Yolanda

Yolanda
Bab 57


__ADS_3

Ketika mengetahui jika Ola sudah pulang ke rumah,Ketiga sahabat nya bergegas membesuk Ola dan sebentar lagi harus kembali ke kampus dengan jadwal yang semakin padat demi mengejar Ola yang sudah terlebih dahulu melangkah lebih jauh di depan mereka.


Kedatangan ketiga wanita itu di sambut dengan baik oleh Bu Nala, Bu Yesi dan juga Ola yang kebetulan sedang bersantai di atas sofa sambil sesekali mengetik sesuatu di layar laptop yang masih di biarkan menyala.


" Apa kabar kalian bertiga? Sedang sibuk mengurus skripsi juga ya?" tanya Bu Yesi yang tentu nya sudah mengenal dekat teman Ola.


" Alhamdulillah baik Tante,kami lagi sibuk mengurus nilai yang belum maksimal Tante,ujian nya banyak yang nggak memuaskan sehingga membuat kami harus mengulang sampai tuntas dan ketinggalan jauh dari Ola." jawab Meri apa adanya.


" Nggak papa yang penting belajar yang rajin biar bisa menyusul Ola."jawab Bu Yesi menenangkan.


" Kalian sudah kenal dengan Mertua nya Ola,nama nya Tante Nala sekaligus besan terbaik Tante." imbuh Bu Yesi dengan bangga nya memperkenalkan sosok besan nya.


" Sudah Tante,kemarin kami pernah bertemu di rumah sakit." jawab Meri sopan.


" Ohhh gitu...Ya udah sana kalian ngobrol dulu ya, kami berdua mau nyusul para Bapak-bapak ke tempat golf." pamit Bu Yesi karena tidak ingin membuat mereka semua merasa canggung.


Bu Yesi dan juga Bu Nala bergegas masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian olahraga ,jika saja mereka tahu bahwasanya teman- teman Ola akan datang kesini mungkin sudah sejak tadi mereka meminta ikut dengan para suami.


" Lah kenapa kalian berdua ada di sini?" tanya pak Hasan bingung.


" Kami juga pengen ikut Pa." jawab Bu Nala santai.


" Ya ikut sih boleh saja,terus itu menantu kita sama siapa di rumah? Nanti Rendi marah loh Ma kalau tahu istri nya di tinggal sendirian begitu.apalagi dia baru keluar dari rumah sakit." ujar Pak Hasan panjang lebar.


" Mana mungkin kami berdua tega meninggalkan Ola sendirian,tadi itu ada teman Ola yang datang mengunjungi Ola,dari pada kami ganggu yang muda-muda lebih baik kami ikut ke sini saja.nanti kalau mereka sudah mau pulang Mama sudah minta mereka untuk menghubungi Yesi." jawab Bu Nala dan di samping dia ada Bu Yesi yang ikut membenarkan ucapan nya melalui anggukan kepala.


Sedangkan di dalam kediaman Ola, keempat wanita ini sedang berbincang seru dengan posisi santai karena sudah tidak ada lagi yang membuat mereka harus menjaga sikap dan ucapan nya.


" Gimana kabar Kamu,La? Maaf kalau kita baru sempet datang lagi,Kamu tahu sendiri bagaimana padat nya jadwal ujian yang harus kami ikuti." ucap Risa menceritakan.


" Alhamdulillah sudah baikkan,tapi mual nya masih tetap berlanjut dan nggak boleh kecapean." tutur Ola menjelaskan tanpa menyebut kan secara rinci.


" Emang nama nya penyakit apaan sih La? Aku kok baru denger ya?" tanya Meri mengernyit heran.


Ola hanya tersenyum tipis menatap satu persatu ketiga sahabat nya secara bergantian.


" Aku hamil." jawab Ola lantang sehingga membuat ketiga sahabat nya terperangah.

__ADS_1


" Apa?" ucap Risa,Dini dan Meri bersamaan.


Sebagai wanita yang sudah dewasa tentu saja mereka tahu benda apa yang diperlihatkan Ola dari layar ponsel nya.sebuah alat testpack berikut dengan bukti USG calon anak nya.


" Ini serius punya Kamu kan La? Kamu nggak lagi bohongi kita-kita kan?" tanya Risa memastikan.


" Yeee... Ngapain juga Aku pakai bohong segala,usia kandungan nya sudah masuk Minggu ke delapan dan itu artinya sudah 2 bulan dedek bayi nya berada di rahim Aku."terang Ola lagi.


" Kok bisa sih Kamu cepat hamil begini La? Kamu nggak pakai pengaman kalau lagi main ya?" tanya Meri frontal.


" Lah ya bisa aja dong Meri! Ola punya suami dan mereka sudah sah menikah,beda hal nya jika Kamu dan Dini yang hamil baru jadi pertanyaan besar." sungut Risa tak habis pikir dengan tingkah polos sahabat gempal nya itu.


" Bukan gitu maksud ku Risa jelek,kita ini masih kuliah dan kali aja mereka kebobolan gitu." balas Meri ngegas.


" Dari awal pernikahan kami memang sudah merencanakan untuk segera punya anak, karena menurut informasi yang Aku dengar kalau menunda momongan itu nggak baik dan bisa jadi ketika kita telah siap nanti sang maha pencipta malah tidak siap memberikan keturunan kepada kita.apalagi orang tua kami juga sudah menginginkan cucu yang semakin membuat hari tua mereka bahagia." Ola tersenyum lembut kepada sahabatnya,tidak sedikit pun dia merasa tersinggung atas pertanyaan Meri, justru dia merasa senang mereka sudah mau perduli dengan hidup nya yang harus menikah muda.


