Yolanda

Yolanda
Bab 55


__ADS_3

3 hari sudah Ola di rawat di rumah sakit milik keluarga suami nya,selama itu juga lah Rendi,Bu Nala dan juga Pak Dion sama sekali tak beranjak dan dengan setia menemani Ola agar ibu hamil satu ini tidak merasa kesepian.


" Sebelum pulang kita periksa ulang ya Nona muda dedek bayi nya." ucap Dokter Putri yang sudah memakai sarung tangan dan di samping dia ada dua orang perawat yang akan membantu Dokter wanita tersebut untuk menangani pasien khusus pemilik rumah sakit.


" Iya Dok." jawab Ola lirih,Rendi yang awal nya menjauh kini kembali merapat ke brankar tempat tidur sang istri untuk ikut mengetahui bagaimana perkembangan junior nya.


Pandangan mata Rendi tidak pernah lepas dari layar yang ada di depan nya dengan telinga yang tetap fokus menyimak segala sesuatu yang keluar dari mulut dokter kandungan tersebut,dan pada akhirnya dokter putri mengatakan jika kondisi Ola sudah jauh lebih baik dengan tekanan darah yang juga sudah kembali normal.


" Udah selesai Ren! Tegang amat muka Kamu." ledek Bu Nala ketika menyadari bahwa raut wajah putra nya terlihat begitu lucu.


" Apaan sih Ma! Aku begini karena tidak ingin membuat istri ku kenapa-kenapa sepulang dari rumah sakit nanti." sungut Rendi yang langsung membantu istri nya untuk duduk kembali.


Semua barang-barang milik Ola sudah di bawa pulang terlebih dahulu oleh sopir pribadi Bu Nala sejak pagi buta.kini tinggal lah mereka semua dengan Rendi yang menyetir mobil dan di samping dia ada sang ayah yang tidak ingin berpisah dengan menantu dan juga calon cucu nya, sedangkan di kursi bagian belakang ada Ola yang menyandarkan kepalanya di bahu sang Ibu mertua.


" Ren! Tadi Obat Ola sudah Kamu tebus semua nya kan?" tanya Bu Nala ketika baru ingat jika dia belum sempat menebus obat dan juga vitamin milik Ola.


" Sudah Ma." Jawab Rendi singkat kembali fokus dengan kemudi nya dan sesekali melirik ke arah sang istri melalui kaca spion.


" Ya tuhan... Terimakasih banyak untuk hadiah terindah mu tahun ini,Aku janji akan menjaga buah hati ku dengan baik hingga dia dewasa nanti." gumam Rendi tersenyum simpul dan sangat bahagia sekali.


Mobil yang di kemudikan Rendi terus melaju dengan sangat hati-hati membelah jalanan ibu kota dengan begitu gesit.

__ADS_1


" Loh! Rendi ,kenapa nggak ke rumah Mama aja dulu,kasihan Ola nanti kalau Kamu tinggal berangkat kerja." sergah Bu Nala ketika menyadari jika arah kanan ini bukan lah menuju ke rumah nya.


" Ya nggak bisa gitu dong Ma! Aku akan tetap membawa istri ku pulang ke rumah kami,Aku ingin hidup mandiri Ma! Nanti Mama juga bisa setiap hari bolak-balik ke rumah kami." tegas Rendi yang sudah tidak ingin lagi terus menerus menumpang di rumah kedua orang tua nya.sudah saat nya dia menunjukkan jika dia juga mampu menjadi kepala keluarga yang baik.


" Kamu ini loh ngeyel sekali kalau di kasih tahu,nanti setelah anak kalian lahir baru kalian pindah lagi." jawab Bu Nala tetap tak terima dengan keputusan sepihak yang di ambil oleh putra nya.


" Ma! Kami sudah menikah dan Aku bisa menjaga istri ku dengan baik,nanti Aku yakin setelah anak kami lahir akan ada lagi alasan yang membuat Mama menahan kami untuk tetap tinggal di sana.sebelum itu terjadi Aku tidak akan pernah membiarkan nya." ucap Rendi tegas.


" Kamu ini." Bu Nala mencebik kesal karena Rendi sudah terlebih dahulu menebak isi kepala nya.


" Sudah-sudah jangan ribut di dalam mobil seperti ini,biarkan saja mereka pulang ke rumah mereka Ma! Toh nanti kita bisa sering berkunjung dan menginap di rumah Rendi,selagi masih berada di kota yang sama dan jarak yang juga tidak terlalu jauh,lalu untuk apa Mama pusing kan dan malah berantem seperti ini,Ola butuh ketenangan dan tidak boleh ada beban pikiran." ujar Pak Dion terdengar bijak dan sudah pasti menimbang perasaan menantu nya.


