Yolanda

Yolanda
Bab 69


__ADS_3

2 bulan telah berlalu, menurut perkiraan dokter Putri, Ola akan melahirkan satu minggu lagi.Bu Yesi dan Bu Nala sudah berjaga-jaga dan menginap secara bergantian setiap hari nya.sementara para lelaki sedang sibuk di kantor untuk mengurus perusahaan yang semakin maju pesat tak tertandingi lagi oleh lawan bisnis mereka.Pak Dion bahkan sengaja mengganti kan Rendi untuk melakukan perjalanan bisnis ke luar kota menimbang menantu nya yang sedang hamil besar dan tidak ingin di tinggal pergi dalam kurun waktu yang cukup lama.


" Akhh." Ola meringis kesakitan sambil memegang perut nya.entah kenapa hari ini kedua calon nenek itu tiba-tiba saja datang secara bersamaan sambil membawa kue dan cemilan yang begitu banyak sekali.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Bu Yesi yang baru turun dari mobil.Bu Nala yang kebetulan ingin keluar dan melihat menantu nya yang sedang duduk santai sayup-sayup mendengar suara khawatir milik besan nya.dengan setengah berlari Bu Nala menuju depan rumah.


" Ada apa Yes?" tanya Bu Nala mendekat.


Asisten rumah tangga yang melihat kejadian ini juga terlihat begitu khawatir melihat Ola yang tidak berhenti meringis kesakitan.


" Ini Ola tiba-tiba saja kesakitan Mbak." jawab Bu Yesi mulai berpikir keras.


" Perut Ola memang sejak semalam sering seperti ini Bun,Ma!Tapi yang ini sangat sakit sekali." ujar Ola sambil mengelus perut nya dan mengatur nafas agar lebih tenang lagi.


" Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang juga sayang,takut nya sudah waktunya untuk lahiran ini." Bu Nala menyetujui usulan besan nya dengan cepat memanggil sopir Ola untuk menyiapkan mobil,sedangkan Bu Yesi berlari ke kamar Ola untuk mengambil tas bayi yang sudah mereka siapkan dari jauh-jauh hari.


" Tapi tadi malam kata dokter Putri ini nama nya kontraksi palsu Bun,nggak usah ke rumah sakit dulu, seharusnya lahirannya kan satu Minggu lagi." sanggah Ola yang merasa jika apa yang dia rasakan saat ini hanya sebuah bentuk kontraksi palsu yang di jelaskan oleh Dokter Putri tadi malam.


" Kalau hanya kontraksi palsu dia tidak akan sesakit ini sayang! Lebih aman nya kita ke rumah sakit saja sekarang." Bu Nala yang tidak ingin terjadi apa-apa kepada menantu dan juga calon cucu nya terus meminta Ammar untuk melajukan mobil dengan cepat.kedua nenek ini terlihat begitu heboh bercampur gugup.ini adalah kali pertama nya mereka mendampingi Ola melahirkan calon generasi berikutnya.di saat kedua nya masih sibuk berperang dengan batin mereka masing-masing.


" Awww...Sakit Bun." Ola kembali meringis sambil meremas kuat lengan sang Bunda dan juga lengan ibu mertua nya.


"Bagaimana ini Mbak?" tanya Bu Yesi ikut cemas.


" Tenang dulu, sebaiknya Kamu tarik nafas ketika kembali merasakan sakit ya sayang.keluarkan secara perlahan melalui mulut.lakukan terus menerus menjelang kita berhasil sampai di rumah sakit." dalam hal ini Bu Nala lah yang terlihat tenang meskipun jantung nya juga berpacu dengan cepat.jika semua nya takut bagaimana dengan Ola yang sedang merasakan sakit di perut nya.


Bu Yesi langsung menghubungi suami nya.begitu juga dengan Bu Nala yang menelepon Rendi terlebih dahulu setelah itu baru menghubungi suami nya yang sedang berada di Bogor.


Begitu mobil sudah sampai di depan rumah sakit milik keluarga Irawan,Ola langsung di pindah kan ke atas kursi roda dan di bantu oleh perawat yang mendorong nya sampai ke ruangan VVIP milik keluarga.


