Yolanda

Yolanda
Bab 58


__ADS_3

Suara deru mobil yang terdengar membuat Ola dengan bersemangat melangkah keluar menyambut kedatangan suami nya, membuat kedua orang tua dan juga mertua nya mengulum senyum melihat tingkah manja Ola yang sungguh menggelitik isi perut mereka.


Ola sangat yakin jika yang datang itu adalah suami nya meski tak harus melihat sekali pun.dan benar saja saat pintu utama terbuka lebar,nampak lah sosok yang sangat ingin Ola peluk melangkah menghampiri nya dengan membawa 4 kantong makanan di tangan nya.


" Mas.." gumam Ola berlari berhamburan memeluk tubuh suami nya.padahal mereka baru terpisah hitungan jam.tapi Ola sudah sangat merindukan sosok suami nya.


" Jangan lari-lari sayang! Kamu sudah makan malam?" tanya Rendi ikut memeluk tubuh istri nya.


Ola dengan cepat menggeleng kan kepala tanpa menjauhkan kepala nya dari dada Rendi.


" Tadi Kamu bawa apa Mas?" tanya Ola lagi.


" Pesanan Kamu tadi siang,mau makan sekarang atau tunggu Aku mandi dulu?" Rendi sangat merasakan perubahan sikap istri nya yang selalu ingin menempel kepada dia.Rendi tidak pernah merasa risih dan malah semakin jatuh cinta dengan apa yang ada dalam diri istri nya.


"Nggak usah mandi juga nggak papa Mas! Aku suka bau tubuh Kamu yang seperti ini." ucap Ola begitu manjanya.


"Nanti Mama bisa protes loh sayang! Aku baru dari luar dan ketemu banyak orang,kalau Kamu sama dedek nya kenapa-kenapa bagaimana? Aku mandi nya cuman sebentar doang kok.nanti Aku peluk lagi Kamu." Rendi mengelus lembut kepala Ola seraya mendarat kan kecupan sayang di puncak kepala istri nya.


" Ya udah ayok Aku temani Kamu mandi nya." ajak Ola terpaksa harus melepas kan pelukan nya dan ikut naik menuju kamar.


" Mama sama Bunda kemana sayang?" tanya Rendi heran.


" Masih duduk di depan televisi nunggu Kamu pulang." jawab Ola sekena nya.


Rendi mengangguk dengan cepat dan begitu sampai di dalam kamar dia langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya.kehamilan Ola membuat dia semakin lebih waspada dan tak ingin melakukan kesalahan sekecil apapun.


" Ini baju Kamu Mas!" ucap Ola yang baru keluar dari ruang ganti.


" Terimakasih Mama." bisik Rendi jahil dan dengan gemas nya mengecup bibir Ola sampai membuat kedua nya hilang kendali.


" Mas...Teruskan.." rengek Ola yang sudah tidak tahan lagi.


Rendi dengan cepat mengunci pintu kamar dan berjalan menghampiri Ola yang sudah berada di atas ranjang dengan keadaan polos.


Pusaka yang sudah menegang akibat sentuhan tangan istrinya membuat Rendi juga ingin segera melompat menerkam habis Ola yang sudah mencandu nya.


" Emang nya Kamu nggak lapar sayang?" tanya Rendi memastikan.


" Nanti saja makan nya,ayok mulai Mas." rengek Ola ketika melihat Rendi masih tetap mengulur waktu.


" Tapi pelan-pelan ya Mas." imbuh nya ketika masih ingat pesan dari dokter kandungan nya kemarin.


" Iya sayang,Aku akan melakukan nya dengan sangat hati-hati."Rendi yang juga masih mengingat bagaimana pesan dokter putri kemarin memilih bermain dengan lembut karena tidak ingin menyakiti orang yang dia sayangi,meski hasrat nya meronta ingin bermain cepat agar merasa lebih puas,tapi nyata nya kewarasan Rendi masih berfungsi dengan cukup baik sehingga membuat pria ini masih bisa mengontrol diri nya dengan baik.


Suara erangan Ola terdengar begitu indah di telinga Rendi,pria itu semakin gencar mencumbu istri nya . keringat bercucuran membasahi kulit kedua insan ini dengan nafas yang terengah-engah saat hendak meraih puncak pelepasan pertama.

__ADS_1


" Sayang..." Rendi mengerang panjang di sambut dengan suara merdu Ola yang juga berhasil meraih kenikmatan dunia.


Cup..Rendi mengecup kening Ola sambil menyeka keringat yang membasahi kening istri nya. setelah 10 menit beristirahat,Rendi lalu menggendong tubuh Ola masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh mereka yang sudah basah oleh keringat percintaan.


