Yolanda

Yolanda
Bab 22


__ADS_3

" Lama amat sih Bu! Ke toilet nya?" sindir Meri tersenyum tipis.


" Hisss! Jangan keras-keras Mer.nanti Bu Siti bisa dengar dan bisa habis Aku kena omel." tegur Ola meletakkan jari telunjuk di depan bibir nya.


" Baiklah Nyonya." balas Meri kembali menatap curiga dengan penampilan Ola yang sedikit berubah.


" Sebenar nya Kamu dari mana sih La? Penasaran Aku?" sahut Risa yang sejak tadi juga merasa ingin tahu.


" Dari ruangan di do'i,minta izin biar bisa jalan ke mall." jawab Ola tersenyum lebar.


" Serius Kamu! Terus suami Kamu bilang apa?" teriak Risa lepas kontrol.


" Nggak usah pakai teriak segala bisa kan Risa bego! Kalau yang lain dengar bagaimana?" ujar Meri melotot kan mata nya ke arah Risa dan Dini yang sedang menghadap ke arah mereka.


" Udah- udah nggak usah pakai berantem segala.yang jelas nanti siang Aku wajib ngemall dan bisa belanja sepuas nya.kalian mau ikut nggak?" tanya Ola lagi.


" Ikut dong,rugi kalau nggak ikut Nyonya Rendi shopping." celetuk Meri pelan.


" Bagus! Sekarang Aku mau ngerjain tugas dulu.kalian udah siap?" tanya Ola kepada ketiga sahabat nya.


Ketiga wanita yang di tanya malah kompak menggeleng kan kepala karena seperti biasa mereka selalu menunggu contekan dari Ola si gadis pintar.


" Ya belum lah La! Kita nungguin Kamu." sahut Meri menyadarkan Ola yang lupa ingatan tentang mereka bertiga yang terlalu lemot.


" Astaga! Usaha dong kawan! Kalau suatu hari nanti Aku nggak masuk atau harus cuti kuliah bagaimana? Heran deh." Ola geleng -geleng kepala lalu fokus mengerjakan soal latihan yang tertulis di depan kelas.sedangkan ketiga gadis itu memilih diam tanpa berniat untuk mengganggu.


Seperti yang sudah mereka rencanakan di kelas tadi pagi.begitu jam kuliah usai.keempat wanita yang selalu terlihat cantik ini berjalan kompak menuju keluar dan kali ini mereka memutuskan untuk menumpang di mobil Risa.


Di saat mereka sedang menunggu Risa keluar dari parkiran.tidak sengaja telinga Ola mendengar kakak -kakak mahasiswa tingkat akhir memuji suami nya.


Istri mana yang tidak merasa cemburu melihat suami nya menjadi gibahan para wanita di luar sana.


" Gila ya Pak Rendi! Udah tampan, kaya raya lagi.kampus kita ini kan milik keluarga nya." ujar seorang mahasiswi.

__ADS_1


"Aku mau loh jadi istri nya,tapi kata orang-orang Pak Rendi sudah menikah."


" Sok tahu Kamu! Kata siapa?"


" Ye nggak percaya,ya kata Pak Rendi sendiri lah.di jari manis nya juga memakai cincin pernikahan."


" Nggak papa lah jadi istri kedua.yang penting makmur dan terjamin."


" Aku nggak rela ya punya madu.awas aja kalian semua nya." ucap Ola dalam hati.tanpa sengaja tangan nya meremas kuat jari Meri yang berada di samping nya.


" Awww..Sakit La!" Meri merintih menahan rasa sakit.


" Kamu kenapa sih? Main kekerasan deh! Udah nggak usah di dengerin omongan mereka semua.maka nya di jaga suami nya dengan baik.berikan pelayanan terbaik supaya Pak Rendi yang tampan itu tidak tergoda oleh wanita model seperti mereka ." ujar Meri mengingat kan.


" Iya La! Kamu kan tahu sendiri bagaimana fanatik nya mereka sama suami Kamu.udah abaikan aja.yang penting mereka nggak sampai masuk ke dalam rumah tangga kalian.dan ingat pesan yang di berikan oleh Ibu Meri Handayani tadi." celetuk Dini dengan garing nya.


" Ooooo... Ya ustazah Dini." Meri mencolek dagu Ola yang terlihat murung.


Suara klakson mobil Risa membuyarkan lamunan kosong Ola.dengan langkah berat wanita ini masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang berdampingan dengan Meri yang super cerewet.


" Santai cantik! Jangan melamun terus.kata nya mau jalan-jalan masa wajah nya di tekuk seperti itu." Meri berusaha menghibur Ola yang mulai merasa minder dengan diri nya sendiri.


" Emang nya ada apa sih?" tanya Risa penasaran.


