Yolanda

Yolanda
Bab 28


__ADS_3

Setiba nya di depan ruangan yang sudah tertutup rapat.Ola berhenti sejenak lalu mengetuk pintu hanya untuk sekedar berbasa-basi belaka.kalau tidak ingat jika mereka sedang berada di kampus mungkin sudah sejak tadi Ola menerobos masuk dan berteriak di depan wajah suami dingin nya.


Tidak kunjung mendapat kan jawaban dari pemilik ruangan ini,Ola akhirnya memutuskan untuk langsung masuk karena tangan nya juga sudah terasa sangat perih kalau harus mengetuk pintu lagi.


Gadis yang sudah menikah ini terpaku di tempat nya kala melihat seorang wanita yang berbaju seksi dengan belahan dada menyembul keluar tengah duduk berjongkok di hadapan sang suami.otak kotor nya berpikiran yang tidak-tidak sampai membuat kedua kaki nya lemas tidak bertenaga lagi.apalagi jarak wajah sang wanita dengan alat vital sang suami begitu dekat membuat siapa pun yang melihat nya akan berpikiran yang sama seperti yang dia pikirkan saat ini.


" Maaf! Kalau Saya mengganggu anda." ucap Ola lirih dan berlari keluar tanpa perduli dengan suara Rendi yang masih memanggil nama nya.


Ola tidak habis pikir dengan Rendi, padahal dia sendiri yang meminta dirinya untuk datang ke ruangan nya dan betapa sakit nya Ola di suguhkan pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat.


" Apa wanita itu yang Kamu hubungi tadi Mas? Terus untuk apa Kamu meminta Aku datang menyaksikan permainan serong kalian berdua." gumam Ola terus berlari tidak tentu arah sampai membawa nya ke sebuah danau yang ada di belakang kampus.


" Hiks..Hiks..Hiks.." Ola menangis di bawah terik nya matahari.tidak ada satu orang pun yang ada di sana kecuali diri nya sendiri.


" Kalau tahu begini sakit nya berumah tangga ! Aku akan menolak meski harus kehilangan kedua orang tua ." jerit Ola di tengah rasa bersedih nya.


" Bodoh nya Aku mulai melibatkan perasaan dan percaya begitu saja dengan ucapan pria kaku yang ternyata pemain wanita." imbuh nya mengeluarkan semua uneg-uneg yang mengganjal di hati.


" Aku benci Kamu ...Benci banget." teriak Ola sekuat mungkin di tengah hamparan danau yang sepi.


Ola melempar bebatuan kecil ke dalam danau untuk melampiaskan rasa sakit hati yang tidak bisa di ungkapkan lagi.sia-sia membuka hati namun nyata nya sang pria malah punya wanita lain di belakang nya.


" Jahat ! Kamu Rendi Irawan...Aku bakal nuntut cerai dan membuka perselingkuhan ini kepada Mama Nala dan juga Papa Dion."


" Hei! Apa yang sedang Kamu lakukan disini? Jangan teriak-teriak dan melakukan hal bodoh, ganggu tidur ku aja."


Ola terlonjak kaget mendengar suara seorang pria yang muncul dari balik batang pohon besar yang terdapat di pinggir danau.kedua mata yang menyipit membuat Ola sadar bahwa tadi pria itu sedang tertidur lelap di sana.


" Maaf Kak." ucap Ola lirih.dia tahu kalau sosok lelaki itu adalah mahasiswa tingkat akhir yang sering dia lihat lalu-lalang di depan ruangan kelas nya.


"Maaf sudah mengganggu jam istirahat kakak,Aku nggak tahu kalau ada orang di balik pohon itu." imbuh Ola menahan rasa malu ketahuan oleh orang lain di saat dia sudah mengeluarkan semua isi hati nya.


Pria ini lantas berdiri dari tempat persembunyiannya dengan menenteng almamater di bahu nya.


" Kamu,Ola kan anak matematika itu." ujar pria ini langsung duduk di samping Ola.


Ola tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.


" Iya Kak." jawab Ola sopan.dia sangat berharap sekali agar pria yang ada di samping nya tidak mendengar apa yang di ucapkan tadi,tapi tentu saja itu tidak akan terjadi,bukti nya dia sampai terbangun dari tidur lelap nya karena suara Ola yang terlalu kuat dan nyaring.

__ADS_1


" Kamu lagi galau! Di selingkuhi?" tanya pria ini tepat sasaran.


