
Chapter 421 Pertemuan Dengan Forgotten Person.
Lyon begitu terkejut dengan kejadian yang kali ini yang sedang menimpa dirinya. Aura dari Kristal yang dia pegang, dengan cepat menyebar ke tangannya, lalu perlahan mengelilingi tubuhnya. Tidak hanya itu saja, dia juga menerima beberapa pemberitahuan yang tidak terduga.
[Anda telah menyentuh High Mana Crystal. Anda mendapatkan regenerasi Mana serta bonus 20.000 poin Mana maksimum dengan durasi 15 menit.]
Dia tidak menduga jika itu adalah Kristal unik. Dia mendapatkan regenerasi Mana serta penambahan pada bar Mana maksimumnya. Ini adalah material spesial baginya. Lyon lalu melepaskan genggamannya. Durasi yang diperlihatkan pada status mulai menunjukkan perubahan, waktunya mulai berjalan mundur. Lyon pun kembali memegang kristal itu lagi. Statusnya kembali diperbarui dengan waktu durasi yang kembali ke keadaan semula.
Kurasa aku mendapatkan material yang berharga .... Hanya dengan menyentuhnya saja, aku bisa mendapatkan status bagus seperti ini. Hm, jika aku memberikan ini kepada anggota Guild ku agar untuk dibuatkan sesuatu dengan material ini, pasti manfaat yang berada di dalam material ini dapat berkembang lebih baik lagi. Hehehe, ini bagus ....
Di dalam pikiran Lyon, dia sudah bisa melihat bagaimana keuntungan jika dia bisa menguasai tempat ini. Dengan kemampuan material sespesial ini pasti akan sangat menguntungkannya. Setiap pemain di dalam sebuah pertarungan pasti membutuhkan manfaat dari regenerasi Mana agar dapat mengembalikan bar Mana mereka guna bisa menggunakan kembali keterampilan mereka segera mungkin. Jika dia bisa memanfaatkan Kristal ini, misal dikerjakan oleh para pemain Blackmisth Guild-nya, mereka pasti memaksimalkan efeknya dan bahkan membuatkan sebuah barang yang mampu dipergunakan atau pun dijual. Dia harus bisa secepatnya menguasai tempat ini untuk dirinya.
Lyon pun segera membuka panel pesan dan mengirimkan pesan kepada adiknya yang berada di luar sana. Pesan itu bertuliskan jika dia(Ruby) harus menjaga dan tidak membiarkan para pemain untuk masuk ke dalam dengan alasan ada monster kuat di dalam gua ini. Sekalian dia juga mengirimkan pesan kepada Snowly soal hal ini. Dia tidak bisa berharap banyak kepada Ruby.
Heh ... kali ini aku harus mengandalkan mereka berdua. Semoga saja mereka mengerjakan tugas mereka dengan baik.
**
Di luar sana.
"'"Acching!!""
Ruby dan Snowly secara bersamaan bersin. Mereka berdua bingung kenapa hal itu terjadi di saat bersamaan. Mereka saling memandangi satu sama lain dengan tatapan penuh kebingungan.
"Kenapa kita tiba-tiba bersin yah ...?"ucap Snowly dengan bingung.
Ruby juga menanyakan hal yang sama, "Kenapa yah .... Ah! ini pasti ada seseorang yang membicarakan kita!"
"Ruby, kamu masih percaya dengan takhayul seperti itu?" tanyanya lagi.
"Kan biasanya begitu. Aku melihat banyak di adegan film pasti kalau mereka bersin, ada adegan kalau orang lain tengah membiarkan kita."
"Tapi, itu kan hanya film, di dunia nyata pasti tidak akan terjadi."
"Ah biarlah. Terasa lebih menyenangkan lagi kalau kita menganggapnya begitu."
Lalu tidak Lalu berapa lama, muncul sebuah pemberitahuan pesan masuk di hadapan mereka. Pesan itu berasal dari Lyon.
"Kenapa kakak mengirimkan pesan kepada kita?" ucap Ruby dengan nada bertanya.
"Aku juga tidak tahu. Tapi, kita akan tahu setelah membacanya."
Mereka pun membuka pesan tersebut secara bersamaan dan mulai membacanya. Sesaat, akhirnya mereka telah selesai membaca hingga tuntas. Ruby seketika menghela nafas dengan lega sembari memegangi dadanya.
"Huf ... untung saja kita tidak ikut ke dalam sana. Kita tidak jadi mendapatkan masalah."
