
Risa, Dini dan juga Meri terpaksa meminta kepada pihak kampus untuk menghubungi mertua Ola,pasal nya satu pun di antara mereka tidak ada yang bisa membuka ponsel Ola yang sudah memakai sandi baru.
" Kalian boleh kembali ke kampus lagi, terimakasih sudah menolong Ola." ucap Bu Nala begitu lembut kepada ketiga sahabat Ola yang terlihat begitu khawatir.
" Iya Tante,kami titip Ola ya Tan karena sebentar lagi kami ada ujian ulang." jawab Risa yang memang tidak bisa meninggalkan ujian penting itu.
" Iya." Bu Nala mengangguk dengan cepat karena meski tanpa mereka minta pun dia akan menjaga menantu nya dengan baik.
Setelah kepergian Ketiga sahabat Ola,Bu Nala dan Pak Dion menunggu dengan gelisah di depan ruangan VVIP yang pintu nya masih tertutup rapat.
Ceklek...
" Bagaimana keadaan menantu Saya Anita?" tanya Bu Nala kepada seorang dokter wanita yang baru keluar dari ruangan perawatan. Sedangkan di samping dia ada satu orang dokter muda yang juga berjalan beriringan dengan dokter Anita.
" Untuk saat ini besar kemungkinan jika nona muda sedang hamil Nyonya,dan untuk mengetahui lebih jelas lagi kita harus melakukan USG yang akan di bantu oleh teman Saya yang merupakan dokter favorit di rumah sakit ini." ujar Dokter Anita memperkenalkan sosok yang ada di samping nya.
" Baiklah, lakukan yang terbaik." titah Pak Dion dengan wajah datar dan nada suara dingin nya.sedangkan Bu Nala sudah menangis haru mendengar kabar bahagia yang sudah sangat lama ingin dia dengar.
" Apa Nyonya sama Tuan mau ikut ke dalam ruangan pemeriksaan?" tanya Dokter yang memiliki name tag putri di dada nya.
" Apa kami boleh ikut masuk ke dalam?" tanya Bu Nala memastikan lagi.
" Tentu saja Boleh Nyonya,mari ikut Saya." ajak dokter putri ketika brankar Ola sudah masuk ke dalam ruangan milik Dokter Putri.
Di saat semua orang sedang terdiam menyiapkan alat-alat yang akan di gunakan, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang baru tersadar dari pingsan nya.Bu Nala dan Pak Dion bergegas menghampiri Ola yang masih belum loading seratus persen.
" Kamu sudah bangun sayang?" tanya Bu Nala begitu senang sambil mengusap lembut kepala menantu nya.
" Kita ada di mana Ma?" tanya Ola ketika menyadari bahwa ini bukan lah kamar dia ataupun kamar yang ada di rumah mertua nya.
" Kita lagi ada di rumah sakit Pohon Cemara .tadi Kamu tiba-tiba pingsan dan langsung di bawa kesini oleh teman-teman mu." jawab Bu Nala pelan.
" Apa yang Kamu rasakan sekarang Nak?" tanya Pak Dion menimpali.
" Tadi Ola pusing Pa sampai sekarang masih terasa pusing dan pengen muntah terus." ujar Ola dengan keringat yang mengalir di dahi nya.
Dokter Putri yang sudah selesai melakukan Persiapan bergegas menghampiri mereka bertiga sambil tersenyum ramah.
" Selamat siang Nona muda,perkenalkan Saya dokter putri dan Saya adalah dokter kandungan di rumah sakit ini." ucap Dokter Putri memperkenal kan diri.
" Dokter kandungan? " gumam Ola lirih dan berhasil membuat bola mata nya membesar.
__ADS_1
" Kamu di periksa dulu ya sayang,biar kita bisa tahu hasil nya." Bu Nala menggenggam tangan Ola dan tidak berhenti menampilkan senyum bahagia nya kepada sang menantu.
Perawat yang membantu Dokter Putri mulai mengolesi gel di tas perut Ola,Pak Dion yang mengerti jika menantu nya merasa malu akhirnya undur diri dan memilih duduk di dekat sofa sambil menunggu pemeriksaan selesai di lakukan.
