Yolanda

Yolanda
Bab 19


__ADS_3

Rendi yang sudah terjaga dari tidur lelap nya meraba samping tempat tidur yang sudah kosong.orang yang dia keloni tadi malam sudah bangun meninggal kan dia yang masih betah memakai baju kantor.Rendi yang juga sudah merasa lelah memilih mengurung kan niat nya untuk membersihkan diri dan larut dalam mimpi dengan Ola yang berada di dekapan nya.


" Kemana dia? Pagi-pagi begini sudah menghilang." gumam Rendi turun dari ranjang dan berjalan dengan penampilan yang sangat kusut.


Di saat dia hendak masuk ke dalam kamar mandi.Ola yang sudah berganti pakaian rapi keluar dari ruang ganti baju dengan wajah segar.


Rendi terpesona melihat penampilan Ola pagi ini yang begitu cantik sekali.


" Cantik." gumam Rendi lirih namun masih terdengar oleh indra pendengaran Ola yang masih tajam.


" Kamu ngomong apa barusan Mas?" tanya Ola mengulangi.


" Eh..Apa? Memang nya Aku ngomong apa?" Rendi memegang kepala merasa malu.


" Ya mana Aku tahu! Orang Kamu yang ngomong." ketus Ola duduk di meja rias merapikan rambut dan wajah nya.


" Kamu mau kemana? Pagi-pagi udah rapi begitu?" tanya Rendi sengaja mengalihkan pembicaraan agar Ola tidak menuntut penjelasan.


Ola yang merasa dirinya benar mengernyit heran dengan pertanyaan yang di berikan oleh suami nya.seingat dia hari ini adalah hari Selasa dan dia ada kuliah pagi dengan dosen pengajar pertama yang tidak lain adalah suami nya sendiri.lantas untuk apa dia bertanya lagi?


"Kamu yang lupa ingatan atau Aku sih Mas?" sergah Ola kesal.pagi hari ini kesabaran nya sudah di uji dengan hal yang tidak perlu untuk di bahas.belum tahu saja lelaki ini kalau mood seorang wanita yang sedang pms itu gampang naik turun dan mudah tersinggung dengan hal kecil.


" Lupa ingatan kenapa?" tanya Rendi bingung.pria ini malah melangkah mendekat bersandar di tembok kamar memperhatikan Ola yang mulai menyisir rambut hitam nya.


" Ya lupa ingatan! Ini kan hari Selasa dan Aku ada kuliah pagi.terus ngapain Kamu nanya lagi sedang kan dosen yang mengajar di kelas ku adalah Kamu?" jawab Ola ketus.


Rendi menggaruk kepala menahan rasa frustasi nya karena diajak berdebat oleh sang istri.


" Begini ya Nyonya Rendi Irawan.Aku tahu kalau hari ini itu hari Selasa dan Kamu ada jadwal kuliah pagi.tapi yang menjadi pertanyaan Aku sejak tadi adalah kenapa Kamu berangkat ke kampus? Memang nya perut mu sudah tidak terasa sakit lagi ya?" ucap Rendi menekan setiap kata yang dia ucapkan.

__ADS_1


Ola tersenyum bahagia mendengar panggilan yang Rendi berikan untuk diri nya.entah kenapa menurut Ola panggilan itu seperti sebuah penegasan status yang tidak bisa di ubah lagi.masih ingat jelas di ingatan Ola tadi malam bagaimana Rendi begitu perhatian menemani dia yang sedang mengalami gejala sakit perut karena sedang pms.Rendi bahkan begitu patuh mendengar perintah nya yang tidak boleh pergi kemana pun dan harus mengusap perutnya sampai dia terlelap.


Di saat Ola terbangun pagi-pagi sekali,Ola tidak berhenti menatap takjub pemandangan yang dia lihat.tangan Rendi masih setia mengusap perut nya meski dengan kedua mata yang masih terpejam.Ola sebenarnya juga merasa bersalah melihat Rendi yang tidur masih memakai kemeja kantor.


" Hei! Malah melamun lagi." Rendi menggoyang kan tangan di depan wajah Ola yang tersenyum dengan pandangan mata menerawang jauh.


" Ola!" Rendi menyentuh pipi Ola dengan bibir hangat nya sehingga membuat wanita ini langsung tersadar sambil memegang pipi nya.


" Mas!" panggil Ola salah tingkah antara bahagia dan malu.


" Kenapa melamun terus? Perut Kamu masih sakit?" tanya Rendi lagi lalu menarik handuk yang sudah di pakai oleh Ola dan mengalungkan di bahu nya.


" Nggak papa kok.perut Aku juga udah sembuh.biasa nya memang seperti itu kalau sedang kedatangan tamu." jawab Ola menjelaskan.


