
Chapter 390 :Pertarungan Yang Berlanjut.
Bottlomless Gap.
Apakah dia adalah keturunan dari raja matahari??
Gluch mengatakan kalau si Armegon, orang yang dia maksud adalah seorang keturunan dari raja matahari. Namun itu masihlah spekulasinya. Dia belum sepenuhnya yakin jika Armegon benar-benar seseorang yang sama dengan apa yang dipikirkannya. Sepertinya Gluch tahu akan sesuatu mengenai Armegon. Mungkin ada Armegon memilki suatu hubungan dengan keturunan raja matahari yanh dia maksud sebelumnya.
Ketika Gluch masih sedang berpikir, beberapa anak panah terbang dengan begitu cepat mendekatinya. Hal itu dengan cepat disadari olehnya dan segera membuat sebuah pelindung transparan. Alhasil, anak-anak panah tersebut tidak berhasil mengenainya. Walaupun anak panah tadi tidak melukainya, namun tetap saja baginya hal itu adalah sebuah gangguan.
"Mereka ini ... sungguh pengganggu ...! Saya tidak bisa fokus untuk melawannya ...."
Gluch berencana untuk membalaskan dendamnya kepada Lyon yang merupakan pewaris dari orang yang pernah membuatnya kalah di waktu dahulu, namun orang-orang yang ikut dengan Lyon sangat mengganggunya.
Tentu saja gangguan itu masih terus berlanjut. Gordon yang ada tidak jauh dari sana, kembali berlari mendatangnya. Itu adalah cara yang sama ketika dia mendatangi Gluch pertama kali. Walaupun selamanya sama, tetapi setelahnya pasti berbeda. Setelah jarak antara Gordon dan Gluch semakin dekat, dia mulai mengajukan palunya secara vertikal dan menghantam tempat Gluch berada. Dan tidak jauh dari sana, ketika Gordon tengah berlari mendekati Gluch, Armegon juga ikut bergerak. Dia berencana untuk pergi membantunya.
Ayunan demi ayunan terus dilakukan oleh Gordon, bahkan mereka sampai berpindah-pindah tempat. Tanah-tanah yang ada di sana menjadi retak dan sampai ada yang hancur. Semua serangan sudah dia lakukan, akan tetapi dia tidak berhasil mengenainya. Saat ini Gluch tengah dalam mode melayang, jadi akan sangat sulit baginya untuk mengenai tubuhnya karena pergerakannya ketika berpindah tempat menjadi lebih cepat.
Tetapi, Gordon tidak menyerah. Dia terus saja mengayunkan palunya, berharap jika salah satu dari serangannya berhasil mengenai tubuh Lich itu.
Ya, harapan tetap saja sebatas harapan. Kenyataannya berbeda. Gluch dengan mudahnya menghindari serangan yang dia berikan. Sudah sewajarnya monster setingkat Gluch menghindari serangan seperti itu.
Sekali lagi, hal itu tidak mematahkan semangat Gordon. Dia mulai mengubah pola serangannya dan segera menyerang tempat berpijak Gluch sembari mengeluarkan teknik lainnya.
"Hill Hit!"
Tiba-tiba ketika palunya sudah menghantam tanah, dalam waktu singkat retakan muncul di mana-mana, menyebar secara melingkar. Kemudian tanah yang ada di sana hancur. Gluch secara refleksi menjauh saat mengetahui jika tanah yang ada di sekitarnya hancur.
Akan tetapi, ketika dia mencoba menjauh, muncullah bongkahan tanah yang meruncing di ujungnya dan menyebar secara luas. Semua itu tepat mengarah ke Gluch. Kemunculan semua bongkahan itu sangat cepat sehingga Gluch tidak dapat menghindarinya. Dia pun terkena serangan itu secara telak. Perutnya tertunduk oleh bongkahan tanah runcing hingga menembus dirinya. Ketika Gluch terlempar jauh.
