
" Kantin yuk geng." ajak Risa kepada teman-teman nya.
" Boleh! Aku lagi pengen makan puding nya Bu tari." sahut Ola girang.
" Lagi ngidam Bu!" goda Meri tertawa kecil.
" Gimana mau ngidam! Bikin adonan nya aja belum." timpal Risa yang memang tahu kalau saat ini Ola masih di datangi tamu bulanan nya.
Meri dan Dini sontak saja langsung tertawa puas sambil memegang perut yang terasa kram karena kelamaan menertawai Ola yang masih perawan padahal sudah menikah selama 1 bulan lebih.
" Puas banget sih kalian ngeledek orang." Ola memukul pelan tangan Meri dan Dini sehingga membuat kedua nya terpaksa menutup mulut.
" Ya habis nya cerita hidup Kamu lucu banget tahu nggak La! Aku aja yang pacaran udah di bobol kang Mas,masa Kamu yang udah sah masih tetap perawan! Apa kata dunia?" Dini memang paling sabar dan agak pendiam di antara mereka berempat,tapi tanpa sepengetahuan orang lain pergaulan Dini sangat jauh sekali dari apa yang dia perlihatkan.Dini sering menginap di apartemen sang kekasih yang merupakan mahasiswa tingkat akhir dan berasal dari Yogyakarta.mereka melakukan hubungan **** itu atas dasar suka sama suka tanpa ada paksaan atau campur tangan obat terlarang.
" Ya itu kan anda Mbak Dini Saffira! Bukan Nyonya Yolanda Zevanya Himawan yang sangat terhormat ini,di deketin cowok asing saja langsung menghindar dengan alasan sudah mau menikah! Eh tau..Tau nya nikah beneran dengan cowok yang dia sosor duluan." Risa ikut bersuara dan di sambut gelak tawa oleh kedua sahabat nya kecuali Ola yang hanya bisa tersenyum tipis.pembicaraan seperti ini sudah sering terjadi di antara mereka berempat dan tidak pernah ada yang menganggap serius.toh setelah ini hubungan mereka kembali membaik seperti dulu-dulu.
" Sedih banget sih hidup ku yang nggak punya pendukung,Mas Rendi bantuin Aku." rengek Ola pura-pura terzolimi.
" Mau Aku ajarin ngga La! Gimana cara nya memancing hasrat lelaki." goda Dini tiba-tiba saja keluar dari jalur aman nya.lebih banyak bicara dan isi pembicaraan nya juga terlalu frontal untuk mereka yang belum menikah.
" Nggak perlu! Aku bisa sendiri,apaan pakai belajar segala,udah sana mending Kamu pikirkan saja bagaimana memuaskan Mamas Yuda mu itu." tolak Ola mulai merasa risih.lebih baik dia belajar dari YouTube dari pada di ajarin oleh teman yang rada-rada somplak dan sudah sering melakukan hubungan badan.
" Aku nih ya La ! Seandainya jadi cowok ,dengan besar hati menunggu janda mu,karena masih perawan ting-ting belum tersentuh oleh siapapun." ledek Meri berandai-andai tapi dengan tujuan ingin memancing Ola supaya hati nya tergerak melayani suami nya.
" Udah ah ngapain jadi bahas hubungan suami istri sih! Aku lagi datang bulan jadi nggak minat buat bahas itu, sekarang lebih baik kita ke kantin karena tenggorokan Aku sudah kering akibat kelamaan meladeni ucapan unfaedah kalian semua." Ola berjalan terlebih dahulu dan di susul oleh ketiga sahabat nya.
Di saat mereka hendak melewati bagian ruangan dosen,dari jarak yang tidak terlalu jauh nampak lah Rendi yang baru datang sambil menenteng tas dan tangan kiri sibuk memegang ponsel di telinga.raut wajah yang Rendi perlihatkan seperti orang yang sedang berbahagia membuat Ola merasa curiga karena selama ini hanya kepada diri nya seorang Rendi menampilkan wajah itu,tidak kepada kedua orang tua dan juga teman-teman nya.
" Tuh si do'i udah datang, siap-siap aja nanti kena omel gara-gara makalah punya Aku gagal total." ucap Meri mengangkat dagu memberi kode.
" Santai Mer! Kali aja di terima sama Pak Rendi.ya kan La!" Ola tidak menanggapi ucapan Risa ,mata nya sibuk mengintimidasi gelagat aneh dari sang suami yang tiba-tiba tersenyum dan menampilkan wajah bahagia dengan orang yang sedang mengajak dia berbicara.
" Menurut kalian dia lagi telponan sama siapa sih?" tanya Ola masih tetap di tempat mengabaikan rasa haus yang sudah menggerogoti tenggorokan nya.
