
Seperti malam-malam sebelumnya, meskipun sedang menginap di rumah orang tua nya,tapi Rendi tetap mengerjai sang istri tanpa ampun dan berulang kali berhasil mendapatkan pelepasan.Ola yang sudah tidak sanggup lagi untuk menahan kantuk nya memilih tidur terlebih dahulu dan membiarkan saja suami nya bekerja sendirian.
Entah pukul berapa pria itu tertidur, yang jelas ketika Ola baru membukakan mata nya Rendi sudah berada di samping nya dengan memeluk posesif pinggang Ola.dia lalu berjalan perlahan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan sisa percintaan mereka semalam.sedangkan Rendi yang masih kelelahan tetap bersembunyi di balik selimut mengabaikan suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi.
Ola sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih sopan dari yang dia pakai tadi malam.meski kedua Mertua nya begitu menyayangi dia tetapi tidak mengurangi rasa hormat Ola kepada mereka berdua.
" Sayang! Kalau masih capek nggak usah turun ke bawah.biarkan Mama dan juga Bibi yang menyiapkan sarapan." tegur Rendi yang walaupun sedang tertidur lelap masih tetap memperhatikan pergerakan istri nya.
" Aku nggak enak dong Mas! Masa tiap nginap di sini selalu bangun kesiangan dan turun kalau makanan nya sudah siap."sanggah Ola yang benar-benar merasa tidak ada guna nya sama sekali sebagai seorang perempuan.sekarang dia baru menyesal kenapa tidak dari dulu saja dia belajar memasak atau mengambil kelas khusus memasak,pasti saat ini dia tidak akan merasa minder karena sudah bisa menyiapkan makanan lezat untuk seluruh anggota keluarga.
"Mama juga nggak akan pernah marah sama Kamu kalau Kamu telat bangun sayang! Udah di sini istirahat yang cukup,dari pada Kamu capek-capek turun hanya untuk menjadi penonton saja." tegur Rendi menahan tawa yang ingin pecah.bisa dia bayangkan bagaimana wajah bingung Ola jika berada di dapur nanti.
" Mama memang nggak akan marah,tapi Aku nya yang nggak enakan Mas! Menantu macam apa yang cuman tau nya tidur sama shopping doang." Ola terdengar menjelekkan diri nya sendiri,padahal selama ini Nala tidak pernah sama sekali menuntut dia untuk ikut memasak atau pun mengurus rumah tangga lain nya.
" Siapa bilang? Kamu juga jago kalau di atas ranjang! Dan Aku sangat menyukainya." ledek Rendi bersembunyi di balik selimut tebal.
" Udah ah! Malas ngomong sama Kamu yang selalu mikirin ranjang,Aku mau turun dulu,Mas kalau mau tidur ya lanjutkan saja." Ola langsung keluar dari kamar mereka meninggal Rendi yang juga akan melanjutkan tidur nya.
Ola menuruni anak tangga dan masuk ke area dapur di mana di sana sudah ada Mama mertua dan para pelayan yang sedang sibuk berkutat dengan alat tempur masing-masing.
__ADS_1
" Loh sayang! Kok Kamu udah bangun sih? Sana masuk lagi,jangan sungkan seperti itu." tegur Nala ketika melihat Ola sudah berada di dapur,bukan apa-apa,tapi sebelum anak nya menikah dengan Ola,Nala sudah mengetahui begitu jauh rahasia tentang Ola yang tidak bisa memasak makanan ataupun kue dan sejenisnya.
" Eh iya Ma! Ola tadi kebetulan bangun cepat dan nggak bisa tidur lagi.Mama sedang masak apa?" tanya Ola mendekat dan pura-pura mengerti dengan apa yang sedang di lakukan di depan nya.
" Ini Mama lagi bikin soto ayam buat Papa,Kamu tunggu di sana aja sayang! Ini sudah mau hampir siap kok." ucap Nala tak lupa tersenyum hangat kepada sang menantu kesayangan.
" Maafkan Ola yang nggak bisa bantu apa-apa Ma! Ola masih belum ngerti dengan masalah bumbu-bumbunya." Ola nampak bermuram durja mengingat bagaimana tidak sempurna nya dia sebagai seorang istri dan juga wanita.
