Yolanda

Yolanda
Bab 9


__ADS_3

 Jam 10.30 sebelum dosen mata kuliah kedua masuk.keempat gadis ini memilih melipir sebentar ke kantin kampus untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.


" Ola! Kamu masih hutang penjelasan sama kita-kita." ucap Risa yang tidak sabar lagi ingin mengetahui cerita lengkap nya.


" Sabar kali Ris,makan dulu." sergah Ola melahap tahu goreng yang dia ambil dari piring Meri.


" Beli curut! Main ambil aja.kalau duit mu kurang minta sama suami tampan mu itu sekalian suami Aku juga." cibir Meri dengan mulut mengembung terisi penuh oleh makanan.bobot tubuh yang semakin membulat tidak membuat Meri risau dan tetap bersemangat jika di ajak makan.


" Minta satu doang ribet nya minta ampun,nanti Aku ganti.dasar pelit." Ola menyandarkan tubuh nya di tembok usang kantin.sebelum bercerita tentang pernikahan rahasia nya kepada sobat karib nya.wanita ini menghela nafas panjang dengan mata mengawasi sekeliling.dia hanya takut kalau ada orang lain yang mendengar kisah hidup nya yang teramat mengagetkan.


" Begini ceritanya.awal nya sebelum Aku berangkat ke kampus pagi kemarin....." Ola terus melanjutkan cerita nya menuntas kan rasa penasaran ketiga sahabat nya.tidak ada yang dia kurangi atau di lebih kan.termasuk dengan mereka berdua yang sudah tidur satu kamar tetapi belum melakukan malam pengantin.


" Serius demi apa? Nggak yakin Aku kalau Pak Rendi bisa tahan dengan body seksi mu ini?" Risa menggeleng tidak percaya dengan menatap lekat manik mata Ola mencari kebohongan.namun sayang yang terlihat hanya lah sebuah kejujuran yang berasal dari dalam hati.


" Ya udah kalau nggak percaya.yang jelas saat ini Aku masih perawan ting-ting." Ola menyeruput minuman yang sudah dia pesan untuk membahasi tenggorokan nya yang terasa kering akibat terlalu banyak bicara.


" Terus gimana rasa nya tidur seranjang dengan pria tampan sekaligus menjadi idola banyak orang?" tanya Dini ikut nimbrung.


"Ya biasa aja,awal nya ada rasa nervous+ takut.tapi setelah itu Aku berusaha terlihat santai.toh dia juga nggak bakal ngapa-ngapain Aku. karena di antara kami belum tumbuh rasa cinta." jawab Ola jujur.


" Ya ampun Ola! Kenapa Kamu terlalu bego dan polos sih? Kenapa nggak Kamu goda aja.kalau suami mu tergoda wanita lain di luar sana bagaimana? Contoh nya Aku misal nya." Meri yang sedang melahap makanan nya terpaksa menghentikan kegiatan nya karena terlalu gregetan mendengar penuturan sahabat nya yang baru pertama kali dekat dengan seorang lelaki.


Meski banyak para kumbang yang datang menghampiri dan merayu nya.tetapi Ola selalu menolak karena ingin fokus dengan kuliah dan juga masa depan nya.bukan karena tidak membutuhkan cinta dan perhatian dari pasangan lawan jenis, tetapi melihat banyak nya teman kampus yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas membuat wanita yang baru menginjak usia 21 tahun ini memilih menjauh sebelum terbawa arus ombak.


" Ya terus bagaimana dong? Aku belum siap melakukan tugas ku sebagai seorang istri.toh dia juga tidak mempermasalahkan nya." jawab Ola terlihat sangat tenang.


" Udah ayok makan makanan nya.jangan ngobrol terus seperti emak-emak penggosip.sebentar lagi Bu Maria akan masuk ke kelas kita." Ola terlebih dahulu menyantap makanan nya meninggalkan ketiga sahabat nya yang masih tercengang melihat sikap nya yang teramat santai dan masa bodoh.


Tidak terasa hari sudah semakin siang dan itu arti nya jadwal perkuliahan pun sudah harus berakhir.Ola dan ketiga sahabat nya bergegas berkemas untuk keluar dari kelas yang sudah membuat kepala mereka terasa panas.


Ting...Bunyi notifikasi pesan yang masuk membuat Ola menjeda aktivitas nya dan lebih tertarik membaca pesan yang ternyata datang dari nomer Mama mertua.


