telah menghilang dari penjara.
Di saat hampir bersamaan ketika Lyon menghilang, dia kembali muncul dan itu di luar penjara. Pedangnya langsung menusuk bongkahan baru besar yang ada di sana. Sesudah itu, Lyon pun segera mengatur lagi pijakan kakinya dan melihat ke sekitarnya. Ekspresi wajahnya berubah menjadi senang.
__ADS_1
"Berhasil ... aku berhasil," gumamnya pelan. Tidak salah lagi, dia telah bebas dari penjara itu.
"Hahahahahahaha ...!"
Lyon langsung meluapkan kebahagiaannya. Dia tidak perlu lagi menguras staminanya untuk hal yang tidak perlu. Dia pun tertawa dengan sekeras-kerasnya. Namun dia tertawa secara berlebihan hingga membuatnya terbatuk-batuk.
"Hohkokhok!!! Hohkhokkk!!! Hokhokkkh!!!"
"Huh, huh, huh ... kukira aku akan mati."
Sekarang Lyon mulai memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Baiklah, sekarang bagaimana aku bisa melawan kedua Vampir mengerikan itu dan menyelamatkan mereka dari sana. Kalau aku sampai sana yang bisa aku langsung mati dibuatnya. Alakah aku harus menunggu mereka?
"Tapi, alau aku tidak segera ke sana, malah mereka yang akan mati. Tidak ada pilihan lain, aku harus mengerahkan semuanya. Akan ku keluarkan semua kartu As-ku."
Lyon mengambil beberapa ramuan dari tasnya dan langsung meminumnya. Itu adalah ramuan peningkatan status. Setelah itu dia menggunakan keterampilan Receive Master dan mendapatkan kemampuan mereset keterampilan. Itu sangat berguna baginya. Lalu dia mempersiapkan yang lainnya hingga dia sudah merasa kalau persiapannya cukup. Tinggal satu hal lagi.
Lyon sedang memegang sebuah inti kegelapan yang amat kuat dan memandanginya. Itu adalah inti iblis Creazer.
"Tidak ada pilihan lain, aku harus menggunakan benda ini untuk memperoleh kekuatan besar. Walaupun pendahuluku sudah melarangnya, tapi saat ini kekuatan ku masih belum cukup. Ah, aku tidak peduli, yang penting aku bisa berimbang dengan kedua Vampir itu."
Dia pun langsung menancapkan inti tersebut ke dadanya. Perlahan Lyon ditutupi oleh aura kegelapan hingga akhirnya menjadi sebuah bola hitam berukuran manusia. Setelah itu bola itu pun meledak. Ledakan besar dengan petir yang menyambar ke atas langit. Bola tersebut menghilang dan memperlihatkan Lyon sudah berubah menjadi Half Demon. Seluruh saatnya naik secara drastis.
Tapi, sesaat setelah perubahan itu Lyon tiba-tiba terduduk. Dia merasakan sebuah tekanan yang begitu hebat. Tekanan ini tidak ia rasakan ketika pertama kali dia menggunkan mode ini. Baru kali ini dia merasakannya. Lalu setelah itu pandangannya juga menjadi kabur. Rasanya dia mau pingsan saja.
Argh! Apa yang terjadi ....
Tidak berapa lama pemberitahuan masuk ke panel layarnya.
[Penggunaan Half Demon membebani diri diakibatkan kondisi Anda sedang dalam keadaan kritis. Tingkat kesadaran Anda menurun hingga ke 40%. Disarankan untuk segera membatalkan mode ini dan beristirahat atau kondisi Anda semakin memburuk.]
Rupanya temenan berat yang dia terima diakibatkan karena kondisi mentalnya yang buruk. Memang dia tidak pernah keluar dari permainan gara-gara kejebak di dalam Quest kelasnya. Tapi dia tidak menyangka akan seberat ini efeknya. Kesadaran yang biasanya berasa di angka 100% kini turun ke 40%. Benar benar berada di dalam kondisi yang buruk.
Sial, disaat begini pemberitahuan itu muncul. Aku tidak bisa membatalkan mode ini karena Quest yang kupertahankan akan menjadi sia-sia. Aku harus menahannya sedikit lebih lama. Setengah jam itu tidaklah lama. Aku pasti bisa bertahan.
Lyon tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Jika tidak, maka skenario terburuk akan tercipta dan kekacauan pun akan datang serta perjuangannya dalam mempertahankan Quest ini akan menjadi sia-sia. Tentu saja semua bab yang telah ditulis oleh Author juga akan berasa sia-sia. Siapa coba yang senang nulis panjang lebar eh, alurnya malah belok sendiri.
Jadi, Lyon pun mencoba mengatur pernapasannya dan mulai menenangkan pikirkannya. Dia pun mulai fokus. Pandangannya yang pada awalnya terlihat kabur, kini sudah perlahan kembali normal.
Kurasa ini sudah cukup.
Lyon pun kembali melihat ke depan kemudian bergumam, "Baiklah, sebelum ke sana, aku harus memberikan serangan pengalih perhatian." Lalu Lyon mengangkat tangannya ke atas dan mengaktifkan salah satu keterampilan Half Demon-nya.
"Dark Star!!"
Ratusan bola sihir tercipta di atas sana. Tanpa membuang banyak waktu, Lyon segera melesatkan semua bola sihir itu ke tempat Emertas dan Selestical berada. Setelahnya, Lyon mengaktifkan keterampilan lainnya.
"Dark Aura Speed!!!"
__ADS_1
Keterampilan khusus yang meningkatkan kelincahannya. Lyon segera bersiap membentuk sikap kuda-kuda dan kemudian melesat dengan begitu cepat, pergi dari tempat itu.
Sebentar lagi pertarungan besar akan terjadi antara Lyon melawan raja dan ratu Vampire. Akankah Lyon dapat memenangkan pertarungan ataukah dia hanya bertahan atau malah kalah, mari kita lihat saja nanti.