Yolanda

Yolanda
Bab 30


__ADS_3

Ola yang baru saja terjaga dari tidur nya langsung menggigit dada polos Rendi yang masih cukup nyaman di alam mimpi.


"Kamu menggoda ku ya?" tanya Rendi yang merasa tersengat padahal Ola hanya menggigit lengan nya saja.pusaka yang tadi terlelap ikut terbangun menantang dunia mencari gawang yang akan dia jebol.


" Nggak kok! Abis nya lemak Kamu ini bikin Aku gemes pengen gigit." ujar Ola nyengir tanpa merasa bersalah.


Rendi yang tidak mau kalah sontak saja merapatkan tubuh mereka berdua sehingga membuat Ola menempel sempurna di dada polos nya dan sial nya lagi pusaka Rendi semakin bereaksi hebat karena menyentuh bola kenyal bulat milik istri nya.


" Mas... Jangan.."ucap Ola lirih.


Rendi yang sudah tidak tahan lagi untuk menahan hasrat nya dengan cepat meraup bibir Ola,menyesap nya dengan lembut dan meraih kedua tangan sang istri dan dia kalung kan di lehernya.begitu juga dengan tangan Rendi yang sudah menekan tengkuk Ola agar ciuman mereka semakin terasa bergelora sampai tidak ingin menyudahi nya lagi.Ola memilih mengikuti saja dan ikut membalas sesapan mulut yang di lakukan oleh suami nya.


" Tatap mata ku sayang?" titah Rendi dengan lembut dan penuh perhatian.tidak ada lagi Rendi yang berwibawa,kalem,dingin dan kaku.yang terlihat saat ini hanya lah Rendi yang mulai mencintai istri kecil nya dan sangat ingin memiliki seutuhnya.


Ola yang sudah terbuai perlahan mendongakkan kepalanya menatap ke arah sang suami dengan malu-malu kucing dan wajah merah merona.


" Sampai kapan Kamu datang bulan nya? Aku nggak sanggup lagi menahan nya untuk tidak menyentuh Kamu."tanya Rendi yang juga sudah berkabut gairah.jika dia tidak menghentikan ciuman pagi ini sudah di pastikan Rendi akan menerobos masuk dan mengabaikan rintangan yang ada.


Ola menggeleng pelan karena tidak tahu untuk menjawab apa,semalam semua nya sudah bersih tapi belum tahu untuk pagi ini.


Rendi mengusap wajah dengan kasar dan setelah itu tersenyum bahagia karena sebentar lagi akan mendapatkan hadiah terbesar yang sudah dia tunggu-tunggu sejak awal mengucapkan ijab kabul.


" Nanti malam aja Mas! Aku masih belum siap sekarang." jawab Ola pelan takut mengecewakan suami nya.


"Janji ya!Nanti malam Aku nggak mau lagi mendengar alasan apapun yang bisa membuat malam pertama kita gagal." bisik Rendi tepat di depan wajah Ola yang dada nya sedang kembang kempis membayangkan akan jadi apa dia malam nanti.


" Iya Mas!" jawab Ola gugup.


Cup ...Rendi kembali menyatukan bibir mereka berdua sehingga membuat Ola kembali harus menutup kedua kelopak mata nya,dia terlihat pasrah dan kembali membalas dari pada mendapatkan dosa karena tidak bisa melayani suami nya dengan baik.selain itu dia juga harus membuat suami nya merasa puas sebelum di ambil oleh wanita lain di luar sana yang memang mengincar suami nya yang begitu sempurna sekali.


Rendi terus mencium,menyesap dan berhasil membuat gairah Ola juga ikut tersulut naik.dia meremas kuat-kuat ujung celana boxer yang di kenakan oleh suami nya sampai membuat celana pendek itu beranjak dari tempat semula dan menampilkan kain segitiga yang sedang membungkus pusaka sakti milik pria itu.ciuman itu kian berlanjut dengan Ola yang mulai mencoba mengimbangi permainan lidah suami nya membuat akal sehat nya anjlok ke dasar jurang.membuat rasa grogi nya hilang dan malah ingin menikmati lebih lama lagi.


" Sayang! Kamu melepas celana ku." ucap Rendi di saat ciuman mereka terlepas.


