Yolanda

Yolanda
Bab 37


__ADS_3

5 menit sebelum mata kuliah di mulai,Ola gadis cantik yang sudah resmi menjadi istri sesungguhnya dari Rendi Irawan ternyata baru sampai di depan gerbang,dengan langkah seribu Ola berlari melewati lorong supaya tidak terlambat sampai di depan kelas dan berakhir harus mengulang jam kuliah.


" Ini semua gara-gara Mas Rendi! Udah tahu masuk pagi begini,tapi masih aja minta jatah pagi.mesum!" umpat Ola dengan bibir manyun nya.


Risa, Dini,dan Meri yang melihat wajah cemberut Ola langsung saling melirik satu sama lain.


" Ada apa dengan Nyonya Rendi? Pagi-pagi sudah cemberut seperti itu." goda Meri mencolek dagu Ola yang masih kesal.


" Sumpah! Aku pengen makan orang saat ini juga,Mas Rendi itu ngeselin banget jadi suami." sergah Ola mengepalkan kedua tangan nya.jika saja Rendi ada di hadapan nya saat ini mungkin seluruh tubuh Rendi sudah habis terkena omelan dan pukulan ganas nya.bisa- bisa nya Lelaki itu ngajak bertempur di kamar mandi Padahal mereka berdua sama-sama bangun telat dan harus buru-buru bersiap-siap untuk ke kampus dan juga ke kantor.dan lebih parah nya lagi Ola harus di antar sama sopir karena Rendi yang sedang tidak bisa mengantarkan dia pagi ini.


" Ngeselin tapi cinta kan? Berapa ronde pagi ini?" tanya Dini ketika melihat ada jejak merah di dada Ola yang belum tertutup rapat.


"Haah?" Ola melongo mendengar pertanyaan Dini .dari mana wanita itu bisa tahu kalau mereka baru saja selesai bergulat.


" Nggak usah melotot begitu ? Tuh ada tanda merah yang masih kelihatan, cepat tutup sebelum di lihat sama anak-anak." Dini mendekat kan wajah nya agar apa yang di bicarakan hanya terdengar oleh mereka berempat saja.


Meri dan Risa sontak saja menatap intens ke arah yang di tunjuk oleh Dini,dan benar saja pemandangan langka itu membuat kedua nya bersorak gembira dan acuh dengan teguran mahasiswa lain yang merasa terganggu.


" Gila! Seberapa ganas sih Pak Rendi di atas ranjang?" tanya Meri menatap takjub.


" Ya Kamu bayangkan aja sendiri Mer, seluruh tubuh ku rasa nya sakit-sakit semua dan pengen di pijit deh." balas Ola sambil memegang pinggang yang terasa encok.masih ingat jelas di kepala Ola bagaimana Rendi yang tidak pernah mengenal kata lelah dan bosan ketika menggempur diri nya,setiap di minta berhenti dia malah semakin menambah tempo permainan sampai membuat Ola menjerit kenikmatan.


" Gede nggak punya nya suami mu ,La?"Dini si paling paham sama masalah beginian langsung saja menjurus ke inti nya.membuat Risa dan Meri menghela nafas gugup karena belum pernah merasakan barang yang di maksud oleh kedua sahabat nya.


" Ya gede lah, sampai tumpah-ruah malah." balas Ola memanas-manasi ketiga sahabat nya.


" Ga nyangka sekaligus terharu Aku La, akhir nya gadis muda yang menutup diri menemukan kebahagiaan yang dia cari selama ini." ujar Risa menatap bangga sahabat nya yang bisa menjaga mahkota sampai menikah seperti ini.Dini yang merasa tercubit mendengar perkataan Risa hanya bisa tersenyum getir karena semua nya akibat dari rasa ingin tahu yang terlalu berlebihan.


" Haha.. Makasih ya geng,Aku tinggal nunggu kalian berdua menemukan lelaki yang akan menjadi imam kalian,dan untuk Dini semoga segera di halalkan." balas Ola tersenyum manis.


" Iya doain aja ya geng, setelah Mas Yuda lulus nanti semoga hubungan kami segera di resmikan dan nggak perlu kempul kebo lagi." sahut dini sengaja memelankan suara di akhir kata yang dia ucapkan.


Meri dan Risa langsung tertawa geli melihat tingkah Dini yang selalu terbuka dan tidak pernah tahu malu,padahal yang sedang dia bicarakan adalah diri nya sendiri tetapi wanita ini selalu saja to the point.


" Jahat banget sih Kamu sama diri sendiri." Risa geleng-geleng kepala melihat nya.


" La!Itu nya masih sakit nggak habis malam pertama?" tanya Meri masih penasaran.


" Udah nggak lagi,cuman di awal doang dan setelah itu gantian sama enak nya."


