Yolanda

Yolanda
Bab 61


__ADS_3

" Mas kangen!" seru Ola dengan begitu manja nya.


"Belum lagi berjauhan masa sudah kangen? Sayang ini beneran Kamu kan?" Arif menelisik setiap inci wajah istri nya mencari sebuah bukti akurat yang mengatakan jika wanita yang sedang memeluk dia dengan begitu posesif ini adalah istri nya yang dulu cuek dan tidak pernah mengatakan kangen sekalipun mereka sudah berpisah jauh.


" Ya beneran Aku lah Mas! Memang nya siapa lagi? Hari ini Kamu di rumah aja ya Mas?" pinta Ola sambil merengek penuh harap.


" Hari ini Aku ada meeting sayang, beberapa hari ini Kamu selalu meminta Aku untuk di rumah.ada apa?" tanya Rendi mengelus lembut perut Ola.


" Aku nggak mau jauh-jauh dari Kamu!Pengen nya kayak gini terus seharian ini." ucap Ola cemberut.


" Aku janji akan lebih sering menemani Kamu nanti nya,tapi hari ini Aku harus tetap kerja.gimana kalau Kamu ikut Aku saja atau mau Aku antar ke rumah Bunda dan Mama?"tawar Rendi yang memang sedang sibuk dan tidak bisa cuti dulu dari pekerjaan nya.tapi dia juga tidak tega meninggalkan istri nya sendirian di dalam kamar dalam situasi seperti ini.


" Aku mau ikut Kamu saja,memang nya boleh?" tanya Ola kembali.


" Boleh dong sayang! Nanti Kamu bisa istirahat di ruangan biasa dan nggak boleh turun ke lantai bawah lagi." tegas Rendi agar istri nya tidak mengulangi kebiasaan nya yang selalu mengajak Bella mencari makanan enak di depan kantor.


" Oke suami ku! Tapi nanti kita mampir dulu buat beli cemilan ya Mas! Aku gampang lapar dan pengen nya makan terus." tutur Ola begitu polos nya sehingga membuat suami nya mengulum senyum bahagia.


" Ya sayang! Sudah sana Kamu siap-siap dulu,atau mau mandi bareng aja?" tawar Rendi begitu antusias.


" No! Aku tahu apa yang sedang Kamu pikirkan sekarang Mas! Tubuh Aku masih sangat lelah sekali! Tapi nanti malam kayak nya udah bisa di ajak olahraga deh." Ola bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuh nya yang berbau keringat.


Rendi tergelak mendengar ucapan istri nya.sifat Ola yang selalu berubah-ubah membuat Rendi gamang dan sulit menebak suasana hati istri nya yang sedang hamil tersebut.


Setelah kedua nya berpenampilan cantik dan tampan, pasangan suami istri ini langsung turun ke lantai bawah menikmati sarapan yang sudah di siapkan oleh para asisten rumah tangga.


" Susu nya jangan lupa di minum sayang." ucap Rendi mengingat kan .


" Iya Mas! Ini Kamu yang bikin kan?" tanya Ola memastikan.


Rendi tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


" Iya sayang! Di habiskan ya." pinta Rendi begitu lembut.


Ola meneguk isi gelas tersebut hingga habis tak bersisa lagi.bahkan setetes yang tertinggal saja langsung di minum kembali oleh Ola karena susu buatan suami nya terasa begitu manis dan pas di lidah nya.


Rendi dan Ola berangkat menuju kantor dengan di antar oleh Pak zen.sedangkan beberapa bodyguard berada di mobil yang satu nya lagi dan mengikuti mereka dari belakang.


Ola yang memang berniat ingin membeli cemilan sejak tadi sudah gelisah mencari minimarket dan juga warung yang menjual jajanan ringan untuk menemani dia seharian beraktivitas di kantor suami nya.Rendi yang sedang menerima telepon dari kolega bisnis langsung melepas kan genggaman tangan mereka berdua ketika melihat Ola hendak turun dari mobil.


" Yang di depan aja deh Pak! Yang ini kayak nya makanan pedas deh.nanti biar sekalian bisa beli cemilan juga." titah Ola kembali duduk manis dan meminta Pak Zen agar maju ke arah depan sedikit lagi.


Begitu mobil sudah berhenti dengan sempurna.Ola bergegas turun setelah mendapatkan anggukan kepala dari suami nya yang masih sibuk berbincang dengan rekan-rekan bisnis nya.


Ola yang sudah bersemangat ingin membeli pentol dan juga martabak mini yang ada di depan supermarket besar itu langsung saja turun tanpa menoleh ke kiri ataupun ke kanan.teriakan para bodyguard yang baru sampai dari arah belakang membuat Ola terdiam di tempat dan dengan cepat sebuah mobil menyenggol tubuh yang sedang hamil itu sampai membuat kening dan lengan nya terbentur keras ke bahu jalan.Ola yang sangat syok langsung pingsan tak sadarkan diri lagi.apalagi sebelum dia menutup mata kepala nya terasa berdenyut nyeri di sertai dengan rasa perih yang teramat kentara dari bahu nya.


Para bodyguard yang sempat melompat untuk mencegah mobil itu ikut terseret cukup jauh sehingga membuat tubuh nya di penuhi oleh luka dan memar.


