
Ola yang baru bangun dari tidur nya langsung menggeliat kan tubuh, sedangkan sang suami yang sejak tadi malam memeluk nya sudah tidak ada lagi di samping dia.
Tap..
Tap...
Tap.
Ola melangkah keluar karena tiba-tiba saja ingin mencium aroma tubuh milik suami nya.
" Bunda! Ayah!" teriak Ola dari lantai atas ketika melihat kedua orang tua nya dan juga mertua nya sedang duduk di sofa arah ke dapur.
" Hiks...Hiks...Hiks..." Ola terisak dengan wajah yang sudah basah oleh air mata.
" Sayang! Kenapa Kamu menangis? Jangan lari-lari." teriak Bu Yesi memperingati Ola yang lupa dengan keadaan nya.
" Bunda sama Ayah kapan sampai nya? Kenapa kalian suka kali membohongi ku? Padahal Aku kangen banget sama kalian." ucap Ola memeluk kedua orang tua nya secara bergantian.
" Kami baru saja sampai subuh tadi dan nggak tega buat bangunin tidur Kamu, bagaimana kehamilan mu sayang? Apa cucu Mama baik-baik saja?" tanya Bu Yesi mengelus perut Ola .
" Sejauh ini baik walaupun masih mual dan sekarang Aku mulai merasakan nya." Ucap Ola membekap mulut nya lalu berlari menuju wastafel dapur.
" Pelan -pelan sayang! Bahaya." Bu Nala dan juga besan nya dengan kompak mengingat kan Ola yang seperti nya belum terbiasa dengan kehamilan nya.
Hoek...Hoek...Hoek...Ola mengeluarkan semua isi perut yang sempat dia isi tadi malam.mual nya pagi ini semakin parah tanpa ada Rendi yang berada di samping nya.
" Ada apa ini?" tanya Rendi yang baru pulang dari lari pagi.
Melihat Ola yang sedang menunduk di depan wastafel sambil mengeluarkan cairan dari mulut nya,Rendi bergegas mendekat dan membantu mengusap tengkuk Ola supaya istri nya merasa lebih nyaman.
" Minum dulu sayang." Bu Nala datang membawakan segelas susu jahe hangat yang sudah di racik oleh Bi Ayuk.
Ola hanya memejamkan mata nya sambil mengatur deru nafas yang terasa sangat berat.
" Kamu dari mana saja sih Mas? Kenapa pas Aku bangun Kamu nggak ada dan menghilang begitu saja tanpa pamit kepada ku?" ketus Ola merasa sangat kesal.
" Maaf sayang! Tadi Aku pergi keluar sebentar untuk lari pagi,Aku sebenernya sudah pamit dengan berbisik di telinga mu,mungkin karena tidur mu terlalu nyenyak membuat Kamu tidak mendengar nya." setelah selesai mencuci mulut istri nya,kini tangan kekar Rendi beralih mengelap air mata yang masih membasahi wajah istri tercinta nya.
Ola langsung berhambur memeluk tubuh suami dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh suami nya yang begitu menenangkan perut dan juga kepala nya.
Kedua pasangan paruh baya yang melihat itu semua hanya bisa tersenyum puas melihat keharmonisan rumah tangga putra dan putri mereka yang berawal dari perjodohan.
" Aku belum mandi sayang.masih bau keringat." ucap Rendi perlahan menjauhkan tubuh istri nya agar tidak ikut basah terkena keringat.
__ADS_1
" Tapi Aku suka bau keringat nya Mas,mual nya juga langsung hilang." gumam Ola lirih sehingga membuat Rendi semakin tak percaya dengan tingkah aneh istri nya.
Rendi beralih menatap sang ibu dan juga mertua nya untuk mencari Jawaban dari kelakuan aneh Ola pagi ini.
Bu Nala mengangguk kan kepala sambil mengelus dada ,Rendi yang mengerti maksud dari isyarat yang sang Ibu berikan langsung mengangguk kecil sambil tersenyum miring.
" Wangi." Ola kembali bersuara sambil terus menyesap aroma tubuh suami nya.