" Ng-nggak kok Mas." kilah Ola lalu tertawa puas menyadari betapa bodoh nya dia saat berciuman tadi.


" Nakal Kamu ya! Mau sekarang apa nanti?" goda Rendi dengan alis gerak-gerak nya.


" Nanti aja Mas!Mana ada pagi pertama,yang ada itu cuman malam pertama." jawab Ola menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Rendi yang memiliki ciri khas sangat maskulin.


"Kamu nggak ke kantor ya Mas?" imbuh Ola masih betah berdiam diri di sana.


" Nggak! Aku mau mempersiapkan diri untuk nanti malam.untuk apa Aku kerja setiap hari yang ada duit nya tambah banyak dan nggak ada yang membantu menghabiskan nya." ujar Rendi mengecup puncak kepala istri nya.


Ola yang mendengar nya pun cukup syok dan juga terkejut.bagiamana bisa kulkas 10 pintu ini bisa mengatakan itu dengan tampang yang sangat datar dan tidak menunjukkan ekspresi sedikit pun.


" Mas! Kamu benaran mau nagih itu?" tanya Ola lagi.

__ADS_1


" Maksud Kamu?" tanya Rendi balik.


" Tau ah..Aku mau mandi dulu udah siang ini.tapi..." Ola menghentikan langkah kaki nya kembali duduk di samping Rendi yang masih terlentang di atas ranjang.


" Mas kalau Kamu nggak ke kantor,lebih baik kita kencan aja gimana? Biar kayak pasangan kekasih lain nya." ujar Ola menggoyang kan tubuh Rendi yang kembali menutup mata nya.


" Mau ya Mas! Kalau Kamu nggak mau Aku juga nggak akan mau menjalankan tugas ku nanti malam.enak saja mau enak nya sendiri sedang kan Aku selalu di biarkan berada sendirian di rumah dengan rasa bosan dan juga suntuk." rajuk Ola cemberut.


Rendi yang mendengar keluh kesah sang istri kecil yang mengoceh tiada henti hanya bisa tersenyum karena wanita yang berada di samping nya sangat bisa menghibur diri nya yang selalu serius.sangat jarang sekali tawa dan senyum keluar dari wajah tampan nya,tapi ketika bersama Ola hal langka itu hadir begitu saja di antara mereka tanpa bisa di paksa atau di buat-buat dan kali ini dia akui dia tunduk di hadapan istri kecil nya yang berhasil membuat dia nyaman dan bisa mengeluarkan jati diri yang sesungguhnya.


" Oke....Tapi." Rendi menjeda ucapan nya karena reaksi Ola yang begitu antusias sekali.


" Asikkk." sorak Ola bahagia melompat seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru.


" Sayang jangan senang dulu, dengerin dulu Aku mau ngomong apa." tegur Rendi karena harus menyelesaikan ucapan nya sebelum sang istri kecewa.


" Mau ngomong apa lagi sih Mas? Kulkas beku kayak Kamu nggak cocok banyak omong dan cukup ham hem ham hem aja." sanggah Ola membuka ponsel membalas pesan yang masuk dari ketiga sahabat nya.


" Kita jalan-jalan nya agak siang aja ya sayang,Aku pagi ini ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan."ujar Rendi sambil melirik jam di dinding kamar.


" Ya terserah Kamu aja Mas mau jam berapa,Aku mau mandi dulu! Kamu kalau mau lanjutin tidur, ya udah lanjutin aja sana." Ola masuk ke dalam kamar mandi dengan hati senang,setidak nya Rendi sudah mau mengikuti kemauan diri nya yang terlalu banyak.hari ini dia akan merasakan kencan untuk pertama kali nya dengan suami sekaligus kekasih halal nya.


Sedang kan di luar kamar,Rendi yang tidak ingin mengecewakan sang istri memilih memulai mengerjakan pekerjaan nya supaya cepat selesai dan mereka bisa segera berangkat untuk berkencan.jujur saja Rendi tidak tahu harus melakukan apa nanti nya.yang dia tahu kencan itu makan malam romantis dan jalan berduaan sambil bergandengan tangan.tangan Rendi tiba-tiba saja tergerak menanyakan kepada Mbah Google cara menyenangkan istri saat berkencan.setelah membaca dan mengingat semua nya Rendi lalu tersenyum dengan mengangguk kan kepala.