" Sayang..." teriak Rendi melempar ponsel yang masih menyala dan bergegas menghampiri istri nya yang sudah tak berdaya lagi.amarah seketika membuncah di kepala Rendi ketika peristiwa naas ini terjadi di depan mata nya sendiri.satu persatu bodyguard yang datang menghampiri nya di tatap begitu tajam oleh Rendi sampai membuat semua nya menunduk ketakutan.


" Siap Bos!" jawab mereka langsung berpencar dan menghubungi rekan yang lain nya untuk segera menjalankan misi penting dari Bos mereka.


" Dari mana saja mereka itu! Hal seperti ini saja tidak bisa mereka atasi dengan cepat." geram nya langsung menggendong tubuh istri nya masuk kedalam mobil dan di bantu oleh Pak Zen yang dengan sigap membukakan pintu mobil untuk majikan nya.


" Tadi ada mobil yang sengaja menghalangi jalan kami Bos! Seperti nya mobil itu bagian dari rencana ini?" tebak salah satu bodyguard sehingga membuat Rendi bungkam dengan berbagai spekulasi yang ada di benak nya.


" Tuntaskan semua nya sampai bersih!" seru Rendi langsung meminta Pak Zen untuk segera melajukan mobil dengan cepat.sementara bodyguard tadi sudah kembali ke tempat terjadinya penghadangan dan segera meretas Cctv jalan untuk melihat siapa pengendara mobil tersebut.


Rendi memangku tubuh istri nya dengan sangat panik dan juga cemas.terlebih lagi saat ini sang istri sedang hamil anak pertama mereka yang di gadang-gadang akan menjadi cucu kesayangan kedua orang tua mereka.


Wajah Rendi bukan main tegang nya dan ingin sekali rasa nya dia terbang melayang membawa istri nya agar lebih cepat sampai di rumah sakit.


" Lebih cepat lagi Pak." pinta Rendi ketakutan.

__ADS_1


" Siap Tuan muda." balas Pak Zen mulai menginjak pedal gas untuk lebih cepat lagi.


Beruntung nya di depan mereka ada motor petugas patwal yang membantu mereka untuk lebih cepat lolos dari jebakan kemacetan ibu kota.Rendi mendesah lega dan berlari menggendong tubuh istri nya masuk ke dalam rumah sakit.


" Tolong selamatkan istri dan juga anak ku." teriak Rendi ketika melihat para tenaga medis menghampiri nya.mengetahui siapa pemilik suara itu membuat para dokter dengan cepat melakukan tindakan sebelum pemilik rumah sakit ini memecat mereka semua dari pekerjaan ini.


" Kami akan berusaha Pak Rendi." Pintu ruangan perawatan langsung di tutup dan Rendi hanya di perbolehkan untuk menunggu di luar ruangan.


Rendi terus mengusap wajah nya dengan kasar ketika melihat pintu ruangan masih tertutup rapat dan belum ada tanda-tanda jika dokter akan keluar dari sana.


" Bagaimana keadaan menantu Saya Dok?"


" Bagaimana keadaan anak Saya Dok?"tanya Bu Yesi dan juga Bu Nala secara bersamaan.


Rendi baru saja ingin membuka mulut ketika melihat para dokter keluar dari ruangan tindakan langsung bungkam dengan rasa kaget ketika melihat para orang tua sudah berada di rumah sakit.entah siapa yang mengabarkan berita ini kepada para orang tua nya, yang jelas saat ini mereka terlihat gelisah dan sangat khawatir sekali.


Dokter putri dan dua orang dokter lain nya langsung tersenyum hangat.


" Nona muda tidak mengalami luka yang serius,hanya ada luka yang sedikit terbuka di kening dan beberapa luka kecil lain nya dan memar di beberapa bagian tubuh Nona muda.sedangkan untuk kandungan Nona muda tidak berpengaruh sedikit pun karena benturan itu langsung terjadi di bagian atas." penjelas dari Dokter Putri membuat semua anggota keluarga menarik nafas panjang dan tidak lupa mengucap rasa syukur mereka atas keadaan Ola yang tidak terlalu parah.


" Apa kalian yakin? Apa kalian sudah melakukan pemeriksaan secara intensif?" tanya Pak Dion tegas.


" Yakin Pak! Kami sudah melakukan pemeriksaan sangat detail dan akurat.Nona muda baik-baik saja tapi untuk saat ini jangan dulu bergerak berlebihan." terang dokter putri yang keringat dingin berhadapan langsung dengan Pak Dion yang tegas dan lugas.


" Baiklah.terimakasih." ucap pria Paruh baya ini langsung mengikuti anggota keluarga yang sudah masuk ke dalam ruang perawatan Ola.ruang perawatan ini masih sama seperti dulu ketika dia pingsan.Rendi berdiri di samping istri nya dengan rasa penyesalan yang mendalam.dia juga tidak lupa menghubungi asisten pribadi nya kalau saat ini dia tidak bisa berangkat ke kantor karena kecelakaan yang di alami oleh istri nya.


Mau tidak mau akhirnya Pak Dion yang turun tangan membantu putra nya menghandle sejumlah pekerjaan yang memang sedang menjadi proyek besar perusahaan mereka.


Pak Dion segera pamit begitu melihat menantu nya baik-baik saja dan calon cucu mereka juga sehat tanpa ada kendala.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2