
Chapter 385 : Memulai Rencana.
Bottlomless Gap.
"Gledek!!"
"Gledek!!!"
"Bam!!!"
Suara guntur, petir serta kilat-kilat berwarna ungu kehitaman dengan berbagai ukuran terus bermunculan dari balik awan hitam yang menutupi seluruh langit. Mereka semua terus menyambar tempat secara acak, namun tetap berada di area yang sama. Tepat di antara tempat sambaran mereka, terdapat puluhan ribuan pasukan Undead yang di mana mereka adalah pasukan tingkat tinggi, di mulai dari Death Knight, Dullahan, Giant Skeleton, Witch, dan lain sebagainya, tengah berjalan di bawah pimpinan Gluch, Sang Lich, Pemimpin dari para Undead-Undead ini.
Sementara itu, jauh di seberang sana, tepatnya di tempat Lyon berada, saat ini Lyon tengah memperhatikan kumpulan petir hitam yang terus terusan menyambar, turun dari langit dengan membawa ribuan Undead tingkat atas. Wajah Lyon pun perlahan menjadi jelek, dan bertambah jelek ketika dia mendengarkan ucapan Ardes.
"Tuan Lyon, saya merasa jika aura kuat ini berasal dari si Lich... Ya, karena hanya aura ini saja yang bisa membuatku gelisah. Berarti di antara pasukan itu, si Lich juga berada di sana. Sepertinya mereka sedang menuju ke tempat kita berada."
"Heh! Tuan Ardes, apa yang kamu katakan?! Si Lich.... Sial, mengapa kita malah harus bertemu dengan si dia. Seharusnya si Lich itu adalah hidangan penutup nanti."
"Jadi, bagaimana Tuan Lyon, apakah kita akan mundur atau menyerangnya??"
"Cih, sial .... Karena sudah begini, apa boleh buat. Saya harus mengubah rencana sepenuhnya. Kita akan melawannya. Jangan sampai ada orang lain yang mendapatkannya. Dia adalah target utama."
"Kalau begitu kita akan bergerak maju."
"Tunggu sebentar. Pertama, kita akan mundur dahulu. Saya harus membawa beberapa orang guna membantu kita."
"Jadi, ke mana saya harus pergi??"
"Hm... Ah! Kita ke sana dahulu."
"Baiklah."
Akhirnya mereka pun mundur dari tempatnya, menuju ke tempat yang Lyon maksud. tetapi, bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana Lyon dan Ardes tiba-tiba nyasar dan menemukan Rombongan Lich? Mari kita putar kembali waktu ke beberapa menit sebelum kejadian ini berlangsung.
**
Beberapa menit sebelumnya.
Sesudah mendapatkan seluruh barang jarahan yang dijatuhkan oleh Giant Skull serta beberapa ide brilian yang terlontar dengan rapi di otaknya, Lyon pun berjalan kembali ke tempat Ardes berada. Dia berencana untuk memberitahukan Ardes tentang rencana yang dia pikirkan sebelumnya. Beberapa saat, Lyon pun telah tiba. Ardes yang melihat kedatangannya, langsung menyapanya duluan.
"Oh, Tuan Lyon, Anda sudah kembali yah.... Bagaimana dengan monster itu, apakah Anda berhasil mengalahkannya?"
"Ah, dia yah..." Lyon semenjak memandang ke belakang, menatap tempat yang dia pijak sebelumnya. "Monster itu adalah hal yang mudah untuk dihadapi, dan Anda juga telah membantu saya untuk membuatnya sekarat, jadi mengalahkannya tidak memerlukan kekuatan lebih."
"Hm, baguslah kalau begitu."
Sesudah itu, Lyon pun mulai memberitahukan apa yang ingin dia sampaikan, "Tuan Ardes, saya telah membuat beberapa rencana yang akan kita lakukan setelah ini. Saya harap Anda ingin mendengarkan dan setuju dengan hal ini."
"Hm, beberapa rencana?" balas Ardes yang bertanya-tanya. "Baiklah, akan saya dengarkan."
