Yolanda

Yolanda
Bab 8


__ADS_3

Sedang kan di dalam kelas saat ini ketiga sahabat Ola masih menunggu kedatangan Ola dengan rasa greget.sudah hampir jam 8 tepat tapi orang yang di tunggu belum juga menampakkan wajah nya. pesan yang sengaja mereka kirim tadi malam masih belum di baca oleh Ola yang super malas kalau berurusan dengan grup receh mereka berempat.


" Aku masih nggak nyangka kalau Ola menikah dengan dosen tampan yang menggantikan Pak Basuki kemarin." ujar Risa masih tidak percaya dengan fakta yang di tunjuk kan oleh Ola.tanpa sepengetahuan Ola.semua mahasiswa di kelas nya terpukau dan terhipnotis dengan cara sang suami saat menjelaskan Pelajaran,to the point dan tidak belibet membuat mereka semua lebih mudah memahami.pun dengan ketiga sahabat nya yang menaruh rasa suka kepada pria yang baru mereka ketahui sudah menjadi suami dari sahabat mereka sendiri.


" Aku aja sampai nggak bisa tidur gara-gara nunggu balasan dari tuh anak.apa ja-ngan -jangan dia tadi malam sibuk malam pertama lagi!" seru Meri menutup mulut dengan mata yang membulat sempurna.


" Kita harus meminta penjelasan dari dia.enak saja sudah membuat kita gelisah dengan hati bertanya -tanya.eh dia malah enak-enakan kelonan ama si do'i.kan nggak lucu."timpal Risa celingak-celinguk mencari keberadaan Ola yang masih belum menampakkan batang hidungnya.


" Aku juga penasaran,tapi bisa nggak sih suara kalian berdua di pelan kan sedikit saja.bukan kah Ola bilang kalau ini menjadi rahasia kita berempat? Kalau ada anak-anak yang lain mendengar dan menyebar luaskan gosip ini bagaimana? Kasihan Ola nya." tegur Dini kepada kedua sahabat nya yang tidak bisa lagi mengontrol suara kicauan mereka.


" Iya..Iya...Habis nya kesal.pria idaman kita jatuh ke tangan Ola.hiks..hiks..hiks.." Meri mendrama menghayati sakit nya di tinggal menikah di saat rasa itu sudah mulai tumbuh di hati nya.


" Alah...Jangan lama-lama menghayal nya.ketiban batu besar baru tahu rasa Kamu, Mer." Risa tergelak menoyor kepala Meri yang memiliki bakat berakting yang sangat luar biasa.mereka sebagai sahabat nya sering terkecoh dengan ulah anak perawan satu ini.


Rendi yang menatap Ola dari pintu ruangan nya hanya tersenyum simpul melihat istri kecil nya ternyata mendengar kan apa yang dia tulis di pesan singkat tadi.Rendi cukup tahu kalau mereka menikah tanpa ada rasa cinta atau pun suka.dia hanya berpegang teguh dengan prinsip hidup nya yang ingin menikah sekali seumur hidup.tidak ingin membuat kedua orang tua nya kecewa terhadap diri nya.Rendi sudah bertekad akan mulai membuka hati nya untuk sang istri meskipun dia juga tidak tahu kapan masa itu akan datang.setidak nya dia mulai berusaha keras mengumpulkan kepingan rasa itu.


Saat melihat Ola sudah masuk ke dalam kelas nya.Rendi mengikuti dari belakang berjalan menghampiri ruangan yang sama seperti yang di masuki oleh istri kecil nya.


" Huft..Huft..." Ola mengatur nafas nya yang terengah-engah karena habis lari maraton.saat melihat ketiga sahabat nya ingin membuka mulut untuk mengucapkan sesuatu.Ola dengan cepat mengangkat tangan nya meminta ketiga sahabat nya untuk tidak membahas mengenai pembahasan tadi malam sekarang.


