Yolanda

Yolanda
Bab 35


__ADS_3

Rendi yang baru saja selesai keluar dari ruangan meeting langsung berlari masuk ke ruangan nya mengambil tas kerja yang masih tertinggal di dalam ruangan nya.setelah mendengar ucapan sang Mama yang mengatakan kalau Ola sudah di antar ke rumah mereka dan sedang beristirahat di dalam kamar nya.


" Fadel! Sambung besok lagi pekerjaan nya,Aku pulang duluan." pamit Rendi sebelum menjauh dari ruangan nya.


" Siap Tuan, Saya dan Bella juga mau langsung pulang." balas Fadel bernafas lega karena tidak perlu lembur hari ini,begitu juga dengan Bella yang sejak tadi sudah gelisah karena sudah punya janji dengan kekasih hati nya.


Setelah lift yang membawa nya dari lantai atas ke lobby kantor berhenti,Rendi bergegas turun dan di depan sana sudah ada sopir yang menunggu kedatangan nya.


" Langsung pulang ya Pak." titah Rendi mengotak -atik ponsel membaca setiap email yang belum sempat dia baca di dalam ruangan nya.perjalanan menuju ke rumah nya harus sedikit terhambat dengan keadaan jalan yang sedikit macet.Rendi berkali-kali menghembuskan nafas bosan nya saat mobil yang dia tumpangi masih tetap berada di tempat yang sama.


Begitu mobil yang dia tumpangi sampai di depan rumah,Rendi bergegas turun dan mengabaikan sopir dan anak buah yang menatap heran kepada nya.


Karena yang ada di pikiran nya saat ini adalah keadaan istrinya tersebut.para art yang melihat tingkah Rendi tersebut hanya bisa tersenyum tipis lalu kembali membubarkan barisan sebelum sang singa mengamuk.


" Sayang!" panggil Rendi membuka pintu kamar dengan rasa tidak sabar nya.


Ola yang sedang mengerjakan tugas kuliah nya lantas menoleh ketika mendengar suara sang suami memanggil nama nya.


" Kamu sudah pulang?" tanya Ola menatap sekilas lalu kembali mengetik sesuatu di layar laptop nya.


" Hmm....Kangen." jawab Rendi manja dan langsung memeluk tubuh Ola yang sedang duduk di atas ranjang memangku laptop.


" Ya ampun Mas! Aku kirain kenapa tahu nggak? Wajah datar mu itu nggak cocok ngomong kangen seperti itu." ledek Ola di sambung gelak tawa puas nya.


Rendi yang tidak suka di tertawai oleh sang istri lantas menarik Ola untuk tidur di samping nya dan mencium gemas seluruh wajah Ola sampai Ola berteriak meminta ampun.


" Astaga Mas! Aku bisa mati kalau Kamu kekep kayak gitu." sungut Ola mengelap wajah yang sudah basah oleh air liur suami nya.


" Ya nggak akan lah sayang,Kamu masih capek nggak?" tanya Rendi tersenyum devil.


Ola yang sudah tahu kemana arah tujuan dari ucapan suami nya lantas mengangguk kan kepala dengan cepat.malam ini dia harus libur bergadang dan tidur nyenyak sebelum pagi besok mengikuti mata kuliah baru.


" Tadi Mama bilang pengen cepat punya cucu,jadi sekarang kita harus berusaha biar Kamu cepat hamil." ucap Rendi tanpa malu sedikit pun.

__ADS_1


" Ya ampun Mas! Jadi yang setiap malam sampai pagi buta yang kita lakukan itu apa nama nya kalau bukan usaha?Masa iya sih kita mau melakukan nya setiap hari dan sudah seperti jadwal minum obat saja,hamil nggak dan malahan sakit pinggang yang ada." sanggah Ola tidak mengerti lagi jalan pikiran suami nya yang begitu mesum sekali.


" Nanti Aku pijit deh Kamu nya ,tapi kita harus.." Rendi menghentikan ucapannya dan di lanjutkan dengan gerakan tangan yang menyatu seperti adegan ciuman.


" Hahahaha..." Ola kembali tertawa sambil memegang perut nya yang terasa keram.entah kenapa sikap suami datar nya berubah lembek seperti agar-agar yang sudah siap untuk di santap.


" Mandi sana Mas! Kamu bau keringat." usir Ola sambil mengibaskan tangannya.


" Nggak kok ,masih wangi." Rendi mengendus bau tubuh nya sendiri mencari sumber bau tak sedap yang di tuduh kan oleh sang istri.


" Kamu habis kerasukan apa sih Mas? Kenapa jadi begini? Terus apa maksud Kamu menyuruh semua orang melihat Aku di kamar, termasuk Mama juga." serbu Ola dengan berbagai macam pertanyaan.


" Mau Jawaban yang mana dulu nih,Kamu tuh kalau udah cerewet nggak ada tandingannya deh sayang." Rendi mencubit gemas kedua pipi Ola lalu menyandarkan kepala sang istri di dada bidang nya.


