
Dion dan juga Nala saling berpandangan dengan tersenyum simpul menatap wajah Ola yang seperti menahan kesal kepada putra mereka.
" Seperti nya sebentar lagi cucu kita akan launching Pa!" bisik Nala tidak ingin kedengaran oleh Ola yang sudah berjalan ke arah luar.
" Hm..Dan untuk Mama tolong ingatkan Rendi kalau mau membuat adonan jangan lupa tutup rapat pintu nya, untung saja tadi pagi tidak ada Bibi dan orang lain yang naik ke atas." ujar Dion masih dengan wajah datarnya.
" Benaran Pa?" Nala membekap mulut nya tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.
" Hm.." lagi-lagi Dion hanya membalas dengan berdehem ria.
" Senyum dikit Napa sih Pa! Rendi aja sekarang sudah mulai cair.kenapa Papa masih aja betah seperti ini setelah puluhan tahun hidup bersama." keluh Nala yang tidak suka melihat ekspresi datar milik suami nya.
Tanpa menanggapi sedikit pun keluhan istri yang banyak mau nya menurut Pak Dion,pria paruh baya ini langsung berjalan menuju ruang kerja nya dan meninggalkan Ibu Nala yang masih mengintip anak dan juga menantu kesayangan nya.
" Udah! Jangan cemberut seperti itu sayang.mau nambah lagi nggak?" goda Rendi yang sudah bersiap-siap ingin membelokkan setir mobil nya ke sebuah hotel bertingkat yang ada di tepi jalan.
" Mas! Aku ada kuliah pagi.cepatan jalankan mobil nya." ketus Ola masih bete karena tadi pagi Rendi kembali mengerjai diri nya walaupun semalaman sudah meminta jatah double,tapi nyata nya pria datar yang sudah mencair hingga meleleh itu kembali melanjutkan aksi di luar nalar Ola.niat hati ingin kembali beristirahat malah kembali di gempur habis-habisan oleh Rendi hingga membuat kedua nya telat untuk turun sarapan pagi.
" Nggak sopan loh sayang! Ngomong nya kayak gitu,tadi aja Kamu begitu menikmati nya giliran udah siap malah mengomeli Aku." sungut Rendi tetap meraih tangan Ola untuk dia genggam meskipun sang wanita terlihat ogah-ogahan untuk menerima nya.
" Iya maaf suami ku sayang." Ola berusaha menampilkan senyum palsu nya.
" Yang ikhlas dong sayang." pinta Rendi yang tahu jika Ola hanya sedang memainkan akting di depan nya.
" Mas,ini Aku udah ikhlas loh, memang nya mau ikhlas seperti apa lagi?" kata Ola sedikit menaikkan intonasi suara nya.
Rendi menaikkan sebelah alis nya, perdebatan ini memang kerap terjadi setelah Rendi berhasil mencapai keinginan nya yang dia sendiri juga tidak habis pikir kenapa pusaka nya selalu saja berdiri jika hanya menyentuh ujung kulit istri kecil nya.
" Aku minta maaf kalau Aku sudah membuat Kamu lelah,tapi ini kan demi cucu untuk Mama, Papa dan Bunda juga Ayah." elak nya tetap tidak ingin di anggap mesum oleh istri nya.
" Iya..Iya...Udah jangan bahas itu lagi, berhenti di depan mobil Risa aja Mas." pinta Ola menunjuk ke arah mobil putih yang terparkir di dekat gerbang kampus.
" Loh! Kenapa nggak sampai di dalam saja sayang?" tanya Rendi curiga.
__ADS_1
" Biar nggak bolak-balik gitu Mas! Lagian Aku bisa menumpang mobil Risa.udah sana Kamu ke kantor aja." Ola langsung mencium punggung tangan suami nya.meski masih marah atau apalah nama nya itu.tapi Ola tak pernah lupa dengan tugas nya sebagai seorang istri.cukup dia gagal dalam menyediakan makanan untuk suami nya tapi tidak untuk hal yang lain nya.
" Nanti pulang nya jangan keluyuran sayang, langsung pulang dan Aku sudah meminta sopir sama Ammar untuk menjemput mu nanti." titah Rendi begitu posesif.
" Iya Pak suami.dada...." Ola turun dari mobil Rendi dan langsung menyelonong masuk ke dalam mobil Risa yang kebetulan pintu mobil nya tidak terkunci.