" Good girl! Seratus untuk Nyonya Rendi Irwan.semoga dedek bayi nya sehat selalu dan keluar dengan selamat La." Risa lalu memeluk tubuh Ola yang belum boleh terlalu banyak bergerak.


" Boleh kan Aku pegang perut Kamu?" imbuh nya meminta izin dan Ola langsung mengangguk kan kepala nya.


" Aku juga mau dong!" seru Meri ikut-ikutan.akhir nya ketiga wanita itu dengan antusias mengelus perut Ola yang masih rata.


"Lagi kerja,kasihan dia kalau harus nemenin Aku terus." jawab Ola lagi.


" Tapi doi juga udah jarang datang ke kampus akhir -akhir ini,dan kelas nya juga sering diganti kan sama dosen baru yang tampang nya jauh banget di bawah Pak Rendi." tutur Meri semakin penasaran,jika Rendi ada di depan dia mungkin Meri tidak akan berani menanyakan tentang hal ini.


" Mas Rendi nya ke kampus hanya sesekali saja dan itu pun untuk mendengar kan laporan dari orang kepercayaan nya sekalian ngecek keadaan, pekerjaan dia di kantor lagi banyak-banyak nya jadi nggak sempat lagi ikut mengajar,di tambah lagi dengan kondisi ku yang seperti ini.sudah pasti dia akan mengurangi jadwal nya." belum siap mereka mendengar bagaimana padat dan sibuk nya kegiatan Rendi sehari-hari, pemilik nama itu sudah terlebih dahulu menghubungi Ola.bibir Ola tersenyum bahagia menggeser tombol hijau yang muncul di layar ponsel nya.


" Hello Mas." Ola.


" Halo sayang,Kamu lagi apa?" tanya Rendi begitu posesif.


" Lagi duduk sama teman-teman Mas, memang nya ada apa?" Ola.


" Oh bagus lah,nanti kalau mau apa -apa minta sama Mama atau Bunda saja,Kamu nggak boleh kemana-mana dulu,dan jangan di paksakan untuk kerjakan skripsi nya kalau sudah capek.istirahat yang banyak." Rendi.


" Iya suami ku sayang." Ola.

__ADS_1


" Hari ini Aku usahakan pulang cepat,Kamu mau pesan apa?"Rendi.


" Mmm....Mau donat yang biasa Aku beli itu terus sekalian sama kebab yang ada di sebelah nya ya Mas." Ola.


" Baiklah,Aku tutup dulu ya sayang,I love you." Rendi.


" I love you too." Ola.


Setelah panggilan telepon terputus,Ola langsung menyimpan kembali ponsel di atas sofa yang dia tempati, mendengar suara suami nya membuat Ola ingin berdekatan dengan suami nya dan mencium harum lembut aroma tubuh suami yang mampu menenangkan gejolak yang terjadi di dalam perut nya.


" Romantis banget sih kalian berdua!" seru Meri menimpali.


Ola hanya tersenyum menanggapi nya.


" Skripsi Kamu udah siap ya La?" tanya Risa penasaran.


" Baru sedikit dan masih butuh waktu yang panjang lagi, apalagi Mas Rendi sangat posesif dan selalu memantau apa yang Aku kerjakan."


"Itu tanda nya suami Kamu sayang banget sama Kamu!Betapa beruntung nya hidup Kamu,La! Aku jadi tambah iri deh sama Kamu." celetuk Meri.


" Berarti Kamu harus nikah muda dulu Mer. Baru bisa merasakan seperti apa yang Aku rasakan saat ini." balas Shella dengan menahan tawa nya.


" Nggak mau! Aku juga nggak punya calon nya." cibir Meri kesal sendiri dengan nasib nya yang masih betah menjomblo setelah sekian purnama.


" Sabar! Kali aja jodoh Kamu lagi otw ke sini,maka nya jangan terlalu pelit dan banyakin sedekah." ujar Risa di sambut gelak tawa dari kedua sahabat nya yang lain.


Sejak tadi ada yang mengganjal dalam kepala Dini,meski dia tetap tersenyum tapi nyata nya hati wanita ini tidak bisa berbohong dan kepikiran dengan nasib hidup nya yang sudah tidak virgin lagi,setiap kali berhubungan dengan kekasihnya,Dini memang selalu mengingat pacar nya untuk tidak lupa menggunakan pengaman,jika sampai dia hamil di luar nikah sudah pasti kedua orang tua nya akan marah besar dan mengusir dia dari rumah.


" Aku harus segera menuntut Mas Yuda untuk menikahi Aku,meski harus dengan pesta sederhana pun Aku tak masalah,yang penting kami sah di mata agama dan juga hukum." ucapan Dini ini membuat ketiga sahabat nya yang sedang berdebat langsung beralih menatap wajah dini dengan sangat serius.


" Kamu serius?" tanya mereka kaget.


" Hmm...Aku juga ingin memiliki status yang sah dan tidak larut dalam kubangan dosa yang setiap hari semakin menumpuk." Dini sebenarnya cukup menyadari kesalahannya selama ini,tapi apa boleh buat, status nya yang hanya sebagai wanita tinggal menunggu sang pria melangkah lebih dulu.


" Bagus! Gitu dong dari dulu..Jangan mau di ajak bercinta setiap waktu tapi status masih pacaran,gimana jika nanti kalau si Yuda itu kepincut wanita lain,yang rugikan Kamu juga Din.besok desak dia buat nikahi Kamu.cukup ijab kabul juga lebih baik." kata-kata yang pedas keluar dari mulut Risa, membuat Dini merasa sangat tertampar dan tidak sabar lagi ingin bertemu kekasih nya.


" Nikah itu enak loh Din! Kita punya teman baru untuk segala hal.apalagi teman untuk berolahraga." celetuk Ola membuat Dini kembali tertawa lebar.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2