
Seminggu telah berlalu,usai kejadian pengakuan yang mengejutkan datang dari Bunga,pagi ini Rendi berencana membawa sang istri untuk pergi berbulan madu yang sempat tertunda,sedangkan untuk urusan Bunga sudah di tangani dan di beri pelajaran yang tidak bisa untuk dia lupakan seumur hidup nya,begitu juga dengan Julius yang sudah di usir oleh sang istri atas laporan yang di beri kan oleh anak buah Rendi, mereka memutuskan untuk memberitahu kan istri Julius agar lelaki tua itu tak lagi punya kekuatan karena semua harta yang dia kelola adalah milik istri sah nya.akhirnya bandot tua itu kini hidup luntang lantung di jalanan lebih tepatnya seperti orang yang sudah tidak punya kewarasan lagi.
Selama itu pula Ola memilih beristirahat total dan cuti ke kampus karena merasa tubuh nya semakin lemah dan tidak punya tenaga lagi.
" Apa Kamu masih merasa pusing sayang?" tanya Rendi sangat perhatian.di sudut kamar mereka sudah ada dua koper besar yang berdiri tegak dan di siap kan secara khusus oleh Nala.
" Udah baikan kok Mas, pasport sama surat lain nya udah kamu siapkan?" tanya Ola memastikan sebelum mereka berangkat menuju bandara.
" Sudah,ini semua nya Aku simpan di dalam tas,termasuk dompet dan juga obat-obatan Kamu." jawab Rendi kembali merapikan isi tas nya.
" Apa sebaiknya kita ke dokter dulu untuk memastikan kesehatan Kamu? Sebelum kita terlanjur tiba di bandara sayang." tutur Rendi membujuk Ola yang sangat susah jika di ajak ke rumah sakit,selama seminggu ini dia lebih memilih meminum vitamin dan obat herbal lain nya.
" Nggak perlu Mas! Aku beneran nggak papa kok." tolak Ola kekeuh dengan pendirian nya.
" Ya sudah,nanti kalau Kamu kembali merasa pusing dan tidak enak badan.cepat kasih tahu sama Aku." Ucap Rendi takut jika sampai kesehatan Ola kembali drop seperti kemarin.tujuan bulan madu mereka kali ini adalah labuhan bajo yang terletak di kabupaten Manggarai Barat ,Nusa tenggara Timur.Rendi sengaja memilih destinasi wisata yang ada di dalam negeri karena permintaan Ola sendiri dan terlebih lagi kesehatan Ola juga tidak memungkinkan untuk bepergian dengan jarak yang lumayan jauh.mereka berdua akan menghabiskan waktu selama satu Minggu penuh di sana.bahkan Rendi sengaja mengosongkan jadwal meeting nya demi menebus rasa bersalah kepada Ola, Perjalanan bulan madu ini atas inisiatif Rendi sendiri karena pria itu merasa butuh banyak waktu untuk bersama istri,agar rumah tangga yang sempat di hadang badai besar kembali erat tidak tergoyahkan lagi.
" Jaga diri dan jangan lupa menikmati bulan madu yang sangat singkat ini,Mama titip Ola sama Kamu Ren! Pasti kan istri mu tidak terlalu kelelahan dan makan yang teratur selama berada di sana."ucap Nala kepada anak dan juga menantu nya.
Ola langsung memeluk ibu mertua nya dengan penuh rasa sayang,kedua mata Ola juga ikut berkaca-kaca mendengar nya.
Tidak jauh dari posisi mereka berdiri,Rendi juga sedang mendengarkan nasehat yang di sampaikan oleh sang Ayah kepada nya,meski jarang berbicara berdua dari hati ke hati,tapi Pak Dion sangat berharap setelah pulang bulan madu nanti sudah ada tanda-tanda kehamilan pada diri Ola.
__ADS_1
" Ingat Rendi, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk membuat istri mu hamil,Kamu harus mencetak cucu yang banyak untuk Papa supaya kami tidak kesepian di masa tua ini."ucap Pak Dion begitu serius.
" Siap Pa,tapi Rendi tidak mau menjanjikan apapun kepada kalian, karena Rendi tahu semua nya tergantung pada yang maha kuasa.kami hanya bisa berusaha dan selebihnya biarkan waktu yang akan menjawab nya." jawab Rendi tidak ingin memberi harapan terlalu besar kepada keluarga nya,toh usia pernikahan mereka juga baru memasuki usia beberapa bulan dan belum genap satu tahun penuh.
Setelah pesawat pribadi milik keluarga Irawan di nyatakan sudah siap untuk terbang,Ola melepaskan pelukan kepada sang Ibu mertua.dan beralih menggandeng tangan Rendi menuju pesawat yang tampak begitu gagah.
Bu Nala dan Pak Dion menatap haru kepergian anak-anak nya,tak terasa setetes air mata jatuh di pelupuk mata nya.