" Makasih ya untuk tadi malam." imbuh Ola dengan tulus.


Rendi tersenyum simpul mendengar kata langka yang di ucapkan oleh istri nya.


" Harga fantastis? Bayar? Menunggu? Apa maksud nya?" beo Ola mengulang.namun sayang nya Rendi sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.


Setelah kedua nya selesai bersiap-siap dengan penampilan yang begitu cantik dan tampan.kedua pasangan suami istri ini turun untuk menyantap sarapan pagi yang sudah di siapkan oleh para art.sejak kejadian tangan nya terkena cipratan minyak panas.Ola belum melanjutkan lagi perjuangan nya untuk belajar memasak.bukan karena takut atau kapok.tetapi larangan keras itu keluar dari mulut suami nya sendiri sehingga membuat dia tidak berani membantah.


Pada saat mereka berdua tengah sibuk menikmati sarapan.tiba-tiba saja ponsel Ola berdering dan ternyata pesan yang masuk itu datang dari grup receh mereka berempat.


Ola membulat kan mata membaca satu persatu pesan yang di tulis oleh teman-temannya.ingatan nya yang begitu kuat mulai mengingat kekeliruan yang sudah dia perbuat.


" Omaigat... Mati Aku!" teriak Ola kencang.tatapan mata nya tertuju kepada Rendi yang juga sedang menatap heran ke arah nya.


" Kenapa Kamu teriak-teriak kayak gitu?" tanya Rendi tidak suka.

__ADS_1


Ola memasang wajah memelas dengan menggeleng kepala dengan pelan.Ola sudah tidak tertarik lagi melanjutkan membaca pesan di grup nya.kali ini dia sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan diri nya dari hukuman yang belum pernah dia dapat kan dari dosen manapun.nggak lucu kan kalau mahasiswa yang terkenal memiliki otak encer lupa mengerjakan tugas makalah? Apa kata dunia.


" Mas! Benaran ya hari ini tugas makalah bab 5 harus di kumpulkan?" tanya Ola pelan kepada Rendi yang sedang menyesap kopi hangat nya.


" Iya." jawab Rendi datar.


"Boleh nggak tugas nya di undur menjadi hari Kamis ,Aku lupa mengerjakan nya Mas.hampir siap sih." tutur Ola memelas belas kasihan kepada dosen tampan yang paling killer.


Rendi menatap tajam Ola yang dia anggap begitu lalai.padahal selama ini dari informasi yang dia dapat kan Ola merupakan mahasiswa teladan dan jarang melakukan kesalahan-kesalahan yang kemungkinan besar akan mempengaruhi nilai akhir nya.


" Kenapa harus di undur? Sesuai dengan yang Aku ucap kan kemarin.tugas nya harus di kumpulkan hari ini." jawab Rendi tegas seolah tidak perduli dengan tatapan mata memelas Ola.


"Pliss! Mas,kali ini aja ya.Aku benar-benar lupa menyelesaikan nya.hari kamis aja ya batas ngumpulin nya." mohon Ola sekuat tenaga.


" Maka nya kalau ada tugas itu langsung di kerjakan sampai selesai.jangan menunda-nunda terus.kayak gini kan jadi nya." jelas Rendi.


Ceramah singkat yang di berikan oleh Rendi pagi hari ini membuat Ola terdiam sejenak.sebenar nya Ola juga mengakui kesalahannya.tapi apa yang mau di bantah lagi karena semua nya sudah terlanjur terjadi.


" Tadi malam kan Aku sakit perut Mas! Jadi lupa melanjutkan nya.tunda dulu ya Mas." pinta Ola tidak mau kalah.


Ola sangat berharap Rendi mau memaklumi nya dan bersedia memberikan tenggat waktu yang dia minta.


" Baiklah.batas nya Aku ubah sesuai yang Kamu inginkan.tapi lain kali Aku tidak mau mendengarkan alasan apapun lagi.kalau sudah waktunya Kamu tidak boleh melakukan kecurangan lagi."putus Rendi yang juga tidak tega mendengar permohonan istri nya.dia juga tahu bagaimana menderita nya Ola tadi malam yang tidak bisa bergerak sama sekali.


Tapi sebagai seorang dosen bukan kah dia harus adil dan tidak boleh melakukan kecurangan dalam bentuk apapun.


" Yes! Alhamdulillah.... Makasih suami ku." ucap Ola berhambur memeluk tubuh Rendi yang masih duduk di kursi nya.tentu saja sikap agresif nya ini membuat Rendi tersenyum puas dan ikut membalas pelukan istri nya.


" Ini tidak gratis! Aku akan menagih bayaran yang double dari semua permintaan mu." bisik Rendi sangat pelan sehingga membuat Ola merinding mendengar nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like ,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2