" Iya....Iya." ketus Bu Nala tak berani protes lagi dan memilih menyibukkan diri dengan mengusap perut Ola yang belum terlalu kelihatan.


Sesampai nya di dalam rumah,Rendi langsung menuntun istri nya untuk masuk ke dalam kamar dan harus beristirahat total.pria kaku ini sudah semakin posesif dan juga protektif dalam menjaga istri dan juga calon anak nya,dia terlihat siap siaga ketika Ola membutuhkan pertolongan nya.


Bu Nala yang sudah merasa lelah memilih beristirahat di dalam kamar tamu dan ikuti oleh Pak Dion dari belakang.entah kenapa mereka berdua tidak tertarik lagi untuk pulang ke rumah mereka padahal keadaan Ola sudah di nyatakan sehat dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi.


" Terimakasih ya sayang,Aku benar-benar bahagia banget."Rendi tidak henti -henti nya mengucapkan syukur dan juga terima kasih kepada Ola.kadar cinta yang di miliki Rendi semakin bertambah ratusan kali lipat untuk Ola.


" Aku janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk Kamu dan anak kita,nanti untuk skripsi nya kalau Kamu mau di tunda dulu aja biar Kamu bisa istirahat dengan tenang." ucap Rendi sungguh-sungguh dan terus saja memeluk agresif perut Ola.

__ADS_1


" Jangan Mas! Aku nggak papa kok kalau skripsi nya tetap di lanjutkan,Aku ingin selesai lebih cepat supaya nanti pas anak kita lahir Aku bisa fokus menjaga dan merawat dia." jawab Ola yang kekeuh akan mengurus skripsi dengan baik dalam waktu dekat.


" Ya sudah terserah Kamu saja, nanti kalau Kamu perlu bantuan jangan segan untuk mengatakan nya kepada ku,dan jangan terlalu di forsir tenaga mu nanti,kalau sudah capek langsung istirahat karena Aku akan selalu memantau Kamu selama 24 jam penuh." tegas Rendi yang sudah berniat memasang benda kecil yang akan memudah kan dia mengontrol istri nya ketika harus berangkat kerja.


" Iya Mas! Jangan bilang Kalau Kamu juga akan memasang Cctv di kamar ini?" tebak Ola dan di balas acungan jempol oleh suami nya.


Huft...Ola menghembuskan nafas kesal nya dan tidak ingin melanjutkan perdebatan sengit ini dengan memilih memejamkan mata mengabaikan tatapan mata intens milik suami nya.


" Wah nyonya! Bibi ikut senang mendengar kabar Nona muda sudah hamil,dan semoga saja lancar sampai hari lahir nanti."ucap Bi Murni ketika mengetahui jika Ola sedang hamil.


" Terimakasih Bi,nanti kalau Saya lagi nggak ada di sini atau Rendi juga lagi kerja,titip Ola ya pada bibi semua dan jangan lupa mengontrol makan dan juga keadaan nya,beri tahu Saya dengan cepat jika Ola kenapa-kenapa ya Bi."ucap Bu Nala yang sedang duduk di meja makan sambil memotong buah untuk Ola yang menurut ucapan Rendi masih tidur di dalam kamar.


" Siaappp Nyonya." jawab para asisten dengan begitu kompak.attitude Bu Nala sama persis seperti Ola yang suka berbaur dengan para pekerja nya dan sama sekali tidak merasa risih sedikit pun.mereka juga sesekali tertawa dengan lelucon yang keluar dari mulut Bi Ayuk.


" Apa Nyonya sudah kasih tahu kabar baik ini kepada Nyonya Yesi dan juga Tuan Arif?" tanya Bi Yeni yang memang sudah ikut Bu Nala sejak lama dan sudah tahu bagaimana sepak terjang keluarga Irawan.


" Sudah,dan sebentar lagi dia akan kembali ke tanah air dan kami akan merawat cucu kami bersama-sama." jawab Bu Nala dengan menggebu-gebu.


Mereka manggut-manggut mengerti dan ikut merasa bahagia dengan apa yang terjadi di dalam keluarga ini.


Usai memotong beberapa macam jenis buah,Bu Nala langsung menyusun nya di atas meja makan dan akan di antar langsung ke dalam kamar menantu kesayangan nya.

__ADS_1


Sedangkan Rendi yang masih menemani istri nya tidur malah ikut tertidur juga dengan begitu pulas nya,bahkan telepon yang datang dari Fadel tidak terdengar lagi oleh Rendi yang sengaja mengurangi volume ponsel nya agar tidak menggangu tidur sang istri.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2