Ola yang tidak tahu harus menjawab apa memilih menunduk dengan meremas kuat jemari tangan nya.tidak mungkin dia menceritakan semua nya kepada seorang pria yang baru saja dia kenal dan belum jelas asal-usulnya.


" Jangan takut! Kenal kan Aku Bimo anak semester akhir." ujar nya mengulur kan tangan.


Ola mengangkat wajah ikut menyambut uluran tangan pria ini.


" Ola Kak." jawab Ola mengulang kembali menyebut nama nya meski Bimo sudah mengetahui nya.


" Memang nya laki-laki seperti apa yang sudah membuat Kamu menangis seperti ini?" tanya pria itu begitu lancang.


" Bukan siapa-siapa kok Kak,Aku hanya terlalu menghayati drama yang Aku tonton saja." elak Ola tidak mungkin menyebut nama suami yang jelas-jelas di kenal oleh pria ini.


" Baiklah jika Kamu belum mau mengatakan nya,Aku siap menunggu kapan pun itu.tapi ingat! Jangan terlalu percaya dengan mulut lelaki karena pada dasarnya mereka memang suka membual." Bimo yang sudah mendengar semua isi mulut Ola tadi mengangguk tidak ingin memaksa wanita yang wajah nya sudah sembab, Bimo menatap kagum sosok adik tingkat yang memang sering menjadi pembicaraan mahasiswa cowok tingkat akhir.


" Iya Kak.kenapa Kakak ada disini?" tanya Ola mengalihkan topik pembicaraan agar Bimo tidak lagi menuntut penjelasan dari nya.


" Jam kelas lagi kosong,jadi dari pada bosan di kelas,Aku lebih suka menghabis kan waktu di tempat yang sangat sejuk ini." jawab nya masih mencuri pandang ke arah Ola yang sedang menatap lurus.


Ponsel yang berbunyi di saku kemeja nya memaksa Ola untuk membuka ponsel dan sedetik kemudian langsung menekan tombol di sudut ponsel nya.


" Nomer nggak di kenal kak." jawab Ola berbohong.


Kedua mahasiswa yang berada di jurusan yang sama terlibat obrolan yang begitu panjang dan memakan waktu yang cukup lama.tawa Ola mulai terlihat lagi saat Bimo mengeluarkan bakat nya untuk menggombal dan merayu nya sampai membuat kedua pipi nya memerah.tanpa Ola sadari sekarang ini dia sudah melewati jam pelajaran Dosen wanita yang pelit akan nilai.


Rendi yang frustasi ingin mengejar Ola tiba-tiba saja berhenti tidak ingin aksi kejar-kejaran ini menjadi tontonan warga kampus dan akhirnya membuat Ola yang tersudut dalam masalah ini.


" Pak Rendi! Saya mohon tolong lepaskan anting Saya dulu." ucap wanita yang menjadi biang masalah.wanita ini juga merupakan dosen baru yang mengajar di kampus milik keluarga Rendi.begitu mengetahui jika Rendi adalah pria kaya dan sangat tampan sekali,dosen wanita yang bernama Andin ini bertekad untuk mendekatkan diri dan sudah beberapa hari ini berusaha menggoda Rendi .tapi nyata nya usaha keras yang dia lakukan sama sekali tidak membuah kan hasil ,Rendi sama sekali tidak tertarik untuk melihat ke arah nya dan selalu menolak jika di ajak jalan-jalan atau makan malam berdua.susah payah dia mengubah penampilan nya menjadi lebih seksi lagi demi meraih cinta lelaki berduit itu tapi Rendi malah semakin menjauh dan menatap nya dengan sorot mata jijik.


Melihat Rendi yang hendak masuk ke dalam ruangan nya tadi membuat Andin berlari dengan cepat mengikuti langkah kaki pria beristri itu dan berpura-pura minta tolong untuk di benarkan anting yang menyangkut di kerah blazer ketat nya.namun sayang nya belum sempat Rendi menyentuh telinga nya seorang wanita cantik datang menggagalkan rencana licik nya itu sampai membuat Rendi terlihat marah dan membentak dia untuk keluar dari ruangan nya.


" Minta tolong ke kantor polisi saja Bu Andin,Saya sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu lagi." tolak Rendi mengusir secara halus wanita yang tidak tahu diri ini.beda cerita jika yang berdiri di depan nya saat ini adalah seorang pria maka Rendi akan langsung menendang pria itu sampai tidak sanggup berdiri lagi.


