Yolanda

Yolanda
Bab 68


__ADS_3

Hari ini Ola sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.selama Ola di rawat di rumah sakit tak sekali pun Rendi pergi meninggalkan dia dan menyerah kan semua urusan kantor kepada Fadel dan juga sang Ayah.sesampai nya di dalam rumah,Rendi langsung membawa istri nya masuk ke dalam kamar mereka dan meninggalkan kedua orang tua nya yang sedang berbincang dengan asisten rumah tangga.


" Kita masak apa siang nanti ya Mbak?" tanya Bu Yesi kepada besan nya.setiap main ke rumah Ola, kedua nenek gaul ini pasti ingin masak sendiri tanpa di bantu oleh asisten yang bekerja di sana.entah kenapa mereka sangat ingin Ola memakan masakan buatan mereka terlebih lagi ketika mengingat ada calon cucu mereka di dalam perut Ola saat ini.


" Aku juga bingung Yes! Bibi ada ide nggak?" tanya Bu Nala meminta saran kepada Bu Anum dan juga Bi Murni.


" Mmm ...Kalau Gurami pedas manis,sayur capcay sama terong balado gimana Nyonya! Bibi lihat akhir-akhir ini Nona Ola sangat suka sekali memakan ikan." ujar Bi Anum memberikan ide yang terlintas di kepala nya.


" Bagus juga sih Bi! Saya juga sudah jarang makan gurami.semua bahan-bahan nya ada di dalam kulkas?" tanya Bu Yesi menyetujui.


" Ada Bu! Bibi selalu belanja banyak ikan.kemarin Den Rendi juga minta nya kayak gitu karena Nona Ola suka eneg kalau lihat ada ayam di atas meja makan." akhir nya mereka semua menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan mereka sajikan nanti siang.meskipun harus berdesak-desakan di dalam dapur kotor tapi mereka semua terlihat begitu menikmati nya dengan tawa renyah yang terdengar menemani aktivitas mereka.


Sedangkan di dalam kamar mereka,Ola yang baru saja tertidur langsung terjaga kembali ketika mendengar notifikasi pesan beruntun yang masuk ke dalam ponsel nya.


Rendi berdecak kesal melihat sekilas pesan tersebut yang ternyata datang dari para sahabat istri nya.


" Jangan lama-lama sayang,Kamu harus istirahat yang cukup." ujar Rendi mengingat kan dan hanya di balas anggukan kepala oleh istri nya yang sedang fokus menatap layar ponsel nya.


Tes..Tes..Tes..

__ADS_1


" Sayang?" Rendi yang mendengar isakan tangis yang keluar dari mulut istri nya mendadak ketakutan karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


" Teman-teman Aku nggak ada yang bisa ikut wisuda tahun ini Mas." ucap Ola memperlihatkan isi pesan yang ada di ponsel nya kepada sang suami.


" Ya udah sayang! Jangan di lihatin terus ponsel nya.lebih baik kita tidur sekarang juga.itu sudah menjadi resiko untuk mereka yang tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik.selalu menyontek ketika ada tugas dan hasil akhir nya ya seperti ini."Rendi tidak kaget lagi mendengar kabar itu karena dari awal dia sudah mengetahui nya dan pernah melihat langsung bagaimana ketiga wanita itu belajar di dalam kelas.


" Tapi kasihan mereka Mas! Orang tua mereka pada kecewa semua." Ola menangis sesenggukan membayangkan bagaimana jika dia yang berada di posisi tersebut.perasaan ayah dan Bunda nya pasti sangat hancur.


" Sayang! Aku nggak mau ya melihat Kamu menangis seperti ini hanya karena ketiga teman mu yang tidak mau belajar dengan serius.biarkan itu menjadi urusan mereka dengan keluarga nya." Rendi mengelus punggung istri nya agar mau mendengar apa yang di ucapkan.tapi sayang nya Ola yang sangat sensitif sekali mudah larut dengan situasi yang ada.


