Yolanda

Yolanda
Bab 49


__ADS_3

Tokyo...


Ola langsung berhambur memeluk kedua orang tua nya dengan jeritan hati yang begitu memilukan.bahkan Ola masih terus saja menempel pada sang Bunda juga Ayah nya secara bergantian dan mengabaikan Rendi yang kebetulan juga sedang melakukan Meeting online dengan kolega bisnis nya.


" Ola kangen banget sama Bunda dan juga Ayah." ucap Ola sambil mengecup bergantian kedua pipi orang tua nya.


" Kami juga sangat merindukan Kamu sayang, bagaimana?" tanya Bunda Yesi sambil mengelus perut Ola yang masih rata.


" Apa nya yang bagaimana Bun?" tanya Ola bingung.


" Apa di dalam sini sudah ada calon cucu Bunda dan juga Ayah." Bunda Yesi dan juga Ayah Arif menatap lekat wajah Ola yang terlihat sangat syok .


" Belum Bun." Ola menggeleng kan kepala nya ikut mengelus perut nya sendiri.


" Kalian berdua harus lebih sering lagi melakukan nya sayang,agar dia cepat hadir di dalam rahim mu." Bunda Yesi mengelus lembut kepala Ola yang akan selalu terlihat kecil di mata nya.


" Bunda... Jangan bahas itu terus." cegah Ola merengek merasa malu harus membahas urusan ranjang di hadapan kedua orang tua nya.


Gelak tawa dari Bunda Yesi dan juga Ayah Arif langsung menyembur keluar saat menyadari jika Ola masih malu untuk membahas hal itu kepada mereka, padahal mereka sangat yakin jika putri kecil nya sudah sangat paham bagaimana cara memuaskan suami nya yang begitu tampan sejagad raya.


Ola yang sedang mood manja meminta kedua orang tua nya bergantian untuk menyuapi nya makan.bahkan Ola lebih lahap lagi makan dari biasa nya,Rendi memilih diam dan ikut menyaksikan bagaimana aneh dan manja nya kelakuan istri kecil nya.Rendi yang mengerti bagaimana perasaan Ola saat ini memberikan waktu yang panjang untuk Ola melepas rasa kangen dan rindu yang selalu menghujam dada nya.satu harian ini mereka habis kan bercerita panjang kali lebar di dalam rumah yang sudah menjadi milik orang tua Ola.perusahaan orang tua Ola yang sudah cukup maju di negeri sakura ini ternyata khusus untuk menampung TKI asal indonesia.bahkan satu pun asli penduduk sana tidak ada yang ikut bergabung kecuali pihak keamanan pabrik.


" Kapan Ayah dan Bunda akan kembali ke tanah air?" tanya Ola penuh harap.


" Seperti yang sudah pernah kita bicara kan dulu sayang, beberapa hari lagi kami akan segera kembali dan kami pastikan akan menetap di sana dan hanya sesekali akan berkunjung ke pabrik yang ada di luar negeri atau pun luar kota." jawab Ayah Arif lugas.


" Ola sudah tidak sabar lagi menunggu kepulangan Bunda,Ola yakin Mama Nala juga pasti sudah sangat merindukan Bunda." ujar Ola kembali mengingat bagaimana baik nya sosok Mama mertua yang dia miliki.


" Iya sayang,Bunda juga sudah kangen sekali sama besan Bunda itu.nanti kita akan kembali berkumpul di sana,tapi kalian berdua harus janji akan segera memberikan kami cucu yang lucu dan juga menggemaskan." pinta Bunda Yesi.


" Bun! Jangan bahas itu lagi,jika sudah waktunya maka dia akan datang sendiri tanpa bisa kita cegah lagi." jawab Ola cemberut dan langsung mendapat kan ledekan dari kedua orang terkasih nya.


" Kamu masih saja suka bertingkah menggemaskan seperti itu,padahal Kamu sudah menjadi seorang istri dari Rendi Irawan.apa Kamu sudah bisa memasak untuk suami mu?" tanya Bunda Yesi penasaran.