"Udah jangan bahas itu lagi,tuh Bu Siti udah datang." ujar Risa memberitahu dan membalikkan badan untuk menghadap ke arah depan.


Pembicaraan yang sedang seru-serunya akhir nya harus terjeda dengan kedatangan dosen wanita yang sudah cukup berumur.semua mahasiswa hening tanpa suara dan mengikuti kelas pertama dengan sangat serius karena biasa nya di akhir kelas,Bu Siti akan memberikan beberapa soal yang berhubungan dengan penjelasan nya hari ini.


Siang ini, setelah mendapatkan izin dari sang suami,Ola dengan di temani ketiga sahabat nya sedang perjalanan menuju ke sebuah spa untuk merilekskan otot -otot yang sudah kaku dan mati akibat ulah sang suami.


" Gila enak banget loh Dini." gumam Ola kepada Dini yang berada tepat di samping nya.ketiga gadis itu yang merasa penasaran dengan treatment yang di jalani Ola akhirnya ikut bergabung dan memilih berada di satu ruangan yang sama.


" Ya benar banget La! Bisa tidur pulas nih pulang dari sini." balas Dini lagi.berbeda dengan kedua sahabat yang berada di ujung sana yang tidak mengeluarkan sepatah katapun karena sudah tertidur pulas menikmati pijitan dari tangan orang yang berada di belakang mereka.


Ola yang baru saja ingin menikmati waktu rileks nya kembali harus terganggu dengan panggilan telepon yang di lakukan oleh suami nya.Ola menolak panggilan video itu lalu mengubah nya menjadi panggilan biasa.


" Ya Mas! Aku masih di tempat spa." ucap Ola setengah mati menahan kesal karena merasa terganggu.


" Kenapa lama sekali sih sayang? Kenapa juga panggilan video nya Kamu alihkan? Kamu nggak bohong kan?" tanya Rendi curiga.padahal Ola baru masuk ke tempat spa ini selama setengah jam dan itu pun belum tepat setengah jam, tetapi lelaki yang sedang berada di kantor nya terus-menerus meneror dia dengan pesan singkat.


" Ya nggak mungkin bohong lah Mas? Untuk apa coba? Aku sengaja mengubah ke panggilan biasa karena ada teman-teman Aku juga di sini? Nggak mungkin kan Kamu melihat tubuh mereka yang hanya tertutup kain." omel Ola tidak habis pikir dengan kelakuan posesif suami nya.

__ADS_1


" Pulang jam berapa? Nanti di jemput sopir aja ya."


" Iya terserah Kamu aja,jangan ganggu lagi Mas! Aku mau tiduran dulu sambil menikmati pijatan nya.nggak enak sama teman yang lain." tegur Ola supaya suami nya berhenti mengganggu me time yang sedang dia jalankan.


" Baiklah, nanti kalau udah mau pulang kabarin ya."


" Iya." balas Ola singkat lalu bergegas mematikan sambungan telepon nya dan kembali memejamkan mata menikmati sensasi hebat dari tangan wanita yang berdiri di belakang punggung nya.


3 jam sudah empat sejoli berdiam diri di tempat spa.begitu keluar dari sana tubuh mereka semua sudah kembali fresh dengan wajah yang tak henti nya mengukir senyum sumringah.rasa lapar yang mulai terasa memaksa mereka untuk berhenti sejenak di sebuah restoran yang ada di dekat spa,Ola yang kembali mendapat kan teror dari suami nya memilih mendiamkan tanpa menggubris panggilan yang di lakukan oleh suami nya,rasa lapar yang sudah berujung memaksa dia menjadi istri durhaka karena sudah tidak tahan lagi ingin mengisi perut dengan semua makanan yang ada di atas meja


" La! Laki mu telpon tuh." ujar Risa memberitahu.


" Udah biarin aja,Aku lapar banget loh." Ola terus memasukkan makanan ke mulut nya sampai habis dan membuat perut nya pun merasa kekenyangan.


Risa ,Meri dan Dini hanya diam tak ingin memaksa lagi karena perut mereka bertiga juga terasa sangat lapar sekali.


" Ngapain kalian di sini?" tanya Ola kepada dua orang bodyguard yang berada di belakang meja mereka.


" Kami mendapat perintah dari Tuan, Nyonya." jawab mereka sedikit menunduk kan badan.


Ola yang mengenali wajah kedua pria berbadan kekar itu hanya bisa menghela nafas panjang, lagi-lagi dia tidak bisa hidup bebas seperti biasa nya karena sang suami sudah menyuruh bodyguard untuk mendekati nya.


" Kata Tuan setelah ini kita langsung ke kantor Tuan, Nyonya." ujar nya memberi tahu.


" Iya Aku tahu." jawab Ola lalu membawa ketiga sahabat nya masuk ke dalam sebuah toko pakaian.