Ruby memang merasa lega, tapi Snowly tidak. Dia cukup khawatir ketika melihat pesan Lyon yang begitu dramatis. Dengan cepat dia merangkul Ruby, kemudian menyeretnya.
"Ruby, kita harus membantu Lyon di dalam sana. Dia pasti sangat kerepotan. Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Lyon."
Secara refleks Ruby menguatkan kedua kakinya, mencoba untuk menghentikan jalannya Snowly. "Snowly, berhenti! Kan kamu sudah melihat pesan itu. Kakak mengatakan jangan sampai ada orang yang masuk di dalam gua. Dia pasti tidak ingin melibatkan banyak orang hanya untuk menyelesaikan masalahnya. Jadi, kita harus menuruti apa yang dia katakan dan mengerjakan tugas yang diberikan."
Snowly pun berhenti. Memang apa yang dikatakan oleh Ruby itu ada benarnya. Kemungkinan alasan Lyon mengirimkan pesan ini agar tidak membiarkan orang-orang terlibat di dalam masalahnya. Dia ingin menanggung semua sendirian karena itu adalah tugasnya. Yah, sebenarnya ini bukan seperti Lyon yang biasanya, yang dimana dia selalu memanfaatkan orang-orang demi keuntungannya sendiri. Dia pun berpikir kalau dia sudah berubah.
"Kurasa apa yang kamu katakan itu benar, Ruby. Kita harus percaya kepada Lyon."
Ruby sekali lagi merasa lega. Satu pendatang masalah telah berhasil dia singkirkan. Dengan semangat dia berkata, "Nah, begitu dong. Percayalah kepada Lyon. Dia pasti bisa menyelesaikan masalahnya. Sementara menunggu dia, kita akan menjalankan tugas kita juga."
"Mm, baik, mari kita lakukan."
Snowly dan Ruby telah sampai pada kesimpulan dengan mempercayakan Lyon dan melakukan tugas yang ada. Mereka segera bergegas menuju ke pintu gua untuk mengumumkan pesan Lyon.
__ADS_1
**
Kembali kepada Lyon.
Beberapa saat setelah pesan itu telah terkirim. Lyon dengan cepat mengambil pedangnya dan mulai memukul Kristal yang ada di sana. Ada beberapa cara untuk menambang material, salah satunya adalah menggunakan senjata. Tapi ini digunakan jika material yang ingin diambil memang harus diambil. Kalau memang belum, dia harus menggunakan Beliung agar mereka bisa menambangnya. Ada juga kekurangan jika mereka memakai senjata untuk menambang. Material yang diperoleh tidak akan lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan Beliung.
Pada Beliung juga beberapa dari mereka yang memiliki efek yang bisa menambah hasil kristal yang diperoleh. Selain Beliung, setidaknya mereka yang menambang harus mempunyai kemampuan pasif Mining supaya kegiatan tambang-menambang bisa dilakukan lebih leluasa lagi. Untuk saat ini Lyon tidak mempunyai Beliung, apalagi kemampuan pasif soal menambang. Jadi mau tidak mau dia harus menggunakan pedangnya dulu. Dia tidak ingin mengambil semua kristal yang ada di sini, hanya beberapa saja dijadikan sampel untuk para anggotanya, apakah mereka bisa menyulap bahan ini menjadi sesuatu yang dia pikirkan atau tidak.
"Oohh~ Kalian semua wahai kristal cantikku~ Jatuhlah sebanyak-banyaknya. Semua keuntungan ku~ Datanglah kepadaku~~"
Lyon bernyanyi dengan riang walau dia tidak sadar jika nada suaranya sangat berantakan. Dia tidak peduli dan meluapkan rasa senangnya.
Pada saat dia sedang sibuk menambang, terdengar suara Vincle yang tengah memanggilnya. "Tuan Lyon ....! Tuan Lyon ...! Oh, Tuan Lyon ...!" Beberapa panggilan yang menyebutkan namanya, membuat Lyon tersadar. Dia berhenti mengayunkan pedangnya, lalu berdiri tegak menghadap ke sumber suara tersebut.
"Ya! Ada apa Tuan Vincle ...?"
"Coba Anda lihat ini Tuan Lyon ...!" teriak Vincle dari kejauhan.
Karena merasa penasaran Lyon pun meninggalkan tugasnya dan pergi menuju ke tempat Vincle berada. Jarak tempat Vincle tidak terlalu jauh sehingga Lyon hanya membutuhkan waktu singkat untuk tiba di sana. Ketika dia sudah berada di sampingnya, Vincle tidak menoleh ke arahnya. Jadi Lyon pun mencoba untuk bertanya kepadanya sembari melihat ke tempat yang sedang dia perhatikan.