Ola dengan cepat menggeleng kan kepala nya sebagai Jawaban atas pertanyaan dari Bunda nya.Ayah Arif yang melihat nya pun kembali mengeluarkan tawa renyah nya ketika melihat jawaban itu.

__ADS_1


" Nanti pelan-pelan Kamu harus belajar,setidak nya Kamu harus bisa menggoreng telor mata sapi untuk suami mu jika sedang kepepet nanti nya." ucap Ayah Arif mengingat kan.bukan memaksa tapi dia hanya ingin putri nya tetap belajar meski kesusahan akan melintang di depan mata.


" Iya Yah,tapi nggak di bolehkan lagi sama menantu Kesayangan Ayah itu." ujar Ola menghunus tatapan maut nya kepada Rendi yang juga sedang menatap ke arah nya.


" Loh kenapa?" tanya Ayah Arif merasa bingung sekaligus bangga melihat putri nya begitu di cintai oleh lelaki yang sudah menjadi suami nya.


" Alasan nya sama kayak Bunda! Takut Aku kenapa-kenapa." jawab Ola apa ada nya.


Bunda Yesi langsung tersenyum lebar menatap Ola dan Rendi secara bergantian.


Hari kedua selama berada di jepang di habiskan oleh Ola dan juga Rendi untuk jalan-jalan bersama kedua orang tua Ola,semua tempat wisata yang ada di jepang mereka jelajahi dengan hati yang senang,Ola bahkan sampai kalap membeli berbagai macam jajanan atau pernak pernik asli buatan jepang.


" Mas! Aku nggak mau lagi,udah kenyang." rengek Ola menyodorkan makanan pedas ke kepada Rendi.


" No sayang! Aku nggak suka makanan yang pedas seperti ini." tolak Rendi lembut.perut nya selama ini memang tidak pernah bisa makan makanan pedas atau yang mengandung cabe yang berlebihan.


" Tapi Mas...Aku pengennya Kamu yang menghabisi nya." pinta Ola dengan wajah cemberutnya.


Pak Arif dan Bu Yesi melongo melihat tingkah Ola yang begitu menggemaskan sekaligus sangat menyebalkan.


" Kamu udah nggak cinta lagi sama Aku? Kenapa Kamu malah nolak permintaan Aku yang sangat simpel ini?" tanya Ola dengan mata yang sudah berkaca-kaca,bahkan suara nya juga sudah berubah menjadi serak basah.


Bu Yesi dan Pak Arif akhir nya mendekat ke arah mereka berdua ketika melihat Ola masih tetap melanjutkan drama konyol nya.


" Sayang! Sini biar Ayah saja yang memakan nya,suami mu sejak dulu kan tidak bisa makan makanan ini." ujar Pak Arif menawarkan diri nya yang memang menyukai semua jenis makanan.


" Nggak mau Yah! Ola mau nya Mas Rendi yang menghabiskan nya." tolak Ola kekeuh dengan keinginan nya sendiri.


Huft...Rendi menarik nafas nya secara dalam lalu mengeluarkan begitu saja dari mulut nya.akhir-akhir ini dia merasa sang istri terlalu banyak menciptakan drama yang cukup membuat emosi nya tertantang,bahkan Ola juga sangat sensitif sekali dan lebih mudah tersinggung dengan hal-hal kecil.


" Jangan sayang! Nanti suami mu bisa sakit kalau di paksa ,lebih baik Ayah saja yang memakan nya sekarang juga,biar kita bisa melanjutkan perjalanan nya kembali,kata nya Kamu mau melihat pertunjukan di Disneyland ." Bu Yesi mencoba merayu putri nya dengan sangat hati-hati,mereka bertiga tampak sangat khawatir dan tidak menginginkan ada nya drama air mata dalam liburan hari ini.


" Maka nya Mas! Ayok buruan makan nya." titah Ola mendorong makanan ke arah mulut Rendi.


" Ayah boleh minta separuh ya sayang? Ayah juga kepengen lagi." ujar Pak Arif berpura-pura karena tidak tega melihat sang menantu harus memakan apa yang tidak bisa dia makan.

