
Mood wanita yang sedang datang bulan tidak bisa di tebak sama sekali.apalagi sejak tadi hati Ola sudah gelisah memikirkan ucapan sahabat nya yang begitu menyentil ulu hati nya sebagai seorang istri.terlebih lagi pemandangan di ruangan Rendi tadi membuat dia yakin dan tidak tahu lagi harus berbuat apa.padahal selama ini dia sendiri yang sudah membangun tembok itu dan suami nya hanya menyetujui nya saja dengan segala kesabaran yang dia miliki.
" Capek banget hari ini." gumam Ola merebahkan tubuh yang masih kotor ke atas ranjang empuk milik dia dan suami nya.
Lama kelamaan kedua mata Ola tertutup rapat sampai tidak menyadari kalau Bibi datang melihat kondisi nya saat ini atas perintah dari yang mulia Rendi Irawan.
Bi Ayuk kembali menutup pintu kamar dengan sangat pelan sekali supaya tidak menganggu tidur nyenyak Ola yang seperti nya benar-benar kelelahan menghadapi dunia nya sendiri.
Rendi yang ada di dalam ruangan kerja nya tersenyum tipis begitu mengetahui istri kecil nya sudah sampai di rumah mereka dalam keadaan terlelap indah.
" Kamu salah paham sayang! Kenapa tidak mendengar kan penjelasan ku terlebih dahulu dan memilih pergi dengan tuduhan sesat mu itu." ucap Rendi lirih menatap gambar Ola yang terbaring tanpa melepas kan sneaker yang dia gunakan tadi.
Rendi bergegas menyelesaikan semua pekerjaan nya supaya bisa cepat pulang ke rumah menyelesaikan kekeliruan yang terjadi di antara mereka berdua.
Pukul 8 malam Rendi baru saja sampai di depan rumah tapi tak ada tanda-tanda sang istri menyambut kedatangan nya.hanya ada beberapa penjaga dan art yang masih menyelesaikan pekerjaan di lantai bawah.
" Bi! Ola mana?" tanya Rendi kepada salah satu art nya.
" Ada di kamar Tuan,sejak tadi belum bangun-bangun dan Non Ola juga nggak mau makan malam.katanya masih kenyang Tuan." jawab Bi Murni mengadu sebelum mereka semua terkena imbas nya.
" Belum makan malam? Padahal dia punya riwayat maag akut tapi masih saja abai." Rendi melangkah lebar menuju kamar mereka dan akan membangun kan istri nya bagaimana pun cara nya.
Ceklek.
Rendi membuka pintu kamar dan masih mendapati Ola berbaring di atas ranjang dan masih dalam keadaan yang sama seperti tadi sore.
" Sayang! Bangun." bisik Rendi pelan.sejujur nya saat ini dia ingin sekali memarahi sang istri yang melewatkan jam makan malam,tapi Rendi masih bisa berpikir jernih dan untuk menghadapi tingkah Ola tidak perlu memakai urat keras.
Cup..Cup..
Rendi mengecup kening Ola yang belum membersihkan tubuh dan wajah nya.wanita ini masih betah menutup mata meski saat ini Rendi sangat yakin kalau dia bisa mendengar kan apa yang di ucapkan tadi.
" Sayang mandi dulu nanti lanjut kan lagi tidur nya." ucap Rendi lagi masih menahan emosi yang terasa ingin mengikis.
" Yolanda Zevanya Himawan! Bangun sendiri atau mau Aku bangun kan dengan cara ku sendiri." teriak Rendi sedikit menaikkan nada suara nya.
Ola yang merasa takut sontak saja menggeliat kan badan masih melanjutkan akting nya seolah baru saja terbangun dari tidur nya,padahal sudah sejak tadi Ola bangun ketika mendengar pintu kamar mereka di buka dan gadis ini memilih tetap diam menunggu reaksi apa yang akan di berikan oleh suami nya.
" Yolanda Zevanya Himawan! Aku hitung sampai tiga kalau Kamu belum juga bangun maka akan Aku bangun kan dengan cara yang Aku bilang tadi.satu...Dua..ti."
" Ngapain sih Mas datang-datang langsung marah kayak gitu,lebih baik Kamu nggak usah pulang ke sini kalau hanya mau marah-marah saja." ketus Ola melepas asal sneaker putih yang masih melekat di kaki nya lalu membawa nya masuk ke dalam ruang ganti.
" Ola sini dulu." pinta Rendi masih duduk di ujung ranjang.
Ola yang sedang marah dan kesal mendiamkan saja perintah suami nya dan beralih meraih Tote bag yang masih berantakan di atas ranjang.
" Satu..Dua..Ti.." ancam Rendi menghitung kembali berharap Ola mengerti,belum siap dia menyelesaikan hitungan nya Ola sudah berdiri di depan mata dengan jarak yang cukup jauh.
" Mau apa lagi sih? Pemaksa banget jadi orang." Ola melipat kedua tangan di dada tidak tertarik melihat wajah Rendi karena otak nya masih mengingat jelas kelakuan Rendi di dalam ruangan nya tadi.
