Yolanda

Yolanda
Bab 66


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh seluruh keluarga Irawan dan juga Himawan.acara syukuran 7 bulan kehamilan Ola di dilaksanakan di ballroom hotel milik mertua nya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi milik buah hati nya yang masih berada di kandungannya.


Sama seperti 4 bulanan yang lalu.Pak Irawan dan juga Himawan mengundang seluruh kolega bisnis dan juga sanak saudara yang jauh di luar negeri.bahkan pengusaha sukses ini tidak segan untuk menyediakan pesawat khusus untuk mengantar jemput mereka hanya untuk menghadiri acara syukuran Ola dan juga Rendi.dalam acara ini ikut juga 1000 anak yatim yang ikut memeriahkan acara tersebut.


Acara berjalan dengan begitu lancar dengan Ola yang hanya di bolehkan duduk di sebuah kursi empuk tanpa harus berjalan ke sana kemari karena para tamu lah yang akan datang menghampiri nya.dalam acara ini Ola bisa bebas makan sesuka hati nya termasuk donat bomboloni yang begitu menggugah selera nya.semua yang hadir juga ikut bahagia sekaligus haru.acara syukuran ini di kemas begitu meriah dan juga menarik.bahkan Himawan group dan juga Irawan grup tak sungkan memberikan santunan dan bingkisan yang sangat besar nilai nya untuk anak yatim yang sudah ikut mendoakan Ola dan juga bayi nya.


Awal nya Ola biasa saja dengan dengan Perut yang terasa begitu sesak akibat terlalu banyak makan.


Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama karena setelah acara selesai dan Ola langsung di bantu suami nya untuk beristirahat di dalam kamar hotel khusus untuk diri nya.Ola bergegas masuk ke dalam kamar mandi masih menggunakan gamis panjang yang menjuntai.Ola tiba-tiba saja muntah-muntah hebat di sertai badan yang menggigil dan juga kepala yang terasa pusing.


Rendi yang sudah selesai berganti pakaian bergegas menghampiri istri nya di dalam kamar mandi.


" Sayang,apa yang terjadi?" tanya Rendi membantu mencuci mulut istri nya yang sudah kotor.


" Argh..." tangan Ola memegang perut nya yang terasa sangat sakit.


" Kepala ku juga pusing sekali Mas." jawab Ola lirih dan di detik berikutnya langsung tak sadarkan diri lagi.beruntung nya Rendi dengan sigap menahan tubuh sang istri agar tak jatuh ke lantai yang masih kotor.


Rendi mengangkat tubuh istri nya keluar dan tidak lupa juga menelpon Pak Zen dan Ammar untuk menyiapkan mobil.


Anak buah Rendi yang melihat kejadian itu bergegas melapor kepada Pak Dion dan juga Pak Arif yang masih berbincang dengan rekan bisnis mereka yang datang khusus dari negara tetangga.


Para karyawan hotel yang melihat istri sang Presdir yang sedang lemah tak berdaya hanya bisa menatap iba sambil berdoa supaya di berikan kesembuhan dan juga keselamatan.


" Ke rumah sakit sekarang juga Pak." titah Rendi gemetaran.dalam hamil besar seperti ini ada saja cobaan yang datang menghampiri mereka.padahal Rendi sudah sekuat tenaga menjaga istri nya dari pihak luar yang berniat buruk.hari ini dia kembali merasa gagal menjadi seorang suami yang baik dan malah membiarkan istri nya menderita sendirian.

__ADS_1


Pihak rumah sakit yang mendapatkan laporan dari Pak Dion langsung siaga di depan pintu masuk dengan brankar di depan mereka.tubuh Ola langsung di letakkan di atas brankar dengan empat perawat yang mendorong menuju ruang perawatan VVIP.


Keringat dingin membanjiri dahi Rendi yang benar-benar panik melihat keadaan istrinya.5 menit kemudian mobil yang membawa seluruh anggota keluarga mereka akhirnya sampai juga di rumah sakit dan langsung masuk ke dalam lift yang akan membawa menuju ruang perawatan Ola.


" Ya Allah sayang,kenapa bisa seperti ini? Padahal tadi semua baik-baik saja dan Kamu juga tidak mengeluhkan apa-apa." gumam Bu Yesi menatap wajah Ola yang sedang terbaring dengan di Kelilingi oleh sejumlah dokter hebat.di dalam ruangan itu ikut juga Rendi yang di perbolehkan untuk memantau pemeriksaan istri nya.sebagai pemilik rumah sakit ini Rendi tentunya mendapat akses jalan pintas tanpa harus meminta sekali pun.dengan syarat tidak boleh mendekat ataupun ikut campur dengan segala tindakan yang di berikan oleh dokter kepada pasien.


" Selamat kan menantu dan juga cucu ku ya Allah." Bu Nala tak henti nya memanjatkan doa untuk keselamatan sang menantu kesayangan.kedua tangan wanita paruh baya ini sudah dingin membeku karena mengkhawatirkan kondisi Ola.di mana ada infus yang tertancap di tangan nya dan selang oksigen yang menempel di hidung mancung nya.


" Ada apa dengan istri Saya Dok?" tanya Rendi dengan wajah dingin nya.