"Keluar." teriak Rendi dengan sorot mata tajam.nyali yang sudah menciut memaksa Andin melangkah kan kaki nya keluar dengan telinga miring sebelah.susah payah dia berkorban seperti orang yang sedang terkena stroke nyata nya tidak membuat Rendi perduli dan menatap ke arah nya walau hanya untuk sebentar saja.


" Sok jual mahal sekali pria kaya itu! Belum tahu saja dia sedang berhadapan dengan siapa saat ini." gumam Andin melepas paksa anting nya lalu menarik dengan satu kali hentakan supaya bisa terlepas dari blazer yang dia pakai.


Rendi yang sudah mencoba menghubungi Ola berkali-kali menjadi tambah kesal saat mengetahui nomer nya sudah di blokir dan tidak bisa melakukan panggilan lagi.

__ADS_1


" Kenapa Kamu main pergi begitu saja sih sayang! Harus nya Kamu dengar kan dulu penjelasan dari Aku." gumam Rendi mengacak kasar rambut nya yang selalu terlihat rapi.


Akhirnya Rendi memutuskan untuk melihat sendiri Ola di dalam ruangan kelas nya secara diam-diam supaya tidak terlihat mencurigakan oleh orang lain.


" Kemana dia? Bolos ?" batin Rendi ketika melihat tidak ada sosok Ola di dalam kelas dan hanya ada bangku kosong tanpa berpenghuni.


Di saat Rendi hendak kembali melanjutkan langkah kaki mencari sang istri dan menjelaskan kesalahpahaman yang dia lihat tadi,Fadel sang asisten tiba-tiba saja menghubungi nya dan mengingat kan dia untuk segera datang ke kantor sekarang juga.


"Huft...Ini semua gara-gara wanita jadi -jadian itu.Ola jadi salah paham dan Aku nggak punya banyak waktu lagi mencari nya." Rendi terpaksa menunda niat baik nya itu sampai dia pulang dari kantor nanti.


Risa ,Dini dan Meri menatap tidak percaya dengan bolos nya Ola hari ini, pikiran negatif tentang Ola yang sedang berduaan dengan suami nya di dalam ruangan sana membuat kedua wanita dan satu gadis itu tersenyum mesum saling melirik satu sama lain.


"Sejak menikah Ola jadi liar juga ya." celetuk Risa di iringi gelak tawa renyah nya.


" Iya ..Ya.udah mau siap jam pelajaran Bu Siti tapi masih juga belum datang-datang." timpal Dini menambahkan.


" Kita harus minta penjelasan Ola! Nggak mungkin mereka nggak ngapa-ngapain di dalam sana." ujar Meri lagi.


Ola berjalan gontai menuju ke kelas nya sambil melirik jam yang ada di layar ponsel nya.


Semangat belajar yang selama ini mendarah daging menguap begitu saja hanya karena rasa kecewanya kepada seseorang.susah payah dia mengubah ekspresi wajah nya agar tidak di lihat oleh ketiga sahabat nya nanti dan tentunya menimbulkan kecurigaan mereka yang selalu kepo.


" Ola..." teriak Meri memeluk Ola yang baru datang dengan wajah kusam.


" Kamu dari mana aja sih La! Tadi Bu Siti nanyain Kamu dan kita jawab aja lagi di ruang kesehatan." tutur Risa memberitahu.


" Thanks ya geng,kantin lagi yok! Perut Aku lapar banget." Ola berusaha terlihat biasa saja meski dia tahu tidak mudah untuk mengelabui ketiga sahabat yang sudah mengenal dia baik dalam maupun luar.


" Kamu benaran sakit? Apa Pak Rendi sangat ganas sekali sampai membuat Kamu kelelahan dan kelaparan seperti ini?" todong Dini dengan pertanyaan beruntun.


" Berapa ronde tadi La?" tanya Meri lagi.


" Udah ah ayok ke kantin! Aku tinggal nih." Ola langsung pergi menghindari ketiga sahabat yang masih ingin bertanya yang aneh-aneh kepada nya.


" Diam! Dan jangan ngomong lagi sampai Aku ajak ngomong." pinta Ola saat melihat ketiga sahabat nya hendak membuka mulut.


Ketika nya kompak mengangguk dengan gerakan mengunci mulut.


Seperti yang Ola request tadi,tidak ada yang mengeluarkan suara sehingga membuat Ola makan dengan begitu tenang nya tanpa memikirkan lagi masalah yang membebani pikiran polos nya.setidak nya dia harus menyiapkan tenaga lebih untuk menghadapi kenyataan buruk yang akan dia terima nanti.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2