" Ternyata benar Nyonya,Nona muda sedang hamil dan untuk usia kandungan nya sudah memasuki Minggu ke 8.dan ini janin nya masih sangat kecil belum terlihat dengan jelas." ucap Dokter Putri memberitahu kepada semua orang yang berada di sana.Pak Dion yang ada di sofa juga bisa ikut mendengar dengan jelas.
" Apa Nona muda masih merasa pusing? Atau sudah bisa duduk?" tanya Dokter Putri memastikan.
" Masih pusing sedikit saja dan kalau untuk duduk kayak nya masih bisa deh Dok." jawab Ola dengan suara lirih dan juga wajah yang sangat pucat.tangan Ola terulur mengusap perut yang masih rata,tidak pernah terpikirkan oleh dia ternyata di dalam rahim nya sudah bersemayam buah cinta nya dengan sang suami.Ola sangat bahagia di tengah rasa kurang enak badan yang dia rasakan sekarang.
" Kalau masih pusing jangan di paksa kan dulu sayang, apalagi tadi tekanan darah Kamu juga masih rendah sekali dan sebaiknya malam ini kita nginap di rumah sakit aja dulu." putus Bu Nala dan di setujui oleh Pak Dion dengan cepat.
" Tapi Ma..." Bu Nala langsung menahan mulut Ola yang ingin membuka suara.
" Malam ini saja ya sayang! Besok kalau keadaan Kamu sudah jauh lebih baik dari sekarang,Mama janji akan membawa Kamu langsung pulang." ucap Nala dengan lembut agar Ola mau mendengar kan nasehat nya.
" Baiklah Ma! Tapi jangan kasih tahu Mas Rendi dulu ya Ma! Mama kan tahu bagaimana sifat Mas Rendi dan pasti saat ini juga dia akan langsung pulang ke sini." pinta Ola yang tidak ingin membuat suami nya khawatir.
" Mama bisa saja tutup mulut sayang,tapi Mama nggak yakin dengan pihak kampus dan mungkin saja saat ini mereka sudah menghubungi Rendi memberitahu tentang kondisi Kamu yang sempat pingsan di kampus."
" Iya juga sih Ma! Apalagi sebentar lagi pasti Mas Rendi akan menelepon Ola." wanita hamil ini terlihat lesu dan tidak bersemangat lagi.niat hati ingin menutupi semua nya dari sang suami,tapi apa boleh buat jika kuasa suami nya lebih besar dari apa yang dia bayangkan.
" Apa mual dan rasa pusing yang di rasakan menantu Saya bisa hilang jika mengkonsumsi obat?" tanya Pak Dion ketika dia berkunjung ke dalam ruangan dokter khusus untuk kandungan.di dalam ruangan itu terdapat 4 orang dokter wanita dan 3 orang dokter pria.
Semua dokter yang ada di dalam ruangan ini dengan sangat kompak menggeleng kan Kepala.
" Ini murni gejala di kehamilan trimester pertama Tuan,setiap orang mengalami gejala yang berbeda-beda dan akan hilang seiring bertambahnya usia kehamilan." jawab Kepala dokter kandungan yang terlihat sudah sangat sepuh.
" Apa di luar negeri juga tidak ada obat yang diperjualbelikan untuk gejala ini?" tanya Pak Dion memastikan, melihat Ola yang tidak berhenti muntah membuat Pak Dion menjadi tidak tega dan berharap ada obat yang akan bisa menyelamatkan menantu nya dari rasa mual.soal nya dulu Bu Nala tidak pernah mengalami hal seperti ini dan ini adalah kali pertama bagi Pak Dion melihat orang hamil yang tidak berhenti muntah-muntah sampai isi perut nya habis.
" Nggak ada Tuan! Kami hanya punya obat untuk meredakan mual nya saja dan sewaktu-waktu bisa terjadi lagi." tutur Dosen wanita itu lagi.