__ADS_1
" Sini duduk dulu ada yang harus kita bicara kan." ucap Rendi lembut.
" Nggak ada lagi yang harus di bicarakan dan Aku benci sama Kamu." sanggah Ola hendak melangkah keluar tapi sudah keduluan sama Rendi yang menarik pergelangan tangan nya.
" Kamu salah paham sayang! Aku sama dosen baru itu nggak ngelakuin apa-apa,dia cuman mau minta tolong benerin anting yang nyangkut di bajunya dan sebelum Aku membantu nya Kamu keburu membuka pintu dan Aku tidak sempat menolong nya." tutur Rendi menjelaskan berharap Ola mau mengerti.
" Tau ahh... Terserah kalian aja.Aku mau mandi dulu terus mau tidur lagi.kalau Kamu mau keluar menemui dia udah sana pergi aja dan Aku nggak bakalan perduli lagi." Ola kekeuh dengan pikiran buruk nya mengabaikan penjelasan Rendi yang menurut nya percuma saja karena hati nya tetap aja kesal tidak terbantahkan.
" Sayang! Dengerin dulu kalau suami mu lagi bicara,tadi kata Bibi Kamu juga belum makan malam! Kenapa?" tanya Rendi menatap tajam Ola masih berusaha ingin menghindari nya.
" Aku masih ngantuk dan habis mandi nanti mau langsung tidur aja, lepaskan Mas! Nanti pacar Kamu marah loh." sahut Ola sengaja menekan kata pacar supaya Rendi sadar diri.
Rendi tersenyum dalam tenang nya, pria ini tahu jika saat ini sang istri sedang cemburu kepada nya,tapi dia tidak ingin gegabah bertindak karena salah berucap saja istri kecil nya akan kembali merajuk dan pergi menghilang seperti tadi siang.
" Ya nggak bisa gitu dong sayang! Nanti kita lanjut kan bicara nya, sekarang Kamu mandi dulu dan Aku nggak terima penolakan apapun." titah Rendi tegas.
" Orang emang mau mandi kok! Nggak usah sok perduli gitu karena Aku nggak bakal tertipu lagi sama sikap penuh tipu mu itu." rupa nya sang istri kecil benar-benar terbakar api cemburu sampai membuat dia hilang kendali dan terus saja menyalahkan Rendi yang tidak tahu apa-apa.
" Sayang! Aku denger loh! Kalau mau protes sini di depan orang nya langsung dan Aku dengan senang hati akan mendengar nya." sahut Rendi masih betah menunggu di ujung ranjang.
Ola mengabaikan saja perkataan suami nya dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh lelah nya.
Sedang kan di dalam kamar mereka,Rendi sengaja menekan interkom yang ada di samping ranjang meminta art untuk membawa satu piring makanan dan satu gelas air ke kamar mereka.dia yakin Ola tetap tidak akan turun karena membujuk Ola sangat lah susah dan butuh waktu yang sangat lama.
Ceklek.
" Apa lihat-lihat?" ketus Ola menyadari tatapan mata buas sang suami yang bersiap ingin menerkam nya.
Rendi tersenyum simpul menggeleng kan kepala,karena tidak mungkin dia mengatakan kalau dia begitu menginginkan tubuh itu menjadi milik nya seutuhnya.
" Nggak papa sayang, cepat pakai baju nya nanti Kamu masuk angin,atau mau Aku bantu pakai baju nya?" goda Rendi memainkan alis nya dengan tersenyum devil.
" Nggak perlu, terimakasih." Ola menutup kasar pintu ruang ganti sehingga membuat Rendi tertawa puas melihat tingkah lucu yang di perlihatkan oleh istri kecil nya.
5 menit kemudian Ola sudah keluar dengan setelan piyama tidur lengan pendek lengkap dengan celana sepaha membuat Rendi semakin hilang kendali dengan pusaka yang sudah keras minta untuk di tuntaskan.
" Ahhh ****! Kenapa Kamu malah bangun di saat kondisi seperti ini." umpat Rendi meremas spray yang dia duduki.
Rendi membuang muka ke arah lain saat melihat Ola sedang menyisir rambut dan mengikat nya sampai ke atas sehingga membuat leher putih nya terpampang nyata.
" Sayang! Aku sudah nggak tahan lagi." batin Rendi lalu berpindah duduk di atas sofa.
" Jangan tidur lagi sayang,duduk di sini dulu." pinta Rendi menepuk samping sofa yang dia tempati.
" Nggak!" tolak Ola bersikeras naik ke atas ranjang.
" Baiklah,Aku sendiri yang akan mengangkat Kamu pindah ke sana." Rendi berjalan cepat dan langsung menggendong tubuh mungil Ola duduk di atas sofa dan di atas meja sudah ada nasi lengkap dengan sayur dan juga ikan nya.
" Turun kan Aku ,Mas! Aku nggak mau Kamu sentuh lagi karena sebentar lagi Aku akan mengurus perceraian kita." Ola terus memukul dada Rendi sambil mengumpat dengan kata-kata kotor.