" Biasa lah! Tadi pas kita lagi nungguin Kamu ambil mobil.banyak cewek -cewek gatel yang sedang membahas dosen tampan dan dengan tidak tahu diri nya mereka rela menjadi istri kedua dari Pak Rendi." tutur Meri menjelaskan.


" Gila ya mereka,udah nggak usah di ambil hati La.lagian Pak Rendi nggak bakalan suka juga kan sama mereka.di antara mereka Kamu lah yang paling cantik dan berhasil memenangkan hati pak Rendi si pria datar dan dingin." sahut Risa mengoceh sambil fokus menatap jalanan.


" Menurut kalian gimana? Apa yang harus Aku lakukan supaya rumah tangga kami nggak goyah?" tanya Ola dengan wajah sendu.karena sedang pms sehingga membuat Ola muda merasa tersinggung dan gampang emosi di buat nya.


" Ya nggak harus ngelakuin apa-apa.yang penting kebutuhan biologis suami Kamu terpenuhi jadi dia tidak akan sanggup melirik ke arah lain.dan satu lagi.Aku rasa Kamu harus membuat suami mu bucin parah sampai dia tunduk dan takut untuk kehilangan Kamu yang begitu beautiful ini." kali ini Risa yang memberi kan solusi.terdengar bijak sih dan berbanding terbalik dengan kisah hidup nya.


"Gimana cara nya memenuhi kebutuhan biologis? Aku aja lagi kedatangan tamu?" resah Ola menghembuskan nafas dengan kasar.ucapan wanita tadi masih mengganggu pikiran nya sampai membuat dia kehilangan mood.rasa nya sekarang juga dia ingin ke kantor suami nya dan membuat sebuah perjanjian untuk mengikat hubungan mereka yang masih begitu awam.

__ADS_1


" Ya nggak sekarang juga Ola! Nanti setelah Kamu selesai itu nya.dan untuk sekarang nggak papa kissing -kissing manja dulu." goda Meri mencolek dagu Ola.


"Paham kan maksud kita.jangan bilang kalau Kamu masih belum ngerti juga." sanggah Risa menatap tajam Ola dari spion mobil nya.


" Iya paham,udah cepetan bawa mobil nya perut Aku udah berdemo nih." Ola memegang perut nya menahan rasa lapar yang sudah menyerang.


Di saat mereka hendak turun dari mobil.notifikasi pesan memaksa Ola menghentikan langkah kaki nya.


" Jangan lupa makan siang dan gunakan kartu yang Aku berikan kemarin." My suami.


Ola tersenyum lalu sedetik kemudian mengetik pesan balasan.


" Iya Mas.ini Aku baru sampai di depan mall.rencana nya juga mau langsung makan.Kamu jangan lupa makan siang juga ya Mas." Ola menyimpan kembali ponsel nya dan berlari mengejar ketiga sahabat nya yang sudah terlebih dahulu berjalan meninggalkan dirinya.


Keempat wanita ini masuk ke sebuah restoran cepat saji dan memesan begitu banyak makanan sampai membuat meja mereka penuh tidak tertampung lagi.beruntung nya ada Meri si perut karung beras yang bersedia menampung sisa makanan yang tidak sanggup mereka habiskan lagi.


Setelah Ola selesai membayar semua tagihan makanan,mereka kemudian beranjak menuju sebuah toko pakaian dan lanjut ke toko aksesoris untuk mencari berbagai aksesoris lucu.


3 jam sudah sudah mereka menghabiskan waktu berjalan di mall ini sampai membuat kedua kaki mereka sakit dan tidak sanggup lagi untuk melanjutkan perjalanan.


" Pulang yok, nanti suami Aku pulang lagi.kalau telat nanti dia marah dan nggak mau kasih izin Aku keluar besok." ajak Ola kepada ketiga sahabat nya yang tengah memakan ice cream.


" Jadi sekarang sudah di akui nih! Suami kan?" goda Meri sambil menikmati ice pemberian Ola.setiap jalan-jalan ke mall.Meri adalah orang yang paling beruntung di antara mereka berempat.perut nya akan kenyang total karena sifat Ola yang begitu royal dan tidak perhitungan.


" Iya suami dong! Memang nya apa?" ujar Ola ketus.


" Udah-udah ayok kita pulang.Aku juga udah lelah banget.mau cepat -cepat istirahat karena nanti malam mau ngerjain makalah dari Pak Rendi." Risa berdiri ketika ice cream di tangan nya sudah habis tidak bersisa lagi dan di ikuti oleh teman-temannya yang lain nya.


Sedang kan di dalam gedung pencakar langit sana.Rendi tengah tersenyum puas melihat notifikasi pesan dari kartu sakti yang di gunakan oleh istri nya.


" Semua untuk Kamu.Aku nggak pernah melarang Kamu mau beli apapun.yang penting berguna dan bukan barang terlarang." batin Rendi duduk bersandar di kursi kebesaran nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2