Di dalam perusahaan nya,Rendi yang baru saja menyelesaikan meeting bersama sahabat dan juga rekan bisnis dari kota Y langsung berbincang hangat demi menjalin hubungan yang lebih dekat lagi.


Ketika perbincangan mereka sedang seru-serunya dengan di temani segelas kopi dan juga cemilan ringan.ponsel milik Rendi tiba-tiba saja berdering dan dengan cepat Rendi mengangkat nya karena melihat nama sang Ibu yang tertera di layar ponsel nya.terlebih lagi saat mengingat jika hari ini adalah jatah sang Mama untuk menemani istri nya di rumah mereka.


" Gue pamit pulang dulu ya Hen,Gas." ucap Rendi sambil merapikan semua barang-barang nya ke dalam tas kerja.


" Tumben buru-buru amat,sakit perut lo?" tanya Hendra curiga.

__ADS_1


" Istri gue mau lahiran dan sekarang sudah dibawa ke rumah sakit Bokap." jawab Rendi sudah berdiri dan berlari menuju pintu.


" Pulang sama siapa Lo? Jangan nyetir sendirian karena itu sangat bahaya untuk lo yang lagi banyak pikiran." teriak Hendra mengingat kan sahabat nya.


" Gampang! Gue tadi bawa sopir kok." Rendi langsung menelpon Pak Zen untuk menyiapkan mobil dan mengantar dia menuju rumah sakit.


Di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit,wajah Rendi terlihat begitu tegang dengan mulut yang tidak berhenti bergumam.


Pak Zen yang sudah mengetahui alasan dari ketegangan ini semakin menancap gas ketika jalanan masih sepi oleh pengendara mobil lain nya.


" Sayang." Rendi langsung mendorong pintu ruang rawat Ola dengan begitu kasar hingga membuat Bu Nala yang baru keluar dari toilet terlonjak kaget dengan tatapan mata tajam yang menyoroti Rendi.


" Pelan-pelan Rendi! Istri mu bisa jantungan melihat cara mu membuka pintu seperti itu." hardik Bu Nala kesal.Rendi yang sudah khawatir dengan keadaan istrinya menyelonong masuk mengabaikan tatapan mata sang Ibu.


" Sayang." Panggil Rendi lagi.


" Mas Sakit." keluh Ola sambil mengusap perut nya.Bu Yesi yang awal nya membantu mengusap pinggang Ola langsung pindah ke belakang untuk memberi ruang ke menantu nya.


"Sabar ya sayang,Aku akan menemanimu di sini." ujar Rendi mengambil alih tugas sang mertua dan melakukan nya secara perlahan untuk membantu mengurangi rasa sakit yang istri nya rasakan.


" Ma, Bun! Kenapa Ola terus kesakitan seperti ini?" tanya Rendi setelah tidak tahan lagi melihat wajah lelah dan sayu milik istri nya.


" Memang seperti itu Ren! Itu nama nya kontraksi, semakin sering terjadi maka akan semakin bagus." jawab Bu Nala ikut mendekat dan Rendi langsung mengangguk mengerti.


kali ini rasa sakit yang di rasakan oleh Ola semakin sering dan semakin hebat menusuk tulang nya.tanpa terasa Ola bahkan sampai mencengkram lengan suami nya dengan kuku jari yang menancap sempurna di sana.


" Mas! Ini sangat sakit sekali,tubuh ku bahkan tidak sanggup lagi untuk melawan rasa sakit ini." gumam Ola lirih sehingga membuat suami nya semakin panik dan juga khawatir.Rendi yang melihat istri nya menangis juga ikutan menangis melihat bagaimana perjuangan istri nya untuk melahirkan anak untuk nya.


Bu Nala langsung memencet tombol di samping brankar Ola untuk meminta dokter memeriksa Ola dan standby di dalam ruangan VVIP ini.