Bu Nala dan juga Bu Yesi menahan tawa sambil berlalu untuk membantu menyiapkan makanan sehat untuk ibu hamil.
" Kita mandi dulu ya sayang." ajak Rendi dengan lembut karena tidak ingin istri nya salah paham.
" Nanti dulu Mas! 5 menit lagi." tolak Ola masih betah bersembunyi di dada suami nya.
Rendi mendesah gusar tapi tak mau memperlihatkan nya kepada Ola.dia terpaksa pasrah walau sudah merasa sangat gerah dan sangat ingin berganti pakaian dengan baju kaos kering.
" Sayang,sana kalian mandi dulu, setelah itu kita sarapan bersama." tutur Bu Yesi mengambil alih permainan untuk merayu Ola.
" Ola pengen makan tumis kangkung Bun." celetuk Ola membuat semua orang saling bertatapan kaget.
" Boleh kan Bun?" tanya Ola ketika tak mendapatkan Jawaban.
" Boleh sayang,tapi nanti siang ya Bunda bikin nya, untuk pagi ini makan ayam goreng sama tempe dan juga sayur sop." usir Bu Yesi ragu-ragu.
" Ola pengen nya tumis kangkung Bun!" suara Ola mulai terdengar berat dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
Bunda Yesi mulai berpikir keras tentang seberapa banyak batas kesabaran yang di miliki oleh menantu nya, sedangkan dia saja yang belum genap satu hari meladeni putri nya hampir saja kebablasan dengan segala bentuk tingkah aneh yang perlihatkan oleh putri nya.
" Betapa bangga dan beruntung nya Aku memiliki menantu yang sangat sabar seperti Rendi,entah apa yang akan terjadi lagi setelah ini mengingat permintaan Ola yang selalu di luar jangkauan." gumam Bu Yesi yang di sambut gelak tawa oleh Bu Nala dan juga asisten lain nya.
" Kita sama-sama beruntung Yes! Maklum saja karena Ola sedang hamil dan mengandung cucu kita,dulu saja Kamu juga kayak gitu waktu hamil Ola." ledek Nala ketika mengingat bagaimana aneh nya kelakuan Yesi yang sebelas dua belas sama Ola.
" Astaga." Yesi menepuk jidat nya sendiri ketika baru mengingat bagaimana random nya tingkah dia waktu dulu.
Hahahaha...Bu Nala tertawa puas melihat wajah lucu Besan sekaligus sahabat nya.
" Sudah ayok kita siapkan tumis kangkung nya sebelum Ola turun mencari pesanan nya tadi." Bu Nala lalu meminta Bi Murni untuk mengecek persediaan kangkung di dalam kulkas.melihat Bi Murni yang sudah datang pan membuat kedua nya mengucap rasa syukur karena tidak harus pergi belanja lagi untuk mencari kangkung yang akan di eksekusi.
" Masih ada Nyonya.sini biar Bibi bantu siapkan bumbu nya biar cepat selesai." ucap Bu Murni yang langsung mengupas segala bentuk bumbu yang di minta oleh Bu Yesi, sedangkan Bu Nala dan juga kedua asisten lain nya sibuk mengurus kangkung yang masih belum di bersihkan.
Sedangkan Kedua pria paruh baya malah asyik bermain catur tanpa perduli dengan kesibukan orang yang ada di dalam dapur.
" Mandi nya jangan lama-lama sayang,sini biar Aku bantu gosok badan Kamu."Rendi langsung menyelinap masuk ketika menyadari istri nya sudah terlalu lama berada di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Rendi menggosok dengan lembut seluruh bagian tubuh Ola walau harus bersusah payah menahan hasrat yang sudah menggelora karena melihat kulit mulus istri nya yang begitu menggoda.
" Kalau tidak ingat ada Papa ,Mama dan juga kedua mertua di sini,mungkin sudah sejak tadi Aku mengeksekusi Kamu, sayang." batin Rendi mulai migran tak bisa menyalurkan hasrat nya.
