
Ola yang pulang lebih awal akhir nya memutuskan untuk menyusul sang suami ke kantor, bingung harus pulang kemana membuat Ola meminta para bodyguard untuk mengantar kan di ke perusahaan milik keluarga suami nya.Ola yang ingin memberi surprise dengan kedatangan nya secara mendadak,malah mendapati Rendi tengah berdiri di dekat meja kerja nya dengan ponsel yang masih berada di genggaman tangan nya.
" Surprise..." teriak Ola dengan mulut lebar nya.
Bukan nya di sambut dengan bahagia,Rendi malah memberikan dia seulas senyum tipis lalu kembali duduk di atas kursi kebesaran nya.
" Kenapa dia begitu datar ya? Apa Pak Ammar dan sopir sudah memberi tahu tentang kedatangan ku kesini?" gumam Ola masih tetap berdiri di dekat pintu.
" Ahh...Nggak mungkin mereka berdua mengkhianati ku,mereka tadi bahkan sudah bersungguh-sungguh tidak akan mengatakan apapun." imbuh nya dengan rasa penasaran.
Tanpa menunggu Rendi menyuruh dia masuk,Ola perlahan melangkah atas inisiatif nya sendiri.pintu yang tadi terbuka lebar
kembali dia tutup sehingga membuat seekor semut pun tidak akan ada yang bisa masuk ke dalam.
Ola yang lumayan peka dan tanggap sangat mengetahui betul kalau saat ini ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh suami nya kepada diri nya.2 bulan mengayuh biduk rumah tangga dan tidak pernah terpisah kan membuat Ola sangat mengenal dekat sosok suami nya.
Ola memilih duduk di sofa empuk yang jarak nya dari meja Rendi lumayan jauh,tapi walaupun begitu Ola dapat melihat dengan mudah jika saat ini tatapan mata suami nya sedang tidak fokus dan seperti memikirkan banyak beban.
Tidak ingin sang suami semakin larut dengan apa yang ada di kepala nya saat ini.Ola lalu memaksa diri nya untuk mendekat walau sebenarnya berat karena dia juga kesal melihat Rendi mengabaikan kehadiran nya di sini.Ola sengaja duduk di pangkuan Rendi dengan memainkan jari lentiknya di dada Rendi yang masih tertutup oleh kemeja kantor supaya suami nya merasa terganggu dan merespon keberadaan nya.
" Sayang..." lirih Rendi menahan pergerakan tangan Ola.
" Kamu kenapa diam kayak gitu sih Mas? Kamu nggak suka Aku datang kesini?" Ola menatap kesal Rendi yang terlihat mulai mengangkat sudut bibir nya meski dengan terpaksa dan Ola bisa menyadari semua nya.
" Lebih baik Aku pulang saja." ketus Ola yang sudah bergerak mau berdiri dari pangkuan Rendi.namun sayang tubuh Ola dengan cepat di tangkap oleh Rendi sehingga membuat bokong nya kembali terduduk di tempat semula.
Rendi menatap penuh makna wajah cantik istri nya,dia selipkan rambut Ola yang menutupi wajah cantik itu sehingga membuat pria itu dengan bebas menikmati semua nya.jarak yang begitu dekat sehingga membuat mereka berdua bisa merasakan hembusan nafas hangat satu sama lain nya.
__ADS_1
" Mau kemana Sayang! Nanti pulang nya bareng aja.Aku lagi capek banget." ujar Rendi menyembunyikan wajah nya di dada Ola dengan kedua tangan yang melingkar erat di pinggang wanita yang sudah mampu mengubah dunia nya.
" Habis nya Kamu ngesellin jadi suami! Memang ada berapa banyak meeting yang Kamu handle sampai membuat wajah mu pun terlihat kusut." tanya Ola masih mood ngambek.
" Banyak." jawab Rendi singkat dan terlihat irit bicara.Ola yang menyadari nya pun memilih ikutan diam dari pada nanti kesal sendiri dengan tingkah datar suami nya yang kembali kumat.
Ola yang tahu bagaimana lelah dan suntuk nya mengurus perusahaan sebesar ini memilih waras sendiri dan membiarkan suami nya melakukan apapun yang dia inginkan.
Pukul 4 sore,Ola yang lagi ke pengen makan bakso yang ada di sebrang kantor suami nya akhir nya memilih mengajak Bella untuk menemani nya.percuma saja mengajak sang suami yang terlihat sedang banyak beban pikiran,biasa nya Rendi tidak pernah mau mengizinkan dia untuk pergi sendirian kemanapun itu,sesibuk apapun dan seberapa lelah pun dia,Rendi akan selalu meluangkan waktu nya karena tidak ingin istri spek bidadari nya di embat oleh pria lain.dan entah kenapa sore ini Ola begitu merindukan sikap posesif dari suami nya.
Ola menggandeng erat tangan Bella menuju lantai bawah.semua karyawan yang melihat kedua wanita ini menatap iri sekaligus kagum dengan sosok istri sang Presdir.
" Selamat sore Nona Ola." sapa seorang wanita yang juga baru keluar dari lift khusus pegawai.
