Yolanda

Yolanda
Bab 67


__ADS_3

Kurang dari 2 jam setelah kejadian naas yang menimpa Ola terjadi.anak buah Pak Dion sudah berhasil mendeteksi keberadaan wanita yang memakai kaca mata hitam sebagai pelaku yang meracuni Ola.


" Tangkap dia Pak." titah anak buah Pak Dion kepada polisi yang ikut serta bersama mereka.Tante Kumala yang pernah menelepon Rendi waktu itu akhirnya menyerahkan diri karena tidak tahu lagi harus lari kemana.berada di kantor polisi membuat Tante Kumala tertangkap dengan begitu mudah nya.niat hati ingin melakukan salam perpisahan kepada sang keponakan setelah berhasil meracuni istri Rendi.tapi rencana yang sudah dia susun rapi akhirnya harus berantakan di tengah jalan sebelum dia sempat melarikan diri.anak buah Pak Dion bekerja dengan begitu baik tanpa berkedip sedikitpun mengikuti kemana wanita ini berpindah sejak tadi.


" Sial! Rupa nya keluarga Irawan bergerak lebih cepat dari apa yang Aku bayangkan." batin Tante Kumala menatap tajam satu persatu pria berbadan besar yang mengepung tubuh nya.


" Silahkan anda ikut dengan Kami ke ruang pemeriksaan." ucap pak polisi memberitahu.


Mau tak mau Tante Kumala harus mengikuti perintah tersebut dari pada dia di seret secara paksa yang bisa merugikan diri nya sendiri.


Tante Kumala terus membantah fakta yang di ucapkan oleh polisi beserta anak buah Pak Dion.meskipun sudah ada barang bukti di depan mata nya tapi wanita ini tetap saja berkilah hingga pada akhirnya Pak Dion sendiri yang datang menemui wanita itu dengan sorot mata membunuh nya.


" Masih ingin berbohong juga? Aku tidak tahu siapa Kamu dan apa alasan Kamu ingin mengganggu keluarga ku terutama menantu kesayangan ku.tapi akan Aku pastikan satu hal jika Kamu akan menderita seumur hidup seperti yang keponakan mu itu rasakan selama ini." kecam Pak Dion murka.


" Kalian semua tidak punya hati,anak sama bapak rupa nya sama saja.susah payah keponakan ku datang meminta maaf dan berharap bisa kembali kepada dia.tapi apa? Putra mu yang begitu sombong itu menolak keponakan ku dengan sangat kasar dan bahkan sampai meminta security untuk menahan supaya tidak bisa masuk ke perusahaan kalian yang sangat besar itu, padahal dulu putra mu begitu mencintai keponakan sampai rela mati dan melawan orang tua nya.maka nya Aku kasih racun saja menantu mu itu biar mati sekalian dan keponakan ku bisa kembali bersama dengan putra mu yang begitu bodoh itu." Tante Kumala tanpa merasa takut berteriak mengeluarkan semua yang dia pendam di dalam hati nya.meskipun Pak Dion orang yang paling di segani di tanah air ini tidak membuat wanita yang bekerja sebagai seorang notaris ini gentar dan semakin berani menatap wajah Pak Dion dan juga Pak Arif dalam waktu yang lama.


Plak.


Plak.


Pak Arif menampar wajah Tante Kumala sampai membuat kepala wanita tersebut miring ke kanan dan juga ke kiri.sudut bibir wanita itu juga mengeluarkan darah segar akibat pukulan yang dia dapatkan terlalu keras dan masih meninggalkan perih yang sangat terasa sampai sekarang.


" Wanita yang Kamu sumpahin mati itu adalah putri tunggal ku,harta yang paling berharga dalam hidup ku.Kamu akan menanggung akibat dari ulah mu sendiri."Pak Arif bahkan sampai menunjuk wajah Tante Kumala sangking emosi nya.jika Tante Kumala adalah seorang pria mungkin sudah sejak tadi dia menghabisi orang yang ada di hadapan nya saat ini.


" Nyawa harus di bayar dengan nyawa." imbuh Pak Arif sangat marah.

__ADS_1


Asisten Pak Arif dengan cepat menenangkan bos nya agar darah tinggi Pak Arif tidak kembali naik lagi sehingga membuat pria paruh baya ini harus mengalami pengobatan intensif di rumah sakit.


" Putra ku tidak butuh maaf dari wanita hina seperti kalian berdua.untuk apa dia menerima kembali wanita yang sudah menjadi teman tidur banyak pria.siapa yang bisa menjamin jika keponakan mu itu tidak mengidap penyakit kelamin? Hah? Masih untung kalian dia biarkan hidup dengan jalan haram itu.ini malah sengaja mengusik ketenangan keluarga kami.biadab." geram Pak Arif menendang kursi yang di duduki oleh sang tersangka.


Pak Dion lalu memanggil pengacara nya untuk mengurus semua berkas agar wanita ini juga ikut di tahan.seperti biasa, setelah Tante Kumala masuk ke dalam sel nya.di dalam bilik besi itu sudah menunggu beberapa tahanan lain yang sudah mendapatkan perintah dari anak buah Pak Dion untuk memberi pelajaran kepada Tante Kumala.