" Kamu kok tega banget sih Mas! Mentang-mentang Kamu terlahir pintar dan cerdas jadi Kamu nggak akan tahu bagaimana jungkir balik nya mereka untuk mengejar wisuda bersama tahun ini.tapi tetap saja ketinggalan dan terpaksa harus menunda keinginan mereka hingga tahun depan."


Susah payah Rendi membuat mood sang istri baik sepanjang hari,tapi gara-gara pesan singkat itu semua perjuangan nya hancur dalam sekejap mata.jika dia paksa merebut ponsel istri nya pasti masalah baru akan datang lagi dan membuat dia semakin kesulitan untuk menenangkan istri nya.


Ola terus saja menangis di pelukan suami nya.sementara Rendi memilih membiarkan saja agar istri nya puas dan merasa lega.


" Udah selesai nangis nya?" tanya Rendi ketika Ola melepaskan pelukan nya dan mengelap ingus nya menggunakan baju yang Rendi pakai.Rendi hanya geleng kepala sambil mengulum senyum di bibir nya.


" Kenapa Aku jadi cengeng sekali ya Mas? Entah sudah berapa kali Aku menangis semenjak hamil ini." gumam Ola lirih membuat Rendi yang tadi nya mengulum senyum menjadi meledak kan tawa yang begitu keras.

__ADS_1


" Kasihan banget sih anak Daddy di salahkan terus." Rendi mengelus perut Ola yang sudah begitu bulat dan besar.


" Kok Kamu manggil nya Daddy sih Mas? Aku nggak suka dengan panggilan itu.yang wajar saja lah." tegur Ola ketika mendengar suami nya dengan begitu lancang menentukan panggilan untuk mereka berdua.


" Memang nya kenapa dengan Daddy? Anak teman bisnis ku banyak kok yang manggil ayah mereka menggunakan panggilan itu?" protes Rendi yang memang sengaja ingin memancing amarah istri nya.


" Pokok nya Aku nggak mau ya Mas! Anak-anak ku harus memanggil Aku dengan panggilan Mama atau nggak Bunda.nggak usah kebule- bulean deh Kamu nya! " seru Ola judes.


"Iya udah deh anak kita nanti panggil Aku Papa saja,Aku nggak mau nanti Mama nya malah cari Papa yang lain untuk mereka."Rendi akhirnya menyudahi perdebatan itu ketika urat syaraf istri nya sudah menonjol keluar.


" Gini kan bagus,jangan membantah terus keinginan istri nya Mas."Ola tersenyum manis kembali melingkar tangan di perut suami nya.


" Kapan ya Aku bisa menang ketika berdebat dengan Kamu, sayang?Apalagi saat hamil begini harus ngalah terus." batin Rendi mengelus lembut kepala istri nya.


Baru 5 menit di elus kepala nya.Ola sudah tertidur dengan posisi masih memeluk suami nya.sangking nyaman nya pelukan sang suami membuat mata Ola yang habis menangis langsung terpejam sempurna tanpa harus di bujuk lagi untuk beristirahat.


" Kalau lagi tidur begini manis banget! Tapi kalau sudah bangun banyak kali permintaan nya yang akan membuat Aku hanya bisa menghela nafas panjang.bukan tidak mau mengabulkan nya,tapi semua yang dia minta terlalu berbahaya dan sangat berisiko untuk kehamilan ini." Rendi menidurkan Ola dengan sangat hati-hati karena tidak ingin istri nya kembali terbangun ketika merasa kan pergerakan tubuh nya.Kehamilan yang sudah membesar membuat Ola kesusahan untuk bergerak kesana-kemari.wanita ini juga tengah berada di fase tidak percaya diri untuk bertemu orang lain karena bentuk tubuh nya yang sudah berubah drastis.semakian hari Rendi semakin memperbanyak stok kesabaran dalam menghadapi mood istri nya yang suka berantakan setiap waktu.


" I love you sayang." bisik Rendi mengecup kening Ola dan segera menyusul masuk ke alam mimpi secara bersamaan.

__ADS_1


Jangan lupa Like ,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍


__ADS_2