Yolanda

Yolanda
Bab 36


__ADS_3

" Bantuin Aku kerjain tugas ini dulu Mas! Nanti Aku janji deh bakal kasih Kamu hadiah terbaik malam ini." pinta Ola yang semenjak menikah mendadak menjadi pemalas dan sangat bergantung kepada sang suami yang memiliki otak encer.


" Janji ya,nggak boleh bohong loh sayang." ujar Rendi mulai mengajar kan Ola tentang mata kuliah yang tidak bisa dia pecah kan menjadi sebuah rumus.


Rendi terus menjelaskan secara detail kepada Ola sampai Ola mengangguk mengerti,tak jarang dia juga ikut mengetik karena merasa kasihan melihat sang istri yang sudah lelah terlebih lagi nanti malam harus kembali bergadang menghadapi janji yang sudah dia ikrar kan sendiri.


" Aku dulu pernah berharap loh Mas! Punya suami tampan,kaya ,pintar dan ternyata apa yang sering Aku ucapkan dalam hati menjadi kenyataan sekaligus mimpi yang sempurna untuk ku."ucap Ola menopang dagu menemani sang suami menyelesaikan apa yang sudah dia tulis tadi.


Meskipun sedang fokus mengetik,tapi Rendi mendengar kan cerita sang istri dengan baik.dia bahkan tersenyum tipis ketika mendengar ternyata memiliki suami seperti dirinya adalah salah satu impian dari wanita yang berada di samping nya saat ini.


" Seperti Aku contoh nya?" sahut Rendi menatap Ola sambil memainkan kedua alis nya.


" Hmmm." Ola kembali mengingat bagaimana lucu nya dia dulu setiap kali bertemu dosen muda atau pegawai kantoran muda di perusahaan ayah nya, dia bahkan selalu menatap penuh damba kepada sosok pria muda itu,entah kenapa Ola begitu ingin memiliki sosok pendamping yang bisa membantu dia dalam segala hal.namun ternyata Tuhan itu adil dan mewujudkan semua nya meskipun terlalu cepat tapi dia begitu menikmati nya.


Drtttt...Drttt...


Ketika Ola ingin kembali membuka suara nya, tiba-tiba saja ponsel Rendi yang berada tepat di samping Ola berdering,Rendi yang penasaran siapa yang sudah mengganggu nya malam-malam begini pun meminta Ola untuk mengambil kan ponsel nya.


Rendi mengubah menjadi loud speaker agar dia dengan mudah mendengar kan apa yang akan di sampaikan oleh si penelpon.


" Halo,ada apa malam-malam begini nelpon gue?" tanya Rendi dengan ketus.


" Kalem bro...Jangan pakai urat." jawab seorang pria dari sebrang telpon membuat Ola menahan tawa nya melihat sikap ketus sang suami yang tidak pandang bulu.


" Ada apa? Nggak usah banyak bacot.kalau nggak ada yang penting gue tutup nih ya telpon nya." ancam Rendi kepada pria itu yang terus saja menguji kesabaran nya yang hanya setipis tissue.


" Iya...Iya! Santai bro,jangan sewot dan perbanyak sabar biar pantat semakin lebar." bukan nya berhenti sosok pria ini malah semakin menjadi-jadi mengaduk kesabaran Rendi,tawa yang sejak tadi Ola tahan akhirnya meledak juga sampai membuat sang suami menatap tajam ke arah nya.


" Upss...Sorry." ucap Ola dengan gerakan mulut dan setelah itu memilih menutup mulut nya dengan menggunakan tangan.


" Suara tawa istri lo lucu juga Ren,kenalin dong sama kita-kita. ajak kumpul juga nggak masalah kok Ren." sahut pria itu semakin berani.

__ADS_1


" Lo benar-benar ingin melihat perusahaan Kedua orang tua Lo hancur! Bagaskara Sutomo." geram Rendi tidak terima ada pria lain yang memuji semua yang ada pada istri nya.


" Eitsss...Jangan dong Bro!Gue cuman bercanda biar nggak terlalu kaku kayak Lo." timpal nya yang dari pendengaran Ola jika sosok pria ini teman dekat Rendi dan sudah terbiasa dengan sikap Rendi yang aneh.


" Gue matiin ya.buang-buang waktu ngomong sama pengangguran kayak lo." ancam Rendi yang sudah bersiap -siap ingin menekan tombol merah.


" Jangan bro.gini ya,pertama gue tuh cuman mau nanya gimana kabar Lo setelah menikah? Kenapa Lo susah sekali untuk di hubungi?"


" Gue lagi sibuk." jawab Rendi singkat.


" Kedua,kapan kita bertemu untuk membahas masalah kerja sama perusahaan milik Lo sendiri."


