Yolanda

Yolanda
Bab 51


__ADS_3

Pagi ini selepas kepergian suami nya,Ola langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kampus,ada banyak urusan yang harus dia selesaikan di kampus termasuk mengurus tentang judul skripsi yang akan dia gunakan nanti nya.


"Hmmmm..Enak banget ya jadi orang pintar kayak Ola,sat set sat set udah mau ajukan judul skripsi aja,nah sementara kita masih jalan di tempat dan terlalu santai dengan dunia fatamorgana ini." ucap Meri ketika mereka sudah berkumpul di dekat taman.di tangan masing-masing ke empat wanita ini ada makanan ringan yang baru saja mereka borong dari kantin.


" Kalian juga bisa kok,Aku yakin secepat nya kalian akan menyusul Aku." balas Ola terdengar memberikan semangat kepada sahabat nya.


" Iya sih,tapi nggak tahu kapan waktu itu akan datang La! Suami mu kemana?" tanya Risa penasaran karena sejak tadi tidak melihat kedatangan suami Ola yang juga merupakan dosen di kampus mereka.


" Lagi ada urusan di luar negeri,emang nya kenapa Kamu nyari suami ku?" Ola memicingkan kedua mata nya merasa heran.


" Ya nggak apa-apa,mungkin saja Pak Rendi mau mengajari kita-kita supaya bisa menyusul Kamu dengan cepat." kilah Risa yang sebenarnya juga sangat berharap banyak bisa mendapatkan bantuan dari suami sahabat nya sendiri.


" Jangan ngarep banyak deh sama dia! Aku aja harus belajar sendiri dan usaha sendiri untuk sampai di titik ini.kerjaan nya cuman ngasih perintah buat belajar sambil ngomel-ngomel kayak mak-mak komplek."Ola membantah keinginan sahabat nya itu karena sangat yakin jika Rendi tidak akan mau membantu apapun.


" Busettt...Sadis amat suami Kamu itu La! Kalau Aku jadi Kamu sudah Aku ancam tidur di luar dan satu bulan nggak ada yang nama nya jatah malam." Meri melipat kedua tangan di dada dengan mulut yang tidak berhenti mencibir sosok lelaki yang selalu menjadi idola nya.


" Sayang nya Ola itu nggak kayak Kamu! Udah ah ayok belajar lagi,Ola aja nggak di bantuin sama suami nya! Apalagi kita-kita yang hanya barang rongsokan ini." Dini mulai serius mengerjakan tugas yang harus dia ulang karena nilai nya yang jauh dari kata sempurna.begitu juga dengan Meri dan Risa yang sudah ikut memegang buku tebal tapi tak kunjung membuka halaman per halaman yang ada di dalam nya.


" Doain Aku ya semoga saja judul yang Aku ajuin ini segera di acc sama dosen pembimbing nanti ." pinta Ola harap-harap cemas.secara bersamaan rasa mual Ola kembali datang setelah hidung nya tak sengaja mencium bau parfum yang cukup mengusik ketenangan hidung nya.Ola dengan cepat membekap mulut nya dengan setengah berlari menuju toilet yang berada di ujung lorong.


Tap..Tap..Tap..


" Mau kemana La?" tanya Risa saat melihat Ola sudah lari menjauh dengan tas dan perlengkapan lain masih tinggal di bangku taman.


" Kenapa tuh anak?" tanya Dini ikut heran.


" Nggak tahu! Tapi kayak nya tadi dia sedang membekap mulut nya deh! Apa maag nya kembali kambuh ya?" tebak Risa yang memang sudah mengetahui jika Ola memiliki riwayat sakit maag.


10 menit kemudian,Ola sudah datang menghampiri mereka dengan wajah yang sudah pucat dan mata sayu nya.berbeda sekali dengan penampilan nya saat baru sampai di kampus pagi tadi.


" Kamu kenapa La?" tanya Risa menangkap ada sesuatu yang sudah terjadi kepada Ola.


" Nggak tahu nih! Tiba-tiba aja perut Aku terasa mual dan pengen muntah gitu." jawab Ola mengelap mulutnya menggunakan tissue yang baru dia ambil dari tas nya.


Ketiga sahabat nya saling berpandangan dengan pikiran masing-masing dan sedetik kemudian mengukir senyum penuh misteri.


Drt...Drt...Drt..

__ADS_1


Suara ponsel Ola yang berbunyi membuat ketiga wanita itu terpaksa menyimpan kembali pertanyaan yang sangat ingin mereka tanyakan kepada Ola saat ini juga.


"Mas Rendi! Bentar ya." Ola sedikit menjauhkan diri nya dari tempat duduk semula.


" Halo,Kamu dari mana aja sih Sayang? Dari tadi Aku hubungi kenapa nggak di angkat juga?"tanya Rendi ketika sambungan telepon untuk yang kesekian kali nya baru tersambung.


" Ya halo Mas! " jawab Ola singkat menghirup udara banyak-banyak ketika rasa mual itu kembali datang menghampiri nya.


" Jawab pertanyaan Aku dulu sayang!Kamu masih di kampus kan? Apa sudah selesai bimbingan nya?" tanya Rendi terdengar sangat kesal dari nada suara nya.bahkan untuk mengistirahatkan badan nya saja Rendi abaikan demi menghubungi istri tercinta yang begitu sangat dia khawatir kan.tapi orang yang di khawatir kan malah tak kunjung menjawab panggilan telepon nya.