" Jangan berkecil hati seperti itu sayang! Dulu Mama waktu awal menikah sama Papa juga belum bisa memasak sama sekali,tetapi seiring berjalan nya waktu Mama perlahan bisa memasak satu persatu jenis makanan, walaupun belum enak tapi masih bisa layak untuk di makan.dan Papa serta Oma sama Opa Kamu begitu menghargai nya.Mama tidak menuntut Kamu untuk melakukan itu, karena sudah ada para Bibi yang akan melakukan semua nya." Nala langsung menghampiri Ola dan memegang bahu anak perempuan nya dengan penuh rasa sayang.
" Iya Ma, kemarin Ola juga pernah belajar sama Bibi di rumah,tapi masakan Ola malah gosong dan nggak bisa di makan sama sekali,apalagi waktu itu tangan Ola juga terkena minyak panas sehingga membuat anak Mama itu marah dan melarang keras Ola untuk masuk ke area dapur lagi." Rendi yang jarang makan di rumah tidak terlalu mempermasalahkan Ola yang belum bisa masak apapun,karena menurut dia wanita tidak harus melulu bisa memasak.dan lagian di rumah mereka saat ini sudah ada banyak art yang membantu mengurus pekerjaan rumah tangga.
" Itu tanda nya dia sangat khawatir sama Kamu,sayang! Rasa cinta Rendi sama Kamu seperti nya melebihi apapun,setahu Mama selama ini,anak kaku itu tidak pernah bersikap terlalu perduli kepada siapapun.Kamu boleh tanyakan kepada mereka semua yang setiap hari harus melihat ekspresi wajah datar Rendi yang memang lebih suka menutup diri."
" Seperti nya memang seperti itu Ma!Tapi Ola nanti tetap akan belajar memasak secara diam-diam tanpa sepengetahuan Mas Rendi." ujar Ola yang kembali bersemangat untuk melanjutkan acara belajar yang sempat tertunda oleh larangan dari suami nya .
" Stop sayang! Jangan kebanyakan berbohong nya, nanti kualat benaran loh.ayok ikut Aku ke kamar." Rendi yang baru sampai di lantai bawah karena merasa penasaran apa yang sedang di lakukan oleh sang istri di dapur akhirnya harus mendengar kan rencana terselubung yang sedang di rangkai oleh Ola.tanpa berpikir panjang lagi Rendi langsung masuk ke dapur mengajak Ola naik ke kamar dari pada kembali memikirkan rencana yang tidak akan pernah bisa dia izinkan lagi.
" Mas!" Ola,Nala dan Semua orang yang berada di dapur menoleh kearah sumber suara.semua nya terdiam tak berkutik saat melihat wajah Rendi yang tidak bersahabat dengan mereka semua.
__ADS_1
" Iya , cepetan masuk ke kamar.Aku bawa Ola ke kamar dulu Ma."pamit Rendi menggandeng tangan Ola menuju kamar mereka.
" Iya sayang." balas Nala geleng -geleng kepala melihat perubahan sikap sang putra.
" Manis sih Bi! Tapi sayang nya masih menggunakan wajah datar dan juga kaku nya." ledek Nala yang di iringi gelak tawa nya dan juga para art lain nya.
Ola yang takut terkena siraman pagi dari Rendi langsung memeluk tubuh sang suami untuk meredam kan darah tinggi Rendi yang sudah membuncah.dia bahkan tanpa ragu mengecup terlebih dahulu bibir Rendi yang tertutup rapat.
" Mas! Kamu marah sama Aku?" tanya Ola dengan bermanja-manjaan di pelukan suami nya.
" Iya!Dan ingat,Kamu nggak boleh masuk ke dapur lagi tanpa izin dari ku.rumah kita itu pakai Cctv kalau Kamu lupa! Jadi sedikit saja Kamu berbohong,Aku akan menghukum mu selama seharian penuh tanpa berhenti sedikit pun." ancam Rendi supaya istri cerewet nya tidak gegabah melakukan sesuatu yang akan melukai diri nya sendiri.
" Mas! Aku akan berhati-hati lagi,Aku juga pengen masakin Kamu makanan enak dan lezat.boleh ya." rengek Ola berupaya meluluhkan keras nya prinsip hidup Rendi yang tidak pernah suka mendengar bantahan.
" Nggak! Nanti saja kalau Aku ada di rumah.tapi Kamu harus tetap meminta izin terlebih dahulu.paham!" ujar Rendi bersikap tegas karena tidak ingin melihat istri nya kenapa-kenapa.
" Iya, makin hari Kamu kok makin ngeselin banget sih Mas." omel Ola sudah masuk ke dalam kamar mandi.
" Aku dengar loh sayang! Kalau mau protes sini di hadapan orang nya langsung." teriak Rendi ketika pintu kamar mandi sudah tertutup rapat.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