Yolanda

Yolanda
Bab 63


__ADS_3

Malam semakin berubah pekat,Rendi yang sudah terbiasa tidur memeluk istrinya akhirnya tidak kunjung bisa memejamkan mata ketika harus berbaring sendirian di atas sofa yang lumayan luas.terasa ada yang kurang dalam hidup nya ketika tidak bisa mencium aroma tubuh istri nya.


Sesal kini di rasakan oleh Rendi ketika dia tidak bisa melayang kan tinju di wajah Yugo yang selalu saja mencari masalah dengan hidup nya.terlebih lagi lelaki itu sudah berani menyentuh istri yang paling dia cintai dan merupakan harta paling berharga dalam hidup nya saat ini.


Melihat ada tempat kosong di samping istri nya yang sedang terlelap.Rendi menyeringai nakal dan tidur bersama istri nya dalam satu tempat tidur.


Ola yang merasa ada sebuah tangan yang melingkar di perut nya terpaksa kembali membukakan mata karena takut jika ada orang lain yang berani menyentuh nya.


" Mas!" gumam Ola lirih dengan detak jantung yang semakin meningkat.


" Iya sayang, tidur lah Aku akan menemani Kamu di sini." Rendi semakin mengeratkan pelukan nya di balas dengan Ola yang juga ikut-ikutan merapat kan tubuh nya masuk ke dalam dekapan suami nya.


Ola dan Rendi akhirnya tertidur pulas dengan damai hingga pagi menjelang.


Bu Nala dan Bu Yesi yang baru saja datang ingin menjenguk Ola sambil membawa sarapan di tangan mereka masing-masing sangat kaget melihat kondisi kedua nya yang saling berpelukan di atas brankar rumah sakit.


Rendi terjaga lebih dulu ketika mendengar pintu kamar mereka di tutup kembali.dia perlahan membukakan mata dan merasa sangat kaget melihat kedua orang tua nya sudah datang dengan sorot mata penuh tanya.


Rendi yang sadar jika tangan Ola masih betah memeluk nya sejak semalam langsung menyingkirkan secara perlahan-lahan agar istri nya tidak ikut terbangun.Ola awal nya sempat terganggu dengan pergerakan Rendi. tetapi karena Rendi yang sigap mengecup dan menggosok punggung nya membuat Ola kembali terlelap indah.


Dengan begitu santai nya Rendi turun dari ranjang dan mendekati kedua orang nya untuk mencium punggung tangan Bu Nala dan juga Bu Yesi secara bergantian.


" Oh Tuhan...Apa Mama sama Bunda nggak lelah ya pagi -pagi sudah datang kesini? Pasti kedua calon nenek ini berpikiran negatif sama Aku." batin Rendi mengusap tengkuknya yang tidak bermasalah.

__ADS_1


" Ola belum bangun juga ya Ren? Memang nya tadi malam dia tidur jam berapa?" tanya Bu Nala curiga.


" Jam setengah Sepuluh Ma, begitu Mama sama semua nya pulang kami langsung tidur kok." jawab Rendi duduk di sofa dengan wajah bantal nya.sedikitpun Rendi tidak merasa risih dengan penampilan nya karena yang ada di ruangan ini adalah keluarga nya sendiri.tidak akan ada yang berani masuk karena di depan pintu sudah ada pin khusus yang hanya di ketahui oleh pemilik kamar yang merupakan pemilik rumah sakit.


Ola yang baru tersadar akibat mendengar pembicaraan yang terjadi di dekat telinga nya perlahan mengucek mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.Ola tersenyum begitu melihat sang Bunda dan juga mertua nya sedang menatap ke arah dia.


" Kamu mau mandi dulu atau mau sarapan dulu sayang?" tanya Bu Yesi mendekat di ikuti oleh Rendi di belakang nya.


" Mandi dulu aja Bun! Badan Ola lengket-lengket semua nya." ujar Ola membuat kedua wanita paruh baya ini langsung menatap curiga ke arah Rendi yang hanya memakai boxer pendek tanpa baju.


" Mas Kamu sudah selesai mandi ya?" tanya Ola yang masih belum sadar.