" Gue nggak percaya sama Lo,cari aja investor lain karena gue nggak berminat menanam modal di perusahaan yang masih Lo rintis itu." jawaban yang di berikan oleh Rendi membuat Bagas terdiam menahan kecewa, berbanding terbalik dengan sosok Rendi yang selama ini dia kenal.tapi tidak berani untuk mendesak Rendi karena dia yakin Rendi tidak akan membiarkan perusahaan yang susah payah kedua orang nya bangun harus gulung tikar di tengah jalan.


" Ketiga,siapa nama istri Lo ? Gue lupa,takut nya papasan di tengah jalan ntar malah di kira sombong lagi."


" Nggak perlu." jawab Rendi singkat sekaligus menahan kesal mendengar Bagas yang sangat ingin tahu sosok sang istri.


" Ke empat,kapan lo mau kumpul-kumpul lagi dengan kita-kita, sudah lama Lo nggak pernah datang kesini lagi, menghabiskan waktu sampai pagi seperti dulu lagi." sindir Bagas yang ingin melihat apakah Rendi sudah benar-benar insaf atau hanya sedang berakting mendalami peran nya.


" Bukan karena Lo takut sama istri kan bro? Setahu gue seorang Rendi itu liar dan sangat datar sekali." Bagas kembali memancing amarah Rendi yang memiliki sumbu pendek.


" Kalau iya kenapa?" balas Rendi ketus.


" Malam ini aja Bro,gue jemput Lo sekarang juga ya?" tanya nya memastikan.


" Nggak! Mau ngapain Lo kerumah gue?" bentak Rendi yang sudah mengantuk tapi harus meladeni kegilaan dari sang sahabat.


" Plis Ren! Kali ini aja,gue udah mau jalan dan mau otw ke rumah Lo." rayu Bagas ingin melihat sekeras apa hati Rendi saat ini .


" Lo pekak atau gimana sih? Kalau nggak ya nggak! Jangan di bantah lagi." geram Rendi yang ingin menghajar wajah sang sahabat saat ini juga.

__ADS_1


" Lo takut mabuk atau takut bertemu mantan pacar Lo itu? Tiap malam dia selalu datang ke sini dan menanyakan kabar Lo, Ren?" cerocos mulut lemes Bagas yang seperti nya punya bakat untuk menggosip.


" Ambil aja buat Lo karena gue udah nggak minat ketemu sama dia.bilangin ke dia kalau saat ini gue udah nikah dengan seorang wanita cantik dan nggak perlu lagi nyari gue." Rendi langsung memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Bagas.


" Sayang ,kenapa Kamu malah melamun di sana?" tanya Rendi melambaikan tangan di wajah Ola.


" Eh iya Mas! Aku mau beresin ini dulu." setelah tugas pribadi nya di kirim ke email sang dosen,Ola membereskan semua barang-barang yang ada di atas kasur agar mereka berdua segera beristirahat.


Rendi yang baru keluar dari kamar mandi di buat kaget melihat Ola yang sudah bersiap-siap ingin tidur dengan baju tidur yang dia kenakan saat ini.


" Eits... Sayang! Nanti tidur nya sekarang tepati dulu janji mu sebelum Aku laporkan kecurangan mu kepada prof Hidayat." ancam Rendi menarik tangan Ola agar duduk kembali.


"Hm...Iya." jawab Ola sambil mengangguk.


Ola langsung maju ke depan suami nya dan memilih duduk di atas pangkuan sang suami sambil mengalungkan tangan di leher suami nya.


" Biar Aku yang ambil alih." ujar Ola menahan aksi yang di lakukan oleh suami nya.wanita muda ini dengan berani nya mengecup bibir suami nya yang sedang terbuka lebar.


" Oke sayang, dengan senang hati." balas Rendi sudah tidur pada posisi nya.


Malam ini Ola benar -benar membuktikan ucapan nya dengan memberikan pelayanan terbaik nya sepanjang sejarah.


" Engh..." erangan panjang yang keluar dari mulut kedua nya sebagai kode bahwa mereka sudah berhasil menggapai puncak kenikmatan.


Namun tidak hanya sampai di situ saja,Rendi yang sedang kalap- kalap nya memaksa Ola untuk kembali memimpin permainan sampai dia kembali mengeluarkan suara laknat nya.


" Kamu Jago banget loh sayang,Aku aja sampai merem melek di buat nya."ujar Rendi tersenyum jahil.


" Jangan di ungkit-ungkit terus Mas! Besok Aku nggak mau lagi ya seperti hari ini ." ucap Ola kesal sekaligus merasa malu.


" Iya...Maaf,ayok kita tidur karena tenaga ku sudah Kamu kuras habis." Rendi langsung bungkam ketimbang harus berpuasa karena mendapat kan hukuman.

__ADS_1


Ola memilih diam di posisi nya karena tidak ingin terancam berolahraga untuk yang kesekian kali nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2