Yolanda

Yolanda
Bab 25


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya,Rendi terus menggenggam tangan Ola keluar dari ruangan sampai ke depan lobby kantor.ketiga wanita yang sempat membuat ulah kepada Ola merasa sungkan untuk mendekat dan meminta maaf, padahal mereka sudah sejak tadi bertahan di depan perusahaan ini demi bisa bertemu kembali dengan Ola.


" Aku takut kesana kalau ada Pak Rendi! Bisa-bisa kita kena tendang lagi." ujar salah satu di antara mereka.


" Terus gimana dong! Masa kita mundur dan pulang dengan tangan kosong,kalau besok kita di pecat bagaimana?" rengek wanita yang bedak nya sudah luntur karena merasa gerah.


" Lebih baik sekarang saja, mumpung Istri Presdir masih disini." ucap yang satunya lagi langsung menyeret paksa tangan kedua sahabat nya untuk mengejar langkah kaki Ola.namun sayang nya karena terlalu lama berdebat,mobil yang di tumpangi Ola sudah jauh pergi meninggalkan gedung pencakar langit ini.


" Yah! Tuhkan... Gara-gara kita kelamaan.jadi nya Nyonya Ola sudah pergi deh!" gerutu nya dengan rasa bersalah.


" Sudah lah,besok pagi kita coba lagi,kali aja Nyonya Ola datang ke sini dan kita bisa meminta maaf kepada nya." kedua sahabat nya mengangguk pasrah dan segera memesan taksi untuk mengantar mereka pulang kerumah masing-masing.


Di dalam mobil yang di kemudikan sendiri oleh Rendi,Ola yang sedang salting memilih pura-pura bermain ponsel ketimbang melihat kearah suami nya.benar-benar lugu wanita ini sampai tidak sanggup lagi mengontrol detak jantung nya.


" Mau langsung pulang atau gimana sayang?" tanya Rendi memecah keheningan di dalam mobil ini.


" Sayang!" panggil Rendi sedikit meninggikan suara nya karena Ola masih betah membisu.


" Ah..Iya Mas.." Ponsel yang ada di tangan Ola terjatuh ke bawah.Ola menunduk kan kepala meraih ponsel yang masih menyala dan menampilkan layar ponsel yang bergambar diri nya.


" Kamu kenapa sih? Dari tadi Aku perhatikan Kamu selalu bengong ? Apa lagi yang Kamu pikirkan sayang?" tanya Rendi lembut dan mengurangi kecepatan mobil nya.


" Ya ampun Bunda! Kenapa dia masih bilang sayang sih? Jantung Aku nggak normal di buat nya?" batin Ola memegang dada yang komat kamit tidak menentu.


" Sayang!" lagi dan lagi suara Rendi kembali terdengar menyadarkan Ola yang masih betah bengong.


" I-iya Mas? Bisa nggak sih Jangan panggil sayang terus! Aku nggak nyaman." sanggah Ola pelan.


" Kenapa? Nggak suka atau Kamu takut pacar mu di kampus bisa tahu semua nya tentang kita?" Rendi mulai terlihat kesal.susah payah dia memberanikan diri memanggil Ola dengan panggilan romantis supaya rumah tangga mereka ada kemajuan dan kedua orang tua mereka merasa senang dan bahagia.tapi wanita ini malah menolak nya mentah-mentah dan meminta dia untuk berhenti memanggilnya dengan panggilan itu lagi.kecewa itu lah yang di rasakan Rendi saat ini.


" Bu-bukan gitu Mas? Jantung Aku yang nggak aman di buat nya." jawab Ola jujur apa ada nya.


" Aku nggak punya pacar dan cuman punya suami aja." imbuh nya saat menyadari perubahan wajah Rendi.


" Gawat Singa jantan marah lagi! Gimana dong? Kalau Aku nggak jujur bisa-bisa Aku mati mendadak di usia yang masih muda terkena serangan jantung." batin nya meremas ujung dress yang dia kenakan.


" Mas!" rengek Ola saat melihat Rendi hanya diam tidak cerewet lagi.