" Baiklah,pastikan kalian memeriksa menantu ku dengan baik dan jangan sampai terjadi sedikit pun kesalahan karena ini adalah cucu pertama di keluarga Kami." Pak Dion lalu pamit keluar dan memilih masuk ke dalam ruangan khusus nya jika sedang berkunjung ke rumah sakit.
Pak Dion lalu mengeluarkan ponsel nya dan segera menghubungi besan yang sedang berada di negeri sakura.
" Halo besan." Pak Arif/ Ayah Ola.
" Halo juga besan! Apa kabar kalian di sana? Dan kapan rencana kalian akan pulang ke sini?" Pak Dion.
" Yang mana dulu nih yang harus di jawab Besan." terdengar tawa yang keluar dari mulut Pak Arif.
__ADS_1
" Terserah Kamu saja,yang penting jawab dan jangan sampai nggak?" Pak Dion.
"Satu Minggu lagi kami akan sampai di tanah air,dan Alhamdulillah nya kabar kami sehat begitu juga dengan bisnis yang ada di sini." Pak Arif.
" Di mana Yesi? " Pak Dion.
" Itu baru saja keluar dari kamar." Pak Arif.
" Aku hanya ingin menyampaikan kabar bahagia kepada kalian berdua dan Aku harap kalian segera pulang jika tidak ingin Aku bawa Kabur cucu kita nanti." Pak Dion.
" Cucu kita? Siapa yang hamil Mas Dion?" Bu Yesi.
" Saat ini kami sedang berada di rumah sakit karena Ola tadi selesai bimbingan skripsi tiba-tiba saja pingsan dan ternyata kata dokter dia sedang hamil 8 Minggu.sedangkan Rendi kebetulan sedang ke luar negeri mengurus perusahaan yang sedang bermasalah.malam ini kami akan menginap di ruang sakit." Pak Dion.
" Alhamdulillah...Aku jadi tidak sabar lagi ingin pulang ke sana, tunggu Aku besan dan kita akan menjaga nya bersama-sama." Pak Arif.
" Lalu di mana Ola sekarang Mas Dion?" Bu Yesi.
" Mungkin sudah tidur karena tadi baru di suapi Nala makan dan juga obat." Pak Dion.
"Semoga Ola baik-baik saja dan juga kuat menghadapi tantangan kehamilan nya,dan kami akan segera mempercepat jadwal kepulangan." Bu Yesi dan di setujui oleh suami nya.
" Baiklah! Aku tutup dulu ya telpon nya,Aku harus melihat bagaimana kondisi menantu kesayangan ku." Pak Dion.
" Baiklah besan, terimakasih sudah menjaga Ola dengan baik." Pak Arif.
Setelah selesai mengabari besan sekaligus sahabat nya,Pak Dion kembali berjalan menuju ruangan Ola yang ada di lantai dua.pria paruh baya ini turun dengan menggunakan lift khusus Presdir rumah sakit dan langsung turun di depan pintu ruang rawat Ola.
Ceklek..
Pak Dion masuk dan mendapati Ola sudah tertidur dengan di temani oleh Bu Nala di samping nya yang tak kenal lelah menggosok kepala menantu nya dengan sangat lembut.
" Masih muntah juga ya Ma?" bisik Pak Dion pelan karena tidak ingin menganggu Ola yang sudah terlelap.
" Tadi sih iya Pa,tapi setelah minum obat mulai berkurang.Papa dari mana saja?" tanya Bu Nala penasaran.
" Dari ruangan dokter trus mampir dulu di ruangan Papa untuk menelpon Arif dan juga Yesi,mereka akan pulang dalam waktu dekat.apa sudah ada kabar dari Rendi?" baru saja Pak Dion selesai menyebut kan nama nya,ponsel Ola sudah bergetar hebat di atas meja di samping brankar tempat tidur nya.
" Tuh anak nya nelpon,Papa aja yang jawab telpon nya." Bu Nala menyerahkan ponsel Ola ke tangan Pak Dion dan meminta dia untuk berbicara di luar ruangan agar tidak menganggu tidur Ola.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1