Ola yang menggilai yang nama nya shopping kembali larut dengan lautan pakaian yang ada di depan mata nya.ponsel yang tadi dalam mode senyap belum di ubah seperti biasa dan memaksa dia untuk kembali melewati panggilan dari suami nya untuk yang ke sekian kali nya.


" Pak Rendi cinta mati banget sih Kamu,La!" bisik Risa supaya tidak kedengaran sama kedua pria berbadan kekar yang ada di belakang mereka.


" Posesif itu tanda nya cinta La! Harus nya Kamu tuh bersyukur mendapatkan suami yang seperti itu! Aku aja pengen loh." sahut Dini lagi.


" Ya suruh aja Mas Yuda mu itu posesif,kalau Aku sih ogah,tapi mau gimana lagi kalau udah dapat suami yang kayak gitu." Ola menghela nafas pasrah nya.


Di tengah obrolan antara Ola dan ketiga sahabat nya, tiba-tiba salah satu bodyguard itu maju ke arah Ola dengan tatapan mata tajam memperhatikan sekeliling.


" Nyonya,tolong telepon dari Tuan di angkat,tadi Tuan sudah mencoba menghubungi Nyonya tapi belum di angkat juga." ucap nya lalu kembali ke tempat semula.


Ola yang baru sadar kalau ponsel nya masih dalam mode silent langsung menepuk jidat nya.pasti suami posesif nya itu akan mengomel habis-habisan dengan kecerobohan yang tanpa di sengaja itu.


" Belanja nya udahan aja yok geng.Aku udah di cariin nih." ujar Ola ketika baru selesai menerima telepon dari suami nya.


" Oke,bayar dulu." ajak Risa mengambil antrian pertama dan di belakang dia ada ketiga sahabat nya.


Semua belanjaan Ola sudah di bawa oleh satu bodyguard masuk ke dalam mobil,sedangkan Ola yang ingin membeli makanan dan cemilan untuk suami nya di antar oleh bodyguard yang lain nya.risih memang,tapi Ola mulai membiasakan diri untuk menikmati semua nya karena dia tahu maksud dari semua ini.


Ola terus menyusuri lobby kantor yang tampak mulai ramai karena kedatangan nya ini bertepatan dengan jam pulang kantor.


Semua karyawan yang sudah mengenal diri nya menyapa dengan hormat dan tak lupa menerbitkan sebuah senyum di bibir.


Ola berdiri menunggu lift terbuka dan sesekali membalas sapaan dari karyawan sang suami.dua orang bodyguard masih berdiri di belakang nya dengan menenteng 3 plastik yang berisi makanan.


Di depan ruangan Rendi nampak Bella yang masih duduk di meja nya sambil mengetik sesuatu di layar komputer yang terlihat masih menyala.


" Mas Rendi ada kan Mbak?" tanya Ola berhenti di depan meja Bella.


" Ada...Tapi.." Bella yang tidak tahu harus berkata apa terpaksa menggantung kan ucapan nya di udara.

__ADS_1


" Tapi apa Mbak?" tukas Ola penasaran.


" Pak Rendi nya sedang ada tamu Nona." jawab Bella menunduk kan kepala.


Ola yang merasa curiga dengan perubahan wajah wanita yang berprofesi sebagai sekretaris suami nya lantas tertantang untuk masuk ke dalam ruangan suami nya sendiri.tanpa berpamitan kepada Bella,Ola langsung mendekat ke ruangan itu dan terpaksa menghentikan langkah kaki nya ketika mendengar suara seorang wanita dari dalam ruangan suami nya.


Pintu yang tidak tertutup rapat memudahkan Ola untuk mendengar pembicaraan itu,kedua bodyguard yang berada di belakang nya ikut berhenti dengan seribu pertanyaan yang ada di kepala mereka.


" Stop di sana,dan jangan mendekat sebelum mendapatkan perintah dari ku." ujar Ola dengan berbisik supaya tidak ketahuan oleh suami nya


Kedua bodyguard itu mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Ola.


" Ayolah Ren,Aku tahu kalau Kamu tidak bahagia dengan pernikahan itu,Aku rela menjadi simpanan yang akan selalu menghangatkan tubuh mu seperti dulu lagi,Aku kangen banget sama Kamu,Ren."


" Dia masih terlalu kecil dan Aku yakin dia tidak akan mengetahui hubungan kita ini, sangking polos nya dia bahkan membuat Aku sangat yakin kalau wanita itu tidak akan pernah bisa melayani mu di atas ranjang."


Deg...


" Siapa dia?" gumam Ola dengan tangis yang tertahan.


Wajah sang wanita yang membelakangi diri nya membuat Ola tidak bisa melihat secara langsung seperti apa sosok wanita yang sedang mempergunjing diri nya dengan suami nya sendiri.Ola bahkan tidak mengenali suara wanita itu.sangat berbeda dengan suara dari mantan pacar suami nya yang bernama Alina.