Waktu yang di tunggu-tunggu oleh Ola sejak tadi pun akhirnya tiba juga.meski telat 10 menit dari janji awal,tapi Ola bisa bernafas lega melihat Rendi yang sudah keluar dari kamar dengan celana jeans coklat yang di padukan dengan kaos hitam polos dan tidak lupa dengan sneaker hitam yang semakin menyempurnakan penampilan nya hari ini.


Ola tersenyum manis memandang penampilan suami nya hari ini dan sangat berbeda sekali dari hari biasa yang selalu terlihat seperti bapak-bapak beranak 3 lengkap dengan dasi yang melingkar di leher nya.


" Mas,ayok." ajak Ola sudah berdiri dari kursi nya.


" Stop sayang,rok model apa yang Kamu pakai itu,cepat masuk kamar dan ganti rok yang Kamu pakai,Aku nggak suka milik ku di lihat ataupun di sentuh oleh orang lain." perintah Rendi sebagai seorang pemimpin yang tidak suka melihat paha mulus sang istri menjadi konsumsi publik.


" Memang nya ada apa dengan rok yang Aku pakai,ini sangat cocok sekali dengan kemeja yang Aku pakai.anak SMA saja kalah dengan penampilan ku yang sangat lucu sekali." Ola berputar-putar sambil mengibas rambut nya di hadapan Rendi dan semakin membuat Rendi menegang ingin memakan nya saat ini juga.


" Cocok untuk menemani ku di dalam kamar,Kamu mau ganti atau kita lanjut malam pertama nya." tegas Rendi menatap tajam Ola.


Gadis cantik ini membekap mulut nya tidak percaya dengan kelakuan sang suami yang dingin tapi sangat posesif sekali.semua harus sesuai dengan keinginan nya dan tidak menerima bantahan dalam bentuk apapun.


" Apes banget sih Aku nikah sama Om-om kayak Kamu,semua nya nggak boleh,padahal ini sangat lucu dan lagi trend di kalangan remaja loh Mas." sungut Ola mencak-mencak tidak terima.


" Yolanda Zevanya Himawan! Aku denger loh Kamu ngomong apa barusan.ganti sekarang atau kita batalkan saja." suara dingin Rendi membuat Ola menciut menegang,jika nama nya sudah di panggil lengkap itu berarti yang mulia Rendi sedang marah dan tidak boleh di bantah lagi.


" Iya ..Iya ini Aku mau ganti." Ola kembali masuk ke dalam kamar mengganti rok mini nya dengan rok panjang sampai mata kaki tapi tetap saja membuat dia terlihat sangat cantik dan juga imut.


Rendi yang sedang berdiri di dekat ranjang tersenyum tipis mengakui kecantikan istri nya,tapi tidak untuk di pertontonkan pada lelaki lain.


Ola menyelesaikan acara berganti pakaian nya dalam waktu 5 menit saja karena tidak ingin Rendi membatalkan acara kencan mereka dengan dalih terlalu lama menunggu.

__ADS_1


" Seperti ini boleh?" tanya Ola lagi.


" Boleh! Dan ingat lain kali tidak boleh lagi memakai pakaian kurang bahan seperti tadi jika ingin keluar rumah." tukas Rendi mulai memperlihatkan sisi posesif nya yang selama ini tidak terlihat.


" Iya tapi ucapkan satu kata untuk penampilan kedua ku ini." pinta Ola dengan wajah imut nya.


" Maksud nya?" tanya Rendi tidak mengerti.


" Kamu kok datar banget sih Mas jadi suami,bilang cantik kek,sempurna kek atau apa lah gitu yang akan membuat istri mu ini merasa tersanjung."ujar Ola sedikit geram karena suami nya masih datar seperti biasa.


" Nanti malam saja Aku memuji nya, sekarang ayok kita berkencan nanti keburu malam dan Kamu sudah Kelelahan." Rendi menggenggam tangan Ola menuju depan dan membantu membukakan pintu untuk sang princess hati.


" Mas kita nonton dulu ya,Aku sudah lama nggak nonton di bioskop." ujar Ola begitu Rendi sudah selesai memarkirkan mobilnya di parkiran mall.