" Mama tunggu Kamu di depan gerbang kampus ya sayang.kita harus jalan-jalan berdua menghabiskan waktu bersama." begitu lah isi pesan yang di kirim oleh Mama Nala.sosok mertua yang sangat menyayangi menantu nya.


Tanpa berpikir panjang lagi,Ola langsung membalas iya dan segera mengirim pesan yang sudah dia ketik tadi.

__ADS_1


" Siap Ma, sebentar lagi Ola otw keluar." balas nya lalu menyimpan kembali ponsel ke dalam saku celana jeans yang dia kenakan.


" Buruan La! Nongkrong dulu yuk." ajak Risa mengait lengan sahabat sejati yang begitu penuh perhatian dan pengertian.sudah bertahun-tahun mereka dekat tetapi belum pernah terpisahkan oleh sebuah konflik besar.mereka tetap menjaga utuh tali persahabatan yang lebih mirip seperti saudara beda ibu dengan komunikasi yang intens.


Ola memakai tas ransel mahal pemberian sang Bunda.lalu menatap lesu kearah ketiga sahabat nya yang sudah mengangguk setuju.


" Maafkan Aku! Hari ini Aku belum bisa bergabung dengan kalian karena baru saja mendapatkan pesan dari Mama mertua yang sudah menunggu ku di depan gerbang." tutur Ola menjelaskan.


" Yah...Nggak seru dong kalau Ola nggak ikut,nggak ada yang traktir kita-kita." Meri adalah orang pertama yang merasa bersedih karena tidak bisa jajan sesuka hati nya.Ola yang merupakan putri dari pengusaha kaya raya tidak pernah pelit dan perhitungan kepada sahabat nya.sejauh ini Ola selalu mentraktir teman-teman nya jika mereka sedang nongkrong atau pun jalan bersama.


"Maaf yah,lain kali aja Aku ikut nya." Ucap Ola merasa tidak enak hati.


" Nggak papa La,Kamu memang harus mendekatkan diri kepada Mama mertua mu.jarang loh ada mertua yang sayang kepada menantunya.harus nya Kamu banyak bersyukur atas apa yang sudah Kamu dapat kan." Dini kembali mengeluarkan kalimat bijaksana nya menengahi pembicaraan antara sahabat nya yang belum menemui titik temu.


" Iya sih,Mama Nala baik banget sama Aku.nggak bisa di bayangkan lagi jika Aku tidak mendapatkan sosok mertua seperti orang tua nya Mas Rendi."


" Oo..Jadi manggilnya Mas nih? Bukan sayang atau Papa gitu?" goda Risa tertawa kecil dan diikuti kedua sahabat lain nya.


" Apaan sih kalian ini, senang banget gangguin Aku.udah Aku cabut dulu ya.kasihan Mama Nala kalau harus menunggu lama." Ola bergegas pergi meninggalkan sahabat nya yang masih menertawai mulut nya yang keceplosan berbicara.sebelum pergi menemui Mama mertua nya.Ola.berbelok menuju ruangan sang suami yang masih tertutup rapat.


Masih terekam jelas di kepala Ola mengenai pesan sang Ayah yang harus patuh kepada suami nya dan melakukan apapun atas izin suami nya.meski belum ada rasa cinta yang tumbuh di dalam hati nya.tetapi Ola merasa wajib untuk menghormati sang suami.


Ola mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk mengutarakan maksud nya.


" Masuk." ketika terdengar suara seseorang dari dalam ruangan ini baru lah Ola memberanikan diri masuk ke dalam dengan menjulurkan kepalanya terlebih dahulu.dia tidak ingin salah langkah karena belum siap mempublikasikan pernikahan nya kepada warga kampus.


" Pak!" seru Ola masih tetap berdiri memegang ransel nya.


Rendi mengangkat wajah dengan tatapan mata tajam.


" Tidak perlu memanggil Aku seperti itu jika kita sedang berdua.ada apa Kamu datang kemari? Kenapa tidak menunggu di parkiran saja?" tanya Rendi menyandarkan punggung lelah nya di kursi kebesaran yang sangat empuk.


" Baiklah,Mas! Aku mau minta izin pergi jalan-jalan sama Mama.tadi Mama mengirim kan pesan kalau beliau sudah menunggu Aku di depan kampus." jawab Ola menjelaskan.