" Menghangatkan tubuh? Aku wanita kecil dan polos?" Ola tertawa hambar dengan semua yang dia dengar sore ini.


Di belakang Ola ada empat orang yang terus melihat gerak-gerik Ola yang tidak kunjung masuk meski sudah berdiri di dekat pintu masuk.


" Aduh! Gawat ini." ucap Fadel yang berada di dekat meja Bella.


" Sorry ya Pak Fadel! Aku takut untuk menahan Nona Ola,maka nya Aku biarkan saja Nona mendekati ruangan itu." tutur Bella menjelaskan.


" Ini bukan salah mu,tapi kenapa Nona tidak masuk-masuk juga ya? Apa yang sedang dia lihat dari pintu itu?" tanya Fadel kepada Bella yang langsung di balas gelengan kepala oleh Bella.


Sedang kan Ola yang sudah ingin menerobos masuk memaki-maki suami dan juga wanita yang ada di dalam,terpaksa harus memundurkan tubuh nya ketika mendengar sang suami mulai angkat suara.karena masih merasa penasaran akhirnya Ola berusaha menguatkan diri supaya tidak mendengar sepenggal cerita yang sedang mereka main kan di dalam ruangan ini.


" Diam! Bunga,apa maksud kedatangan mu ke kantor ku?Kita tidak punya hubungan apa-apa,sedangkan wanita polos yang Kamu maksud itu adalah istri sah ku dan Aku sangat mencintai nya." ucap Rendi menepis kasar tangan wanita yang ingin mengelus wajah tampan nya.


" Jangan pernah kurang ajar lagi,Aku dan Kamu tidak akan pernah bertemu lagi karena Aku sudah tidak ingin lagi masuk ke dalam lembah hitam itu.pergi dari sini dan jangan pernah menampakkan batang hidung mu di hadapan ku." imbuh Rendi tegas.


Ola yang masih belum paham siapa sosok wanita itu terus menguping meski kedua kaki nya sudah terasa sangat pegal sekali.


" Aku cinta sama Kamu, Ren ! Tidak bisa kah Kamu melihat nya walaupun hanya sedikit saja.Aku mohon lepas kan wanita itu dan kita bisa bersama seperti dulu." wanita yang bernama Bunga langsung memeluk tubuh Rendi dari belakang dengan isakan tangis yang mulai pecah.


" Kita bisa hidup bahagia bersama,dan Aku janji akan selalu memuaskan Kamu di atas ranjang seperti yang sering kita lakukan dulu." wanita ini lalu berpindah ke depan Rendi dan mendekatkan wajah nya sehingga membuat bibir mereka saling menempel erat.


Jantung Ola berdegup keras menanti reaksi yang akan di berikan oleh suami nya.akankah dia menyambut bujuk rayu wanita itu? Dan pergi meninggalkan Ola yang sudah menyerahkan semua hidup nya untuk sang suami.


Tanpa sadar,kedua tinju Ola mengepal kuat di kedua sisi tubuh nya, benar-benar menjijikan dan Ola tidak sanggup melihat bibir suami nya di sentuh oleh wanita lain.


Ola memejamkan kedua mata nya sambil bersandar di tembok dengan memegang dada yang terasa sesak.ada sakit yang tidak bisa di jelaskan saat ini.tapi lamunan itu terpaksa berhenti karena suara benturan keras dan juga teriakan dari wanita yang ada di dalam ruangan itu sehingga membuat Ola kembali membuka kedua mata nya.


Ola kembali mengintip dan mendapati posisi wanita itu yang sudah terduduk di atas lantai dengan rambut yang sudah berantakan.


" Dasar ****** gila! Kamu pikir Aku mau meninggalkan berlian demi sampah rongsokan seperti Kamu ini! Meski Kamu menyodorkan tubuh bugil sekaligus di depan ku,Aku tidak akan pernah tertarik lagi , karena punya istri ku lebih segala nya dari apa yang ada pada tubuh mu yang tentunya sudah di pakai oleh banyak lelaki."bentak Rendi mengelap kasar bibir yang sudah tersentuh oleh Bunga.


" Dulu Aku sedang kacau dan belum sadar,tapi setelah menikah semua nya berubah dan Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama,Aku memakai tubuh mu dan setelah itu Kamu mendapatkan bayaran dari uang yang Aku lemparkan kepada mu,bukan kah semua nya setimpal?Dan itu tidak layak di namakan cinta? Cari lah pria kaya lain yang bisa kamu ajak tidur dan jangan pernah datang menemui Aku di mana pun itu." ancam Rendi merapikan kembali jas yang melekat di tubuh nya.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2