Bu Nala yang hendak memanggil anak beserta menantu nya langsung terpaku di depan pintu saat telinga nya menangkap bunyi sesuatu yang berasal dari dalam kamar mereka.


" Astaga Rendi! Kenapa nggak di hidupkan peredam suara nya." gerutu Bu Nala berjalan cepat merutuki niat baik nya.


Bu Yesi yang tahu jika Bu Nala sedang kesal lalu menghampiri besan nya dengan rentetan pertanyaan yang akurat.


" Kenapa Mbak?" tanya Yesi penasaran.


" Tuh anak-anak,lagi main kuda-kudaan di kamar malah pakai acara pamer segala lagi.mana kehamilan Ola masih sangat muda. Aku takut nya Rendi tidak bisa mengontrol diri nya nanti." ucap Bu Nala cukup lantang sehingga membuat siapapun bisa mendengar nya termasuk para asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan makanan di atas meja makan.


Bu Yesi menahan tawa nya membayangkan seperti apa yang di dengar oleh besan nya di kamar atas.ingin meledek secara terang-terangan tapi urung dia lakukan karena tidak ingin membuat onar di meja makan.


" Jaga bicara mu Ma,banyak orang di sini yang bisa mendengar nya.biarkan saja mereka melakukan apapun yang mereka mau.toh mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri." tegur Pak Dion kala melihat mulut istri nya lepas kontrol.


" iya Pa,tapi nggak usah kedengaran sama yang lain juga.bisa kan dia mengaktifkan dulu peredam suara nya.ini malah keasyikan bersenandung di dalam sana sampai membuat Mama merinding mendengar nya."cibir Bu Nala yang merasa menyesal ingin menjemput anak-anak nya untuk turun ke lantai bawah.


" Sudah lah jangan di bahas lagi,kita tunggu saja mereka turun dari kamar dan jangan pernah lagi mengungkit apa yang Mama dengar tadi,nanti Ola bisa malu Ma." Pak Dion selalu saja memikirkan menantu Kesayangan nya, sedikit saja lecet mungkin Pak Dion adalah orang pertama yang merasa terluka.


" Iya ...Iya Pa.Ola memang sudah mencuri kasih sayang Papa semua nya." ledek Bu Nala yang bukan nya marah malah tersenyum simpul menatap kedua besan nya.


Di saat para orang tua sedang berdebat tentang permainan mereka di kamar tadi,Rendi dan Ola melangkah dengan sangat santai tanpa merasa curiga sedikitpun.


" Iya nggak papa,udah ayok duduk sana.kasihan istri mu sudah kelaparan." ucap Pak Dion sebelum Bu Nala angkat suara.


Rendi menarik kursi untuk Ola duduk, setelah memastikan istri nya Duduk dengan nyaman baru lah Rendi duduk di kursi yang ada di samping Ola dan berhadapan langsung dengan Bu Nala dan juga Bu Yesi.


Kedua wanita paruh baya itu menatap mereka dengan tersenyum manis.begitu tatapan mata Bu Nala sampai di mata Rendi, wanita paruh baya ini langsung mengubah nya menjadi tajam.


" Mas! Donat Aku tadi mana?" tanya Ola yang tidak berselera untuk makan nasi dan lebih memilih untuk memakan donat yang di beli oleh suami nya.


" Makan nasi dulu sayang, setelah itu baru boleh makan donat sama kebab nya." jawab Rendi lembut takut menyakiti perasaan istri nya yang terlalu sensitif.


" Aku nggak suka makan nasi Mas! Mau nya donat aja." ucap Ola sehingga membuat para orang tua saling menatap dengan rasa khawatirnya.


" Kasihan dedek bayi nya,makan sedikit saja ya sayang, nanti biar Aku yang suapin Kamu." tawar Rendi agar istri nya masih mau memakan nasi dan juga sayur.


" Iya sayang,Kamu harus makan nasi dulu biar ada tenaga.walaupun hanya sedikit tapi Kamu harus tetap makan ya." sahut Bu Yesi ikut membantu membujuk putri nya.


" Donat nya ada di meja sana, nanti Mama temenin Kamu makan donat nya,tapi harus makan nasi dulu." Bu Nala juga ikut membujuk Ola yang sedang susah makan.


" Baiklah.tapi sedikit saja ya Mas." ujar Ola pasrah karena tidak punya pilihan lain lagi.

__ADS_1


Rendi mengangguk meskipun sebenarnya hati nya menolak mendengar kata sedikit itu.