Ketiga wanita itu secara bersamaan menggeleng kan kepala karena mereka memang bukan cenayang yang bisa menebak isi hati orang lain.
" Tapi kayak nya lagi telepon sama cewek deh La! Siap-siap aja bakal di madu! Karena selama tinggal sama Kamu Pak Rendi merasa nggak puas dan berakhir mencari kepuasan dari wanita kedua nya." ketus Meri sengaja mencipta kan suasana panas supaya Ola kebakaran jenggot.siapa suruh sok-sokan belum siap menjadi istri yang sesungguhnya.di tinggal pergi baru tahu rasa.karena selama ini menurut buku yang Meri baca , seorang pria akan susah mengontrol nafsu nya dan berbeda dengan wanita yang terlihat santai jika satu minggu tidak berhubungan badan dengan suami atau pendamping hidup nya.
__ADS_1
Ola menatap Meri tajam seolah tidak terima dan sangat takut sekali jika ucapan Meri benar-benar terjadi untuk hidup nya.
" Jahat banget sih Mer!" bentak Ola marah.cemburu itu lah yang di rasakan Ola saat ini.
" Aku cuman mau ngingetin Kamu aja loh La! Besok jangan lupa jadi istri sungguhan dan jangan suka membantah jika tidak ingin suami mu Aku rebut." setelah mengatakan itu Meri dengan susah payah membawa tubuh nya berlari menjauh sebelum terkena pukulan pedas dari tangan Ola.
" Meri...." Ola berteriak sekuat tenaga sampai membuat Rendi yang masih berdiri di dekat tiang besar menatap ke arah nya.
Risa dan Dini menutup kuping mereka tidak ingin ikut campur, karena menurut otak lemot mereka berdua kali ini Meri sangat keterlaluan dan pantas mendapatkan balasan setimpal dari Ola.
" Kantin dulu yok La! Tinggal dua 20 menit lagi ni!" ucap Risa menunjukkan jam yang ada di layar ponsel nya.
Mau tidak mau pun Ola terpaksa mengikuti teman- teman nya karena tenggorokan nya juga semakin terasa gatal minta untuk di basahi.entah kenapa hati nya begitu yakin kalau Rendi sedang berbicara dengan wanita lain? Tapi siapa dia Ola masih belum tahu.
" Alina? Wanita seksi dan menor itu?" gumam Ola was-was, baru saja mereka mau memulai hubungan baik di dalam rumah tangga tapi sudah mendapatkan cobaan.apa seperti ini kegelisahan yang sering di rasakan oleh wanita yang sudah bersuami di luar sana?
" Aaakkkh." Ola berteriak di dalam hati meremas botol minuman yang ada di tangan nya.
" Sabar La! Jangan kepancing dengan ucapan Meri tadi,Kamu tahu sendiri kan gimana Meri." ucap Dini menenangkan sang sahabat yang terlihat gelisah.
Ola mengangguk pelan menyantap bakso yang sudah dia campur dengan satu sendok sambal.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Rendi lewat pesan yang dia kirim kan,melihat gelagat aneh yang Ola tampak kan membuat Rendi yakin kalau saat ini istri kecil nya itu sedang tidak baik-baik saja.
Ola yang sedang melamun tersentak kaget lalu membuka secara perlahan pesan yang ternyata di kirim oleh sang suami.
Tatapan mata Rendi masih tertuju kepada sang istri yang sedang mengetik pesan balasan.ketiga sahabat Ola yang menyadari hal itu memilih diam dari pada mereka ikut terkena imbas nya.
" La ! Jangan terlalu di ambil pusing ucapan Aku tadi,anggap saja sebagai motivasi untuk Kamu,mungkin cara ku saja yang salah dalam menyampaikan nya." bisik Meri mulai merasa bersalah karena sejak tadi Ola masih mendiamkan mereka.
" Hmm." jawab Ola berdehem.
" Nggak papa Mas! Mungkin efek dari sakit perut. Oh iya tadi Kamu lagi telponan sama siapa Mas sampai nggak lihat kalau ada Aku yang lagi jalan." Ola mengirim pesan balasan kepada nomer suami nya.tapi cukup lama dia menunggu pesan nya di balas namun nyata nya sampai jam kuliah berakhir sang dosen hanya membaca nya saja tanpa berniat mengetik sesuatu di layar ponsel nya.
" Ikhhh... Ngeselin banget sih jadi suami!Nggak ada peka- peka nya." batin Ola menatap kesal kepergian suami nya.
Namun siapa sangka, sebelum dia kembali mengumpat kesal mengeluarkan semua amarah yang terpendam.ponsel nya kembali berdering menampilkan nama sang suami di layar ponsel.
