Yolanda

Yolanda
Bab 64


__ADS_3

Sore hari nya ketika cairan Infus Ola sudah habis dan kondisi kesehatan beserta kandungan nya juga tidak mengalami masalah apapun.Dokter akhirnya mengizinkan Ola untuk pulang kerumah dengan catatan tidak boleh beraktivitas yang terlalu berat dan harus banyak istirahat.


" Langsung bawa ke kamar saja Ola nya Ren." ucap Bu Nala memberi tahu.


" Iya Ma." jawab Rendi yang langsung berjalan menuju lift.Rendi yang sudah tidak tahan melihat bibir manis istri nya langsung mencuri kesempatan ketika mereka sudah masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan mereka menuju kamar.


" Mas! Ini masih di luar loh." cegah Ola ketika ciuman panas itu terlepas.


" Nggak akan ada yang melihat nya sayang.Mama sama Bunda masih sibuk di bawah." Rendi dengan susah payah menekan pin di pintu kamar dan setelah mereka masuk dia hanya menutup menggunakan kaki nya.


Di kediaman pribadi orang tua Yugo.beberapa pihak bank dengan di dampingi oleh pihak kepolisian datang untuk menyita semua aset yang di miliki oleh keluarga ini.satu pun benda berharga tak bisa mereka bawa ikut keluar dari rumah yang sudah lama mereka tempati dan merupakan hasil jerih payah ayah Yugo selama terjun ke dunia bisnis.


" Yah bagaimana ini? Kemana lagi kita harus berteduh?" tanya wanita paruh baya yang memakai hijab di kepala nya.


" Ayah juga tidak tahu Bu! Ini semua karena ulah anak berandalan itu.susah payah ayah mengingat kan dia untuk berdamai dengan dendam yang tak jelas itu,tapi nyata nya dia malah semakin membangkang dan sekarang bukti nya.Irawan dan Juga Himawan tidak mungkin tinggal diam ketika keluarga mereka terusik." ucap ayah Yugo yang menyeret dua koper di tangan nya.


" Hiks..Hiks.." Ibu Yugo terus saja menangis ketika merasa bahwa dia gagal menjadi seorang ibu untuk anak semata wayangnya.


" Apa ayah sudah mencoba menghubungi keluarga mereka? Kali saja mereka mau mengembalikan aset kita dan mengeluarkan Yugo dari penjara Yah." gumam Ibu Yugo lirih.


" Ayah sudah mencoba nya Bu! Tapi mereka seperti nya sudah terlanjur kecewa terlebih lagi ayah mendengar jika menantu Irawan sedang hamil.biarkan saja anak itu mendekam di penjara sana.lebih baik kita pikirkan saja hidup kita berdua dan biarkan saja dia memikir kan jalan hidup nya sendiri." Ayah Yugo sudah lelah dan memilih menyerah menghadapi putra nya yang sejak sekolah dulu memang suka mencari masalah dengan Rendi yang selalu unggul dari dia.


Bahkan dalam hal bisnis pun Yugo kalah jauh dan tanpa sadar sudah menghabiskan banyak uang ayah nya untuk menyaingi bisnis Rendi yang sudah mengudara di mancanegara.setelah lelah berjalan kedua pasangan paruh baya ini mendapat kan


Keputusan akhir. mereka berdua memilih pulang ke kampung halaman karena memang hidup di ibu kota butuh biaya besar sedangkan mereka sudah tidak punya apa-apa lagi.


Sementara di tempat yang berbeda tepat nya di perusahaan milik Rendi.Pak Arif dan juga Pak Dion sedang berdiskusi hebat tentang masalah hukuman yang akan di terima oleh orang yang sudah berani mengancam nyawa princess di keluarga mereka.Pak Dion bukan nya tidak mengenal sosok Yugo dan keluarga nya.rasa nya Pak Dion sudah sangat muak dan bosan kalau harus kembali berhadapan dengan pria yang sebaya dengan putra nya.


" Apa lelaki itu punya masalah serius dengan Rendi?" tanya Pak Arif ingin tahu.