" Pelan-pelan dong Mas nanya nya,Aku udah pusing tambah pusing denger Kamu marah -marah kayak gitu." Ola langsung membekap mulut nya ketika merasa salah bicara,dia tidak ingin Rendi kembali memaksa dia kembali berobat ke rumah sakit dan memutuskan untuk segera pulang menemui nya.


" Kamu masih pusing? Muntah lagi nggak? Aku telpon Mama sekarang juga ya, bimbingan nya Kamu tunda dulu aja sayang,nanti biar Aku yang minta izin sama mereka." tegas Rendi terdengar sangat cemas.


" Aku nggak pusing lagi kok Mas! Tapi kalau dengar Kamu marah-marah terus kayak tadi takut nya Aku jadi tambah pusing gitu,udah ya Mas nanti aja kita sambung lagi,Aku harus ke ruangan Pak Adi Rozak sekarang juga." ucap Ola ketika menyadari jika waktu nya sudah sangat mapet dan dia harus segera mengantri di ruangan itu.


" Kamu nggak lagi bohongi Aku kan sayang? Aku benar-benar khawatir loh,kalau nggak enak badan jangan paksa buat kuliah dulu."sergah Rendi takut terjadi sesuatu kepada istri nya.


" Aku nggak papa Mas! Udah Kamu fokus kerja aja di sana biar cepat selesai dan Kamu cepat pulang nya.Aku tutup dulu ya Mas." pamit Ola ketika melihat sudah banyak mahasiswa yang berdiri di depan ruangan sang dosen.


Ting.


Ada sebuah pesan yang masuk ke ponsel nya dan membuat Ola tersenyum begitu melihat jika pesan itu di kirim oleh suami nya.


" Selesai bimbingan nya langsung pulang ya sayang,Aku sudah minta Pak Zen dan juga Ammar untuk menjemput Kamu nanti." Rendi.


" Iya Mas! Tapi nanti Aku boleh ajak teman-teman Aku main ke rumah kita ya Mas,Aku bosan kalau cuman sendirian di rumah dan harus berdiam di kamar terus." Ola.


" Baiklah! Tapi jangan aneh-aneh dan hanya di dalam rumah aja, jangan keluyuran tanpa seizin Aku." Rendi.


" Siap komandan." Ola.


" Love you." Rendi dengan emoticon cium.


" Love you too." Ola dengan emoticon bibir.


" Ola.." panggil seseorang yang berada di samping nya dan membuat Ola cukup kaget dan buru-buru menutup layar ponsel nya.

__ADS_1


" Pak Adi marah-marah mulu dari tadi,kayak nya dia lagi pms deh,Kamu hati-hati aja ya."ucap Bimo senior Ola yang sudah saling kenal dan baru saja keluar dari ruangan dosen.


" Iya Kak." jawab Ola sambil tersenyum tipis,dia menghela nafas terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan dosen itu.


" Selamat siang Pak."ucap Ola berdiri di ambang pintu.


" Ya silahkan duduk." titah Pak Adi.


Ola langsung mengambil posisi duduk di hadapan dosen nya.


" Bagaimana?" tanya Pak Adi memecah suasana tegang yang terjadi di dalam ruangan.


" Saya mau diskusi tentang judul skripsi Saya, Pak." ucap Ola menyerah kan beberapa judul yang tersimpan di dalam map merah yang dia bawa sedari tadi.


Pak Adi mengangguk kan kepala ketika selesai membaca beberapa judul milik Ola,dia sangat yakin pasti suami dari wanita ini sudah terlebih dahulu menilai hasil kerja istri nya dan terbukti semua judul yang diserahkan oleh Ola sangat bagus sekali.


" Lulus secepat nya memang lebih baik, apalagi Kamu salah satu kandidat cumlaude di kampus kita." Ola hanya mengangguk kan kepala sambil tersenyum tipis.


Kemudian mereka berdua pun terlibat diskusi tentang judul yang di ajukan oleh Ola,hingga pada akhirnya Pak Adi memilih salah satu judul yang akan digunakan dalam skripsi Ola.


" Saya yakin Kamu bisa menyelesaikan bab ini dalam waktu satu Minggu atau dua Minggu kedepan,biar akhir bulan nanti bisa ikut daftar seminar proposal."ucap Pak Adi.


" Baik Pak,akan Saya usahakan." jawab Ola tambah bersemangat dan ingin membuat orang tercinta nya merasa bangga dengan pencapaian nya saat ini.


" Pasti bisa! Apalagi ada Pak Rendi yang selalu bisa untuk dia ajak berdiskusi." ujar Pak Adi lagi.


" Iya Pak,Saya pamit keluar dulu." Ola berdiri dari kursi nya dengan sedikit membungkuk kan badan.


" Ya silahkan."


Huft...Begitu keluar dari ruangan dosen,Ola kembali merasakan kepala nya berputar hebat sampai membuat kedua mata nya perlahan gelap tak bisa melihat apapun lagi.dan seketika tubuh Ola terjatuh hingga membentur lantai kampus yang sangat dingin dan juga keras.


Bruk...


" Ola..." teriak Risa begitu menangkap bayangan Ola terjatuh tak sadarkan diri lagi.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2