Yolanda

Yolanda
Bab 24


__ADS_3

" Rendi..."


Teriakkan seorang wanita yang baru masuk ke dalam ruangan Rendi yang cukup mengganggu telinga Ola dan Rendi membuat mereka dengan kompak menatap wanita itu dengan sorot mata tajam seolah ingin mengajak berduel.


Ketika sudah berada di dekat Rendi wanita ini tanpa merasa berdosa langsung duduk di pangkuan Rendi yang menatap dia dengan emosi yang memuncak.


" Dasar wanita gila!Bisa- bisa istri ku menjadi salah paham gara-gara kedatangan dia." geram Rendi mendorong paksa tubuh wanita ini sampai tersungkur ke atas lantai kantor.


Dari arah pintu datang lah Fadel dan sekretaris Rendi yang bernama Bella yang baru saja keluar dari ruangan meeting karena harus merampungkan berkas di dalam sana.


" Maaf Tuan!" ucap Fadel menunduk kan kepala.


" Seret dia keluar." teriak Rendi.


" Ren, Dengerin Aku dulu.Aku kangen banget sama Kamu Ren,sudah lama kita tidak pernah sedekat ini." rengek Alina meminta belas kasihan.


" Aku nggak perduli, cepat bawa dia keluar dari sini." titah Rendi pelan tapi penuh penekanan.


Di saat Fadel hendak menyeret wanita masa lalu dari Tuan nya.Ola tiba-tiba saja berdiri dari tempat nya lalu menahan langkah kaki Fadel sambil mengangkat tangan sebagai tanda diam di tempat.


" Ada apa ini? Siapa wanita itu Mas?" tanya Ola penuh selidik.


" Harus nya Aku yang nanya seperti itu? Kamu siapa nya Rendi? Dan kenapa Kamu ada di sini?"cerocos Alina secara beruntun dan kembali mencoba mendekati Rendi.


"Yakin mau tahu siapa Aku? Udah siap belum?" goda Ola mulai mengeluarkan sifat usil nya.


" Stop! Jangan mendekat ke suami ku! Kamu tidak boleh menyentuh kulit nya karena kalian bukan muhrim." Ola memasang badan supaya wanita ini tidak lagi mencoba menyentuh suami nya.awal nya Ola ingin marah melihat tingkah wanita ini yang begitu berani duduk di tempat yang seharusnya hanya milik dirinya.tapi seperti nya wanita ini cukup keras kepala sehingga membuat Ola tertarik untuk mengerjai nya.


" Suami ? Begitu kan yang Kamu bilang tadi?" beo Alina dengan wajah mengejek dan sama sekali belum mengetahui kalau Rendi sudah menikah dan melupakan kisah cinta mereka dulu.


" Aku yakin telinga mu belum tuli dan masih berfungsi sangat baik sama seperti tubuh nya yang terlihat masih kencang tapi belum tahu dengan isi di dalam nya." sindiran Ola membuat wanita ini meradang dan hendak melayang kan tangan nya di wajah mulus Ola.namun dengan cepat Rendi menahan pergerakan tangan itu sampai membuat Alina meringis kesakitan.


" Ren! Sakit...Kamu berubah sekali,apa tidak ada lagi sedikit pun rasa cinta mu untuk ku?" tanya Alina dengan wajah di buat sedih dan berharap Rendi akan merasa bersalah seperti dulu saat mereka masih hangat nya sebagai sepasang kekasih.Alina sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Ola yang jelas-jelas sudah mengaku sebagai istri dari pria yang dia kejar.karena tujuan utama dia datang kesini adalah merebut kembali cinta dan hati Rendi.Ola yang melihat itu menghela nafas lalu kembali duduk di kursi nya.Rendi mengabaikan rengekan Alina dan lebih tertarik untuk menjelaskan kesalahpahaman ini kepada Ola.


Rendi sudah tidak perduli lagi dengan drama murahan yang sedang di mainkan oleh Alina.mungkin dulu iya dia akan merasa bersalah melihat Alina merajuk dan bergegas memeluk nya agar tidak sampai menangis dan berjanji akan menuruti semua keinginan nya.tapi saat ini Rendi sudah muak dan tidak tertarik lagi dengan wanita ini setelah dia membuat hidup nya kacau balau.