__ADS_1
" La! Doi nelpon tuh!" Meri menyenggol lengan Ola yang sedang menelungkup kan wajah nya di atas meja.
" Biarkan saja! Aku lagi malas ngomong sama dia." balas Ola memilih membiarkan ponsel nya berdering sendiri.cemburu membuat Ola tidak bisa lagi mengontrol diri nya,padahal belum tentu apa yang ada pikiran nya saat ini benar-benar terjadi.
" La ! Angkat napa,Kamu nggak mau kan do'i jemput ke sini dan menyeret Kamu masuk ke ruangan nya." sahut Risa mengingat kan.
"Aku lagi malas bicara sama dia! Kalau kalian mau gantikan Aku ya angkat saja." jawab Ola lesu.
Ketiga wanita itu saling menatap dan mengedikkan bahu masing-masing karena tidak tahu harus berbuat apa,Ola yang keras kepala memang sudah untuk di taklukkan oleh mereka yang terlalu cepat menyerah.entah sudah berapa kali suara ponsel ini berdering nyaring sampai membuat teman-teman yang ada di kelas juga merasa terganggu.
" La! Gawat La.." teriak Meri menggoyangkan tubuh Ola yang masih enggan bergerak.
" Gawat kenapa lagi sih Mer? Udah sana kalau mau ke kantin ya ke kantin aja.Aku lagi mager." Ola kembali menelungkup kan wajah nya di meja sampai suara bass seorang pria terdengar untuk menyadarkan nya.
Meri yang ingin melanjutkan ucapan nya terpaksa berhenti begitu lelaki yang memiliki langkah kaki lebar sudah sampai di dekat pintu ruangan kelas mereka.
" Khemm....Khem...."Rendi berdehem dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana.membuat para wanita yang masih berada di dalam kelas semakin menatap kagum dengan pesona nya.
" Yolanda Zevanya Himawan! Ikut keruangan Saya sekarang juga." ucap Rendi dengan wajah datar dan sangat cool sekali.Ola yang mendengar perintah tegas itu sontak saja mengangkat wajah dan menatap tidak percaya kepada ketiga sahabat yang tidak memberitahu diri nya akan kedatangan pria yang sedang ingin dia hindari.
"Yolanda Zevanya Himawan,Saya tunggu sekarang juga." titah Rendi lagi memperjelas ucapan nya.
Ola yang ingin kembali melanjutkan aksi ngambek nya langsung berdiri dan mengikuti apa mau lelaki itu,jika Rendi telah menyebut nama lengkap nya berarti pria itu sedang marah dan tidak ingin di bantah dengan alasan apapun.
" Aku ke ruangan dosen dulu." pamit Ola kepada ketiga sahabat nya yang di balas anggukan kepala oleh ketiga wanita yang masih melongo tidak percaya.
Desas desus tentang pemanggilan Ola oleh dosen tampan dan kaya membuat suasana kelas menjadi riuh dan tak terkendali.ada yang mencibir,ada pula yang menganggap sebagai hal yang biasa karena selama ini Ola memang sering di tunjuk menjadi mahasiswa kepercayaan beberapa orang dosen.itu semua tidak terlepas dari kecerdasan otak yang di miliki oleh gadis itu.
Sedangkan di meja belakang bagian pojok.saat sudah sadar dari rasa kaget sekaligus rasa kagum kepada suami teman mereka sendiri,Risa dan Dini tengah sibuk memarahi Meri yang mereka anggap sebagai biang dari sikap diam Ola.
" Ingat ya Mer! Besok-besok Aku nggak mau lagi dengar Kamu ngomong asal nyerocos aja.Kamu kan tahu sendiri kalau Ola sedang sensitif karena ada tamu bulanan,jadi jangan di pancing-pancing lagi." tutur Risa mengingat kan Meri yang dia anggap terlalu berlebihan mengompori Ola.
" Iya..Iya Aku minta maaf,janji deh bakal tobat.tapi kalian kan tahu Aku melakukan itu semua demi kebaikan Ola supaya suami nya nggak ke cantol cewek cantik kayak Aku."wanita bertubuh tambun ini masih saja sok eksis demi menutupi rasa bersalah nya.
" Udah jangan kebanyakan gaya!Kalau sampai Pak Rendi tahu Kamu yang ada di balik ini semua ...Habis nggak bersisa lagi Kamu,Mer." kali ini gantian Risa yang menakut-nakuti Meri yang lebih sering jahil.
Dini yang ada di samping mereka hanya diam menyimak,karena dia tidak terlalu suka banyak bicara dalam masalah ini,beda cerita jika sudah membahas hal berbaur dewasa dan dia adalah orang pertama yang bakal angkat suara.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