" Belum sayang,mau mandi bareng." ajak Rendi yang langsung mendapat kan jeweran di telinga kanan nya.


" Jangan macam-macam Ren! Istri masih sakit dan butuh istirahat yang cukup.biar Bunda Yesi aja yang bantuin Ola membersihkan tubuh Ola." tutur Bu Nala yang langsung di sambut anggukan kepala oleh Bu Yesi.


"Jangan Rendi! Kalau Kamu khilaf bagaimana?" ujar Bu Nala ketika Rendi hendak menggendong Ola masuk ke kamar mandi.


" Ya Allah Ma! Rendi juga masih tahu batasan kali,nggak mungkin Rendi mengajak istri Rendi olahraga di saat dia lagi sakit begini.Aku masih bisa kuat untuk menahan nya Ma." ucap Rendi meyakinkan bahwa dia tidak melakukan apapun yang mereka berdua sangkakan kepada dia.


" Pokok nya tetap aja nggak boleh,biar Bunda Yesi aja yang membantu Ola.lebih baik Kamu keluar dari sana." titah Bu Nala tak mau di bantah lagi.


" Kenapa sih Ma nggak percaya banget sama anak sendiri,Kamu mandi nya sama Bunda dulu ya sayang." Rendi langsung keluar setelah mendudukkan tubuh istri nya di kursi khusus yang sudah di siapkan untuk Ola.

__ADS_1


Ola dan Bu Yesi hanya bisa meringis melihat perdebatan yang terjadi antara Rendi dan juga Bu Nala.sebenarnya Ola juga tidak terlalu mempermasalahkan jika Rendi yang akan membantu dia membersihkan tubuh nya.


Pintu kamar mandi langsung di tutup dengan Bunda Yesi yang mulai bekerja membersihkan satu persatu bagian tubuh putri nya.


" Lebih baik Kamu makan dulu sana." ucap Bu Nala ketika melihat Rendi hanya diam di ujung sofa.


" Nanti saja Ma! Biar sekalian sama Ola.lagian Rendi juga belum bersih-bersih." jawab nya cuek.


" Dari tadi Kamu ngapain saja sih Ren? Kamu tadi malam nggak ngapa-ngapain Ola kan?" tanya Bu Nala lirih.


" Mama ini nggak jelas deh! Ola itu istri ku Ma dan bukan orang lain ."sahut Rendi kesal.


" Itu loh yang Kamu tidur di atas brankar sambil memeluk Istrimu.apalagi Kamu hanya memakai celana ini dengan dada polos.Mama khawatir saja jika menantu Mama kamu apa-apain."sindiran yang Bu Nala berikan membuat Rendi kembali mendengus kasar.


" Aku masih punya akal Ma!Mana mungkin Aku tega menyakiti istri ku yang jelas-jelas sedang tidak baik-baik saja.Mama terlalu mengada-ada."balas Rendi tajam.


" Ya nama nya juga lelaki Ren! Susah kadang buat mengontrol yang nama nya nafsu.syukur lah Kamu masih bisa berpikir dengan jernih." Bu Nala mengulum senyum melihat putra nya yang sedang menahan rasa kesal nya.


" Terserah Mama saja lah,ngapain Mama pagi-pagi sudah datang ke sini? Jam besuk nya kan masih dua jam lagi." Rendi berdiri mengambil handuk dari lemari dan mengalungkan di leher nya.


" Rumah sakit ini masih atas nama Mama ya Kalau Kamu lupa.Mama bisa kapan pun datang ke sini sesuka hati Mama.lagian tujuan Mama datang kesini untuk menjenguk menantu Mama dan bukan untuk bertemu Kamu."gerutu Bu Nala tak mau kalah berdebat dengan putra nya.


" Jangan mulai deh Ma! Aku mau mandi di kamar VVIP sebelah saja.nanti kalau menantu Mama itu yang merupakan istri ku tanya bilang saja Aku lagi mandi." Rendi sengaja menekan setiap kata yang keluar dari mulut nya untuk menyadarkan sang Ibu yang selalu saja suka mengajak dia berdebat.

__ADS_1


" CK...Rendi." Bu Nala mengeram kesal tapi tidak berani berteriak karena takut membuat menantu nya kaget.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2