
" Kamu nggak lupa kan sayang,kalau pagi ini ada ujian?" tanya Rendi yang mulai melaju kan mobil nya menuju kampus,pagi ini mereka berdua kembali berangkat bersama karena Rendi yang juga ada jadwal kuliah pagi hingga siang.
" Iya Mas! Ingat." jawab Ola menatap sekilas wajah suaminya dan setelah itu kembali fokus dengan layar ponsel nya.
" Kamu masih marah,soal yang kemarin? Aku capek loh sayang, Kamu diamkan terus dari tadi malam." tanya Rendi dengan suara manja nya.
" Pikir aja sendiri,kalau Aku ada di posisi Kamu pasti lebih dari marah yang terjadi.Aku boleh kan ikut acara kampus yang akan di adakan 1 minggu lagi?" meski sedang marah bercampur kesal,Ola tetap meminta izin terlebih dahulu kepada sang suami sebelum mendaftar kan diri di kelas nanti.
" Mmmm...." Rendi nampak pura-pura berpikir ingin mengerjai sang istri yang sudah tega membuat dia berpuasa tadi malam dan juga pagi ini.
" Mas! Jangan ngeselin deh jadi orang,masa cuman Aku yang nggak ikut sedang teman-teman yang lain pada ikut semua." ketus Ola menatap tajam Rendi yang masih mengulur waktu.
" Sabar sayang! Jangan marah-marah terus,mau dapat izin apa nggak?" ledek Rendi kembali menguji kesabaran sang istri yang dia tahu tidak setebal kulit jambu.
" Iya mau lah,maka nya cepetan jawab iya atau tidak." sungut Ola yang sudah tidak bisa lagi bermanis-manis setelah kejadian tadi malam.
" Tapi ada syarat yang harus Kamu penuhi,yang pertama Kamu harus mendapatkan nilai sempurna pada ujian nanti,dan yang kedua harus memaafkan suami dan tidak boleh menolak perintah ataupun permintaan suami.bagaimana?" Rendi kembali menggunakan taktik berbisnis nya kepada istri nya sendiri,harus ada timbal balik yang akan menguntungkan diri nya sendiri.Ola yang merasa keberatan dengan syarat nomer dua langsung menatap tajam Rendi yang sedang tersenyum miring menunggu keputusan nya.
" Kalau syarat yang pertama sih nggak masalah,tapi kenapa harus ada syarat nomer dua? Itu nggak adil untuk Aku." sanggah Ola kembali cemberut dengan melipat tangan di dada.
" Pokok nya setuju atau tidak? Itu tergantung sama Kamu?" tegas Rendi tidak mau kalah,satu hari libur tidak menggarap lahan subur nya membuat jiwa Rendi gelisah dan kelimpungan setengah mati.
" CK...Kamu kok curang banget sih sama Aku, Mas! " Ola melampiaskan rasa kesal nya dengan memukul lengan Rendi.mendapat kan serangan dadakan dari sang istri membuat Rendi memilih menepikan sejenak mobil di pinggir jalan.tidak enak juga menyetir sambil berdebat dengan istri kecil nya.
" Aku nggak ada maksud untuk curang sayang! Gimana? Di terima atau ngga?" Rendi tersenyum miring menatap wajah Ola yang sudah berlipat ganda menahan rasa kesal.
" Iya deh." jawab Ola singkat tanpa mau menatap wajah suami nya yang dia yakini sedang tertawa di atas penderitaan nya.
__ADS_1
" Oke,deal ya sayang." Rendi mendekat kan wajah nya ke wajah Ola lalu menarik tengkuk Ola agar mudah menggapai bibir yang sedang maju depan.
" Mas! Kusut kan." Ola merengek membenarkan riasan wajah dan juga rambut nya.
" Nggak boleh menolak permintaan suami sayang." ucap Rendi menekan setiap kata yang dia ucapkan.
Sisa perjalanan menuju ke kampus di lewati pasangan suami istri ini dengan saling mendiamkan satu sama lain.begitu mobil sampai di parkiran kampus,Ola langsung turun dari mobil Rendi dan memilih masuk ke dalam kelas nya tanpa mengucap kan sepatah katapun kepada sang suami.