Dokter Putri pun datang dengan di dampingi oleh tiga perawat sekaligus.melayani pemilik rumah sakit memang berbeda dengan menghadapi pasien biasa.butuh mental baja dan juga ketenangan yang sangat baik.


"Pembukaan nya sudah lengkap Nona muda,ketika Saya meminta untuk dorong,maka dorong sekuat tenaga Ya Nona." ucap Dokter Putri memberi perintah.


Ola mengangguk di tengah rasa sakit yang dia alami.tangan Rendi bahkan sudah membiru akibat di jadikan sebagai pelampiasan rasa sakit yang di alami nya.


" Kamu pasti bisa sayang." bisik Rendi memberikan semangat kepada sang istri.

__ADS_1


Butuh beberapa kali dorongan baru lah tangis seorang bayi menggema di dalam ruangan VVIP ini.


" Bayi nya laki-laki Nona, Tuan." ucap Dokter Putri.selama ini Ola memang tidak pernah mau menanyakan jenis kelamin anak mereka.biar semua menjadi surprise untuk dia dan juga keluarga nya.


Air mata Ola dan Rendi menetes dengan sangat deras begitu melihat buah cinta mereka sudah lahir ke dunia ini.Bu Nala dan Juga Bu Yesi juga ikut terenyuh menyadari jika harapan mereka selama ini sudah terwujud di depan mata mereka secara langsung.


Rendi langsung mengadzani putra nya, tepat setelah itu pintu kamar rawat Ola kembali terbuka dengan kedatangan Pak Dion dan juga Pak Arif, Sementara Ola sedang di bersihkan oleh Dokter Putri dengan di bantu oleh seorang perawat.satu perawat lagi langsung membawa bayi mungil itu untuk mereka bersihkan agar semakin lucu ketika bertemu keluarga nya.


" Bagaimana rasa nya mendampingi istri mu melahirkan? Jangan sia-siakan istri mu dan jangan pernah sekalipun Kamu membuat dia menangis dengan sikap egois mu.untuk melahirkan anak kalian bahkan dia rela mempertaruhkan nyawa nya."


Rendi mengangguk lantas memeluk sang ayah dan setelah itu bergantian memeluk mertua nya.


Ooeek...


Oekk..


Oek...


" Dion itu suara cucu kita."ucap Pak Arif bahagia.


" Iya Rif! Kita sudah menjadi Opa sekarang."sahut Pak Dion menangis haru memeluk besan sekaligus sahabat nya.


Di dalam ruangan perawatan,Rendi langsung memeluk sang Ibu yang sering kali dia lukai perasaan nya.


" Maafkan Rendi yang selama ini selalu membuat Mama marah dan menyakiti perasaan Mama." ucap Rendi yang merasa punya banyak salah dan dosa kepada sang Ibu.


" Sebelum Kamu meminta maaf,Mama sudah terlebih dahulu memaafkan Kamu.temani istri mu karena dia sangat membutuhkan Kamu saat ini."ucap Bu Nala mencium kening putra nya.mesikpun Rendi sudah berumah tangga dan sudah sah menyandang gelar seorang ayah.tetapi di mata Bu Nala Rendi tetap lah anak manja nya yang dilahirkan penuh perjuangan.


"Terimakasih ya Bun! Sudah melahirkan wanita hebat untuk Rendi.maafkan Rendi jika pernah membuat Ola menangis atau pun menderita." Rendi berpindah memeluk mertua nya yang dia sayangi seperti ibu nya sendiri.


" Kamu suami yang hebat,Ola tidak pernah mengadu apapun kepada Bunda.terimakasih juga sudah menjaga putri manja Bunda dengan baik.dan mengantar kan dia menjadi seorang Ibu dari bayi yang lucu ." Bu Yesi memeluk menantu kesayangan nya.


Rendi langsung melepas tubuh nya dari pelukan sang mertua sambil menghapus air mata bahagia yang tidak mau berhenti keluar.


Mereka semua bernafas lega ketika Dokter Putri mengatakan bahwa kondisi Ola baik-baik saja pasca melahirkan.apalagi di lakukan dengan persalinan normal tanpa harus di jahit sedikit pun.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2