" Jangan lancang Kamu! Sekali saja Kamu berani menyentuh istri ku maka Kamu akan berhadapan langsung dengan ku." ancam Rendi menunjuk wajah Alina.


Degh...


Alina benar-benar syok mendengar perkataan Rendi.tidak pernah terbesit di benak Alina kalau Rendi yang dulu bucin setengah mati kepada nya bisa jatuh cinta dengan wanita lain selain diri nya.apalagi wanita yang ada di hadapan nya saat ini terlihat seperti masih sangat muda dan bukan merupakan tandingan nya.

__ADS_1


" Ren!" panggil Alina lirih.


" Kamu mau keluar sendiri dari sini atau harus di seret sama Security! " teriak Rendi saat kesabaran nya mulai menipis.


" Dan satu lagi! Aku peringatkan kepada Kamu Alina! Jangan pernah lagi datang menemui Aku,kapan dan di manapun.anggap saja kita tidak pernah saling mengenal karena Aku sudah tidak sudi lagi mengingat Kamu.Aku sudah menikah dan memiliki seorang istri yang jauh lebih segala nya dari Kamu." Rendi mengangkat tubuh Ola dengan begitu ringan nya dan mendudukkan di pangkuan nya dengan posisi saling berhadapan dan mereka terus saling berciuman dengan tangan Rendi yang sengaja menahan tengkuk Ola agar ciuman itu semakin dalam dan membuat Alina mati kepanasan.


" Sial! Awas Kamu ******!" gumam Alina mencak-mencak keluar dari ruangan Rendi dengan hati yang begitu dongkol.


Fadel dan Bella juga undur diri tanpa pamit karena ikut merasa panas melihat adegan dewasa yang ada di depan mata mereka.


Alina masuk kedalam mobil lalu melajukan mobil dengan kecepatan penuh karena sedang emosi besar melihat Rendi bercumbu dengan wanita lain di depan mata nya sendiri.


" Aku pasti kan akan membuat wanita itu menangis.seperti apa yang Aku rasakan saat ini." ucap nya lalu memutar setir mobil menuju sebuah club untuk menenangkan hati yang sedang kacau.


Sedangkan di dalam ruangan Rendi,adegan ciuman yang semula hanya untuk mengusir Alina malah membuat kedua nya terbuai bahkan sampai lupa kalau Fadel dan Bella melihat semua yang mereka lakukan.


Tangan Rendi dengan nakal nya meremas kuat gunung kembar yang masih tersegel dan belum tersentuh oleh siapapun itu.


Ola mulai mengerang dan tubuh nya menggeliat saat bibir Rendi turun dan mulai menyelusuri leher mulus nya yang terekspos nyata.


" Mas!" rengek Ola saat kesadaran nya mulai datang kembali.


" Apa sih? Kenapa di hentikan?" tanya Rendi lalu kembali menyatukan bibir mereka sampai Ola benar-benar kehabisan nafas.


" Mereka sudah keluar dan tidak akan berani masuk ke sini lagi." jawab Rendi masih menahan tubuh Ola berada di atas pangkuan nya.


" Lagian Kamu ngapain sih cium Aku di depan pacar mu tadi?" Ola mengerucutkan bibir menahan kesal yang sejak tadi dia sembunyikan.


" Dia bukan pacar ku? Aku tidak pernah berhubungan lagi dengan dia setelah bertahun lama nya.kalau Kamu nggak percaya Kamu boleh tanya sama Fadel dan Bella." jawab Rendi bersembunyi di ceruk leher Ola.


" Jangan bohong Kamu,Mas! Terus kenapa Kamu malah membiarkan saja dia duduk di atas paha mu kalau memang kalian tidak punya hubungan khusus." sergah Ola tidak mau percaya.


" Aku bakal kasih tahu Mama Nala kalau sampai ketahuan Kamu berselingkuh di belakang Aku." imbuh Ola mendorong kepala Rendi sangat kasar.


" Sakit sayang! Aku nggak pernah bohong dan nggak akan pernah bohong sampai kapan pun." Rendi kembali menyatukan bibir mereka menahan mulut Ola yang kembali ingin meracau tidak jelas.