" Jangan marah dong ! Iya udah iya Kamu boleh panggil sayang." Ola akhirnya mengalah tidak tahu lagi harus berbuat apa.


Rendi yang sedang kesal langsung menepikan mobil nya dan menarik Ola mendekat ke arah wajah nya.

__ADS_1


" Aku nggak menerima bantahan apapun sayang! Aku akan tetap memanggil Kamu dengan panggilan itu meski tanpa izin mu sekalipun." Rendi kembali menyatukan bibir mereka di tengah gelap nya hamparan jalan tol.


" Dan satu lagi! Kalau jantung mu berdebar seperti ini,itu arti nya Kamu sudah jatuh cinta kepada ku.dan besok setelah tamu Kamu pergi kita bisa memulai semua nya." imbuh Rendi menggenggam tangan Ola.


" Mas! Kenapa bahas tamu bulanan terus sih! Udah ayok jalan lagi,gelap Aku takut." Ola bergidik ngeri melihat sekitar jalan yang terlihat sangat sepi karena cuaca mulai mendung dan mungkin saja sebentar lagi akan turun hujan.


" Biarin aja! Aku terus menunggu waktu itu dan Kamu nggak boleh nolak lagi,kapan selesainya? Hmm?" Rendi memain kan alis nya mencari jawaban dari wanita yang sedang salting parah.


" 3 hari lagi Mas! Udah sana jalan lagi." pinta Ola mencubit telapak tangan Rendi dengan keras nya.


" Baiklah! Itu artinya tepat hari Minggu dan kita sama-sama libur beraktivitas."Rendi tersenyum cerah sebentar lagi akan menjadi suami sungguhan tanpa ada drama nikah paksa atau nikah sembunyi-sembunyi.


Tekad nya sudah bulat untuk membuat Ola menjadi milik dia seutuhnya.


" Ishh! Nggak usah di perjelas bisa kan Mas! Malu tahu."omel Ola memukul tangan Rendi.


" Sakit sayang! Jangan main kekerasan dong! Di sayang-sayang kek suami nya,di elus- elus manja supaya dia makin cinta dan nggak tergoda wanita lain.."


" Stop Mas! Cukup." teriak Ola kencang.


" Sekarang lebih baik kita langsung mampir ke restoran aja karena Aku sudah lapar mendengar ocehan mu itu." hardik Ola dengan bibir maju lima sentimeter.


" Serius Kamu mau mampir ke restoran lagi? Tadi kan Kamu sudah makan sayang! Terus sekarang mau makan apa lagi nama nya?" tanya Rendi tidak percaya.meski memiliki tubuh yang mungil ternyata hobi terpendam Ola adalah makan.


" Ya nggak papa,memang nya mau ke restoran mana?" Rendi terpaksa mengalah dari pada harus kembali berdebat.


" Restoran seafood aja ya ! Aku lagi kepengen makan itu." ucap Ola memohon.


" Iya,tapi Kamu kok kayak orang ngidam aja,padahal kita belum pernah melakukan nya sama sekali loh! Terus itu anak siapa?" goda Rendi menahan tawa yang hampir meledak.


" Mas! Jangan ngelantur deh Kamu! Aku nggak ngidam tapi cuman lagi kepengen aja.memang nya Aku wanita apaan yang sudah hamil sebelum di sentuh suami nya?" Ola kembali merenggut tiada henti.Rendi yang berhasil membuat Ola kesal langsung tertawa puas sampai membuat sudut mata nya basah.


" Mas! Udah deh! Nanti orang -orang nggak bakal percaya lagi deh kalau sosok pria kaku ternyata sudah mencair dan menghangatkan seperti sekarang." Ola berupaya menghentikan tawa Rendi namun yang ada Rendi malah semakin menjadi-jadi sampai akhir nya mereka sampai di sebuah restoran yang menurut Rendi adalah restoran terenak yang pernah dia makan.


Ola turun begitu saja tanpa menunggu suami nya terlebih dahulu.


" Sayang! Tunggu." pinta Rendi menutup pintu mobil dan segera menyusul Ola yang sedang cemberut.


