Yolanda

Yolanda
Bab 21


__ADS_3

Ola yang membayangkan akan bosan jika sendirian di rumah.mengetik pesan di ponsel nya lalu mengirim kan kepada Rendi.


" Mas! Nanti pulang dari kampus Kamu mau langsung ke kantor atau pulang ke rumah?" Ola menyimpan kembali ponsel nya menunggu pesan balasan dari pria datar tetapi mampu menggetarkan rasa di dada nya.


Ting...Getaran kecil yang terasa di dalam saku celana nya membuat Ola bersemangat untuk membuka ponsel canggih nya.rupa nya benar nya.pesan itu datang dari nomer yang sudah dia tunggu -tunggu kedatangan sejak tadi.


" Keruangan Aku sekarang juga.Aku tunggu dan nggak pakai lama." begitu lah bunyi balasan yang Ola dapat kan.


Demi mendapatkan apa yang dia inginkan.Ola memutuskan meminta izin ke toilet kepada seorang dosen yang tengah berdiri di depan kelas.Ola berdalih ingin mengganti pembalut yang sudah penuh.untung nya dosen wanita ini mau mengerti dan memberi dispensasi waktu untuk Ola yang kebanjiran.


Ola berlari menuju sebuah ruangan yang dia ketahui sebagai ruangan khusus untuk suami nya.


Sebelum mengetuk pintu yang berwarna hitam ini.Ola melihat keadaan sekeliling.setelah dia merasa aman baru Ola mengetuk pintu sampai terdengar suara Rendi yang menginterupsi dia untuk masuk kedalam.


Tokk..Tok..Tok..


" Masuk." balas Rendi yang sudah siap-siap hendak pergi.


Ceklek


" Mas!" panggil Ola begitu lemah lembut.berharap kali ini mendapatkan izin dari sang suami.selama mereka menikah Ola selalu terkurung di rumah dan selebihnya berada di kampus.bisa di bayangkan bagaimana mumet nya otak Ola jika situasi seperti ini terus berlanjut sampai esok hari.


" Hmmm." Rendi berdehem duduk di ujung meja menunggu Ola membuka suara kembali.


Ola mendekat dan tidak lupa menutup pintu dengan rapat agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


Ola yang diam masih menyusun kata-kata terbaik supaya sang pria memberikan dia kebebasan kembali di buat semakin gugup saat Rendi menarik kursi nya tepat berada di depan posisi tempat duduk nya.


" Ada apa? Kenapa Kamu suka sekali melamun akhir-akhir ini?" tanya Rendi menopang tangan di kedua sisi kursi yang di tempati oleh Ola.


" Ada apa? Nggak tahu apa ini semua gara-gara sikapnya yang aneh maka nya Aku sering melamun begini,pakai acara pura-pura nggak tahu segala lagi." batin Ola hanya berani berucap dalam hati nya.


" Ola! Bukankah sekarang Kamu ada jam kuliah, cepat katakan apa yang mau Kamu bicarakan?" hardik Rendi karena dia pun tidak punya banyak waktu lagi.ada meeting dadakan yang harus di hadiri di perusahaan nya.sedangkan di kelas lain terpaksa dia berikan tugas yang cukup banyak agar mereka tetap diam di dalam ruangan kelas.


" Mas!Kamu mau ke kantor ya?" tanya Ola membuka suara.

__ADS_1


" Iya , memang nya ada apa? Apa perut mu kembali sakit?" tanya Rendi khawatir.


Ola dengan cepat menggeleng kan kepala.


" Bukan itu,tapi Aku datang kesini untuk meminta izin mau cari angin segar sama teman-teman.boleh ya?" harap Ola menyatukan kedua tangan di dada berharap sang pria luluh dengan apa yang dia lakukan.


" Jalan-jalan maksudnya?" tebak Rendi yang tidak suka dengan perumpamaan yang di ucapkan oleh Ola.


" Iya itu Mas." jawab Ola gregetan.bukan nya memberikan izin yang ada Rendi malah memperjelas ucapan nya tadi.


" Memang nya Kamu mau kemana? Sama siapa aja dan pulang nya jam berapa?" tanya Rendi dengan raut wajah serius.


Ola mendadak pasrah karena yakin bahwa dia tidak akan mendapatkan izin.sikap posesif yang mulai di tunjukkan Rendi semakin menguatkan dugaan nya.Ola menghela nafas berat nya sebelum dia melanjutkan pembicaraan.ini lah salah satu alasan kenapa dia belum ingin menikah muda.tidak ingin terkekang dan masih mau menghabiskan waktu nya dengan bersenang-senang bersama teman-teman seumuran dengan dia.


Bisa saja sih Ola pergi tanpa meminta izin.tetapi dia tidak ingin di anggap sebagai wanita liar yang susah di atur.meski masih belajar menerima pernikahan ini.Ola tentu nya juga menginginkan Rendi menganggap dia sebagai istri yang baik dan patuh kepada suami.


" Rencana nya Aku mau jalan ke mall Indoplaza sama Risa,Meri dan Dini.ada yang harus Aku beli Mas.boleh ya?" mohon Ola selembut mungkin.


