
-Mari Berikan Vote kalian :)
Chapter 395 Pertarungan Sengit Lyon Vs Gluch.
Bottlomless Gap.
Lyon pun tanpa berbasa-basi lagi langsung melesat pergi menghampiri Lich. Langkah kaki yang besar serta pergerakan yang cepat dia kerahkan agar bisa tiba di sana secepat mungkin. Ya, dia harus memanfaatkan semua kesempatan yang ada, mulai dari sisa buff dari Ruby yang dia terima sebelumnya, buff yang diterima melalui ramuan, dan keterampilannya. Dia harus memanfaatkannya sebaik mungkin sebelum durasi mereka habis.
Ketika dirinya sudah hampir dekat dengan Gluch, Lyon mengaktifkan keterampilan lainnya.
"Dual spirit Sword!!"
Salah satu keterampilan baru yang dia dapatkan, yaitu perubahan pedang menjadi pedang tipe ganda. Pada saat bersamaan Lyon melempar pedangnya di antara dirinya. Pedang tersebut langsung bercahaya dan seketika berubah menjadi dua pedang yang berukuran sama, tetapi agak kecil dibandingkan dengan pedang sebelumnya. Lyon segera mengambil kedua pedang tersebut, dan kembali melesat maju.
Yap, tidak lama setelah itu, Lyon akhirnya sudah tiba di sana. Dengan cepat dia mengayunkan pedang di sisi kanannya, menebas Gluch dengan gaya horizontal.
"Slashhh!!"
Namun, serangannya gagal. Gluch yang sudah membaca pergerakannya, segera melayangkan tubuhnya dan menjauh ketika pedang Lyon datang kepadanya. Akan tetapi Lyon tidak berhenti sampai di situ. Ketika dia selesai menebas, dia kembali menggerakkan tangan lainnya dan melebarkan langkah kakinya, kemudian memberikan tebasan lainnya.
...-97.292...
Alhasil, serangan kali ini tidak sia-sia. Serangannya berhasil menggores tubuh Gluch sehingga menimbulkan sebuah luka. Dan lagi, kemungkinan itu adalah kerusakan tanpa memedulikan pertahanan musuh, yang ada pada efek pedangnya sehingga membuat kerusakan maksimal dari serangannya. Mungkin kalau tidak ada pengurangan 30% kerusakan dari keterampilannya, dia bisa memberikan kerusakan di atas 100.000.
Rasa senang itu, tidak dapat dirasakan oleh Lyon sebab serangan itu bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan bar kesehatan Gluch yang mencapai puluhan juta poin. dia6 harus menguras barnya sebanyak mungkin.
Jadi, setelah tebasan itu tercipta, Lyon melanjutkan pergerakannya dan berpindah tempat ke belakang tubuhnya, kemudian memberikan beberapa serangannya.
...-60.990...
...-65.282...
...-60.920...
......
Ini adalah serangan normal yang dapat Lyon berikan. Dia terus memberikan tebasan hingga pada akhirnya setelah ke sekian kalinya, Gluch pergi menjauhinya.
Cih! Dia malah menjauh.
Di sisi lain, Gluch yang sudah terbang menjauh darinya, merasa sangat kesal karena telah diserang oleh Lyon. Dia pun tidak segera melancarkan serangannya. Gluch mulai mengangkat tongkatnya dan melancarkan serangan sihir kepada Lyon.
"Black Grave Root!!"
Tiba-tiba, sekumpulan akar pohon berwarna hitam disertai dengan aura hitam pekat bermunculan dari balik tanah. Mereka semua mengarah langsung kepada Lyon. Dalam waktu singkat semua Akar-Akar tersebut telah mengelilinginya.
Melihat banyaknya akar yang bermunculan membuat Lyon tidak gentar. Lyon terus bergerak maju dan menebas semua akar-akar itu. Semua itu dilakukan dalam waktu singkat. Dan di saat bersamaan, Lyon juga menerima kerusakan akibat duri tajam akar yang bersentuhan dengan tubuhnya, namun dia tidak khawatir sebab semua itu tidak terlalu berdampak besar kepada nyawanya. Dia juga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi sehingga dia memiliki kesempatan mengembalikan kesehatannya.
__ADS_1
Akhirnya, setelah beberapa saat terus menebas akar-akar yang menghalangi jalannya, kini Lyon pun telah berhasil keluar. Akan tetapi baru saja dia keluar, dia melihat jika ada suatu serangan yang akan mendatanginya melalui kemampuan prediksinya.