" Bukan masalah lagi Rif! Tapi lebih ke obsesi yang terlalu berlebihan.sewaktu sekolah dulu dia juga sering mengusik Rendi yang selalu berhasil meraih juara di segala bidang.Aku bahkan nggak nyangka jika sampai umur mereka puluhan tahun ternyata dia masih begitu gila."ujar Pak Dion yang di dengar oleh Pak Arif dan juga orang kepercayaan nya.


" Kita harus pastikan dia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat kalau perlu beri dia pelajaran ketika di dalam penjara nanti.untung saja kemarin Ola tidak terlalu berdiri di tengah jalan sehingga dia hanya terserempet sedikit saja.Aku tidak bisa membayangkan lagi bagaimana kelanjutan hidup putri ku jika lelaki ini berhasil menjalankan rencana nya." tutur Pak Arif yang memang dari semalam tidak bisa tidur nyenyak memikirkan nasib putri nya.bahkan tanpa sepengetahuan Besan dan juga menantu nya.Pak Arif menempatkan 10 orang anak buah nya untuk berjaga di rumah sakit.

__ADS_1


" Pasti! Dia tidak akan bisa hidup tenang meskipun sedang di dalam penjara.Aku sudah mengirim Doni untuk mengurus semua nya dan mengutus beberapa orang kita yang akan meminta tahanan lain untuk memberikan pelajaran berharga kepada dia." jawab Pak Dion bergerak lebih cepat karena tidak ingin lelaki itu hidup tenang.


" Ini bukti nya." imbuh Pak Dion memperlihatkan bukti berupa gambar wajah dan tubuh Yugo yang sudah memar di mana-mana akibat serangan dari orang suruhan Pak Dion.


" Dan ini gambar wanita itu." Pak Dion memindahkan layar ponsel nya ke slide berikut nya yang menampilkan wajah Alina yang juga hancur terkena hantaman para tahanan wanita lain nya.


" Bagus! Lakukan sampai mereka benar-benar menderita di dalam sana." pinta Pak Arif terlihat sangat kesal.


" Siap." Pak Dion mengacungkan jempol kehadapan Pak Arif yang di sambut gelak tawa renyah.jika kedua pengusaha sukses sudah bersatu erat.mau sehebat apapun mereka tidak akan pernah bisa menandingi Arifin Himawan dan juga Dion Irawan.


Drt..Drt..Drt..


Ponsel Rendi bergetar.dia langsung memeriksa ponsel nya yang memang berada di sebelah nya.Rendi melihat ada nomer tidak dia kenal masuk tertera di layar ponsel nya dan memaksa Rendi yang merasa penasaran untuk mengangkat nya.


" Halo." Rendi.


" Ya halo,ini benar nomer Rendi kan?" wanita yang belum Rendi kenal.


" Benar,ini dengan siapa?" Rendi.


" Ohh..Maaf Saya tidak mengenal anda.ada perlu apa anda menghubungi Saya." Rendi ketus.


" Tante mau minta tolong sama Kamu supaya mau membebaskan Alina dari dalam penjara,kasihan dia Ren! Alina adalah tulang punggung keluarga dan dia masih sangat mencintai Kamu.bagaimana pun juga dulu kalian pernah saling mengenal dekat dan saling mencintai satu sama lain." Tante Kumala.


" Itu bukan urusan Saya lagi,maaf Saya sedang sibuk dan jangan pernah lagi mencoba menghubungi Saya." Rendi langsung menutup sambungan telepon dan setelah itu langsung memblokir nomer tersebut.


Rendi melempar asal ponsel nya kemudian ikut berbaring di samping istri nya yang sudah terlelap sejak dua jam yang lalu.semenjak meminum obat dan juga Vitamin.Ola lebih mudah mengantuk dan selalu ingin di temani oleh Rendi.sebenarnya ada untung nya juga Ola sakit sampai harus masuk ke rumah sakit.Rendi jadi bebas untuk libur dengan sang Ayah yang bersedia menggantikan posisi nya sampai Ola mau di tinggal untuk bekerja lagi.


" Mas!"panggil Ola yang sudah terbangun.