" Kalau Aku bilang nggak boleh bagaimana?" goda Rendi yang suka sekali membuat Ola kesal.


" Sudah selesai mengoceh nya?" tegur Rendi yang dari tadi menyimak apa yang di ucapkan oleh istri nya dengan menahan rasa ingin tertawa.niat hati ingin menjahili sang istri malah yang di jahili kesal benaran dan meluapkan semua isi hati nya tanpa jeda.


Ola yang mendapat kan teguran dari suami nya hanya mampu meneguk Saliva dengan susah payah.


" Sekarang Kamu denger kan dulu apa yang mau Aku katakan kepada Kamu."ucap Rendi menatap dalam wajah istri nya.


" Sebenar nya Aku tidak pernah melarang atau berniat untuk mengurung Kamu di rumah.Aku juga nggak ingin Kamu berpikir kalau pernikahan ini akan mengekang kebebasan Kamu yang masih muda.Kamu boleh pergi bersama teman-teman mu.tapi harus ingat batasan dan pulang tepat waktu.jangan sampai Aku pulang ke rumah nanti sedang kan Kamu masih belum pulang juga.Aku akan marah besar jika itu sampai terjadi.paham!"Rendi memegang bahu Ola dan sengaja menekan setiap kata yang dia ucapkan supaya istri nya bisa memahami.


"Iya paham.jadi boleh kan sepulang kuliah nanti Aku pergi?" tanya Ola memastikan.


" Boleh.dan satu lagi! Jangan lupa makan siang." pesan Rendi yang kemarin baru tahu dari Bunda Ola kalau wanita kecil ini punya riwayat sakit maag.


Ola tersenyum mendengar kata terakhir yang keluar dari mulut suami nya.sebuah pesan singkat tapi mampu meluluhkan sampai ke ulu hati nya.


" Siap Bos." balas Ola mengacungkan jari jempol nya.

__ADS_1


Rendi mengacak rambut Ola dengan sangat gemas.


" Udah pintar menggoda Kamu ya.udah sana balik ke kelas.nanti dosen nya nyariin Kamu lagi." usir Rendi mengingat kan.pria ini tidak ingin pernikahan mereka membawa perubahan buruk untuk Ola yang terkenal kalem dan berprestasi.


" Iya ini mau langsung ke kelas.Kamu mau ke kantor sekarang?" tanya Ola lagi dan beranjak dari kursi setelah Rendi melepas tautan tangan di kedua bahu nya.


" Hmm." Rendi kembali berdehem dan sedetik kemudian kembali menggoda Ola yang sudah bersiap-siap hendak keluar.


" Atau kalau nggak Kamu ikut ke kantor aja.biar kita sama-sama nggak bosan? Gimana?" tawar Rendi mengulum senyum.


" No! Yang ada Aku tambah bosan dan pingsan di tempat.Kamu mah enak ada banyak berkas yang bisa Kamu baca.nah Aku? Cuman bisa bengong dengan bermain ponsel.udah Aku mau keluar dulu.lama- lama di sini nanti Mas berubah pikiran lagi.rugi Aku nya." Ola memutar badan nya agar bisa kembali ke kelas.tetapi belum sepenuhnya badan mungil ini berputar.tangan kekar Rendi kembali menghentikan langkah kaki nya dan memaksa dia untuk merapat masuk kedalam dekapannya.


" Kamu melupakan sesuatu." bisik Rendi tepat di samping telinga Ola.


" Apa?" tanya Ola polos.


Cup...Cup...Cup...


Setelah puas dengan wajah.kini Rendi turun menyatu kan paksa kedua bibir mereka sampai membuat Ola hanyut dan menikmati permainan ini.Rendi menyesap bibir mungil ini dengan begitu lembut sampai membuat kedua nya kepanasan.jika tidak ingat kalau Ola masih harus kembali ke kelas sekarang juga.sudah di pastikan Rendi akan mengurung wanita ini tetap berada di dalam ruangan nya.


" Ini milik ku." ujar Rendi menunjuk bibir yang sudah menjadi candu untuk nya setelah ciuman mereka terlepas.


" Kamu suka banget sih Mas nyerang Aku mendadak.bengkak kan!" gerutu Ola merasa bibir nya lebih tebal dari biasa nya.


" Masih tetap cantik kok.udah sana masuk ke kelas sebelum Aku berubah pikiran." Rendi membantu Ola mengelap dagu yang masih basah terkena lelehan saliva.tangan nya terulur merapikan rambut sang istri yang sedikit berantakan karena ulah mesum nya.


" Nih minum dulu." Rendi membuka tutup botol dan menyerah kan kepada Ola.


Tanpa pikir panjang Ola menerima nya dan meneguk air itu untuk membasahi dahaga nya mulai kering.


" Ingat pesan yang Aku sampai kan tadi.Aku langsung ke kantor ya." Rendi mengulur kan untuk di cium oleh istri nya setelah itu giliran dia mencium kening istri nya.


" Aku kelas ya Mas." pamit Ola membuka pintu dan berlari menuju kelas nya.beruntung nya saat ini sang Dosen sedang menerima telepon di sudut kampus sehingga membuat dia selamat dari ribuan pertanyaan yang bisa menyudutkan dirinya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2