Seperti janji nya tadi,Rendi dengan telaten memasukkan nasi ke dalam mulut Ola menggunakan tangan nya sendiri.Ola yang mengeluh mual mencium bau sendok memaksa Rendi harus mencuci tangan nya dengan bersih agar bisa menyuapi istri nya yang sedang banyak tingkah.padahal menurut dia bau yang tercium dari sendok biasa saja dan sama sekali tidak berubah sedikit pun.karena penciuman Ola yang sedang sensitif membuat Rendi dan semua orang mengalah mengikuti semua permintaan nya dari pada tidak makan sama sekali.


Satu piring nasi habis di lahap oleh Ola dengan di bantu oleh suami nya.para orang tua akhirnya bisa bernafas lega melihat piring yang sudah kosong, terlebih lagi Ola langsung menambah isi perut nya dengan dua buah donat dan juga satu kebab yang masih hangat.


" Ini makan aja Bun,Ma! Ola udah kenyang banget." ucap Ola sambil mengelus perut nya.


" Yakin nggak mau lagi, nanti kalau sudah habis nggak boleh di cari lagi ya sayang." ledek Bu Yesi dengan senang hati menghabiskan dua kotak donat dengan di bantu oleh Bu Nala.sedangkan para suami sudah duduk di teras depan bermain catur dengan para penjaga yang juga jago bermain catur.


Dan untuk Rendi masih betah duduk di samping istri nya sambil memegang macbook di tangan nya.seberapa pun heboh nya suara para wanita yang ada di sekitar nya tidak membuat Rendi merasa terusik dan tetap melanjutkan pekerjaan nya dengan teliti.


" Ren! Nanti susu Ola jangan lupa di bawa ke kamar ya." ucap Bu Yesi mengingat kan menantu nya.Ola yang semakin aneh selalu meminta susu hasil buatan suami nya sendiri dan tidak boleh di ganti dengan orang lain.


" Iya Bun." jawab Rendi.


" Kamu ingat kan istri mu lagi hamil! Jadi jangan di ajak main terlalu lama dan kasar." pinta Bu Nala dengan begitu berani nya.


" Iya tahu Ma! Aku bukan tipe suami yang nggak sayang istri sama anak nya.tanpa Mama ingatkan pun Aku selalu menjaga mereka dan ingat dengan pesan Dokter kemarin." tegas Rendi menatap sebentar Mama nya lalu kembali melirik macbook dengan sangat fokus.


" Kali aja Kamu lupa! Pria kalau sudah urusan ranjang suka lupa daratan." ledek Bu Nala sehingga membuat Rendi terlihat kesal.


" Apaan sih Ma!Jaga istri ku dulu,Aku mau buat susu untuk mereka." Rendi segera beranjak menuju dapur meninggalkan macbook yang masih menyala di samping istri nya.


Ola yang tidak merasa curiga sama sekali dengan ucapan mertua nya memilih tetap menyadarkan tubuh nya di dinding sofa sambil menikmati tayangan yang ada di layar televisi.


Beda hal nya dengan Bu Nala dan juga Bu Yesi yang sedang heboh melihat koleksi berlian dari teman arisan mereka yang memang agen berlian ternama.


" Ayok Sayang kita ke kamar,Kamu harus banyak istirahat." ajak Rendi karena jam di dinding pun sudah menunjukkan pukul 21.35 wib.


" Iya Mas." Ola menerima uluran tangan suami nya sebelum itu membantu suami nya membawakan macbook menuju kamar.


" Ola ke kamar dulu ya Bun,Ma!" pamit Ola kepada kedua orang tua nya.


" Iya sayang,ibu hamil memang harus istirahat yang cukup." setelah kepergian Ola dan juga Rendi,kedua wanita paruh baya ini kembali menatap layar ponsel masing-masing mencari berlian terbaru yang akan menambah koleksi mereka di rumah.


" Minum susu nya dulu ya sayang." ucap Rendi mengingat kan istri nya yang sudah selesai berganti pakaian.


" Iya Mas." Ola menerima gelas putih itu dan meneguk isi nya sampai habis tak bersisa.


" Peluk Mas." rengek Ola melingkar kan tangan nya di perut Rendi yang polos tanpa memakai baju.


" Iya sayang, tidur lah Aku akan menemani mu sampai tertidur ." Rendi mengusap punggung Ola dengan lembut hingga beberapa detik kemudian terdengar suara dengkuran halus milik Ola yang sudah tertidur pulas.


" Makasih sayang.sudah hadir dalam hidupku." batin Rendi terus mengelus punggung Ola meskipun istri nya sudah terlelap, sesekali dia juga mencium wajah istri nya dengan penuh rasa kasih sayang.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2