" Kamu sudah bangun sayang?" tanya Rendi membaringkan tubuh agar bisa menatap wajah istri nya.


" Perut Ola lapar Mas? Pengen makan bakso." ucap Ola sambil mengelus perut yang sejak tadi sudah berdemo.

__ADS_1


Mulut Rendi menganga lebar mendengar permintaan istri nya.karena sebelum tidur tadi Ola sudah menghabiskan sarapannya dan juga beberapa potong buah-buahan yang di siapkan langsung oleh kedua orang tua mereka.


" Kamu benaran lapar sayang?" tanya Rendi memastikan.


" Iya benaran lah Mas! Masa bohongan sih." jawab Ola cemberut.


" Harus bakso?" tanya Rendi lagi.


" Iya Mas.Kamu kenapa banyak tanya begini sih? Aku mau makan bakso yang ada di depan kantor Kamu.kalau bukan bakso itu Aku nggak mau makan pokok nya." Ola duduk bersandar di ranjang dengan tangan yang di lipat di dada.


" Baiklah.Aku akan membeli kan nya untuk mu.nggak boleh keluar dari kamar dan harus tunggu di sini.Aku akan panggil kan Mama sama Bunda untuk menemani Kamu di sini." Rendi mengacak rambut istri nya dengan gemas.sejak mendengar nasehat dari kedua orang tua nya jika semua yang Ola minta harus di penuhi dan di kabulkan.sejak itu pula lah Rendi tak pernah lagi mengajak berdebat istri nya meskipun apa yang di minta oleh Ola kerap kali membuat dia meringis ketakutan.


Rendi lalu mengetik sesuatu di layar ponsel nya dan setelah itu kembali menyimpan di atas meja nakas.


" Aku mau ikut saja Mas." rengek Ola manja.


" Jangan sayang! Nanti Kamu kecapean bagaimana? Kamu harus istirahat total supaya dedek bayi nya juga sehat dan aman di dalam sana." ujar Rendi dengan lembut.


Pintu kamar mereka tiba saja di ketuk dari luar sehingga membuat Rendi bisa bernafas lega.


" Kamu mau kemana Ren?" tanya Bu Nala penuh selidik.


" Mau ke kantor sebentar untuk membeli bakso yang di inginkan Ola Ma! Dia cuman mau bakso yang ada di depan kantor." jawab Rendi sibuk membenarkan pakaian santai yang melekat di tubuh nya.


" Oh..Ya sudah sana berangkat.Ola biar Mama dan Bunda Kamu yang jagain di sini." usir Bu Nala ketika melihat Rendi masih sibuk menatap wajah cemberut istri nya.


" Tapi Ola pengen ikut Mas Rendi, Ma!" pinta Ola berharap keinginan nya di kabulkan.


" Kamu nggak perlu ikut ke sana sayang.nanti suami mu akan membawa bakso nya ke sini.kalau Kamu ikut yang ada malah bukan beli bakso tapi mengurus Kamu yang masih sensitif dengan bau aneh.kasihan penjual bakso nya nanti kalau Kamu tiba-tiba muntah di sana.kalau pelanggan nya kabur semua gara-gara melihat Kamu yang mual bagaimana?" Bu Yesi berusaha membuat putri nya mengerti akan kegelisahan dan rasa khawatir mereka terhadap dia yang sedang tidak baik-baik saja.


" Ya udah Ola di rumah aja.tapi harus cepat pulang ya Mas! Nanti Kamu malah tergoda sama cewek lain lagi. " sungut Ola yang entah kenapa bisa berbicara seperti itu.


" Aku nggak akan tergoda sama wanita lain.karena di hati ku cuman ada Kamu dan calon anak kita.Kamu istirahat dulu ya dan jangan berpikiran buruk yang belum tentu terjadi. " Rendi lalu mengecup kening Ola dan turun di bibir sehingga membuat Bu Nala melotot tajam ingin memarahi putra nya tapi segan kepada besan dan juga menantu nya.

__ADS_1


" Rendi berangkat dulu Ya Ma ,Bun!" seru Rendi sebelum akhirnya menutup pintu kamar.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2