
Pagi-pagi sekali perut Ola sudah di buat perih oleh cacing yang berdemo di dalam sana.kedua mata yang awal nya tertutup rapat terpaksa harus di buka lebar sebelum penyakit maag nya kembali kambuh dan tentu nya akan merepotkan diri nya sendiri.
" Mas!" panggil Ola mengusap wajah Rendi yang masih terlelap menghadap ke arah nya.
" Ada apa sayang! Apa Kamu ingin mengulang kembali permainan kita tadi malam?" goda Rendi memeluk posesif pinggang Ola yang masih dalam keadaan naked.
" Ckk, bangun Mas! Aku lapar sekali.gimana mau ngulang kalau tenaga aja nggak punya." balas Ola ketus sengaja memancing suami nya.
" Jadi benar Kamu mau minta tambah? Enak kan sayang?" Rendi tersenyum puas mengingat bagaimana ganas nya mereka berdua di atas ranjang yang saat ini sudah berubah seperti kapal terkena hantaman badai ****** beliung.
" Mas! Aku lapar,cepat pesan makanan sebelum Aku pingsan di ranjang ini." tegas Ola dengan tangan yang sudah gemetaran.
" Iya sayang sebentar." Rendi lalu bangkit dari tidur nya dan menelpon seseorang untuk mengantar makanan ke dalam kamar mereka.
" Tunggu sebentar ya,Kamu benaran kelaparan?" tanya Rendi khawatir.
" Iya Mas! Sudah lepas Aku mau mandi dulu.nanti keburu makanan nya datang lagi." Ola berusaha melepas paksa tangan Rendi namun sayang nya tenaga Rendi lebih kuat dari tenaga nya yang hanya seorang wanita, terlebih lagi wanita ini sedang menanggung rasa lapar dan tenaga nya juga sudah benar-benar terkuras tanpa tersisa lagi.
" Kita mandi bareng aja sayang, untuk menghemat waktu." Rendi langsung menggendong tubuh Ola masuk ke dalam kamar mandi.Ola yang tidak sanggup lagi untuk memberontak memilih diam mengikuti kemana pun sang suami membawa diri nya saat ini.
Ternyata begitu sampai di dalam kamar mandi,Ola yang masih capek di buat kaget oleh aksi nakal suami nya yang kembali mengajak dia mengarungi indahnya lautan asmara cinta sampai Ola benar -benar tidak berdaya lagi.
" Jangan ngambek dong Sayangku! Bukan kah Kamu juga menikmati dan bergerak begitu liar di dalam sana." kekeh Rendi dengan wajah segar nya.sedangkan di depan pintu kamar mereka saat ini masih ada dua orang pelayan yang setia berdiri menunggu pintu kamar di buka dari dalam.tidak ada yang berani menerobos masuk karena mereka sudah begitu hapal bagaimana tegas nya Rendi yang tidak ingin ada orang yang masuk ke area pribadi nya.
" Sudah jangan di bahas lagi Mas! Aku malu." sanggah Ola dengan cepat mengambil baju ganti yang di beri tahu oleh suami nya.
" Kenapa masih malu-malu juga sih sayang! Padahal tadi malam saja kita mengulang nya sampai..." Rendi berpura-pura menghitung tangan nya mengingat kembali sudah berapa kali dia menyemburkan cairan kental nya kedalam rahim Ola.
__ADS_1
" Sudah nggak usah di hitung Mas! Kamu nggak akan bisa mengingat nya karena jumlah nya nggak akan bisa terhitung lagi.pagi ini saja sudah tiga kali kamu melakukan nya sampai membuat Aku kedinginan seperti ini." Ola kembali duduk di atas ranjang sambil bermain ponsel.bicara masalah ranjang dengan suami nya tidak akan ada habis nya karena lelaki dingin nya sudah berubah menjadi sangat mesum sekali.
" Baru juga tiga kali udah menyerah! Terus apa kabar yang tadi malam." ledek Rendi menutup pintu kamar mandi dan memakai baju santai yang sudah di siap kan oleh istri nya di atas ranjang, meskipun dalam keadaan mengomel dan emosi yang meluap-luap,Ola tetap saja menjalankan tugas nya sebagai seorang istri.dan sikap istri nya itu berhasil membuat Rendi tersenyum simpul.
" Tiga kali tapi durasi nya lama loh Mas! Udah sana jemput makanan nya,Aku lapar loh Mas." rengek Ola lemas.
" Baiklah! Nanti setelah kita makan jangan lupa kasih upah nya ya! Sekalian bonus supaya bawa mobil nya jadi lebih semangat lagi." Rendi mengedipkan sebelah mata dan berniat untuk keluar memanggil orang yang bekerja di villa ini.saat Rendi membuka pintu kamar nya,dia buat kaget oleh keberadaan dua orang wanita paruh baya yang berdiri membawa nampan berisi beberapa macam makanan.