Entah keberuntungan atau tidak, tetapi arah terlemparnya Gluch tepat mengarah ke Armegon. Ini adalah kesempatan emas baginya untuk menyerang. Tanpa ada keraguan, Armegon mempercepat langkah kakinya menuju ke Gluch sembari memperkuat pegangan pedangnya.
Ketika dia sudah tiba di sana, Armegon seketika mengayunkan pedangnya dan memberikan sayatan ke tubuh Gluch. Sementara Armegon memberikan luka, Gluch masih terdiam. Dia tidak menunjukkan satu pun pergerakan. Akan tetapi, ketika ke sekian kalinya dia menebas, secara mendadak Gluch sadar dan berdiri dihadapannya dengan tangan yang sudah dilapisi oleh petir bersama hitam gelap.
__ADS_1
"Dark Lighting!"
Petir tersebut menyebar dengan begitu cepat sehingga membuat Armegon dan Gluch terjebak di dalamnya. Bahkan petir itu juga masuk ke dalam tanah, yang kemudian tanah tersebut terangkat naik karena petir yang ada di dalam tanah, berusaha untuk naik lagi. Dan sesaat, petir tersebut menyerang seluruh tubuh Armegon.
"Arghhh!!"
Rasa sakit yang begitu hebat dirasakan oleh Armegon. Sengatan kuat dari petir itu membuat dia kehilangan sebagian besar bar kesehatannya dan juga pelindung yang barusan dia terima dari Ruby. Armegon pun seketika terlempar ke belakang.
"Uh, pasti itu menyakitkan."
Gordon hanya bisa menatapi kemalangan Armegon. Ya, dia tidak bisa berbuat lebih banyak lagi karena Armegon sudah telanjur terkena serangan. Beberapa saat kemudian, Armegon telah kembali bangkit dengan luka bakar yang menjalar di sekujur tubuhnya, serta beberapa kutukan.
...[Anda terkena kutukan dari Dark Lighting, Gluch. Regenerasi kesehatan Anda dikurangi 80% selama 10 menit. Serangan dan kecepatan serangan Anda akan berkurang 20% selama 5 menit.]...
...[Segera meminta pemurnian tubuh Anda atau meminum 2 botol ramuan pemurnian.]...
"Bahkan serangannya juga memiliki efek kutukan. Ini pasti akan sangat merepotkan."
Ya, hanya dengan sebatas serangan petir sudah memberikan dampak berbahaya baginya. Kutukan yang menyertai serangan Gluch, pasti akan membuat mereka kerepotan.
Armegon segera menatap Gordon kemudian membalasnya, "Iya! Saya baik-baik saja. Ini hanya sebatas luka kecil saja."
"Oh, begitu yah. Syukurlah..." Gordon merasa sedikit lega ketika mendengar bahwa keadaan Armegon baik-baik saja. Jadi, dia pun kembali menatap si Gluch dan berkata, Ya, beristirahatlah dan pulihkan dirimu sebentar, Tuan Armegon. Biar saya yang menghadapinya lagi."
Di saat bersamaan puluhan anak panah melesat di atasnya, kemudian diikuti dengan satu buah anak panah yang memiliki ukuran yang lebih besar serta lebih cepat. Semua anak panah itu mengarah ke Gluch.
Tetapi, puluhan anak panah itu hanya bisa menancap di pelindung transparan buatan Gluch. Tidak dari semua anak-anak tersebut yang berhasil menyentuh dirinya.
"Bamm!! Byar!!!"
Satu panah yang tadinya mengikuti puluhan anak panah lainnya memberikan dampak yang berbeda. Setelah ujung dari panah tersebut menyentuh pelindung itu, tekanan hebat tercipta di sana. Pelindung itu menjadi retak, dan semakin membesar. Bahkan akibat dari panah itu, Gluch sampai dibuat termundur olehnya. Dia termundur hingga belasan meter ke belakang.
Mengapa panah ini begitu kuat?!
__ADS_1
Gluch terkejut pada saat satu panah yang berhasil merusak pelindungnya dan sampai memaksa dia untuk berpindah tempat. Serangan itu berbeda dari puluhan anak panah sebelumnya. Serangan ini lebih kuat. Dia merasa jika ini bukanlah berasap dari orang biasa.