Satu langkah saja pihak penjaga meninggalkan Tante Kumala di dalam lapas.para tahanan lain langsung menyerbu Tante Kumala hingga terlentang tak berdaya lagi.


" Jadi cuman segitu nyali orang yang sudah berani meracuni putri tunggal Himawan!Bangun ******." teriak salah satu tahanan di depan wajah Tante Kumala yang sudah babak belur.


" Woi...Bangun kau." sahut yang lain nya.


" Jangan pura-pura kesakitan karena kita tidak akan perduli.selama berada di sini Kamu akan terus mendapatkan balasan dari kami." ujar yang lain nya lagi.


Tante Kumala yang masih merasakan pusing di kepala nya hanya diam dengan rasa takut nya.dia pikir hidup nya di dalam penjara akan tenang dan aman setelah menebus dosa yang sudah dia lakukan.ternyata Dion Irawan dan juga Arifin Himawan tidak berhenti sampai di situ saja dan memperlakukan dia sama seperti yang keponakan nya alami selama ini.


Di rumah sakit saat ini.Rendi beserta Bu Nala dan juga Bu Yesi akhirnya bisa bernafas lega setelah tim dokter yang menangani Ola menyatakan bahwa kondisi Ola dan kandungan nya sudah baik-baik saja dan racun nya juga sudah hancur habis tak bersisa lagi.


" Mas! Kamu nggak ke kantor?" tanya Ola.


" Aku masih cuti sayang,Aku ingin menemani kalian sampai dokter mengizinkan kalian untuk pulang ke rumah." jawab Rendi mengelus kepala Ola agar wanita nya tenang.


" Terimakasih ya Mas! Maaf jika Aku sering merepotkan Mas,Bunda dan juga Mama." ujar Ola dengan wajah sendu nya.


" Tidak ada yang merasa di repot kan oleh Kamu sayang,ini semua terjadi juga karena masa lalu Mas.jangan banyak pikiran dan jaga mental Kamu." Rendi mengecup kening istri nya dengan sangat lama membuat Ola bisa merasakan bahwa suami nya begitu mencintai dia dan juga calon buah hati mereka.

__ADS_1


" Kami malah senang bisa menemani Kamu di manapun itu sayang, cepat sehat dan makan yang banyak biar kita bisa berkumpul di rumah lagi." sahut Bu Yesi menimpali.


" Iya sayang! Nanti biar kita bikin kue sama-sama.Mama janji akan membuat kue kesukaan Kamu itu." semua orang berusaha menjaga mood Ola agar tidak berdampak pada kehamilan yang sudah membesar ini.kesehatan dan keselamatan Ola menjadi tanggung jawab mereka semua karena memang Ola merupakan cahaya untuk kehidupan mereka.


Sore hari nya,Pak Dion dan juga Pak Arif sudah kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ola saat ini.


Aura membunuh masih kentara di wajah Pak Dion dan juga Pak Arif,mereka melewati begitu saja istri mereka masing-masing menghampiri putri kesayangan mereka yang terbaring di atas brankar.


" Bagaimana keadaan Kamu,sayang?" tanya Pak Arif menatap lembut putri nya.


" Sudah baikan Yah, dokter juga mengatakan seperti itu,dan jika tidak ada kendala besok pagi Ola sudah boleh pulang." jawab Ola memberitahu.


Pak Arif lalu tersenyum melirik ke istri dan juga besan nya.


" Rupa nya menantu Papa sudah tidak sabar lagi ingin pulang ke rumah." ledek Pak Dion hanya mau bercanda dengan menantu kesayangan nya saja.


" Iya Pa,Ola sudah sangat bosan berada di sini.Ola pengen jalan-jalan ke mall dan menghirup udara bebas." ujar Ola membuat semua orang tertawa mendengar celetukan nya.


" Kamu harus istirahat dulu sayang, meskipun sudah keluar dari rumah sakit bukan berarti Kamu bisa bebas jalan kemana pun yang Kamu mau, selama satu minggu Kamu harus tetap di dalam rumah dan nggak boleh pergi kemana pun." ucap Rendi tegas.


" Ya....Mas...Nggak boleh gitu dong,Ola pengen beli perlengkapan bayi untuk anak kita.ini sudah lewat 7 bulan loh Mas dan sudah boleh untuk menyicil perlengkapan adek bayi nya." Ola merengek manja kepada suami nya.tetapi Rendi tetap saja tidak mau kalah dan tetap pada keputusan nya.


" Sayang! Nanti setelah Kamu benar-benar sehat ,Kamu boleh berbelanja sesuka hati mu,Bunda dan juga Mama Nala akan menemani Kamu nanti nya. tapi untuk satu Minggu ini Kamu di rumah dulu ya." Bu Yesi ikut-ikutan menasehati putri nya sehingga Ola terpaksa mengiyakan keinginan mereka semua.


Mereka semua akhir nya pamit pulang dan hanya menyisakan Rendi yang setia menemani istri nya di dalam kamar VVIP ini.

__ADS_1


Rendi dan Ola tidur di atas brankar yang sama dengan tangan yang saling berpelukan satu sama lain.


Jangan lupa Like ,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2