__ADS_1
Ardes tanpa ada rasa ragu menyetujuinya. Dia sudah tidak ragu lagi dengan rencana Lyon karena dia sudah tahu setiap rencana yang dia buat, kartu akan membuat hasil yang memuaskan, begitu juga dengan yang ini. Jadi, dia pun memutuskan untuk mendengarkannya.
Perlahan Ardes mulai sedikit menunduk, berusaha mendekatkan kepalanya ke Lyon agar dia bisa lebih mudah menyerap apa yang dia katakan. Sesaat, Lyon mulai berbicara, soal apa yang dia rencanakan. Semua itu hanya berlangsung tidak sampai 10 menit. Ardes mendengarkan dan menyimak siapa perkataan yang dilontarkan oleh Lyon dengan baik.
Jadi, setelah selesai mendengarkan rencana yang Lyon maksud sebelumnya, Ardes kembali ke posisi semula dan mulai mengajukan beberapa pernyataan yang sudah dua simpulkan sebelumnya,
"Jadi... untuk yang pertama, kita akan mencari semua monster tingkat atas panggilan si Lich itu dan mengalahkannya, kemudian setelah itu kita akan menghabisinya, benar kan??"
"Em, itu benar. Kita akan menelusuri seluruh tempat ini dan mengalahkan semua monster-monster itu. Ya, ini akan membuat kita semakin diuntungkan. Dengan kalahnya mereka, korban yang ada di sisi kita akan dapat diminimalisir."
"Dan juga, si Lich itu sampai saat ini masih belum menunjukkan pergerakannya. Ini akan menjadi kesempatan kita mengurangi kekuatan tempur mereka sebelum kita menghadapinya," tambahnya yang memberikan penjelasan lanjutan.
Lyon menjelaskan jika mereka akan menelusuri tempat di setiap medan pertempuran yang di mana tempat tersebut terdapat salah satu monster tingkat legendaris yang merupakan monster ciptaan si Lich. Mereka berencana mengalahkan mereka satu persatu hingga pada akhirnya mereka semua kalah. Semua itu dilakukan agar korban yang ada di sisi mereka dapat diminimalisir. Semenjak kemunculan mereka, Medan Pertempuran ini menjadi sedikit kacau. Kalau dibiarkan lebih lama lagi, maka sesuatu yang buruk pasti akan terjadi. Nah, sekalian juga kekuatan tempur yang berada dipihak Undead akan berkurang. Jelas itu akan menguntungkan mereka.
Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Ardes ketika mendengarkan penjelasan Lyon. Dia tidak tahu niat terselubung dari rencana ini. Bisa dibilang Lyon telah mengendalikan Ardes sebagian senjata tempur pribadinya.
"Baiklah, saya suka dengan rencana Anda. Kalau begitu tanpa membuang lebih banyak waktu, mari kita pergi memburu mereka."
Tanpa berpikir panjang, Ardes langsung menyetujui rencana Lyon. Jelas, itu adalah rencana yang bagus menurutnya, bagaimana dia bisa menolak terencana yang begitu bagus, apalagi Lyon yang mengajukannya. Dia sudah memikirkan mereka akan diunggulkan dalam perang ini.
Hehe, semuanya berjalan sesuai dengan hadapanku. Tidak lama lagi keuntungan besar akan mendatangiku. Ah, aku tidak sabar lagi melihat tumpukan barang legendaris yang akan menghiasi isi tasku....
Saat itu juga Ardes pergi menatap Lyon. Dia mulai merasa jika ada yang salah dengan tingkah Lyon. Jadi, dia pun mencoba bertanya kepadanya,
"Tuan Lyon, mengapa dengan Anda? apakah Anda baik-baik saja??"
Hal itu sontak membuat Lyon kembali tersadar. Dengan cepat ekspresi wajahnya yang semula menunjukkan niat licik dan jahat, berubah menjadi wajah panik dengan tetesan keringat dingin yang muncul di dahinya.
"Eh, itu... s-saya tidak apa-apa kok. Ya! Saya tadi cuman sedikit mengkhayal saja. Sudahlah sekarang naikkan saya ke atas, dan kita langsung pergi."
Seusai Lyon memberikan alasannya, dia langsung memotongnya dengan alasan harus bergerak secepat mungkin. Dan benar saja, Ardes mulai melupakan apa yang terjadi dan mengangkat Lyon, menuju ke atas kepalanya dan mereka mulai berjalan.