Dia akan menyerang ke arah sini. Aku harus menghindar secepatnya!
Lyon harus pergi dari sana sebelum serangan seberangnya datang. Jadi, ketika dia memberikan langkah pertamanya ketika keluar dari dalam akar-akar, dia segera bergerak lagi ke samping, kemudian berlari secepat mungkin.
Ini adalah waktu yang pas.
Sesudah Lyon berpindah tempat, bola hitam dengan ukuran 5 kali dari ukuran bola besar melesat ke tempatnya tadi dan langsung menghantam semua akar-akar itu.
Ledakan besar pun terjadi di sana. Lyon yang tadi sudah menghindar, melihat tempat yang dia tempati meledak, merasa sedikit lega.
Huf ... hampir saja. Sekali lagi dia menatap ke tempat Gluch berada. He, apakah perkiraan ku tadi salah. Kelihatannya dia tidak lelah sama sekali ...?
Setelah pertarungan yang mereka lakukan, Lyon merasa jika rasanya tidak ada yang berbeda. Gluch seakan tidak merasa lelah atau melemah, padahal setelah mengeluarkan elemen es dalam jumlah besar pastinya membutuhkan Mana yang banyak serta stamina tentunya, dan dampak negatifnya dia akan kelelahan, namun nyatanya tidak.
Jadi Lyon segera kembali bergerak, maju ke depan menghampiri Gluch lagi.
**
Sudah beberapa menit berlalu, dan pertarungan masih berlanjut. Baik itu Lyon maupun Gluch terus melancarkan serangan mereka. Bisa dibilang saat ini Lyon sudah memimpin dan mendominasi pertarungan. Dia sudah sadar akan Gluch yang ternyata sesuai dengan perkiraannya melemah. Terbukti kebanyakan pergerakan Gluch kebanyakan hanya menghindar.
Dan secara tiba-tiba Gluch mulai berbicara kepada Lyon mengenai kekuatan yang dia miliki, lebih tepatnya mengenai kelas aneh yang dia warisi. Saat itu juga, mereka berdua segera pergi berjauhan, kemudian saling bertatap pandang.
"Apa yang kamu maksud. Apakah kamu tahu sesuatu mengenai kekuatan ini?" tanya Lyon.
"Hah?" Gluch agak heran ketika mendengarkan pertanyaan dari Lyon. "Kamu tidak tahu apapun mengenai kekuatan mu? Bagaimana cara mu bisa mendapatkan kekuatan itu?"
"Bagaimana saya mendapatkannya itu tidak penting. Sekarang pertanyaanku, apakah kamu tahu akan sesuatu mengenai kekuatan ini?"
Lyon tidak mendapatkan jawaban apapun dari Gluch melainkan hanya sebuah tawaran diiringi dengan balasan, "Hahahaha, rupanya si pewaris ini adalah orang yang bodoh. Dia tidak tahu menahu soal kekuatan itu. Sepertinya memang saat ini adalah saat yang tepat untuk mengalahkan dendamku."
Dan Gluch pun segera mengangkat tongkatnya ke atas langit. Sebuah pola sihir terbentuk di atas tongkatnya, pola sihir berwarna ungu lalu pergi terbang menuju kumpulan awan di atas, dan membentang luas. Dia mulai melalukan serangan balik,
"Lightning Rain of Despair!"
Sesaat, langit-langit yang ada di atas mereka mulai tertutup oleh awan hitam. Bukan hanya di sekitar mereka, melainkan di seluruh tempat. Sesudah itu, petir-petir mulai berjatuhan dan menghujani seluruh area secara acak. Pandangan Lyon seketika tertuju kepada kumpulan petir yang sedang berjatuhan.
"Oi, apa-apaan ini?!"
Dan salah satu dari petir-petir tersebut menyambar ke tempatnya berada. Lyon pun harus kembali fokus dan pergi dari sana. Dia berlari dengan begitu cepat menghindari petir-petir yang terus saja berdatangan. Tentu saja kepanikan melanda seluruh pikirannya. Hujan Petir yang begitu besar, itu sungguh berbahaya. Untuk saat ini dia masih belum bisa menentukan kerusakan yang dihasilkannya dari satu petir jika mengenai dirinya, akan tetapi bar kesehatannya pasti akan terus turun secara drastis kalau terkena serangan itu.
__ADS_1
Sekarang pilihannya hanyalah berlari, menghindari petir yang datang sebanyak-banyaknya dengan pergerakan yang cepat serta kemampuan prediksi yang dia miliki. Ini adalah nilai besar untuk meminimalisir kerusakan yang berdampak buruk pada bar kesehatannya.