" Duduk La." Meri menarik Ola dengan sekuat tenaga saat melihat pria tampan yang sangat dia kagumi berdiri di ambang pintu kelas.


" Sakit Mer! Pelan-pelan dong." Ola mengelus tangan yang terasa perih.sedangkan si tersangka nya malah senyam-senyum tidak jelas menatap ke arah depan.


" Woi...Kesambet apaan ni bocah." Ola menggoyang -goyang kan tubuh gempal Meri tanpa tertarik melihat ke arah depan.


" Jangan ganggu deh La! Aku lagi menatap masa depan." ucap Meri menopang dagu menggunakan sebelah tangan nya.


" Hais ...Ini anak kenapa ya? Salah minum obat kali ya?" gerutu Ola yang di balas senyuman kecil oleh kedua sahabat yang berada di depan meja nya.

__ADS_1


Deg...


Aroma parfum milik seseorang yang terbang tertiup angin membuat Ola terdiam sejenak menikmati wangi yang cukup dia kenal.


" Ini seperti wangi parfum nya..." belum sempat Ola menyelesaikan teka-teki tentang apa yang di cium oleh hidung nya.suara bass milik seseorang tiba-tiba saja membuat fokus nya teralih.


" Selamat pagi." sapa pria itu dengan wajah datar tapi penuh ketampanan.


Ola mengangkat wajah nya dengan mata yang terbelalak lebar.Ola menatap bergantian ketiga sahabat nya meminta penjelasan tentang kejadian pagi ini.


" Seperti nya Aku ketinggalan informasi? Bagaimana bisa Pria ini malah menjadi dosen ku? Bukan kah ini jam pelajaran nya Pak Basuki?" gumam Ola dengan wajah penuh tanda tanya.Dini dan Risa yang sekilas melihat ekspresi kaget Ola tertawa dalam hati.mereka yakin kalau Ola belum tahu tentang dosen yang di depan sana.


Pandangan mata Ola terus mengarah ke arah depan mengamati bahwa benar jika yang dia lihat sekarang adalah lelaki yang sudah sah menjadi suami nya kemarin pagi.


" Mas Rendi.." suara Ola tercekat di tenggorokan dengan ingatan kuat mengingat kejadian tadi malam.


Pembahasan suami nya tentang makalah dan titah sang suami yang meminta dia untuk belajar sebelum masuk ke alam mimpi nya.


" Terus yang kemarin pas Aku bolos.... Astaga.." Ola baru ingat saat bolos kemarin pagi yang ternyata adalah pelajaran yang diajarkan oleh suami nya.


" Mampus deh.jangan sampai dia memberikan hukuman yang akan membuat Aku malu." Ola pura-pura mengambil buku yang tersimpan di dalam tas ransel nya.tatapan mata tajam Rendi membuat dia limbung tak tentu arah.


Mendapatkan tatapan mata tidak bersahabat dari suami nya membuat Ola rasa nya ingin kabur saja.baru saja dia bernafas lega bisa melewati pernikahan dini nya.pagi ini Ola malah di kaget kan dengan kehadiran suami nya yang tengah berdiri di depan sana.


" Silahkan keluar kan kertas satu lembar.hari ini Saya akan mengadakan ujian dadakan." ucap Rendi yang berhasil membungkam mulut para mahasiswa yang sedang menggosipkan tentang kegantengan nya.


" Yah...Pak..." terdengar helaan nada suara kecewa dari para mahasiswa yang belum mempersiapkan diri mereka malam tadi.sedangkan Ola yang tentunya sudah mempersiapkan diri nya dengan sangat matang memilih diam tersenyum penuh makna.


" Ternyata punya suami seorang dosen enak juga ya." akibat di tolong semalam oleh pria tampan yang berdiri di depan sana.Ola mendadak oleng dengan pernikahan dadakan nya.entah kenapa ada sebuah rasa bangga yang terselip pada diri nya saat ini.