" Mas! Nanti kalau Aku gendut bagaimana? Apa Kamu akan pergi meninggalkan Aku?" tanya Ola membuka mata dan menatap lekat wajah suami nya.
" Aku tidak akan pernah pergi kemanapun sayang, Aku terlalu mencintai mu ,bahkan untuk menyakiti mu seujung kuku saja Aku tak sanggup." balas Rendi mengajak istri nya keluar dari bathtub dan mengelap tubuh basah istri nya dengan menggunakan handuk kering.
Rendi memilih menunggu di tepi ranjang dengan macbook yang berada di tangan nya, sedangkan ibu hamil tadi sudah masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil baju santai yang akan dia gunakan hari ini.
Mulai hari ini Shella sudah tidak perlu lagi rutin datang ke kampus dan hanya sesekali saja itu pun untuk melakukan bimbingan atau pun kegiatan penting lain nya yang menyangkut dengan skripsi dan tugas akhir nya.
Dress warna hitam selutut membuat Ola semakin terlihat cantik dan juga dewasa.sangat cocok dengan Rendi yang juga terlihat begitu wibawa dengan memakai setelan kantor dan juga dasi yang melingkar di leher nya.
Rendi menggandeng mesra tangan Ola menuju lantai bawah dimana di meja makan sudah ada kedua orang tua mereka yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan mereka.
" Enak banget tumis kangkung nya." ucap Ola menambah nasi nya untuk yang ke sekian kali nya.
" Kalau enak nanti siang kami masak kan lagi untuk Kamu dan juga cucu kami." ucap Bu Yesi sambil tersenyum hangat.
" Boleh Bun!Tapi sama tempe nya juga ya." pinta Ola bersemangat ketika menyadari bahwa rasa mual pagi ini tidak datang menganggu kesenangan nya.
" Jangan banyak-banyak makan nya sayang, nanti perut Kamu bisa sakit kalau Langsung di isi sebanyak ini, sedikit demi sedikit pun tidak papa tapi jangan sekaligus." ujar Rendi mengingat kan.
" Habis nya enak Mas! Dan lagian Aku jarang bisa makan seperti ini." jawab Ola terus mengunyah tempe mendoan di campur dengan tumis kangkung.
" Ayam sama SOP nya juga di makan Nak! Biar gizi nya seimbang dan cucu Ayah nggak letoy gara-gara kebanyakan makan kangkung." suara Pak Arif menginterupsi membuat Ola mendengus dengan wajah yang mengejek.
" Ayah..." bantah Ola tidak terima.
" Maka nya jangan hanya kangkung terus yang Kamu makan,ayam sama wortel ini juga bagus untuk kehamilan Kamu." Pak Arif langsung berinisiatif untuk mengambil kan Ola goreng ayam berikut dengan sayur sop .namun sayang sekali Ola sudah terlebih dahulu menjauh kan piring dari jangkauan sang ayah.
" Ola sudah siap Yah! Jangan di masukkan lagi ." rengek Ola berpindah merapat kan kursi ke arah suami nya.
" Hari ini Kamu ke kantor ya Mas?" tanya Ola yang enggan berpisah dari suami nya.
" Iya sayang,agak siangan setelah Kamu selesai minum susu dan juga vitamin nya." jawab Rendi lembut karena sudah tahu istri nya sedang mood sensitif dan dia sebagai suami harus banyak mengalah untuk saat ini.
" Tapi nanti pulang nya jangan lama-lama ya Mas." ucap Ola lagi yang hanya bisa di dengar oleh kedua orang tua nya.
" Iya sayang, nanti kalau pekerjaan nya sudah selesai, Aku langsung pulang kok.di sini kan ada Mama sama Bunda yang akan menemani Kamu." Rendi menggosok punggung istri nya yang masih terlihat enggan untuk berpisah.
"Bunda sama Mama masih menginap di sini kan untuk nanti malam? Mau ya?" pinta Ola yang sangat menyukai suasana ramai seperti ini.
__ADS_1
Kedua wanita paruh baya itu sontak saja mengangguk kan kepala tanpa berniat untuk membantah permintaan putri mereka.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