Drt..Drt..Sebuah notifikasi pesan yang masuk di layar ponsel nya memaksa Ola untuk menghentikan langkah kakinya.
" Kamu melewati kebiasaan yang rutin kita lakukan jika ingin berpisah,Aku marah loh sayang, cepetan balik ke mobil sekarang juga jika tidak ingin izin nya Aku cabut kembali." Rendi.
Huft...Ola memejamkan kedua mata menghalau rasa kesal yang bisa merusak mood belajar nya hari ini,tanpa berpikir panjang lagi Ola langsung membalikkan badan nya berjalan menuju parkiran mobil dan segera naik ke atas mobil milik suami nya.
" Jangan di ulangi lagi kalau tidak mau di laknat sama Malaikat,senyum sayang!" seru Rendi mengulur kan tangan saat melihat Ola yang ingin mencium punggung tangan nya.
Hap...Rendi menahan lengan Ola sebelum wanita itu benar-benar pergi dari mobil nya.
" Eits...Ini belum." Rendi menunjuk bibir dan juga kedua pipi yang belum mendapatkan asupan energi dari istri nya.
" Kan tadi di tengah jalan udah loh Mas! Kenapa Kamu sangat mesum sekali sih?" ketus Ola menghentakkan kaki di lantai mobil.
" Sayang!" panggil Rendi memperingati.
" Iya Mas Rendi yang tampan." Ola membesarkan bola mata nya tapi masih tetap melakukan apa yang di minta oleh suami nya.
" Gini kan bagus! Yang rajin belajar ya sayang! Biar cepat lulus ." Rendi mengacak lembut rambut Ola dan setelah itu membiarkan Ola turun dari mobil nya karena sebentar lagi jadwal kuliah akan segera di mulai.
__ADS_1
Ketiga sahabat Ola yang melihat wajah masam dari Ola dari jarak jauh sudah bisa menebak jika telah terjadi sesuatu kepada Ola dan pasti menyangkut tentang suami tampan nya.
" Kamu kenapa datang-datang cemberut kayak gitu?" tanya Risa heran.
" Ah enggak kok." jawab Ola datar.
" Jangan bohong! Pasti ini tentang Pak dosen kan?" tebak Meri yang langsung di balas anggukan kepala oleh Ola.
" Kamu dapat izin nggak buat ikut kegiatan minggu besok?" tanya Risa lagi.
" Iya,tapi ada banyak syarat yang harus Aku penuhi dan itu yang membuat Aku kesal ingin memakan nya." ujar Ola menelungkup kan wajah di meja membayangkan permintaan aneh dari suami nya yang pasti akan membuat dia kelelahan.
Andai saja ketiga sahabat nya tahu apa yang di minta oleh suami nya pasti mereka juga tidak akan mudah percaya ucapan nya karena selama ini yang mereka tahu Rendi adalah pria dingin dan sangat kaku.
" Udah lakukan aja apa yang di minta suami mu! Toh itu demi kebaikan bersama.yang penting sekarang ini Kamu udah dapat izin dan kita bisa berangkat bersama-sama." sorak Meri bahagia karena sebentar lagi akan terbebas dari jadwal kuliah yang begitu menjenuhkan untuk dia yang tidak hobi belajar.
" Benar tuh La! Tapi hari ini suami mu datang nggak ke kampus?" tanya Dini penasaran karena tadi malam dia tidak sempat belajar akibat Yuda yang ngajak dia menginap di apartemen nya.
" Ya datang lah,tuh orang nya lagi jalan ke sini." Ola memajukan mulut menunjuk ke arah Rendi yang melangkah ke kelas mereka menggunakan kemeja abu-abu dan celana bahan warna hitam.
Rendi tersenyum bangga menatap lembar Jawaban milik istri nya.bahkan Ola juga menepati janji untuk tidak memberikan contekan kepada ketiga sahabat nya.
" Kamu boleh pergi ke Bogor." Rendi.
Ola yang sudah membaca pesan masuk dari suami langsung tersenyum sumringah dengan mengucapkan kata terimakasih lewat gerakan mulut nya dan di balas anggukan kepala oleh Rendi dari depan sana.
Jangan lupa like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1