Ketiga gadis yang sedang asyik mengunyah batagor di buat kaget kedatangan Ola yang begitu tiba-tiba.
" Astaga...Anjir... Kaget Saya Mak." teriak Meri yang sedang mengunyah batagor nya.belum sempat batagor itu di kunyah sampai halus tapi Meri sudah menelan nya secara paksa.
" Woi..Mati anak orang." sambung Dini latah.
" Ngapain sih La..."teriak Risa ikut kaget .
Sedangkan Ola yang merupakan biang masalah malah nyengir ikut mencomot batagor yang ada di tangan Meri.
" Beli ...Anjir..." cibir Meri tidak terima.
" Mohon maaf ,tapi ini punya Saya,kalau Kamu mau minta sama mereka berdua aja." tolak Meri tegas karena tidak ingin porsi makanan nya berkurang dari jatah biasa .
Meri yang memang terkenal doyan makan.sudah biasa bersikap pelit kepada teman-teman nya,tapi entah kenapa ketiga wanita itu malah tak marah sekalipun dan menerima semua yang di lakukan oleh Meri.
Mereka yakin Meri melakukan ini karena kebiasaan makan nya yang tidak bisa dikontrol lagi.
" Ya ampun Meri..." teriak Risa dari kursi depan .
" Lapar Aku nya." balas Meri nyengir.
Ketiga wanita ini sontak saja geleng-geleng kepala melihat tingkah Meri yang cukup membangongkan.
" Ini masih kurang loh La! Beli lagi yuk." imbuh nya malah mengajak Ola yang tidak membawa mobil untuk mengejar kembali penjual batagor yang cukup enak di mulut nya.
" Ogah ah! Aku mau ke kelas aja.bentar lagi kuliah akan di mulai." tolak Ola karena tidak ingin bolos kuliah.
__ADS_1
" Udah ayok masuk Ris." sahut Dini yang juga sudah menghabiskan sisa batagor nya.
" Oke...Nah ini untuk Kamu aja." Risa memberikan sisa batagor nya kepada Meri,meski sudah dia makan berdua dengan Ola tetap saja batagor satu porsi penuh tidak habis oleh mereka berdua yang memiliki perut tipis.
Dengan senang hati Meri menerima nya dan menghabiskan batagor itu dalam hitungan menit saja.
Dan di dalam ruangan yang begitu dingin ini, suasana tiba-tiba saja terasa panas setelah seorang wanita berpakaian seksi mencoba menerobos masuk meskipun sudah di larang keras oleh Bella.
" Maaf Pak,tapi wanita ini memaksa ingin masuk menemui anda." ucap Bella dengan rasa takut nya.
" Nggak papa,lain kali kalau dia datang ke sini lagi langsung telepon pihak keamanan saja.atau minta kepada mereka untuk tidak mengizinkan dia naik ke lantai atas." titah Rendi dingin dan mengabaikan wanita ini yang sedang mereog menatap diri nya.
" Baik Pak." Bella langsung keluar dan menyampaikan pesan itu kepada pihak keamanan sebelum dia kembali lupa dengan kesibukan yang begitu menumpuk.
" Kamu tetap di sini saja Del." pinta Rendi kepada Fadel yang terlihat ingin meninggalkan ruangan nya.
" Baik Pak." jawab Fadel tetap duduk di tempat sambil melanjutkan pekerjaan nya.
Wanita yang tidak di undang ini dan juga tidak di harapkan pula kedatangan nya oleh Rendi langsung berjalan mendekat ke arah Rendi.
" Jangan melampaui batas! Cepat katakan apa yang Kamu inginkan." ujar Rendi tegas.
Wanita ini yang kemarin juga sudah berusaha merebut kembali hati Rendi langsung tersenyum licik.
" Aku tidak ingin mengatakan apapun, kedatangan Aku kesini hanya untuk menyerah kan ini untuk Kamu." jawab wanita itu langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil yang belum di ketahui apa isi yang ada di dalam nya.
Rendi hanya menatap sekilas kotak kecil itu tanpa berniat untuk menyentuh nya.
" Aku menunggu kedatangan mu sayang." bisik nya dengan jarak yang begitu dekat ,dengan bibir yang di keluarkan dan setelah itu langsung pergi keluar dari ruangan Rendi.
Fadel yang tak ingin di anggap lancang hanya bisa diam dengan menguping pembicaraan antara kedua manusia itu.
...Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰...
__ADS_1