__ADS_1


Ola mengangguk kecil lalu membiarkan kedua lelaki itu menghabiskan sisa makanan nya.Ola menatap takjub pemandangan yang ada di depan mata nya, meskipun jarak yang akan mereka tempuh masih sangat jauh,tapi dari tempat dia berdiri saat ini sudah mulai terlihat menara-menara tinggi yang ada di Disneyland.


Pak Arif yang melihat Ola sedang lengah langsung melahap habis makanan itu dan hanya menyisakan secuil saja untuk di coba oleh Rendi.


" Kamu pura-pura makan ini saja,supaya Ola tidak curiga." bisik Pak Arif mengelap mulutnya dan meneguk habis air minum pemberian istri nya.


" Terimakasih Yah." ucap Arif merasa terselamatkan oleh mertua nya.Arif memejam kan mata dan memasukkan secara paksa sisa makanan yang tidak seberapa ini ke dalam mulut nya,Bu Yesi yang melihat itu langsung membuka tutup minum agar mempermudah menantu nya.


" Wah habis... Terimakasih sayang." ucap Ola bergelayut manja di lengan Rendi.


Pak Arif dan Bu Yesi melirik sekilas dengan tersenyum kecil,lalu memilih jalan terlebih dahulu dan meninggalkan pasangan muda ini di bagian belakang.


" Ola kayak nya aneh banget ya kan Yah?" ucap Bu Yesi meminta pendapat suami nya.


" Iya,nggak biasa nya anak kita seperti itu dan tidak mau kalah sama sekali.padahal dia tahu sendiri bagaimana suami nya.tapi masih saja tetap memaksa." gumam Pak Arif lirih menggandeng tangan istrinya untuk mengambil tiket yang sudah di pesan kan oleh asisten nya.


Ola tak berhenti melukis senyum bahagia di wajah nya,dia juga mengajak Rendi untuk mencoba semua permainan dan atraksi yang ada.rasa pusing di kepala nya tidak menyurutkan semangat Ola untuk tetap melanjutkan kegiatan nya hari ini karena besok siang mereka sudah harus kembali ke tanah air.


" Gimana sayang? Udah capek belum?" tanya Rendi yang sebenarnya sejak tadi sudah ingin mengajak Ola pulang.


" Belum Mas! Kita wajib nonton yang itu." ucap Ola menunjuk sebuah atraksi yang sedang di padati oleh pengunjung dari berbagai macam negara.Rendi kembali mengangguk kan Kepala nya menyetujui permintaan istri nya yang tidak ada habis nya.


Sementara kedua orang tua Ola memilih duduk di sebuah cafe untuk mengistirahatkan kaki dan juga pinggang yang tidak sekuat kaki Ola,mereka memilih menyerah dan menunggu di sana sampai Ola benar- benar menyelesaikan petualangan nya hari ini.


" Apa Kamu sudah puas sayang? Kita langsung pulang sekarang ya?" tanya Rendi memeluk pinggang Ola yang masih duduk lesehan di jalanan yang ada di dalam Disneyland.Rendi benar-benar memanfaatkan bulan madu ini dengan sebaik mungkin. karena dia yakin waktu nya terbatas dan jarang bisa mengulang kembali kesempatan seperti ini.


Ola mengangguk senang dan tersenyum menatap ke arah suami nya,Ola yang sedang berubah menurut orang-orang terdekat nya kembali menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dan membuat sang suami bersorak gembira dalam hati nya, Ola menyatukan bibir nya ke bibir Rendi ,bukan hanya sekedar berciuman saja bahkan Ola juga menyesap habis bibir Rendi dengan begitu lembut tanpa merasa malu dengan posisi mereka saat ini.


" Nanti kita sambung di kamar lagi ya Mas." goda Ola mengedipkan sebelah mata nya.


" Of course." balas Rendi lalu berdiri terlebih dahulu dan kemudian membantu istri nya untuk ikut berdiri di samping nya.


Tanpa terasa hari semakin larut dan memaksa mereka semua untuk segera kembali ke rumah milik orang tua Ola.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2