" Ya terserah Kamu aja." jawab Ola singkat.tugas kuliah yang masih belum selesai terpaksa di tunda dulu karena kedatangan suami nya.


Rendi lalu tersenyum menggoda ke arah sang istri dan sudah bersiap ingin menerkam nya saat ini juga,namun mendapatkan tatapan mata tajam dari Ola membuat pria tegas ini mengurung kan niat nya dan kembali fokus menjawab pertanyaan dari sang istri.


" Aku habis kerasukan cinta mu sayang."goda Rendi mengecup bibir Ola yang sudah menjadi kebiasaan nya .


" Ohm Itu..Aku cuman takut terjadi apa-apa sama Kamu,habis nya salah sendiri kenapa pas Aku telpon nggak Kamu angkat,ya karena panik Aku minta Bibi masuk ke kamar kita terus sekalian aja Aku hubungi Mama biar Kamu nggak bosen di rumah.inti nya Aku cuman khawatir dan nggak mau Kamu merasa bosan aja." ujar Rendi menjelaskan.


" Terus tadi Kamu beli apa aja di mall?" tanya Rendi yang sudah mengecek ponsel nya tapi tidak ada satupun tagihan kartu sakti Ola masuk ke ponsel nya.


" Banyak,masih ada di ruang ganti dan belum sempat Aku bereskan." jawab Ola yang dalam keadaan apapun tetap bersemangat kalau di ajak shopping.


" Kamu bayar nya pakai apa sayang? Kenapa nggak ada notifikasi yang masuk ke ponsel Aku." Rendi mulai mengubah mode serius dan dia paling tidak suka melihat Ola kembali melanggar janji yang sudah mereka sepakati berdua.


" Santai Mas! Kamu kalau galak kayak gini bikin Aku takut tahu nggak." Ola membenarkan posisi duduk nya supaya bisa menjelaskan semua nya.


" Tadi itu Mama maksa Aku buat bayar semua belanjaan yang Aku pilih,Aku udah nolak tapi Mama tetap maksa karena kata nya Kamu sudah mentransfer uang ke rekening Mama." tukas Ola sesuai dengan yang di sampaikan oleh Mama mertua nya.


" OOO gitu,Aku pikir..." belum sempat Rendi menyelesaikan ucapan nya yang masih menggantung,namun Ola sudah terlebih dahulu memotong nya.

__ADS_1


" Pakai kartu milik Ayah?" tebak Ola benar.


" Maaf." ucap Rendi dengan wajah sok imut nya.


" Kamu nggak cocok tahu Mas pakai wajah kayak gitu,bikin Aku mual." ledek Ola nyengir.


" Lah terus harus kayak gimana? Datar salah,manis salah.Kenapa Aku selalu salah di mata mu." tanya Rendi ingin romantis tapi masih dengan wajah datar nya.


" Iya.. Sebenarnya Aku suka lihat sikap Mas datar dan kaku ke cewek lain.tapi jangan sama Aku juga dong Mas!Coba deh lebih romantis lagi supaya Aku tambah cinta sama Kamu."ucap Ola yang kadang senang melihat sikap cuek suami nya dan kadang juga iri melihat pasangan lain yang bisa romantis dengan pasangan masing-masing.


" Kalau Aku tetap nggak bisa?" tanya Rendi penasaran dengan kemungkinan yang dia sangat yakin tidak akan pernah bisa dia lakukan.


" Aku mau cerai saja."mendengar ucapan nya sendiri Ola juga sangat terkejut dan langsung memukul pelan bibir nya.


" Sayang! Kamu nggak boleh main-main ucapin kata itu." bentak Rendi tersulut emosi.


" Maaf Mas! Aku keceplosan." jawab Ola pelan karena sedang merasa tidak aman.


"Kamu kok ngomong kayak gitu kayak nggak ada beban sama sekali sih?" ucap Rendi geleng kepala tidak percaya.


" Maaf Mas! Aku nggak sengaja." mohon Ola dengan wajah sedih nya.


" Jangan di ulangi lagi! Cepat cabut kata-kata mu itu." tegas Rendi masih kecewa.


" Ya nggak akan ada guna nya Mas! Kecuali Kamu yang mengatakan nya." sahut Ola supaya tidak lagi terjadi perselisihan di antara mereka karena ulah mulut ember nya.


" Lemes banget sih nih mulut." gumam Ola memukul mulut nya sendiri.


Tindakan Ola itu sontak saja membuat Rendi bergegas menghentikan nya.


" Jangan di pukul sayang! Ini punya ku."tegur Rendi yang membuat Ola semakin salto tak terkendali.


" Apaan sih Mas! Tadi aja marah-marah." ledek Ola setengah kesal tapi cinta.gimana dong?

__ADS_1


" Kamu harus di beri hukuman.tunggu aja." Rendi bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya agar bisa menjalankan aksi nakal yang sudah membuat pusing kepala nya sejak tadi.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2