" Mmmmhccc." Ola mengerang karena Rendi sudah menerobos masuk menjelajahi semua yang ada.


" Kapan Kamu selesai datang bulan nya?" tanya Rendi menyatukan kening mereka dengan jantung Ola yang sedang berdansa minta keluar dari tempat.


" Sayang!" panggil Rendi saat Ola malah diam saja.

__ADS_1


" Ah..Iya..Mas." jawab Ola gelapan karena tersanjung mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Rendi.


" Kamu kok panggil Aku dengan panggilan itu sih Mas?" tanya Ola dengan wajah polos nya.


" Memang nya kenapa? Nggak boleh ya suami manggil istri nya dengan kata sayang?" goda Rendi mengecup sekilas bibir Ola yang sedang menganga kaget.


" Iya kan biasa nya nggak pernah seperti itu? Terus kenapa bisa berubah drastis, ja-ngan -jangan Kamu sengaja romantis seperti ini untuk menutup kasus wanita selingkuhan mu itu ya!" tuduh Ola menatap tajam bola mata Rendi yang sedang terpejam.


" Begini ya Yolanda Zevanya Himawan! Kamu dengar kan Aku baik-baik. Wanita tadi itu nama nya Alina." Rendi menghirup udara sebanyak mungkin sebelum melanjutkan cerita yang sebenarnya tidak ingin dia ingat kembali.tapi karena harus menjelaskan semua nya kepada Ola terpaksa dia membuka kisah masa lalu nya bersama wanita tadi.


" Nggak usah sebut-sebut nama wanita itu di hadapan ku.Aku jijik mendengar nya." sanggah Ola kesal.


" Jangan di bantah dulu dong sayang, dengarkan dulu apa yang mau Aku bicarakan." tutur Rendi memeluk erat pinggang Ola dan menyandarkan kepalanya di bahu sang istri.


" Dulu kami memang pernah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih,tapi..." Rendi terus melanjutkan cerita nya sampai Ola benar-benar yakin dan tidak lagi mencurigai diri nya memiliki hubungan dengan wanita masa lalu nya.


" Kasihan banget Kamu yang tampan ini di selingkuhi sama wanita ganjen kayak dia.terus Kamu nangis nggak Mas?" tanya Ola begitu konyol nya.


Tawa Rendi pecah begitu saja. Membuat Ola terpesona dengan keindahan yang dia lihat.tawa yang selalu tersimpan rapi itu akhirnya keluar juga tanpa dia duga sebelumnya.


" Kamu benaran ketawa ya Mas?" tanya Ola memegang wajah Rendi lalu menatap nya secara dalam.


Cup..Cup..


Rendi yang sedang kumat kembali mencium bibir menggoda milik Ola sampai membuat Ola malu dengan wajah memerah.


" Jadi sekarang Kamu mengakui kan kalau Aku sangat tampan?" Rendi semakin memajukan wajah nya menggoda Ola yang tersipu malu.


" Udah ah ayok kita pulang! Lama-lama di sini bisa habis bibir ku Kamu makan." Ola berdiri dari pangkuan Rendi dan merapikan kembali penampilan nya yang terlihat kusut.


" Tunggu sebentar dulu sayang! Aku harus siapin ini dulu." ucap Rendi sambil mengetik sesuatu di layar laptop nya.


" Masih lama nggak sih Mas? Aku capek dan bosan kalau di sini terus." Ola merebahkan tubuh nya di samping Rendi yang sedang mengebut menyelesaikan pekerjaan nya.


" 10 menit lagi, sebentar ya sayang." Rendi lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya supaya mereka bisa segera pergi dari kantor nya.sedangkan Ola saat ini tengah sibuk mengurus detak jantung yang selalu deg-degan mendengar Rendi mengucapkan kata sayang.


" Mimpi nggak sih Ini?" gumam Ola mencoba menyadarkan diri nya sendiri.


" Awww... Sakit." ujar nya lagi lalu beralih menatap sang suami yang sedang serius bekerja dengan tingkat ketampanan yang bertambah dua kali lipat.


" Dia suami ku." celetuk Ola tertawa renyah.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2