Sambil menghindari semua petir yang berdatangan, Lyon pun mengeluarkan keterampilan lainnya, guna menyerang Gluch.
"Wind Slash!"
Salah satu keterampilan tambahan dari keterampilan Dual Spirit Sword, memberikan tebasan angin yang merupakan serangkaian tipe jarak jauh. Karena jarak antara Lyon dan Gluch yang saat ini tidak dapat masuk ke dalam jangkauan serangannya, membuat Lyon harus menggunakan keterampilan ini.
Lyon pun menebas dan menebas secara bebas sembari menghindari petir yang mengarah kepadanya. Total ada lima tebasan yang terbang menuju Lich. Selama mereka terus melesat, semua tebasannya tidak terganggu oleh petir-petir itu. Lyon merasa senang ketika melihatnya.
Ini bagus ... serangan kali ini pasti akan mengenainya.
Akan tetapi, baru saja ada harapan baru, tiba-tiba sebuah pelindung transparan yang muncul di hadapan Gluch dan menghalau semua tebasannya. Alhasil, kelima serangannya tidak ada yang mengenai Gluch, dan malah Lyon yang waktu itu terdiam memandangi semua serangannya malah tersambar petir yang datang. Dia pun langsung tersadar dan kembali bergerak.
Dasar Lich sialan ... kenapa pelindung itu muncul secara tiba-tiba! Ah, lihat saja nanti, aku pasti akan segera membunuhmu!
Rasa kesal pun muncul. Lyon mulai merasa kesal akan semua ini. Petir-petir yang Gluch ciptakan membuat dia harus berlari-lari seperti ini. Sekarang dia merasa kalau dirinya sedang dipermainkan apalagi ketika Gluch mengatakan kalau dirinya bodoh karena tidak mengetahui apapun soal kekuatan, maupun kelasnya. Dan lagi, kekesalannya bertambah ketika semua serangan dari Wind Slash miliknya tidak berhasil menyentuhnya karena pelindung transparan yang dia ciptakan barusan. Lyon pun berniat untuk kembali menyerangnya secara langsung.
Lyon kembali bergerak, terus berpindah tempat sama seperti sebelumnya, menghindari petir-petir yang berjatuhan, namun kali ini ada sedikit perubahan. Jarak antara dia dan Gluch semakin dekat. Ya, saat ini Lyon berniat untuk menghampirinya. Selama itu juga, dia terkena beberapa petir yang datang karena frekuensi mereka terlalu banyak sehingga tidak seimbang dengan pergerakannya. Lyon tidak memedulikan hal itu dan terus bergerak maju.
Akhirnya Lyon sudah berada di sampingnya, hanya butuh beberapa langkah lagi untuk tiba di hadapannya. Dia langsung bergerak dengan cepat dan segera menyatukan kedua pedangnya sebelum arah pandangan Gluch beralih kepadanya.
"Cutter Sword!"
Sebuah serangan menyilangkan kedua pedang di sisi yang berlawanan kemudian dilepaskan dengan mengeluarkan kekuatan maksimalnya. Itu adalah serangan telak yang Lyon lancarnya.
...-198.373...
Kerusakan yang mengabaikan pertahanan lawan tercipta. Sebuah gambaran luka dalam bentuk silang tergambar jelas di tubuh Gluch.
"Sialan ... kau ...." gerutu Gluch dengan penuh kekesalan.
Sementara itu Lyon yang telah berada di sisi lain, kembali bergerak dengan cepat. Dia telah memberikan serangan yang bagus, tetapi saat ini dia tidak bisa tenang dulu. Lyon segera memutar badannya dan menebas Gluch secepat mungkin sembari memutarinya, kemudian membuat tekanan kuat sehingga Gluch termundur.
Lyon masih belum berhenti. Saat Gluch tengah berusaha untuk mengembalikan keseimbangan tubuhnya, Lyon kembali melesat berniat untuk menyerang lagi. Ya, selama masih ada kesempatan, dia akan terus membuat kerusakan. Hanya dalam beberapa detik, Lyon sudah berada di hadapannya. Tanpa berbasa-basi lagi, Lyon langsung mengangkat pedangnya dan menebasnya.
"Tang!!"
Pada saat bilah dari pedangnya hampir sampai ke Gluch, tiba-tiba pedangnya berhenti. Pedangnya sedang menangkis sesuatu. Lyon yang melihatnya menjadi kesal.
__ADS_1
Cih, kenapa pelindung ini harus muncul sih ....