Yolanda

Yolanda
Bab 13


__ADS_3

" Rendi."


Rendi yang hendak berjalan menuju ke ruangan nya langsung menoleh ke belakang saat mendengar ada seseorang yang memanggil nama nya.tidak mungkin para karyawan nya yang memanggil dia tanpa embel-embel tuan atau Pak Rendi.pria ini menyipit kan kedua mata nya untuk melihat siapa gerangan yang sudah berani memanggil nama nya dan membuat dia berhenti seperti ini.


Rendi yang tidak bisa mengenali siapa sosok itu memilih tetap menunggu sampai seorang wanita berhenti tepat di samping nya.


Rendi hanya mampu mengenali parfum yang di pakai oleh wanita ini, sedang kan untuk wajah nya sudah mengalami banyak perubahan sehingga membuat Rendi sulit untuk mengenali nya terlalu cepat.dalam hitungan detik wanita ini sudah mencium kedua pipi nya dengan begitu berani dan tidak lupa menampilkan senyum termanis nya untuk menggoda lelaki yang sudah dia tinggal selingkuh dengan lelaki lain.


" Alina!" seru Rendi lirih dengan sorot mata tajam.


" Hai Ren,apa kabar?" tanya Alina berusaha mendekatkan diri seolah-olah tidak terjadi apapun sebelum nya di antara mereka.


" Untuk apa Kamu datang ke kantor ku?" tanya Rendi dingin tanpa menjawab pertanyaan Alina.wanita masa lalu yang kembali datang setelah dia berhasil mengobati luka yang begitu dalam karena kepergian nya bersama lelaki lain.


" Aku tidak sengaja lewat dan memilih mampir ke sini karena kangen sama Kamu." ucap nya tanpa berbasa-basi.


" Cihhh...." Rendi meludah kasar tepat di depan Alina.wanita yang sangat dia benci dan paling ingin dia hindari,bukan karena masih menyimpan rasa atau asa.tetapi lebih menjaga hati wanita yang sudah mengisi kekosongan hati nya.


" Jangan terlalu membual! Simpan saja kata busuk mu itu untuk lelaki yang sudah menemani tidur mu sepanjang malam." Ujar Rendi lalu pergi begitu saja tanpa tertarik melanjutkan obrolan nya.


Alina yang merasa tersindir dengan ucapan Rendi langsung gemetaran membulat kan mata nya.


" Bagaimana bisa dia mengetahui sepak terjang ku di luar sana?" batin Alina yang memang memiliki pekerjaan sampingan selain bekerja sebagai seorang selebgram.


" Apa dia masih menguntit ku selama ini? Untuk apa? " Alina tergugu di tempat karena rencana licik nya tidak berjalan mulus.


Alina yang tidak sengaja melihat Rendi turun dari mobil mewah nya sengaja memutar balik mobil nya untuk mengambil kesempatan agar bisa kembali bersama seperti dulu lagi. Namun sayang nya dia tidak menemukan lagi sosok Rendi yang pernah cinta mati sampai rela melakukan apapun untuk nya.yang tersisa hanya lah sebuah tatapan benci dan amarah yang begitu besar.


" Nona! Silahkan pergi dari sini jika anda tidak memiliki kepentingan lagi." kedatangan dua orang security yang berdiri di hadapan nya membuat Alina merasa terhina dan pergi begitu saja dengan kaki yang di hentakan ke lantai.


" Awas kalian! Akan Aku balas kalian berdua jika Aku sudah berhasil mendapatkan kembali hati pemilik perusahaan ini." Alina melenggang pergi menuju mobil nya dengan tatapan aneh yang mengintimidasi dari pegawai wanita yang menatap ke arah nya.


Rupa nya kedatangan security tadi terdapat andil dari asisten pribadi Rendi yang juga tidak suka melihat kedatangan wanita yang sudah menorehkan luka di hati Tuan muda nya.masih ingat jelas di kepala pria bertubuh tinggi dengan otak yang sangat encer ini.bagaimana hancur nya sang Tuan muda ketika mengetahui perselingkuhan yang terjadi di belakang nya.apalagi perselingkuhan itu terjadi dalam kurun waktu yang begitu lama dan wanita licik ini begitu pintar menyembunyikan semua nya.


" Fadel!" seru Rendi dari kursi kebesaran nya.


" Iya Tuan muda." jawab Fadel mendekat dengan buku kecil yang berada di tangan nya.


" Apa wanita tadi sudah pergi dari sini?" tanya Rendi sambil menyalakan laptop nya.


" Sudah Tuan.security sudah mengusir nya keluar dari sini." jawab Fadel singkat.