" Istri Pak Rendi keracunan makanan Pak,mual dan pusing yang di alami oleh Nona muda Ola adalah sebagai reaksi dari penolakan tubuh Nona Ola untuk mengolah semua nya.beruntung nya daya tahan tubuh Nona Ola begitu kuat sehingga racun yang sudah telanjur masuk belum menyebar dan tadi sudah kami musnahkan melalui obat yang kami suntik kan di tubuh dan juga di infus Nona muda.setelah Nona muda Sadar nanti baru lah kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap janinnya.saat ini Nona muda hanya butuh istirahat karena kekurangan cairan." ucap Dokter Egi menjelaskan dan di samping dia ada tiga Dokter berkompeten lain nya termasuk juga Dokter Putri yang bertugas sebagai dokter kandungan Ola.


Rendi mengusap wajah nya dengan kasar.Pak Dion yang sudah mendengar semua nya langsung memerintahkan anak buah nya untuk mengamankan Cctv hotel tempat acara syukuran tadi berlangsung.


" Bagaimana bisa Ola keracunan makanan sedang kan dia hanya memakan makanan yang di sediakan oleh pihak hotel Ma!Kenapa tamu yang lain tidak ada yang ikut keracunan dan hanya Ola yang mengalami hal ini." Rendi mendesah gusar tidak mengerti lagi kenapa masih ada orang yang berniat mengganggu hidup nya di saat dia sedang ingin menikmati rumah tangga nya.


Setelah Ola sadar dari obat yang di berikan oleh dokter,kini giliran dokter kandungan yang memeriksa kehamilan Ola.


"Alhamdulillah dedek bayi nya sehat dan bergerak sangat aktif sekali.untung saja zat berbahaya tersebut belum sampai menyebar ke rahim Nona muda, telat sedikit saja melakukan tindakan medis mungkin akan berakibat fatal untuk kedua nya.nanti jangan lupa minum obat yang sudah saya resep kan Ya Pak.di jaga pola makan nya dan lebih banyak mengkonsumsi sayur dan juga buah-buahan." ujar Dokter Putri menjelaskan.


Saat ini hanya ada Bu Nala dan Bu Yesi yang menemani Ola sedangkan Rendi sudah ikut bergabung dengan ayah nya dan juga ayah mertua nya.


Rahang Pak Dion Irawan mengeras melihat bukti rekaman Cctv yang di kirim oleh anak buah nya.unting saja anak buah Pak Dion bergerak cepat sebelum rekaman tersebut di retas dan mereka akan kesulitan menemukan bukti kejahatan tersangka.dimana ada seorang wanita memakai kaca mata hitam datang memberikan dua buah donat untuk Ola yang sedang mengobrol bersama teman-teman nya.Padahal Pak Dion ingat betul dalam acara tersebut tidak menyediakan donat sebagai cemilan untuk para tamu apalagi untuk para anggota keluarga.


Detik itu juga Pak Dion langsung memerintah kan anak buah nya untuk mencari wanita tersebut sampai ketemu dan membawa kehadapan nya dalam keadaan hidup-hidup.

__ADS_1


" Lebih baik Kamu temani istri mu di dalam, untuk urusan pelaku nya serahkan saja kepada Papa dan juga Ayah mertua mu.sebentar lagi wanita itu pasti tertangkap dan Papa yang akan mengintrogasi nya secara langsung." titah Pak Dion agar Ola tidak semakin ketakutan lagi.


" Iya Pa, terimakasih sudah membantu Rendi." Rendi langsung masuk ke dalam ruangan yang di tempati oleh istri nya.melihat Rendi yang sudah datang,Bu Nala dan juga Bu Yesi langsung berpindah tempat dan membiarkan Rendi untuk menemani istri nya.


" Mas." panggil Ola lirih.


" Iya sayang, tidur lah Mas Kan menemani Kamu di sini,jangan banyak pikiran dan kontrol emosi mu.tidak baik untuk kesehatan Kamu dan juga anak kita." ucap Rendi membantu menggosok kepala istri nya agar lebih mudah tertidur.


" Aku nggak makan yang aneh-aneh kok Mas! Kenapa bisa keracunan seperti ini?" tanya Ola bingung.


Huft...Rendi menarik nafas dalam-dalam.itu arti nya dia harus kembali mengingat wajah wanita yang sudah membuat istri nya terluka serta kesakitan dan sampai saat ini ingin sekali Rendi membunuh nya menggunakan tangan nya sendiri.


" Apa Kamu kenal dengan wanita yang memberi kan donat kepada Kamu tadi siang?" tanya Rendi pelan agar istri nya tidak tertekan.


Ola hanya menggeleng-gelengkan kepala nya sebagai jawaban.


" Lain kali Kamu tidak boleh memakan sesuatu hasil pemberian orang lain kecuali dari keluarga inti.kita tidak tahu bagaimana musuh itu menyiapkan strategi mereka untuk menghancurkan kita sayang,pokok nya semua yang Kamu makan harus melalui Aku terlebih dahulu." tegas Rendi tak ingin di bantah.


" Hmm." jawab Ola pasrah karena dia juga tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali.


" Sudah ayok istirahat lagi biar daya tahan tubuh Kamu kuat dan tubuh Kamu bisa segar kembali." ajak Rendi yang sudah bersiap-siap ingin memeluk tubuh istri nya.


" Iya Mas.tapi gosok-gosok juga ya." pinta Ola dengan manja.


" Iya sini Mas gosok."

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2