" Loh! Kalian sudah di sini? Kenapa kalian nggak ketuk pintu?" tanya Rendi menatap curiga.
" Maaf Tuan muda! Tadi kami sudah mengetuk pintu kamar Tuan,tapi tidak ada jawaban sehingga kami memutuskan untuk menunggu di luar saja." jawab salah satu di antara mereka.
" Iya sudah ayok cepat bawa masuk makanan nya, istri ku sudah kelaparan menunggu kedatangan kalian." Rendi membuka lebar-lebar pintu kamar nya agar kedua wanita ini bisa masuk ke dalam.
" Maaf Tuan." ucap mereka bersamaan.
" Tidak apa-apa,tapi lain kali jangan ulangi lagi.kalau tidak ada jawaban ketuk terus pintu nya sampai Saya menyuruh kalian masuk.paham!" hardik Rendi pelan tapi begitu menusuk sampai-sampai membuat Ola pun ikut merasa merinding.
" Sama-sama Nona muda,ini semua sudah menjadi tugas kami dan maaf kan kami jika sudah telat datang ke sini." wanita paruh baya ini kembali menunduk merasa bersalah terlebih lagi saat melihat wajah Ola yang sudah pucat akibat kelamaan menahan rasa lapar.
" Tidak apa-apa Bi! kalian boleh pergi." Ola yang tidak ingin melihat suami nya kembali memarahi orang lain langsung menyuruh mereka keluar dari kamar ini supaya dia juga bisa langsung melahap makanan yang seperti nya sangat enak sekali.
Begitu pintu kamar mereka di tutup kembali,Ola langsung turun dari ranjang dan berpindah duduk di atas sofa sambil menyantap makanan yang pasti akan terasa lezat di lidah nya.
" Pelan-pelan makan nya sayang! Nggak akan ada orang yang mau mengambil makanan Kamu." tegur Rendi sedikit heran melihat cara Ola makan.
" Aku lapar banget Mas! Dan ini semua gara-gara Kamu." jawab Ola menghabis kan semua isi piring nya lalu kembali menambah sampai perut nya terasa penuh dan tidak sanggup lagi untuk bergerak.
__ADS_1
" Masih mau nambah lagi?" ledek Rendi menahan tawa.
" Nggak Mas,cukup." tolak Ola menutup mata bersandar di sofa yang melambai-lambai memanggil dia untuk tertidur pulas.
" Jangan langsung tidur sayang, duduk dulu." Rendi yang sejak tadi sudah selesai makan langsung menahan bobot tubuh Ola supaya tetap duduk di tempat nya.
Lagi-lagi sikap aneh Ola ini membuat Rendi kembali menahan tawa nya, sedang kan orang yang di tertawakan tampak biasa saja sambil menggulir layar ponsel nya.
" Siapa kedua wanita tadi Mas?" tanya Ola mulai konek.
" Pelayan yang biasa menjaga villa ini." jawab Rendi memeluk Ola dan tidak lupa mengendus leher putih yang begitu wangi sekali.
" Tadi malam Aku tidak melihat ada mereka di sini?" Tanya Ola lagi karena tadi malam dia tidak melihat siapa-siapa ketika mereka sampai di depan Villa kecuali 3 orang pria yang sedang berjaga di pintu gerbang depan.
" Mereka sudah tidur sayang,dan Aku sengaja menyuruh mereka untuk tidak keluar dari kamar, karena kamar yang kita pakai ini belum di pasang alat peredam suara." Jelas Rendi yang tidak ingin pelayan mendengar suara merdu milik mereka berdua yang sedang memadu kasih.
" Licik juga Kamu ya Mas." ucap Ola di iringi tawa renyah nya.
" Ya harus,kalau nggak gitu nggak mungkin dong Aku jadi pengusaha sukses dan paling kaya raya." Rendi kembali menyatukan bibir mereka berdua dan ******* nya begitu lembut.
" Mas! Aku masih capek." tolak Ola yang sudah melakukan ancang-ancang ingin menangis.
" Aku hanya ingin ciuman saja sayang,nggak lebih kok." tutur Rendi apa ada nya.
" Udah nggak usah cium-ciuman lagi,Aku yakin Kamu nggak akan bisa mengontrol diri lagi kalau sudah seperti tadi.ayok kita tidur dulu sebelum nanti sore kembali ke kota." Ola merebahkan tubuh lelah nya dan di ikuti oleh Rendi dengan begitu patuh tanpa ada bantahan.
Demi menjalankan misi nya nanti malam,Rendi membiarkan Ola untuk beristirahat sejenak dan akan kembali meminta jatah enak nya begitu mereka sudah sampai di kota nanti.
__ADS_1
Tak lupa Rendi lalu menarik selimut untuk melindungi tubuh mereka dari dingin nya hembusan pendingin ruangan.dan bergegas ikut menyusul sang istri masuk ke alam mimpi indah.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