" Bagus! Lain kali sampai kan ke security untuk tidak memberikan izin jika dia kembali datang ke sini lagi." titah Rendi yang sama sekali tidak tertarik memperbaiki hubungan yang sudah rusak. Pria dia malah semakin merasa jijik setelah melihat perubahan drastis dari penampilan Alina yang begitu seksi dengan make-up tebal yang menutupi wajah nya.

__ADS_1


" Baik Tuan! Akan Saya pastikan dia tidak akan bisa lagi datang ke kantor ini,apa ada lagi yang harus Saya kerjakan?" Fadel sudah menjadi tangan kanan Rendi sejak Rendi masih duduk di bangku sekolah menengah atas.dia di pilih langsung oleh Dion untuk mendampingi putra nya yang waktu itu masih terlalu labil dalam menjalankan bisnis nya.


Rendi berada di kantor nya sampai pukul 15.00 sore.setelah itu dia langsung membelok kan mobil nya ke kampus Tribumi Kencana setelah berhasil menyelesaikan semua pekerjaan nya.


Rendi memarkirkan mobil di tempat biasa dia memarkirkan mobil nya setiap hari.lalu berjalan tergesa-gesa menuju sebuah ruangan di mana para mahasiswa sudah menunggu kedatangan nya.


Ola yang sedang menatap keluar jendela tidak sengaja menangkap kedatangan suami nya yang berjalan dengan langkah kaki lebar.


Ketiga sahabat Ola yang menyadari hal itu lantas bersorak di telinga wanita ini sampai dia terjingkat kaget.


" Jangan di lihatin terus calon suami Aku." ledek Meri sengaja ingin memancing amarah Ola yang sejak tadi mendadak gelisah karena suami nya masih belum menampakkan diri.


Mendengar ucapan dari teman nya yang super cerewet dan usil.Ola mengalihkan pandangan nya dan menatap tajam ke arah Meri yang sedang nyengir kuda.


" Jangan ngaco deh! Nanti istri sah nya bisa marah loh." Ola memukul pelan lengan Meri yang membulat dengan daging yang menumpuk.


" Sore semua nya." sapa Rendi begitu memasuki ruangan kelas Ola.tidak lupa lelaki ini menyempatkan diri untuk menatap istri nya walaupun hanya sebentar saja .


Namun hal itu malah mengundang rasa iri dari ketiga sahabat Ola yang sudah mengetahui semua rahasia yang mereka sembunyikan.


" Maafkan Saya yang sedikit terlambat datang ke kampus." ucap Rendi sebelum memulai perkuliahan.


" Nggak papa Pak! Untuk Pak Rendi kami rela menunggu sampai kapanpun itu." ujar salah satu wanita dengan sangat genit sekali.


" Ingat La! Banyak wanita di luar sana yang menunggu duda suami mu,jadi jangan terlalu lama mengulur waktu untuk membuat dia semakin nyaman dengan mu, berikan semua yang dia inginkan sebelum dia mencari pelampiasan ke wanita lain." bisik Meri menakuti sang sahabat yang dia ketahui belum memberikan hak suami nya secara utuh.


" Kamu ngomong apaan sih Mer? Mending diam aja deh,Aku lagi malas ngomong." Ola merasa tersindir namun tidak tahu harus berbuat apa.


Dia yakin akan banyak tantangan yang akan dia hadapi nanti nya setelah rumah tangga ini berjalan semakin lama.ketampanan wajah yang di miliki suami nya membuat dia merasa takut dan cukup sadar diri.


Kelas yang di bawakan oleh Rendi sore ini akan berlangsung selama satu jam lama nya.setelah itu dia akan berpindah mengajar di kelas lain nya.


Selama jam pelajaran berlangsung.Ola memilih acuh dan fokus dengan pelajaran yang di ajarkan oleh suami nya.dia mengabaikan tatapan mata Meri yang sangat memuja sosok suami tampan nya.bukan karena belum ada rasa cinta.tetapi Ola yakin Rendi tidak mudah tersentuh oleh wanita lain.sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh mertua nya beberapa waktu yang lalu.


Tanpa terasa waktu satu jam ini terasa begitu singkat untuk mereka yang begitu menyukai jam pelajaran Rendi meskipun sang dosen terkenal galak dan sangat judes sekali.


" Kamu pulang di jemput sopir ya.Aku ada kelas lagi." pesan ini di tulis Rendi agar sang istri tidak menunggu kedatangan nya.


" Baiklah." begitu lah pesan balasan yang dia terima dari wanita nya.singkat ,padat dan sangat jelas sekali.


Lelah seharian bercengkrama dengan buku dan laptop.memaksa ke empat gadis ini untuk langsung pulang ke rumah dan tidak melanjutkan kembali rencana yang sempat mereka susun rapi.