Dan Gordon yang sudah melihatnya, mulai berkata, "Bahkan dengan serangan itu, pelindung si Lich itu hanya sebatas retak. Dia bukanlah lawan yang mudah." Gordon pun mempersiapkan dirinya dan segera melesat maju, menghampiri Gluch.
Sekali lagi Gordon dan Gluch saling berbentrokan. Pertarungan mereka terjadi lebih intens lagi, tetapi kali ini Gordon yang memimpin. Dia sudah menemukan di mana batasan kekuatan yang perlu dia keluarkan untuk melawan Gluch. Gordon mengerahkan semua kemampuannya dan terus mengayunkan palunya sedemikian kali, hanya untuk mengenainya.
Ya, usaha yang dilakukan dengan penuh niat dan pantang menyerah akan membuahkan hasil. Gordon pun telah menemukan celah dan sesegera mungkin mengisi celah tersebut dengan serangannya. Gluch pun terkena pukulan palunya secara hebat hingga dia tidak berdaya. Total Gordon memberikan lima serangan dan melemparnya jauh setelah melakukan serangan ke-lima.
Gluch pun mau tidak mau harus terhempas dari sana. Dia melayang hingga pada akhirnya terguling-guling di atas tanah, terseret, kemudian berhenti.
"Ah, sialan ...! Mengapa manusia itu bisa mengenaiku!!"
Perlahan Gluch mulai mengembangkan dirinya dan berdiri kembali. tetapi, pada saat dia sudah berdiri, dia merasakan sesuatu. Kekuatan lain yang besar, muncul dari belakang dirinya. Sejenak dia pun terdiam, kemudian berbalik untuk memastikan apa yang dia rasakan itu benar atau tidak.
Pada saat dia berbalik, Gluch tidak bisa tidak merasa terkejut. Kedua matanya melebar ketika memandangi apa yang dia lihat. Ya, yang sedang Gluch lihat saat ini adalah Ardes yang sudah berada di belakangnya dengan posisi tangan terkepal erat, yang siap untuk di arahkan kepadanya.
Sejak kapan dia berada di sini?!
Entah mengapa Ardes tiba-tiba sudah berdiri tepat di belakangnya. Itu membuatnya bingung sekaligus panik.
Ardes yang berada di belakangnya, tanpa ragu-ragu mengarahkan telapak tiangnya yang sudah dikapalkan, menuju ke Gluch. Seketika sebuah pukulan hebat terjadi di sana.
"Bom!"
Pukulan yang begitu kuat sehingga membuat tanah-tanah menjadi retak serta aura hijau yang langsung menyebar ketika dia sudah memukul. Kabut-kabut pun seketika bermunculan dan menutupi area tempat Ardes memukul.
Sejenak, kabut yang melayang, tampak tenang. Akan tetapi ada kabut di samping tangan Ardes yang menunjukkan pergerakan aneh. Pergelaran tersebut diikuti dengan munculnya cahaya ungu kegelapan yang lama kelamaan bersinar terang.
"Shingg!!!"
Cahaya tadi menciptakan sebuah laser petir berwarna ungu kegelapan yang mengarah ke langit. Serangan itu seketika membuat Ardes terkejut. Serangan tersebut terjadi begitu cepat sehingga membuatnya tidak sempat untuk menghindar. Jadi, di bagian sekitar leher dan sedikit dari kepalanya terkena dampak dari serangan tersebut.
Armegon segera menarik tangan satunya dan kemudian menggantinya dengan tangan lainnya, memukul lagi ke tempat cahaya itu muncul. Dentuman besar kembali terdengar dari sana. Hal itu juga menyebabkan kabut yang ada di sana menghilang. Sosok dari Gluch juga sudah sepenuhnya kelihatan. Tanpa menunggu lebih lama, Ardes segera menggunakan tangan satunya lagi dan menghempasnya dari sana.
"Rasakan ini!!"
__ADS_1
Sekali lagi Gluch pun terlempar jauh darinya.