" Pergi lah,tapi nanti sepulang dari Mall Kamu langsung ke rumah Mama saja nanti Aku akan jemput di sana kalau Aku sudah pulang dari kantor.mungkin pulang nya akan malam karena ada banyak pekerjaan yang harus Aku selesaikan.jadi dari pada Kamu bosan tidak ada teman di rumah kita.lebih baik Kamu di rumah Mama dulu sebelum Aku pulang kantor." ucap Rendi yang memang sudah mendapatkan laporan kegiatan nya hari ini dari sekretaris kantor nya.

__ADS_1


" Mas juga kerja di perusahaan? Apa nggak capek kalau harus double seperti ini?" tanya Ola penasaran. tanpa sadar dia malah mengabaikan Mama mertua nya yang sudah menunggu cukup lama di depan gerbang sana.


" Ya nggak lah, mengajar adalah cita-cita ku dari kecil.sedangkan mengurus perusahaan adalah kewajiban ku sebagai pewaris dan pemilik perusahaan itu." Rendi membuka sedikit cerita yang belum sempat dia sampai kan kepada istri nya.tidak ada yang salah karena mereka berdua adalah sepasang suami istri yang wajib tahu segala seluk beluk pasangan mereka masing-masing.


" Pergi lah,kasihan Mama yang sudah sejak tadi menunggu mu di luar.pakai ATM ini untuk membeli semua kebutuhan mu dan kebutuhan rumah.pin nya tanggal lahir Kamu ." imbuh Rendi menyerah kan sebuah kartu tanpa batas kepada sang istri.


" Oh Iya.." jawab Ola nyengir menyadari kekeliruannya yang melupakan keberadaan Mama mertua nya.


" Beneran Aku boleh pakai kartu ini? Kalau untuk beli tas boleh nggak?" celetuk Ola sekedar basa-basi.padahal di dalam dompetnya saat ini dia sudah mempunyai kartu yang sama pemberian dari kedua orang tua nya.salah! Bukan satu tetapi ada banyak macam kartu sebagai penunjang aktivitas nya sehari-hari.


" Boleh! Kamu boleh beli apapun yang Kamu suka,dan Aku harap setelah ini Kamu tidak lagi meminta uang jajan kepada Ayah.karena tugas itu sudah beralih kepada Aku sebagai suami mu.paham." jelas Rendi yang tidak ingin membuat mertua nya salah paham mengenai masalah nafkah dan tanggung jawab nya sebagai seorang suami.


" Iya.Aku pamit dulu." Ola memutar badan nya hendak menekan gagang pintu yang sempat dia tutup tadi.


" Tunggu! " sergah Rendi sebelum tangan Ola menyentuh gagang pintu.Ola membalikkan badan nya menatap kembali wajah yang memanggil nya tadi.


" Ada apa Mas?" tanya Ola mengernyit heran.


" Kamu melupakan sesuatu." ujar Rendi mengulur kan tangan nya ke arah depan.


Ola yang mengerti maksud dari ucapan suami nya lantas mendekat lalu meraih punggung tangan itu untuk dia cium.


" Lain kali Kamu tidak boleh lupa lagi dengan yang satu ini." ucap Rendi dengan wajah datar.


" Iya.Aku berangkat dulu Mas." Ola bagaikan terhipnotis dengan segala perintah yang suami nya berikan.entah karena ingin menjadi istri yang patuh atau karena dia yang sedang malas untuk berdebat.


Ola melangkah dengan kaki lebar nya menuju sebuah mobil Tesla model terbaru.


" Maafin Ola yang telat keluar Ma,tadi Ola minta izin dulu sama Mas Rendi." tutur Ola menjelaskan karena merasa tidak enak hati.


" Tidak apa-apa sayang, terimakasih sudah menerima anak Mama." puji Nala bangga ketika mendengar Ola yang berinisiatif meminta izin kepada suami nya,padahal tanpa dia melakukan itu pun sebenarnya Nala bisa mewakili nya secara langsung.


Ola menanggapi nya dengan tersenyum manis.duduk lurus menatap jalan dan sesekali menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Mama mertua nya.


Nala yang merupakan sosok periang dan suka bercerita membuat perjalanan Ola terasa sangat singkat dan menghibur sekali.

__ADS_1


Seperti nya mereka sangat cocok sekali dengan karakter yang hampir mirip.


Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2