" Ide yang bagus sayang,Aku juga sudah lama tidak pernah datang ke bioskop lagi.kita akan menonton berdua saja tanpa ada hama pengganggu." ujar Rendi mulai memiliki rencana terselubung.


" Jangan bilang kalau Kamu mau memboking satu bioskop hanya untuk kita berdua! Aku nggak mau ya Mas! Itu bukan kencan nama nya tapi kayak berasa lagi di kuburan." tolak Ola mewanti-wanti kegilaan CEO muda ini.


" Kok Kamu bisa nebak sih isi hati Aku,padahal rencana nya memang mau seperti itu." Rendi nyengir garuk-garuk kepala ketahuan oleh sang istri.


Setelah itu mereka berdua berjalan menuju bioskop memesan tiket,minuman dan cemilan yang akan menemani mereka selama berada di dalam bioskop, benar-benar seperti ABG yang baru mengenal cinta dan melakukan kencan pertama kali nya.Rendi yang terbiasa dengan berkas dan meeting menyesuaikan diri dengan Ola yang masih labil,tangan kedua nya saling menggenggam meski duduk bersebelahan dan sesekali bola mata mereka saling menatap saat adegan film romantis terpampang di layar besar.


" Nanti kita praktekan di kamar kita." bisik Rendi merasa panas.


" Mesum." sergah Ola merasa gugup tapi berusaha terlihat santai.tinggal hitungan jam lagi dia harus menepati ucapan nya tadi pagi dan dia tidak tahu lagi harus berbuat apa nanti nya.


Selesai menonton film,Ola mengajak Rendi menemani nya berbelanja keperluan wanita dan tidak lupa membeli keperluan suami nya juga.kedua tangan Rendi sudah penuh oleh barang belanjaan Ola yang dalam hitungan menit bisa bertambah berkali-kali lipat dari perkiraan Rendi.bukan nya marah Rendi malah membiarkan Ola memilih sesuka hati nya sampai sang istri merasa puas dan capek sendiri,Rendi segera menelepon anak buah nya untuk mengangkut semua barang ini masuk ke dalam mobil sampai tidak tersisa lagi.


" Mas! Kenapa harus pakai bodyguard segala sih?" tanya Ola heran.padahal mereka hanya pergi ke mall dan tempat kencan lain nya tapi masih saja di ikuti oleh beberapa pria berbadan kekar.


" Nggak papa Sayang,mereka mengikuti kita dari jarak jauh,bukan Aku yang meminta nya tapi atas perintah Papa sendiri yang nggak mau menantu kesayangan nya kenapa-kenapa saat berada diluar.kalau Aku menolak mereka akan berpikir Aku pelit dan tidak sayang istri." ujar Rendi menjelaskan berharap Ola mau menerima nya dan tidak melarang lagi .


" Ya sudahlah terserah Kamu aja,yang penting mereka tidak dekat-dekat dengan kita dan tidak menggangu acara kencan kita hari ini." Ola kembali melanjutkan kaki nya masuk kedalam sebuah restoran mewah tanpa meminta izin kepada sang suami.mereka berdua makan di ruangan terbuka dan tentu nya saling suap-suapan seperti pasangan pengantin baru pada umumnya.


" Mau kemana lagi?" tanya Rendi saat melihat Ola bingung.


" Nggak tahu Mas,Aku juga bingung! Kamu ada ide nggak?" tanya Ola menatap seksama wajah suami nya.


"Ayok ikut dengan ku." ajak Rendi tersenyum simpul, seperti nya rencana yang tadi sempat dia susun rapi akan segera di realisasikan karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 18.10 Wib.


" Kita mau kemana sih Mas? Kenapa belum sampai juga?" tanya Ola yang sudah jenuh duduk di dalam mobil tanpa ada pembicaraan selain tangan mereka berdua yang saling bergandengan.


" Sebentar lagi kita akan sampai sayang,Kamu pasti menyukai nya dan malam ini kita akan menginap di sini saja." jawab Rendi yang memang sudah menyiapkan semua nya jauh sebelum mereka berangkat berkencan.


Deg...


" Nginap!" kedua mata Ola membola besar karena tahu maksud dari ucapan suami nya.

__ADS_1


" Mati Aku." batin Ola gelisah.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2