"Tuan Vincle, apa yang ingin Anda tun-!"
Namun belum selesai Lyon bertanya, kata-katanya terhenti. Tentu ini karena ada alasan tertentu. Tepatnya, ketika dia melihat yang ingin diperlihatkan Vincle tadi. Dari kedua matanya dia melihat sesuatu yang merupakan tujuan dari kedatangannya ke sini. Dia tidak bisa berhenti untuk menatap tempat itu.
Sesaat Vincle pun berkata kepada Lyon, "Tuan Lyon, mungkin ini adalah Monumen yang sedang Anda cari itu ...."
...[Anda telah menemukan Monumen batu yang ditinggalkan oleh pewaris pendahuluku Anda. Sekarang, periksa Monumen ini dan temukan apa dia tinggalkan lagi.]...
Wajah Lyon kembali jelek. Heh, ku kira aku telah menyelesaikan Quest itu, rupanya masih ada lagi. Kenapa coba Quest ini harus bercabang-cabang seperti ini. Sungguh merepotkan! Dia tidak menyangka jika Quest ini masih tetap berjalan. Ada banyak cabang-cabang yang harus dia selesaikan. Itu sungguh merepotkan baginya. Aku sudah sejauh ini, lebih baik kalau aku segera menyelesaikannya. Lagi pula aku sudah mendapatkan keuntungan dari tambang ini. Lyon menghilangkan meng kekesalannya sejenak. Dia berpikir jika dia sudah sejauh ini dan jika dia mundur maka semuanya akan sia-sia. Dan lagi, dia juga telah menemukan "uang" di dalam gua ini. Jadi dia harus merelakan soal cabang Quest ini.
Lyon terus berjalan dan mengelilingi Monumen. Dia memeriksa satu persatu batu yang ada dan melihat setiap tulisan yang diukir di batu-batu itu. Lyon tidak bisa membaca tulisan aneh yang tertulis di sana. Hanya ada huruf aneh dan simbol-simbol yang juga aneh. Dia sempat berpikir kalau itu adalah tulisan kuno yang tidak dia ketahui. Jadi dia hanya sepintas melihat lalu pergi ke batu lain lalu melakukan hal yang sama lagi. Dia akan berhenti ketika menemukan sesuatu yang aneh (meski semua ya memang aneh, tapi masih belum memicu Quest-nya).
"!"
Lyon Kembali berhenti ketika melihat salah satu batu yang berdiri di sana. Batu itu berbeda dari batu-bar lainnya. Ada banyak ukiran dan simbol yang tergambar di permukaannya. Hal itu pun menarik perhatiannya. Dia segera berjalan pun mele ati batu yang ada di sekitarnya ke arah batu tersebut. Beberapa saat Lyon sudah sampai di sana. Dia memandangi batu itu, melihat ke sekelilingnya.
"Hm, kurasa hanya batu ini yang terlihat berbeda jika dibandingkan dengan setiap batu yang aku temui."
Tidak berapa lama Vincle juga datang. Dia pun berjalan dan berdiri di samping Lyon. "Tuan Lyon, apakah ini tempat "Monumen" yang Anda cari??"
"Hm, aku pun tidak tahu."
Lyon kemudian berjalan mendekati Batu tersebut dan menggerakkan tangannya secara refleks menyentuh permukaannya. Tiba-tiba aura hijau misterius menyebar. Hal itu mengejutkan Lyon dan Vincle sebab tekanan yang diberikan cukup kuat walaupun itu hanya sementara. Sesaat, pemberitahuan sistem kembali terdengar.
...[Tulisan Monumen Batu milik "The Forgotten Person"...
...[Kejahatan yang terlahir dari awal ini dibentuk. Terbuat dari kumpulan jiwa kegelapan yang telah terpisah daro "Awal" sebenarnya dan terlempar ke dunia ini, meracuni kebaikan yang sudah tertanam dengan baik....
...Kejahatan tidak bisa menghilang. Seluruh tindakan jahat yang dilakukan oleh setiap makhluk di dunia ini akan menjadi kekuatan bagi sang "Awal" dari kejahatan itu....
...Setiap detik, setiap menit, setiap jam, hari, minggu, tahun, abad hingga seterusnya, kejahatan akan terus mengisi hatinya dan membuatnya semakin kuat....
...Kejahatan itu abadi.]...