**
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
Setelah menyusuri sebagian tempat yang ada di sekitar area Pertempuran, mereka tidak menemukan hasil. Tidak ada tanda-tanda sebuah pertempuran yang melibatkan monster tingkat legendaris yang terjadi di sana, hanya terlihat bentrokan antara Undead, NPC-NPC, dan para Pemain.
"Hm, di sini juga tidak ada. Apakah jarak penelusuran kami tidak jauh??"
Karena hanya berselang beberapa menit mencari-cari, mungkin saja mereka tidak menemukan monster yang dicari cari. Lyon berpikir jika jarak penelusuran mereka masih belum jauh.
"Ah, coba aku hubungi DeathNight. Dia kan ada di sini. Mungkin saja dia tahu di mana letak lokasi dari sisa-sisa monster itu."
Lyon kepikiran dengan DeathNight karena dia pasti ada di sini, ikuti serta berpartisipasi di dalam pertempuran dan dia juga sudah ada sejak perempuan ini di mulai. Jadi kemungkinan besar dia tahu letak lokasi pasti dari sisa monster yang ada karena dia pasti menerima informasi dari Pemain lain. Lyon segera membuka panel layarnya dan mencari profil DeathNight, kemudian menuliskan pesan kepadanya.
"Gledek!"
"Boom!!"
"Gledek!!"
....
Ketika Lyon sedang fokus dengan layar yang ada di hadapannya, ada suara-suara yang mengganggu telinganya hingga membuatnya tidak bisa fokus. Suara tersebut mana-mana semakin besar dan semakin banyak.
"Ah, suara apaan sih ini....!"
Lyon segera mengalihkan pandangannya dan segera mencari sumber dari suara yang mengganggunya. Tidak lama setelah itu, akhirnya dia pun telah menemukannya. Lyon melihat awan yang ada tidak jauh dari tempatnya berada, terus jatuhi oleh petir-petir serta kabut yang memenuhi tempat di tanah yang ada di sana.
Hm, mengapa kumpulan petir-petir itu rasanya agak aneh??
Lyon merasa jika terdapat banyak petir yang terus menjabat pada tempat tertentu adalah hal yang aneh. Pasti di baliknya ada sesuatu yang mencurigakan. tetapi, kecurigaan itu hilang dari pikirannya ketika sesuatu terbesit ke dalam kepalanya.
Jangan-jangan di sana ada salah satu dari monster peringkat legendaris! Ah, beruntungnya aku... tanpa ada angin, mereka malah mendatangiku. Ini bagus, aku tidak perlu repot-repot mencari mereka.
Yang Lyon pikirkan kalau itu adalah salah satu monster yang menjadi incarannya. Tentu dia sangat senang. Keberuntungan berada dipihaknya. Dia tidak perlu repot-repot untuk berjalan lebih jauh untuk mencari mereka sebab merekalah yang mendatanginya.
Lyon pun langsung pergi memerintahkan Ardes sembari mengarahkan telunjuk jarinya ke depan dari posisi tubuhnya, "Tuan Ardes, kita akan pergi menuju ke tempat kumpulan petir yang ada di depan sana. Saya rasa salah satu dari monster yang kita cari ada di sana."
Ardes melihat tempat yang Lyon maksud. Saat melihat tempat yang akan mereka tuju, ada perasaan tidak enak yang muncul di dalam dirinya. Kedua matanya mulai menyipit, memasang tajam tempat itu.
"Hm, apakah Anda yakin, Tuan Lyon? Saya merasakan jika aura di sana sangat kuat," tanyanya kepada Lyon untuk memastikan.
"Sudahlah, kita langsung pergi ke sana. Kalau Anda merasakan aura kuta dari sana, sudah pasti dia adalah monster yang kita cari-cari. Jadi segera berjalan sebelum kita kehilangan mereka!"
__ADS_1
Ardes menuruti apa yang dia ucapkan dan segera pergi ke tempat yang Lyon maksud. Mereka tidak tahu jika lokasi yang sedang mereka datangi adalah hal yang seharusnya mereka datangi.