" Jalan ke mall nya besok aja ya geng.hayati lelah sekali." ucap Meri berjalan menelusuri lorong sambil memegang pinggang yang terasa encok karena kelamaan duduk di kelas.

__ADS_1


" Iya nih! Aku juga lelah." sahut Risa menimpali.


" Ya udah.Aku pulang duluan ya.rasa nya udah nggak sabar lagi pengen tiduran di atas kasur empuk dengan kaki yang terbuka lebar." Ola berkata sambil membayangkan tubuh nya yang sudah sampai di rumah dan tidur begitu nyenyak.


" Kamu pulang sama siapa La?" tanya Risa yang mengetahui kalau Ola paling malas jika harus naik taksi online.kejadian di masa lalu meninggal kan trauma yang cukup membekas di ingatan nya.waktu itu dia hampir saja mengalami pelecehan seksual dari sopir taksi yang tidak bertanggung jawab.untung saja Ola cepat meminta bantuan kepada sang Ayah sehingga kejadian buruk itu tidak sampai menyakiti nya terlalu dalam.dan sopir taksi itu akhirnya mendapatkan balasan atas apa yang sudah dia perbuat kepada putri tunggal Himawan.


" Ada sopir yang akan datang menjemput." ujar Ola menunjuk ke arah mobil yang mendekati mereka.


Pintu mobil pun terbuka dengan dua orang pria berbadan besar yang berada di dalam nya.


Salah satu di antara mereka turun untuk membuka kan pintu untuk Nona muda nya.


" Silahkan Nona." ucap nya tetap berdiri menunggu kedatangan Ola.


" Aku pulang duluan ya." pamit Ola yang sudah mengenali kedua sosok berbadan besar ini.


" Yakin ini sopir yang di kirim suami Kamu?" tanya Risa bergidik ngeri melihat wajah sangar kedua pria itu.


" Iya.mereka salah satu dari orang yang biasa berjaga di depan rumah kami." jawab Ola langsung masuk ke dalam mobil dan menyandarkan kepalanya di kursi belakang.


" Ok..kalau ada apa-apa segera hubungi kami." Risa dan kedua sahabat lain nya langsung masuk ke mobil Meri yang berada paling ujung dari tempat parkir.


Ola hanya mengangguk dengan mata yang sudah terpejam akibat kelelahan seharian berada di kampus.


" Aku kok merasa was-was ya melepas kepergian Ola bersama pria tadi." ucap Risa terus memandangi mobil Ola yang sudah meluncur jauh.


" Was-was kenapa? Nggak mungkin Ola sembarangan masuk mobil kalau dia tidak mengenali wajah orang yang menjemput nya." Jawab Dini fokus menghabiskan cemilan yang terselip di kursi belakang.


" Iya sih? Tapi kenapa wajah nya sangat seram sekali." ucap Ola merinding takut.


" Hello! Orang kaya kan memang seperti itu Risa.... Bodyguard itu mungkin sengaja di sewa oleh Pak Rendi untuk menjamin keselamatan Ola.secara keluarga mereka merupakan orang terpandang dan sudah pasti memiliki banyak musuh." Meri yang biasa nya lemot kini berubah bijak mengganti kan Dini yang masih betah mengunyah mengisi perut lapar nya.


" Au ahhh.semoga saja Ola sampai di rumah nya dengan selamat.Kamu nyetir nya yang benar ya Mer! Aku mau tidur dulu.mata ku ngantuk banget." Risa membenarkan posisi kursi supaya merasa nyaman di tubuh nya.


Meri menatap tidak percaya dengan ulah kedua sahabat nya yang sudah terlelap damai meninggalkan dia yang harus berjuang menyetir di tengah rasa lelah dan kantuk yang menyerang nya secara bersamaan.tidak ada lagi yang bisa dia ajak mengobrol kecuali suara klakson mobil yang terdengar saling bersahutan-sahutan membelah macet nya ibu kota di sore hari.


Tidak ingin pulang dengan keadaan mata yang terasa perih ingin tidur.Meri memutuskan menyala kan musik sambil ngemut permen yang tersimpan di tas nya.


" Besok-besok Aku nggak mau bawa mobil lagi jika ending nya harus seperti ini." gumam Meri merasa iri melihat kedua sahabat nya yang terlelap.


Tidak sampai di situ saja.rupa nya kesabaran Meri benar-benar di uji hari ini saat mobil yang dia kendarai tidak bergerak sama sekali hingga setengah jam lama nya.


" Tau begini ceritanya, mending Aku pakai sopir aja tadi pagi." Meri menyesali kecerobohan nya yang menolak menggunakan sopir padahal kedua orang tua nya selalu memperingati dia untuk selalu bepergian dengan di temani sopir.

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2