" Kamu mau makan atau masih mau marah?" tanya Rendi menyatukan tangan mereka berdua dan mencari meja yang kosong.


" Ya mau makan lah! Maka nya jangan bikin orang kesal terus. " Ola duduk di tempat nya meneliti setiap menu yang di sodorkan di hadapan nya.

__ADS_1


" Habis nya Kamu itu lucu dan tambah cantik kalau lagi marah." gumam Rendi kecil sambil membalas pesan email dari Fadel.


" Apa?" tanya Ola kaget untuk yang kesekian kali nya.entah kenapa hari ini sosok suami datar nya berubah menjadi suami muka tebal dan penuh kejutan romantis yang berhasil membuat Jantung dan seluruh tubuh nya meronta-ronta.


" Hmm?" tanya Rendi cuek.


" Tadi Mas bilang apa?" tanya Ola yang ingin memastikan kembali dan sengaja mendekat kan wajah nya ke arah sang suami.


" Kamu cantik kalau lagi marah dan setiap hari juga cantik sih." kelakar Rendi tersenyum simpul.


" Jadi ceritanya Kamu juga udah jatuh cinta kan Mas sama Aku?" tebak Ola sok tahu.


" Kalau Aku nggak cinta nggak mungkin Aku cium orang sembarangan. " jelas Rendi dan sukses membuat Ola terperangah tidak percaya.


" Udah ayok makan makanan nya,nanti keburu di hinggapi lalat lagi." imbuh Rendi menatap sekilas Ola yang semakin salah tingkah.


"Mas! jadi nya ceritanya Kamu lagi nembak Aku ya?" tanya Ola dengan tingkah absurd nya


" Hmm." jawab Rendi kembali dingin.


" Mas! Jangan ham hem ham hem aja dong! Romantis dikit kenapa sih? Ngerusak suasana aja deh!" Ola memberengut mengabaikan makanan yang terhampar di hadapan nya.


" Makan sayang! Tadi kata nya lapar nanti kita sambung lagi kalau sudah sampai di rumah?" ajak Rendi terdengar romantis tapi masih dengan wajah datar nya.


" Iya..Iya." jawab Ola pasrah karena perut nya pun sudah meronta minta di isi.


Setengah jam sudah mereka berdua makan dalam diam tanpa ada yang membuka suara.sesekali tangan Rendi terulur menyuapi Ola dan di terima dengan baik oleh Ola lalu memakan nya dengan susah payah.


" Mau mampir beli sesuatu dulu nggak?" tawar Rendi saat mereka baru keluar dari sebuah restoran yang terdapat di salah satu mall yang ada di dekat kantor nya.


" Nggak usah Mas!Kan tadi siang udah.nanti Kamu bangkrut lagi kalau Aku sering belanja baju ." tolak Ola yang memang tidak tertarik lagi untuk mengitari mall.


" Aku nggak akan bangkrut kalau cuman beli baju dan kebutuhan mu,ayok Aku temanin?" tawar Rendi sangat perhatian.


" Nggak usah Mas! kita langsung pulang aja." Ola kembali menolak karena sejujur nya tubuh nya pun sudah terasa lelah.


" Benar nggak mau?" tanya Rendi memastikan.karena biasa nya cewek dengan senang hati kalau sudah di tawarkan kata belanja dan mereka langsung melompat kegirangan.berbeda sekali dengan Ola yang apa ada nya dan nggak matre karena sejak kecil dia sudah terlahir kaya dan memiliki segala nya.


"Iya Mas." Ola menggandeng mesra tangan Rendi dan membawa nya keluar dari Mall ini.


Mereka berdua akhirnya pulang kerumah dalam kondisi perut yang kekenyangan.Rendi yang tidak biasa makan sebanyak tadi terpaksa harus menghabiskan semua sisa makanan mereka karena Ola yang sudah angkat tangan.padahal sebelum nya wanita ini terlihat begitu semangat untuk memakan semua yang dia pesan.tapi di pertengahan jalan Ola menyerah dan membiarkan Rendi menghabis kan semua nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2