__ADS_1
" Stop sayang! Jangan bicara seperti itu lagi." ternyata tidak mudah juga menghadapi emosi labil milik istri kecil nya.bukti nya sudah pegal rasa nya mulut Rendi berbicara mengenai kesalahpahaman itu tapi Ola masih saja membatu dengan pikiran nya sendiri.
Rendi menarik wajah Ola menyatukan paksa bibir mereka sampai membuat kedua nya terengah-engah dan Ola kembali memukul keras dada nya.
" Aku nggak mau rugi Mas! Bibir ku harus tetap perawan meski menyandang status janda nanti nya."ujar Ola mengelap kasar bibir nya menggunakan punggung tangan.
" Tidak akan ada yang bercerai,Kamu akan tetap menjadi istri ku sampai kapanpun.dan jangan pernah Kamu ucapkan kata itu lagi sebelum Aku melakukan hal yang jauh lebih parah dari sekedar berciuman." ancam Rendi dan langsung membuat Ola terduduk lesu.
" Sekarang makan dulu, nanti Aku akan menjelaskan semua nya supaya Kamu tidak cemburu lagi." tegas Rendi sengaja menekan kata cemburu untuk membungkam mulut istri kecil nya.
" Siapa yang cemburu,Aku nggak cemburu kok dan Aku nggak perduli lagi dengan hidup mu atau cewek mu itu." Ola membuang muka dengan hembusan nafas gusar yang masih bisa terdengar oleh Rendi.
" Makan aaa."Rendi menyuruh Ola membuka mulut nya dari pada harus melanjutkan perdebatan yang akan memakan waktu semakin lama lagi.
" Nggak mau!" tolak Ola lagi.
Krukkk...Krukk..Krukk..
Suara kodok melompat dari perut Ola seperti sebagai bantahan keras atas apa yang Ola ucapkan tadi.seketika Ola menunduk malu dengan bibir mengerucut panjang.
Rendi langsung tersenyum melihat Ola dengan tingkah lucu nya yang sangat menggemaskan.untuk apa menolak jika memang sedang kelaparan.
" Makan ya?" titah Rendi lembut dan langsung di balas anggukan kepala oleh Ola.
Gadis cantik ini membuka mulut nya dengan lebar-lebar saat Rendi menyuapi nya dengan nasi putih lengkap dengan cumi saus sambal dan juga sayur capcay kesukaan nya.amarah yang tadi sempat membuncah hilang tak bersisa meninggalkan rasa kagum yang tiada tara di dalam benak nya.
Kalau sudah seperti ini,Ola akan dengan mudah melupakan kejadian yang dia lihat di kampus tadi dan kembali masuk ke dalam perangkap tikus yang di buat oleh lelaki yang sedang tersenyum manis kepada nya.
" Mas udah! Kenyang." ucap Ola menolak suapan berikut nya.
" Habiskan Sayang,tinggal dikit lagi kok." tegas Rendi masih ingin menyuapi istri nya.
" Nggak Mas!" kekeuh Ola lagi.
" Jangan membantah terus sayang! Nanti maag Kamu kumat lagi.jangan biasakan melawan ucapan suami." sindir Rendi menatap Ola tajam.meski berkata dengan sangat lembut tapi wajah Rendi tidak bisa berbohong kalau saat ini dia juga mulai terbawa emosi.
Ola yang lelah berdebat akhirnya menerima suapan dari tangan suami nya sampai isi piring habis tidak bersisa lagi.Rendi langsung tersenyum mengacak gemas rambut Ola yang masih dia tahan di samping nya.
" Aku minta maaf kalau sudah membuat Kamu marah,tapi Aku tidak tahu apa kesalahan ku karena wanita itu yang tiba-tiba datang keruangan ku..." Rendi terus menjelaskan secara rinci tentang kejadian di dalam ruangan nya tadi termasuk bagaimana dia berusaha mengejar sang istri untuk menjelaskan nya.tapi sayang nya sang istri sudah terlanjur menjauh dengan sakit hati yang dia bawa.
" Benaran ya Mas! Awas kalau Kamu sampai berani membohongi ku."
" Iya sayang,udah Aku mandi dulu ya,jangan ngambek terus karena Aku nggak suka melihat wajah cemberut mu itu." Rendi berdiri dan tidak lupa mengecup bibir Ola yang masih basah oleh air minum.
Melihat suami nya sudah masuk ke dalam kamar mandi,Ola langsung menyiapkan baju ganti dan meletakkan di atas ranjang lalu keluar dari kamar mengantar piring kotor yang sudah kosong masuk ke dalam perut nya.
Hati Ola terasa sangat lega sekali tanpa ada beban yang mengganggu nya lagi setelah mendengar semua penjelasan dari mulut suami nya sendiri berikut dengan bukti rekaman Cctv yang sengaja di copy paste suami nya untuk meyakinkan dia yang ternyata benar sedang di landa yang nama nya cemburu.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1