__ADS_1
Lyon kebingungan akan tulisan yang muncul dari panel layarnya. Ini hanya sebuah tulisan yang berisikan tentang "Kejahatan". Tulisan yang terlihat buruk dan tidak baik untuk dibaca bagi orang umum. Seperti dongeng seram yang mengancam seorang anak kecil. Tapi, dari kata-katanya ada banyak misteri seperti apa itu "Awal" dan apa yang dimaksud yang membuat "dia" kuat dengan kekuatan kejahatan itu. Tapi, semua itu belum sempat dia pikirkan karena pemberitahuan lain telah masuk.
...[Anda akan memasuki alam lain.]...
Seluruh pandangan Lyon berubah menjadi putih. Di sekelilingnya hanya ada ruang putih, hanya warna putih yang dia lihat.
"Hah, aku dimana??" tanyanya dengan panik. Lyon melirik ke kiri dan kanan secara bergantian memastikan lokasi dia saat ini. Namun semua itu rasanya sia-sia. Dia pun mengingat soal Vincle yang sedang berdiri di dekatnya tadi. "Tuan Vincle, dimana Anda!? Oi ... Tuan Vincle ...!" Dia terus mencari Vincle. Beberapa lama, dia masih belum menemukannya. Tidak ada Vincle di dalam ruangan ini.
Di saat Lyon sedang sibuk mencari, tanpa dia sadari ada seseorang yang entah dari mana muncul dari belakangnya. Orang itu perlahan menyentuh pundaknya lalu berbicara kepada dia, "Selamat datang, wahai Anak Muda~"
Saat pundaknya itu disentuh seraya ucapan asing terdengar, Lyon seketika membalikkan badannya 180°, dan melesat mundur, menjauhinya. "Siapa kamu?!" ucapnya spontan yang bertanya kepada orang itu. Sembari menunggu jawabannya, Lyon sekilas melihat seluruh tubuhnya. Itu adalah orang dewasa yang memiliki rambut acak coklat pirang, kedua mata berwarna hijau terang seperti Emerald, wajahnya yang sedikit berewokan, serta pandangan yang terlihat seperti orang malas. Pakaian yang dia kenakan dari atas ke bawah terlihat seperti pakaian para petualang. Dia juga mempunyai jubah yang terurai panjang hingga betisnya.
Sesaat kemudian, orang itu menjawab, "Apakah kamu tidak mengenalku? Sepertinya kamu belum menemukan identitas diriku. Huf ... apakah memang benar orang-orang di luar sana telah melupakanku seperti yang dikatakan dia? Dasar gadis sialan. Dia memang membuat diriku dilupakan."
Orang itu malah menggerutu tidak jelas. Lyon pun bingung dengan apa yang dikatakan olehnya. "Hei, saya bertanya, siapa kamu sebenarnya?" tanya lagi dia.
Orang itu langsung tersadar dan secara refleks menggaruk-garukkan kepalanya. "Oh, maaf-maaf ... saya hanya sedikit kesal saja tadi. Baiklah perkenalkan, saya adalah orang pendahulumu, orang yang mewarisi kekuatan yang sama denganmu."
Dia? Dia adalah pewaris pendahuluku?? Lyon sempat tidak percaya kalau orang yang dihadapannya saat ini adalah pendahulu dari kelas anehnya. Perwatakan orang ini sangat biasa saja menurutnya. Dia berharap jika pendahulunya itu adalah orang yang keren.
Orang itu imbalan berbicara, "Saya sudah melihat salah satu dari ingatanmu kalau tidak lama ini kamu sudah berhasil mengalahkan Sang Lich legendaris yang waktu itu aku hadapi, walaupun harus menerima sekali kekalahan. Itu cukup lumayan untuk seorang pewaris seperti dirimu."
Lyon terkejut. "Eh, kamu melihat ingatanku?!" Dia terkejut sebab orang ini telah melihat ingatannya. Dia tidak tahu sampai dimana dia melihatnya, apalah hanya sedikit, sebagian, atau semuanya.
"Hahaha, tenang saja. Saya hanya melihat sedikit saja. Kamu tidak perlu khawatir, di sini hanya ada kita saja," ucapnya dengan santai yang mencoba menenangkan Lyon.
Meski itu cukup mengejutkannya, Lyon mulai kembali tenang. Dia masih belum tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya ini. Jadi dia ingin bertanya kepada orang itu. "Saya ingin bertanya."
Orang itu meresponsnya, “Iya, bertanyalah. Saya akan mencoba untuk menjawab semampu saya."
Dia sudah diizinkan untuk bertanya. Jadi Lyon pun segera mengajukan pertanyaan yang tertumpuk di dalam pikirannya.
__ADS_1