" Semoga saja rumah tangga mereka setelah ini bahagia terusnya pa." gumam Bu Nala lirih dan di balas anggukan kepala serta kata amin dari sang suami.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam di dalam pesawat, akhirnya Rendi dan Ola turun dari pesawat dan masuk ke dalam sebuah mobil mewah yang datang menjemput mereka dan merupakan utusan dari keluarga Irawan.meski sempat mengalami insiden mual di dalam pesawat,tapi Ola tetap berusaha kuat karena tidak ingin membuat suami nya khawatir dan berakhir mengajak dia kembali pulang ke ibu kota.mobil itu melaju pesat mengantarkan sepasang suami istri ini ke sebuah resort paling mewah di labuan bajo.
" Uhhh....Enak nya bisa ketemu kasur... Pinggang Aku sudah pegel banget dari tadi." gumam Ola lirih tapi masih bisa di dengar oleh Rendi yang mau masuk ke dalam kamar mandi.
" Enak Mas! Lagi." rengek Ola menikmati hasil pijitan suami nya.
" Kalau sakit ya bilang dong sayang! Jangan diam saja.Aku panggilkan mbak-mbak yang biasa pijit di resort ini ya?" Rendi kembali menawarkan pelayanan terbaik yang ada di resort milik Adik dari Bu Nala.
" Nggak perlu Mas! Kamu aja yang pijit nya,Aku nggak nyaman kalau di pijit sama orang lain." keluh Ola sambil memejamkan mata menikmati sensasi hebat dari tangan suami nya.
" Ya sudah,kalau capek nanti langsung tidur saja dan hari ini kita ngga perlu jalan-jalan dulu." Rendi terus memijit pinggang Ola sampai akhir nya terdengar sebuah dengkuran halus dan sangat teratur dari bibir tipis Ola yang menandakan bahwa sang wanita sudah terlelap di alam mimpi nya.
__ADS_1
Rendi geleng -geleng kepala melihat tingkah Ola,lalu membenarkan posisi tidur Ola supaya menjadi lebih nyaman dan aman, setelah itu dia lalu menelpon pelayanan resort memesan jahe hangat untuk mengurangi rasa mual yang sejak di pesawat tadi menganggu ketenangan perjalanan mereka.
Rendi menyeret koper milik mereka ke samping lemari besar yang ada di ruang ganti kamar yang mereka tempati.demi menghalau rasa bosan setelah di tinggal tidur oleh Ola,Rendi memilih menyibukkan diri dengan memeriksa sejumlah email yang dikirim oleh asisten pribadi dan juga sekretaris nya.
Hingga matahari sudah terbenam,baru lah Ola terbangun dari tidur nya dengan mengerjap kedua mata nya secara perlahan.
" Kamu sudah bangun sayang?" tanya Rendi menghampiri dan meninggalkan begitu saja laptop mungil nya di atas sofa yang menghadap langsung ke laut lepas.
" Iya Mas, ini sudah jam berapa sih Mas?" tanya Ola ketika kesadaran nya mulai terkumpul.
" Sudah jam 17.30 sayang,bangun dulu ya dan setelah ini minum susu jahe nya untuk membuat perut mu terasa nyaman." Rendi membantu Ola mengubah posisi tidur menjadi duduk.pria ini nampak begitu lincah merawat istrinya yang sangat susah jika di ajak untuk pergi berobat.alhasil dia harus rela melakukan nya secara mandiri supaya tidak terjadi apa-apa kepada Ola.
Dengan sekali tegukan,susu jahe yang di minum Ola akhirnya habis tak bersisa lagi.setelah itu dia langsung meminta izin untuk mandi karena memang tubuh nya yang sudah terasa sangat lengket.
" Enak banget makanan nya Mas! Ini beneran Tante Sonya yang punya ide untuk membangun resort sebagus ini?" tanya Ola ketika makanan nya sudah habis tak bersisa lagi, terlebih Rendi sendiri lah yang menyuapi dia sampai tambah berkali-kali dan akhirnya mengeluh kekenyangan.
" Iya sayang,lebih tepatnya sih sama Om Dewa dan juga Om Indro,tapi berhubung Om Dewa atau suami nya sudah meninggal,ya tinggal Tante sama Om Indro yang melanjutkan bisnis ini serta beberapa resort yang ada di raja Ampat." jawab Rendi lagi.
" Raja Ampat? Labuhan bajo saja sudah bagus begini? Gimana dengan raja Ampat ya Mas?" Ola terus saja berdecak kagum melihat pemandangan indah yang terhampar di depan mata nya.selama ini Ola hanya tahu nya jalan keluar negeri dan selalu menolak jika di tawarkan liburan di dalam negeri saja,betapa bodoh dan menyesal nya dia sekarang ketika baru mengetahui tentang keindahan ini di umur yang sudah dewasa dan telah menjadi istri orang.
" Lain kali aku akan mengajak Kamu liburan kesana? Tempat nya tidak kalah bagus dari luar negeri.Aku ,Mama sama Papa saja sering bolak balik ke sana karena merasa sangat nyaman sekali menikmati alam nya yang masih asri." tukas Rendi yang memang lebih betah liburan di dalam negeri.
__ADS_1
" Boleh Mas! Aku penasaran seperti apa bentuk nya." Ola nampak bahagia mendengar ucapan Rendi.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