__ADS_1


" Woi...Ujian.kenapa Kamu malah senyum nggak jelas gitu." ucap Ola menyenggol lengan Meri yang masih betah menatap sang dosen.


" Aku nggak perduli La,mau ujian kek.mau lulus kek.yang penting Aku pada Pak Rendi. I Love you my baby." Meri berucap tanpa menimbang perasaan Ola yang jelas-jelas sudah sah menjadi istri dari pria yang dia kagumi.


" Apa-apaan ini! Enak aja I Love You sama suami orang,Aku cincang habis juga nanti itu mata." geram Ola.


Rendi yang menyadari bahwa saat ini dirinya menjadi pusat perhatian memilih acuh karena seperti ini lah jati diri nya yang sesungguhnya.pria ini tidak mudah tersentuh oleh rayuan atau kecantikan wajah seseorang kecuali jika hati nya yang sudah berbicara.


" Halo...Boleh Saya minta waktu kalian sebentar. kalau kalian masih ramai seperti pasar.pelajaran tidak akan Saya lanjutkan." Ucap Rendi memecah belah kasak kusuk yang sering terjadi di kelas yang dia ajarkan.


" Baik Pak." jawab para mahasiswa kompak.


" Satu hal yang harus kalian tahu,Saya akan sering mengadakan ujian dadakan.untuk itu persiapkan diri kalian pada malam hari nya.ilmu ini bukan untuk di pendam di dalam buku melainkan di simpan di dalam otak." jelas Rendi dengan begitu wibawa nya.


Ceramah singkat yang di berikan oleh Rendi sang dosen tampan paling populer di kampus membuat mahasiswa mengangguk mengerti.entah mereka akan menjalankan perintah itu atau hanya sekedar ingin menarik simpati sang dosen.


Setelah melaksanakan ujian hampir setengah jam lebih,Rendi mengumpulkan semua kertas yang sudah di isi oleh mahasiswa nya.kepala nya mengangguk pasti membaca lembar jawaban yang paling atas dan tentunya punya sang istri kecil.


" Pintar juga dia ternyata." Rendi tersenyum puas melihat hasil kerja keras Ola yang sangat memuaskan hati nya.


Selama mata kuliah berlangsung,Ola mencoba fokus meskipun mata nya dan mata sang dosen acap kali saling menatap dalam waktu yang lama.tetapi Ola memilih cuek dan menyimak setiap kata yang keluar dari mulut dosen yang merangkap menjadi suami dadakan nya.


" Yolanda." panggil Rendi menatap wajah Ola yang sedang fokus menulis.


" Ah..Iya m- Pak." jawab Ola gelapan.hampir saja dia keceplosan memanggil nama suami nya seperti saat mereka berada di rumah.untung saja akal sehat nya masih berfungsi dengan baik.Ketiga sahabat serta Rendi yang menyadari kekeliruannya yang hampir di ciptakan oleh Ola tersenyum tipis dengan sorot mata penuh ejekan.


" Sesuai yang Saya jelaskan tadi.seorang ahli ilmuwan Al khawarizmi menemukan beberapa rumus matematika.coba Kamu sebut kan satu persatu dan jelaskan secara lengkap."tanya Dosen Rendi kepada Ola.


Dengan penuh keyakinan Ola menjelaskan satu persatu apa yang dia simpan di kepala nya.selama ini Ola memang terkenal sebagai salah satu mahasiswi pintar di kampus nya.kurang nya perhatian dari kedua orang tua nya tidak membuat Ola lalai dalam menuntut ilmu melainkan menjadi lebih semangat lagi untuk membuat kedua orang tua nya bangga.

__ADS_1


" Bagus." puji Rendi mengangguk senang.lagi dan lagi Rendi di buat tercengang dengan kepintaran yang di miliki oleh sang istri.karena ini adalah kali pertama mereka bertatap di muka di dalam kelas sehingga membuat lelaki ini baru menyadari nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen nya ya guys 😍🥰🥰🥰


__ADS_2