" Sore." balas Ola ramah dan tersenyum manis.
Di tengah perjalanan,Ola sempat celingukan mencari bodyguard nya,namun apa yang dia cari tak juga menampakkan batang hidung nya.Ola semakin merasa aneh dengan ketiadaan Ammar di samping nya.
Namun pikiran buruk nya itu teralihkan dengan warung bakso yang berada semakin dekat di depan mata nya.
Ola akan memikirkan semua itu nanti setelah dia melahap habis bakso yang sudah membuat saliva nya menetes berurai.
" Pak! Tambah satu lagi ya." pinta Ola kepada bapak penjual bakso yang konon kata nya merasa senang melihat istri dari pria baik hati sekaligus pemilik gedung pencakar langit di depan mau datang dan makan di gubuk kecil nya.dulu pria paruh baya itu bukan lah siapa-siapa di ibu kota ini.tapi berkat bantuan modal usaha yang di berikan oleh Rendi mampu mengubah semua nya dan bahkan bisa menyekolahkan dua anak nya sampai tamat sekolah dan sekarang sedang berjuang di sebuah kampus ternama yang ada di kampung halaman nya.Bella yang tidak ingin ikut mengantri terlalu lama akhirnya menggunakan jalan licik nya untuk mendapatkan makanan enak itu.
" Nona benaran masih mau tambah lagi?" tanya Bella menatap bingung sekaligus tidak percaya.
" Hm...Enak banget bakso nya." gumam Ola sibuk menghabiskan kuah bakso yang ada di dalam mangkok nya.
__ADS_1
Bella yang melihat semua itu hanya bisa meringis dan menatap kagum dengan sosok yang ada di depan nya saat ini.seorang istri CEO perusahaan besar tidak merasa sungkan dan malah terlihat santai makan di tempat yang jauh dari kata sempurna ini.
" Nanti kalau kebanyakan makan,dan Pak Rendi nya..." belum siap Bella menyelesaikan ucapannya tapi Ola yang super pintar dan lincah dalam berdebat langsung memotong ucapan wanita itu.
" Ya tinggal di lepaskan saja,dan Aku akan membiarkan dia pergi dengan wanita lain.jangan mau di tindas oleh seorang pria.dan jangan kalah dengan yang nama nya cinta.toh pria di muka bumi ini bukan hanya dia saja." jawab Ola santai yang semakin membuat Bella merasa kalah dengan pemikiran Ola yang begitu tepat dan benar.selisih umur mereka memang 4 tahun,tapi pemikiran Ola justru terlihat lebih matang dari Bella yang sudah menginjak usia 26 tahun.
"Dan satu lagi! Jangan panggil Aku Nona karena Aku merasa risih mendengar panggilan itu." titah Ola lalu mengeluarkan tissue dari tas kecil nya untuk mengelap ingus yang perlahan meleleh karena kebanyakan makan sambal.
" Saya tidak bisa Nona! Nanti Pak Rendi bisa marah besar." jawab Bella yang memang sangat takut dengan kemarahan Rendi yang selalu berada di luar batas.
" Jangan takut! Ada Aku yang akan mengendalikan nya." ujar Ola tersenyum tipis.lalu berdiri menuju meja kasir untuk membayar semua tagihan makanan yang sudah mereka lahap habis.Bella yang juga ingin mengeluarkan uang nya kembali bersorak bahagia mendapatkan traktiran dari Ola.
" Terimakasih Nona!" ucap Bella ketika kedua nya sedang berusaha menyebrang jalan yang begitu ramai oleh lalu lalang mobil mewah.
" CK,panggil nama ku saja,dan Kamu juga tidak perlu berterima karena makanan tadi di berikan secara gratis kepada kita berdua. " jawab Ola lalu menarik tangan Bella saat melihat jalanan sudah mulai sepi.
" Sungguh! Pasti ini semua karena kebaikan tersembunyi yang di lakukan oleh Pak Rendi." lirih Bella tanpa sadar membuka rahasia yang tidak ingin di bocor kan oleh Rendi kepada siapapun itu termasuk kedua orang tua nya.
" Maksud nya?" tanya Ola belum paham dengan kebaikan Rendi.
Bella nampak begitu bersemangat menceritakan semua nya bahkan sampai melupakan janji yang sudah terlanjur dia ucapkan kepada bos besar nya.berbicara dengan Ola membuat wanita ini dengan mudah membuka semua rahasia yang belum Ola ketahui.terkecuali tentang kehadiran wanita itu pada waktu itu.
Ola mengangguk dan sesekali tersenyum mendengar nya ,dia tidak pernah menyangka kalau suami nya yang berwajah datar Ternyata punya nurani untuk menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan nya.
Begitu sampai di lantai khusus untuk suami nya.Bella langsung duduk di meja nya sedangkan Ola bergegas menuju ruangan Rendi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Ola terpaku melihat kembali sosok wanita yang sempat menemui suami nya kemarin.bahkan Rendi terlihat menerima baik kedatangan wanita itu tanpa mau mengusir nya sedikit pun.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